
"Apa??" hanya itu yang keluar dari mulit Raka karena masih syok.
"Iya, juga sebenarnya kami dilarang mempertemukanmu dengan Angel, tapi karena audah teelanjur ya mau bagaimana lagi, lagian kita juga tidak tahu kalau kamu disini," tambah Susi menjelaskan.
Raka benar-benar tidak mengerti dengan semua ini, tapi karena demi Angel agar tidak seenaknya sendiri, Raka mencoba untuk mengerti juga.
"Sebenarnya hukumanku telah di cabut, dan tentu saja kakek telah memperbolehkanku bertemu dengan kalian termasuk anggel," jelas Raka.
"Apa?? apakah kamu serius?" tanya Deni memastikan, dan si jawab anggukan oleh Raka.
"Baiklah, nanti aku akan menjelaskan pada Angel semuanya, jika memang yang di katakan kamu itu benar," tambah Deni menenangkan.
"Iya, aku juga akan ikut menjelaskanya," timpal Susi yang merasa senang.
"Terimakasih untuk kaliam berdua, oh iya.. apakah sekarang kalian tinggal bersana Mela?" tanya Raka memastikan.
"Iya tentu saja, mau tinggal dimana lagi kalau tidak di tempatnya," jawab Susi.
"Oh iya, sebenarnya ada hubungan apa denganmu dan Melany?" tambah Susi bertanya, karena penasaran juga.
"Itu, emmm aku juga kurang mengerti, tapi kami pernah terlibat kesalah pahamaan, ketika aku mengira dia Angel," jawab Raka lirih seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Apa?? jangan bilang kau telah melakukan..." ucapan Susi terhenti saat dia menutup mulutnya sendiri.
"Aku tidak melakukan yang begitu serius, aku hanya mencium bibirnya, karena saat itu aku sangat merindukan Angel, dan terbayang wajah Angel pada wajah Melany, maafkan kebodohanku," ucap Raka seraya menundukan kepalanya.
"Huft, kamu memang gila, tapi kalau soal itu memang sudah biasa dalam hal laki-laki dan perempuan," sahut Deni menenangkan.
"Apa?? seperti itu kau anggap biasa?" tanya Susi seraya melotot ke arah Deni.
"Hahahaha pacarmu galak banget Den, kau sampai ketakutan seperti itu," kekeh Raka yang melihat Deni ketakutan di tatap tajam oleh Susi.
"Memang, tapi bukan masalah takut, tepatnya lebih menghormati wanita, bukankah kamu dulu juga seperti itu saat bersama Angel?" lirih Deni yang di dengar Susi.
"Iya juga," jawab Raka seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Huft, dua buaya sedang berdiskusi," sindir Susi pada keduanya.
"Hehehe sudah sayang jangan marah-marah terus nanti cepet tua," ucap Deni menggoda Susi.
__ADS_1
"Huft, kamu bilang aku cepat tua?" ketus Susi kembali melotot.
"Ah tidak begitu sayang, jangan marah-marah lagi ya!" pinta Deni merajuk dan memohon seraya kedua telapak tanganya di satukan.
"hemmm," Susi hanya tersenyum kecut menanggapi permintaan Deni.
"Aku mau mengejar Angel ke rumah Melany terlebih dahulu, apakah kalian ikut atau hanya mau bertengkar disini!" goda Raka.
"Aku ikut denganmu, kalau tetap disini bisa-bisa aku mati berdiri," jawab Deni seraya mendekat ke Raka.
"Baiklah ayo, Susi ikut juga kan?" ajak Raka.
"Iya tentu saja, apakah kalian berniat meninggalkanku disini?" ketus Susi.
Ketiganya akhirnya berjalan dan naik mobil milik keluarga Crisna yang di pakai Deni selama dirinya berada di sini.
----
Kembali ke Angel.
"Mela tunggu!!" teriak Angel seraya masih berlari mengejar Melany.
Mendengar teriakan Angel, Melanypun berhenti berlari saat dirinya tiba di depan pintu Villa nya.
"Kamu, maafkan aku Mel, aku sama sekali tidak mengenal pria itu, aku juga tidak mengerti kenapa dia bisa memeluku," jawab Angel jujur, karena memang dirinya tidak mengenal Raka, setelah kehilangan sebagian ingatanya.
"Kamu jangan berbohong Ngel, aku melihatmu membalas pelukan Raka," sahut Haley menimpali.
"Kalau itu aku benar-benar tak tahu kenapa aku bisa membalas pelukanya, tapi aku benar-benar tidak mengenal pria brengsek tadi," ucap Angel berusaha menjelaskan.
"Bagaimana kamu tidak mengenalnya Ngel? bukankah kamu dibawah keluarga Randika? pria tadi adalah Tuan muda dari keluarga Randika," sahut Mela menimpali, dirinya masih merasa sakit, melihat pria idamanya memeluk wanita lain di depan matanya.
"Apa?? jadi dia Tuan Muda yang sering di bicarakan?? sungguh aku tidak mengenalnya, aku tidak berbohong sama sekali," jawab Angel jujur dan pasrah.
"Apakah kamu serius bahwa pria tadi adalah Tuan Muda Randika Mel?" sahut Haley yang terkejut. 'Orang-orang kaya memang selalu aneh' batin Haley.
"Angelica!" Teriak Raka yang di dengar semua orang, padahal jaraknya masih agak jauh dari lokasi Haley, Mela dan Amgeluca sendiri tentunya.
"Apa?? Raka sudah sampai disini?" gumam Mela seraya mengalihkan pandangan kesumber suara.
__ADS_1
'Kenapa dia hanya memanggil Angel? apakah dia sudah melupakanku?' batin Mela seraya mengusap air matanya.
Raka dengan cepat keluar dari mobil, sebelum berlari menyongsong ke lokasi 3 gadis yang saat ini menatapnya.
Angel adalah yang paling menatap tajam pada Raka, seolah ingin membunuhnya, Mela menatap dengan mata berkaca, sedangkan Haley menatap dengan bingung.
"Hay, maaf tadi..."
"Tidak perlu minta maaf, bisakah kamu pergi meninggalkanku sekarang!" bahkan sebelum Raka menyelesaikan kalimatnya, Angel langsung memotongnya dengan tegas saat meminta Raka untuk pergi.
"Tapi..."
"Raka adalah kekasihmu Ngel," sahut Deni memotong ucapan Raka.
"Apa??" ucap ketiga gadis serempak dan semua tak mempercayainya.
"Jangan ngaco Den, aku saja tak mengenalnya, bagaimana bisa aku menjadi kekasihnya," jawab Angel seraya menggelengkan kepalanya.
"Aku serius Ngel, coba yanya Susi!" ucap Deni meyakinkan.
"Itu benar Ngel," sahut Susi menimpali.
"Tidak!!!" teriak Mela yang langsung berlari kedalam rumahnya.
"Tuhhkan kamu bikin Mela menjadi sedih lagi! huft," ketus Haley sebelum berbalik mengejar Melany. Sebenarnya Haley ingin mengenal Raka lebih jauh lagi, karena dia sudah mendengar semua tentang betapa berpengaruhnya keluarga Randika, tapi dia mengurungkan niatnya karena Mela terlihat sangat sedih, dan Haley hanya bisa mengejar untuk menenangkanya.
"Tunggu Ngel!" ucap Raka seraya memegan tangan Angel, saat Angel juga berniat mengejar Mela.
"Lepaskan!" titah Angel seraya berusaha melepaskan cengkeraman Raka pada tanganya. Yang membuatnya bingung adalah, Angel tidak dapat melepaskan cengkeraman tangan Raka, walaupun saat ini sudah menggunakan sebagian besar kekuatanya.
'Bagaimana bisa ada orang sekuat ini, biasanya aku bisa dengan mudan melepaskan tanganku dari cengkraman semua orang," batin Angel merasa bingung dengan kekuatan Raka.
"Kumohon tunggu dan biarkan aku menjelaskan keseluruhan ceritanya!" ucap Raka lembut seraya perlahan melepaskan cengkraman tangan untuk Angel.
"Baik, cepat katakan dan jangan membuang waktuku begitu lama," ketus Angel yang membuat Raka malah terkekeh.
"Apanya yang lucu!" bentak Angel yang merasa jengkel.
"Kamu tidak berubah sama sekali, masih mudah marah dan galak juga," kekeh Raka.
__ADS_1
"Itu bukan urusanmu! cepat cerita atau aku pergi!" titah Angelica seraya membentak Raka.
Raka hanya bisa menghela nafas sebelum menjelaskan keseluruhan ceritanya dengan Angel, dimulai dari perkenalan, hingga mereka menjadi pasangan, juga sampai terjadi banyak kesalah pahaman diantara mereka. Angel masih bingung karena memang tidak ada yang di ingatnya sama sekali.