
Orang yang menampar adalah Alice yang merasa geram dan emosi melihat tingkah anaknya.
"Auwwwww, sakit bu... kenapa ibu menamparku,.??" Ucap Angelica seraya menangis, ibu nya belum pernah melakukan ini pada nya, karena selalu memanjakanya.
Angel merasa sangat bersalah akhirnya menyadari tatapan tajam ayahnya dan langsung terduduk di tanah kembali.
Alice tidak banyak bicara, setelah Angel terduduk di tanah, dia juga ikut kembali terduduk di tanah dan meminta pengampupan.
"Ah bagaimana bisa saya menghukup kekasih saya,." Ucap Raka bingung dengan keadaanya, di sisi lain dia ingin menyelamatkan keluarga Jonson, tapi di sisi lain dia tidak ingin menyakiti Angelica.
Walaupun sebenarnya Raka juga sedikit kecewa dengan yang dilakukan Angelica, tapi hatinya masih ada untuk Angelica. Manamungkin Raka akan menghukumnya. Ini adalah pilihan yang sangat sulit.
"Apa??? Raka akan menghukumku,.?? Bagaimana bisa," gumam Angel tak percaya seraya kepalanya di angkat dan menatap Raka, matanya kini berkaca dan mulai meneteskan air mata.
"Memang dari tadi sudah di jelaskan, kemana saja kamu,.!!!!" Bentak Alice pada Angelica, dan membuat Angelica menundukan kepalanya lagi.
"Anda harus menghukumnya Tuan Muda,!!!" Tambah Alfaro tegas.
"Juga mulai sekarang keluarga Jonson sudah tidak akan di ijinkan memasuki Rumah keluarga Randika untuk selama nya,." Tambah Elfaro.
"Apa???" semua berkata serempak selain Mizuka, karena dia sudah menebaknya. Sedangkan untuk Patrik dan Alice, mereka sudah siap walaupun juga kaget mendengar pernyataan itu.
"Bukankah itu terlalu kejam,.??" Ucap Raka lagi, dalam kondisi ini Raka tidak bisa mengelak ataupun memberikan perintah semaunya sendiri. Karena ini sudah keputusan kakeknya.
"Keputusan sudah final, anda harus menghukum nona itu, atau keluarga mereka akan di asingkan semuanya!!!," tambah Alfaro.
Raka menghela nafas panjang dan mengeluarkanya dengan kasar "baiklah aku pribadi akan menghukum Angelica,." Ucap Raka lemas.
Setelah semuanya beres, Patrik dan Alice langsung undur diri, sedangkan Angel menunggu hukumanya.
Raka meminta seluruh pengawalnya untuk meninggalkanya, karena dia akan menghukum Angelica sendirian. Mizuka juga di minta untuk masuk dulu dan dengan senang hati patuh juga.
"Apakah kamu akan menghukumku,.?? Apakah cinta yang tulus darimu sudah hilang,.??" Tanya Angelica pada Raka, seolah dia tidak percaya akan di hukum oleh kekasihnya.
"Maaf aku tidak punya pilihan lain, atau apakah kamu ingin di asingkan bersama seluruh keluarga besarmu,.??" Ucap Raka menyadarkan Angelica.
Setelah di jawab, Angelica hanya menundukan kepalanya. Raka sendiri sedang memikirkan hukuman untuk Angelica, jika dia memberi hukuman ringan. Kakeknya sendiri yang akan menghukum Angelica dengan sangat kejam. Raka bingung harus bagaimana, dia tidak ingin berbuat kasar ataupun mempermalukan Angelica. Jadi bagaimana cara nya menghukum.
Raka hanya dapat menjambak rambutnya karena frustasi. Aturan keluarga Randika sangat ketat. Setelah berfikir cukup lama, akhirnya dia bisa menemukan ide, tentu itu bukan hukuman, tapi sebuah pelajaran. Raka ingin Angelica menjadi pribadi yang lebih baik. Karena hatinya masih untuk Angelica, walaupun mungkin sedikit terisi oleh Mizuka. Hal ini yang membuat Raka juga bingung dengan dirinya sendiri.
"Aku akan menghukumu...." setelah jeda, akhirnya Raka angkat bicara tapi dirinya tidak berani melanjutkanya, takut Angel akan tersinggung.
"Cepat katakan,.!!" Ucap Angelica ketus, ini membuat Raka kembali bingung dan menghela nafas.
"Baiklah, hukumanmu sangat mudah," ucap Raka lagi, masih Ragu.
"Cepat katakan jangan membuat aku menunggu terlalu lama,.!!," ucap Angel tegas.
"Aku minta kamu untuk rendah hati dan sabar, dalam artian kamu tidak boleh menikmati kekayaan orang tuamu,." Ucap Raka sambil mulutnya sedikit bergetar karena tidak enak, tapi Raka juga ingin membuat Angelica menjadi pribadi yang lebih baik agar tidak terlalu seenaknya sendiri kepada seseorang.
"Baik, hanya itu kan,.??" Jawab Angel tegas, tapi mata nya berkaca. 'Kamu tega sayang...' batin Angel menangis.
"Aku akan memberikan sebuah rumah dekat sekolah, agar kamu tidak terlalu jauh saat dalam perjalanan ke sekolah, juga akan memberikan pekerjaan agar kamu bisa membiayai sekolahmu,. Maaf aku hanya ingin kamu menjadi lebih baik, tidak ada niatan lain," ucap Raka seraya mengeluarkan nafas perlahan.
"Baik, aku akan mengambil pakaianku setelah itu menuju rumah yang kau janjikan,." Jawab Angelica seraya mengapus air matanya dengan cepat sebelum berlari dan pergi meninggalkan Raka.
"Maaf, aku hanya ingin kamu menjadi lebih baik,." Gumam Raka pelan.
Setelah Angelica pergi, Raka menemui Mizuka untuk menjelaskan segalanya. Raka juga meminta Mizuka untuk mengatur semuanya dengan cepat, dia sendiri tidak ingin secara langsung mengatur pendidikan kemiskinan Angelica, karena Raka tidak akan tega melihat kekasihnya seperti itu. Tapi hanya ini jalan terbaik untuk Angelica. Raka sudah memikirkan matang-matang agar Mizuka menjadi pekerja keras, rendah hati dan bertanggung jawab, tidak seenaknya jidat saat melakukan sesuatu.
Setelah mencarger ponselnya, Raka langsung menghubungi keluarga Jonson dan menjelaskan segala niatnya. Patrik yang mendengar seluruh cerita Raka dan keinginan Raka untuk memberikan Angel pelajaran hidup, merasa senang dan bangga.
"Itu bukan termasuk hukuman, terima kasih juga anda telah berbaik hati Tuan Muda," itulah jawaban Patrik sebelum Raka memutuskan panggilan.
Ada rasa tidak enak dalam diri Raka, tapi dia bertekat dan harus melakukanya.
__ADS_1
Bila Angelica benar-benar berubah menjadi pribadi yang baik. Raka berniat segera membebaskanya dari hukuman, tapi bila tidak berubah, Raka akan terus memperpanjang hukumanya, itu yang ada dalam pikiranya. Raka tidak memberi tahu siapapun tentang ini, kecuali kakeknya.
Kakeknya merasa bangga dengan cucu nya, karena memilih jalan terbaik.
Tapi kakeknya juga memberikan ketegasan, bila Angelica tidak berubah dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun, maka terpaksa akan mengasingkan seluruh keluarga Jonson. Mendengar itu membuat Raka mengeluarkan keringat di dahi nya.
Raka benar-benar harus memastikan bahwa Angelica akan berubah secepatnya, agar hukuman Angelica bisa di caput secepatnya.
"Aku berharap kamu cepat berubah sayang,." Gumamnya pelan sebelum mengirim pesan ke Angelica.
[Maaf ya, aku tidak bermaksut apa-apa, hanya ingin kamu berubah menjadi semakin baik,]
Angel membalas dengan cepat
[Iya aku ngerti, maafkan aku yang terlalu egois, aku tahu kamu sayang sama aku, mungkin aku yang terlalu prosesif]
Raka juga membalas secepatnya, karena dia juga sadar telah bersalah dengan pergi bersama wanita lain saat kekasihnya dalam masalah.
[Iya aku sayang sama kamu]
Hanya itu balasan dari Raka, dan Angel sudah tidak membalasnya.
Hari ini berlalu begitu cepat, malam pun tiba.
Angelica saat ini hidup sendiri di rumah sederhana yang di beli Mizuka. Semua fasilitasnya telah di cabut termasuk ponsel dan segala perhiasan kartu kredit dan kendaraanya. Angelica benar-benar akan merasakan pahitnya hidup. Dia sangat menyesali tindakanya karena selalu gegabah.
Angel kembali mengingat saat dia berpamit pada ayah dan ibunya, walaupun sebelumnya kedua orang tua Angel marah besar pada nya, saat berpisah dari putri mereka satu-satunya, air mata mereka berjatuhan saat memeluk putrinya untuk yang terakhir kali.
Saat ini Angel hanya meratapi kesendirian dalam rumah sederhana ini, kamar tidur yang sempit dan kamar mandi di sebelah dapur. Saat dia buang air atau mandi, dia harus keluar kamar. Apalagi tempat ini tidak terlalu bersih seperti saat di rumah mewahnya dulu.
***
Pagi pun tiba, Angel hari ini tidak masuk sekolah karena bangun kesiangan. Semalaman dia begadang sampai menjelang subuh.
Raka yang mengetahui ini hanya bisa termenung dan merasakan sakit di hatinya. Dia yang memberikan hukuman tapi juga tidak tega melihat kekasihnya seperti ini. Jadi dia hanya meminta beberapa pengawal untuk mengintai dan melindungi Angel dari jauh tanpa sepengetahuan siapapun. Karena dia menyewa orang pribadi, bukan dari pengawal keluarganya.
Namun Raka mengurungkan niatnya, dia ingin Angel menenangkan pikiranya. Sebenarnya Raka juga merasa kesepian, biasanya pulang sekolah langsung bermain dengan Angelica. Tapi sekarang rasanya terlalu malu untuk Raka menemui Angelica.
Akhirnya Raka memutuskan untuk pulang, dan menenangkan pikiranya.
Sampai dirumah di sambut oleh Mizuka yang berpenampilan seperti seorang pengawal wanita dengan rambut di ikat kuncir kuda.
"Selamat datang kembali Tuan Muda,." Ucapnya seraya tubuhnya membungkuk sedikit.
"Kamu terlalu sopan Mizuka," jawab Raka datar.
"Maaf Tuan Muda, silahkan duduk dulu,." Tambah Mizuka menawarkan.
"Baiklah terimakasih, kamu memang selalu perhatian padaku,." jawab Raka pelan, sebelum duduk di sofa.
"Maaf Tuan Muda, apakah anda kurang berkenan dengan rumah yang di tinggali Kekasih anda,.??" tanya Mizuka langsung sambil menggigit bibir bawahnya. Setelah melihat kekhawatiran Raka, Mizuka jadi tidak enak meletakan Angelica di tempat seperti itu.
"Ah tidak apa, aku senang kamu sudah menyelesaikan tugasmu dengan baik, terimakasih,." Jawab Raka saat memaksakan senyumnya, Raka tidak ingin Mizuka juga merasa canggung padanya. Karena selama ini saat tidak ada Angelica, selalu Mizuka yang menemani dan melakukan segelanya untuk Raka. Walaupun itu memang tugasnya, tapi Raka sudah menganggap Mizuka istimewa.
Hanya saja saat ini, dia sedang kepikiran Angelica. Angelica terbiasa hidup mewah sejak usia dini, dan sekarang harus melakukanya segalanya seorang diri dan hidup dalam kemiskinan.
Mizuka mengetahui Raka memaksakan senyumnya, jadi dia hanya membalas senyum profesionalnya sebagai pengawal pribadi.
"Tidak apa Tuan," kata Mizuka pelan.
Masih ada sedikit canggung dalam suaranya, kemarin masih panggil sayang, sekarang panggil Tuan Muda.
Raka yang mendengar kata-kata Mizuka pun hanya menghela nafas sebelum mengeluarkanya perlahan.
"Apakah kamu sudah makan,.??" ucap Raka memecahkan keheningan antara keduanya.
__ADS_1
"Ah...belum Tuan, saya sudah menyiapkan makanan kesukaan anda," jawab Mizuka terbata.
"Baiklah, ayo kita makan!!," ajak Raka pelan, kemudian berdiri dan langsung menggandeng tanggan wanita cantik itu.
Memang benar, Mizuka telah menyiapkan makanan kesukaan Raka. Bebek Goreng dan Sambal serta Lalapan seperti biasanya di warung Lamongan Pak Bejo.
Raka pun kaget, karena Mizuka belum pernah tahu tentang yang ini. Raka mengira tadinya adalah Nila goreng seperti biasanya.
'Sepertinya gadis ini lebih cakap dari kelihatanya' batin Raka seraya duduk, sebelum menikmati makananya perlahan. Mizuka juga ikut makan, tapi kali ini Raka hanya makan sepiring nasi saja, walaupun Bebek Goreng dan Sambalnya habis. Biasanya Raka makan 2 piring nasi setiap makan, tapi sekarang hanya habis sepiring saja. Terlihat sedang dalam masalah.
Mizuka bisa mengetahui bahwa Raka sedang memikirkan kekasihnya. Dia tidak marah walaupun berfikir mungkin kemarin hanya dijadikan pelarianya saja saat Raka dan Angel bertengkar.
Itu sebabnya sekarang Mizuka benar-benar mengenakan seragam pengawal yang profesional.
Setelah acara makan selesai, Mizuka langsung membereskan sisa dari piring yang kotor dan bekas makanan lainya.
Raka yang melihat ini tersentuh dengan kedisiplinan Mizuka saat bekerja. Raka berharap Angelica akan berubah dan menjadi seperti Mizuka, paling tidak tiru kebaikan dan kedisiplinanya.
Tiga hari berlalu begitu saja, Raka hanya pergi kesekolah dan pulang tanpa melakukan apapun selain belajar. Sampai saat ini pun Angelica belum berangkat kesekolah, ini membuat hati Raka sakit dan ingin sekali menjenguknya.
Raka menelfon pengawal yang di tugaskan langsung untuk menjaga Angelica.
Pangilan langsung terhubung, dan orang itu langsung menjawab karena tidak berani mengabaikan atasanya.
< Selamat sore Tuan..." sapa orang di ujung telefon.
< Bagaimana tugasmu apakah lancar??" Tanya Raka langsung.
< Sangat lancar Tuan, Nona Angel akhir-akhir ini tidak pernah keluar rumah, hanya di teras rumah itupun saat malam hari, dan saya pastikan beliau aman dari segala bahaya Tuan.
Mendengar jawaban bahayanya membuat dada Raka semakin sesak.
'Apakah selama 4 hari terakhir ini kamu belum makan sayang??' Batin Raka, sekarang dia merasa bersalah dan sedikit meneteskan air matanya, seandainya Raka tidak memprovokasi Angel, mungkin hal ini tidak akan terjadi.
< Baiklah, tolong pantau terus,." pinta Raka ke pengawalnya.
Sekarang Raka merasa bersalah karena akibat dari kata-kata dan perilakunya di masa lalu nya, dia menempatkan Angelica ke tempat yang sangat sulit.
Akhirnya Raka menelfon Kakeknya,
Setelah beberapa panggilan, akhirnya Kakek Raka selaku pemimpin keluarga menjawab panggilan.
< Halo cucuku,.??" sapa orang di seberang telefon.
< Halo, Kakek, maaf mengganggu,." ucap Raka pelan.
< Kenapa sepertinya kamu sangat lemas, terdengar dari suaramu tidak ada semangat seperti biasanya,??" tanya Kakek Raka.
< Hehe maaf Kakek," jawab Raka.
< Kakek, apakah saya boleh mengajukan permintaan,??" tambah Raka.
< Apakah ini tentang wanita itu,??" tanya Kakek Raka langsung ke intinya.
< Iya Kakek, apakah anda bisa meringkankan dan mencabut hukumanya, saya akan pastikan dia berubah Kakek.," pinta Raka seramah mungkin.
< Soal hukuman tidak bisa di cabut, bukankah kamu yang menentukan hukumanya,??" jawab Kakek Raka.
< Benar sekali, tapi...." suara Raka berhenti, karena dia takut kakeknya akan marah. Raka sangat menyayangi keluarganya, mana mungkin dia akan membiarkan Kakeknya marah.
< Katakan saja langsung cucuku, tidak perlu menutupi keinginanmu padaku, ingat saya adalah kakekmu!!" ucap Kakek Raka mengingatkan.
< Maaf kakek, aku merasa tidak enak hati, karena dia kekasihku, bukankah seandainya hubungan kami baik, Angelica akan menjadi menantu keluarga Randika, apakah baik menghukumnya seperti itu,??" Tanya Raka ramah pada Kakeknya.
< iya saya mengerti, tapi bukankah kamu yang mengatakan bahwa ingin anak itu berubah menjadi lebih baik,??" jawab Kakek Raka mengingatkan.
__ADS_1
< Ah iya maaf Kek, saya hanya mungkin sedang bingung dan tidak enak hati saja. Kalau begitu saya juga minta di hukum seperti Angelica Kek!!!" pinta Raka ke Kakeknya.