Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 79


__ADS_3

< Iya tidak apa, ini nomor baruku, jadi silahkan di save! Aku ingin meminta bantuanmu, apakah bisa?" tanya Raka ramah.


< Tentu saja bisa, apapun untuk anda, Tuan," jawab Mizuka senang.


< Aku ingin melaporkan kejadian tentang beberapa oknum polisi yang menyalah gunakan wewenangnya kepada kapolri langsung, mereka sekarang sudah aku penjarakan di dalam sel bawah tanahku," jelas Raka.


< Apa?? anda menangkap oknum polisi?" tanya Mizuka kaget.


< Ya tentu saja, aku juga memiliki bukti dan semua saksi yang di butuhkan untuk menjerat mereka semua kepenjara," jelas Raka.


< Baiklah Tuan, saya akan segera mengaturnya," jawab Mizuka.


< Terimakasih Mizuka, oh iya aku mau bertanya! bagaimana keadaan Angel sekarang?" tanya Raka langsung, tanpa memikirkan perasaan Mizuka.


< Ah, Angel baik-baik saja Tuan," jawab Mizuka sedikir ragu ingin bicara kepada Raka, bahwa saat ini Angel juga berada di Pulau Papua. "Ternyata Tuan Muda masih merindukan Angelica juga, jika memang aku tidak berjodoh denganya, aku harus siap,' batin Mizuka merasa pahit, tapi berusaha tetap tegar.


< Oh baguslah, apakah dia masih menjalankan hukumanya?" tanya Raka yang penasaran.


Mendengar pertanyaan Raka, Mizuka menhadi bingung harus berkata apa. Jelas Mizuka tidak bisa berbohong dari Raka, tapi dirinya juga tidak bisa membocorkan rahasia ini, karena kepala keluarga telah melarangnya. Mizuka pasti akan mendapatkan hukuman bila berani membocorkanya.


< Soal itu, anda tanyakan saja pada kepala keluarga, Tuan!" saran Mizuka setelah berfikir, akhirnya dia bisa mendapatkan jawaban.


< Oh, iya baiklah aku mengerti," jawab Raka yang mengerti, bahwa semuanya tidak sesederhana yang dipikirkanya.


< Iya, terimakasih pengertianya Tuan Muda, anda sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Mizuka malu-malu.


< Aku tentu saja baik, oh iya bagaimana juga kabar Dokter Mila... eh maksudku Dokter Silvia?" tanya Raka.


< Ibu baik juga kok," jawab Mizuka singkat.


< Oh iya, baguslah kalau begitu, yasudah itu saja yang ingin aku bicarakan," ucap Raka.


< Apa? sebentar Tuan, saya..." ucapan Mizuka berhenti karena tidak enak untuk melanjutkan.


< Ada apalagi?" tanya Raka penasaran.


< Anu, Tuan, ahhh... kapan anda ingin pulang? kami semua sudah merindukan anda," tanya Mizuka.

__ADS_1


< Aku akan segera pulang, setelah masalah disini benar-benar terselesaikan, lagipula kakek telah mencabut hukumanku dan Angelica kan?" tanya Raka memastikan.


< Ah iya benar juga, saya akan menunggu anda Tuan," jawab Mizuka malu-malu.


< Yasudah, sampai nanti ya,! aku ingin hubungi kakek dulu,." ucap Raka berpamitan.


< Ahhh iyaTuan, sampai ketemu ya," jawab Mizuka.


< Baik," jawab Raka sebelum memutuskan panggilan.


Setelah memutuskan panggilan Mizuka, Raka langsung mencatat nomor kakeknya dan memanggilnya langsung. Setelah menunggu tidak terlalu lama, akhirnya Tiger atau kakek Raka mengangkat telefon dari Raka.


< Iya , halo?" sapa Tiger di ujung telefon.


< Halo kakek, gimana kabarnya?" tanya Raka langsung menjawab sapaan dari Tiger, Tigerpun sedikit kaget.


< Raka??? apakah kamu sehat?" tanya Tiger yang jelas khawatir dengan cucunya.


< Tentu saja sehat kek, lagian kan tidak mungkin manusia biasa mampu melukai cucu kesayanganmu ini hehehe," kekeh Raka yang membuat Tiger semakin merindukan cucunya.


< Ah kakek bisa saja membanggakan aku, padahal aku sering kali mengecewakan kakek," jawab Raka malu-malu.


< Hidup ini ada bangga dan kecewa yang saling melengkapi, dan pasti keduanya akan hadir jika salah satunya hadir, karena akan saling melengkapi satu sama lainya," ucap Tiger.


< Iya kek, aku percaya kok, kakek kan sangat menyayangi aku, jadi aku tahu kalau kakek akan selalu memujiku hehe," jawab Raka seraya tersenyum kecut.


< Kamu ini... ya sudah langsung saja... jadi kamu kenpa menelfonku? tidak mungkin kan hanya sekedar kangen saja?" tanya Tiger menggoda Raka.


< Ya pertama memang kangen sama kakek yang selalu memanjakanku, keduanya aku ingin bertanya tentang Angelica, apakah kakek juga mencabut hukumanya, seperti mencabut hukumanku?" tanya Raka yang penasaran.


< Iya, sebenarnya aku sudah mencabut hukuman Angelica lama, hahaha, apakah kamu kesal karena aku merahasiakanya darimu?" goda Tiger.


< Apa?? uh kakekk... kenapa pakai di rahasiakan?" gerutu Raka yang sedikit kesal.


< Ya, kamu sendiri kan yang meminta di hukum?" elak Tiger sebelum terkekeh.


< Iya, tapi kan ahhh, iya sudah lah kek, berarti sekarang Angel sudah kembali kekeluarganya ya kek?" tanya Raka penasaran.

__ADS_1


< Ya, tentu saja, apakah kamu merindukanya?"goda Tiger.


< Hemmn, gimana ya hhe, namanya juga lama tak ketemu, pasti kangen lah kek," jawab Raka malu-malu.


< Hemmm, kalau sama Mizuka bagaimana? kangen juga kah?" tanya Tiger penasaran.


< Soal itu, ya pasti kangen juga kek," kekeh Raka sedikit malu.


< Dasar, lalu mana dari kedua gadis ini yang nanti akan menjadi pilihanmu?" tanya Tiger.


< Aku... aku belum tahu lah kek, lagian juga perjalananku masih panjang," elak Raka.


< Baiklah-baiklah, bagaimanapun semua keputusan ada di tanganmu, dan aku sebagai kakekmu akan selalu merestui pilihan terbaik menurutmu," ucap Tiger menenangkan.


< Iya kek, terimakasih karena selalu mengerti Raka," jawab Raka dengan haru.


< Yasudah, aku mau menghubingi Angel dulu ya kek, hehe sampai nanti kakek, Raka selalu menyayangi kakek," tambah Raka berpamitan.


< Ya baiklah, sampai nanti cucuku," jawab Tiger sebelum memutuskan panggilan.


Setelah mendengar semua dari kakeknya, Raka menjadi sangat senang, karena kekasihnya telah dibebaskan dari hukumanya. Merasa sangat senang, Raka pun langsung mengetik nomor Angelica sebelum bersiap untuk menelfon, karena sudah sangat merindukanya.


"Ponsel itu sepertinya bagus, kita beli yang ini saja Ngel!" ucap Susi seraya menunjuk ponsel yang berada di dalam etalase konter di belakang Raka, memang Raka sudah sedikit jauh dari konter. Hanya saja karena pelatihanya telah meningkat pesat, Raka bisa mendengar suara dengan jelas walaupun dirinya berada jauh dari sumber suara.


Raka menjadi sangat terkejut, dan terkejut saat mendengar suara temanya yang sangat familiar, dan jelas bahwa suara Susi telah menyebut nama Angel. Raka merasa sangat penasaran dengan yang di dengarnya, apakah nyata atau hanya ilusi semata. Karena saat ini dirinya sangat jauh dari Pulau Jawa tempanya dan teman-temanya tinggal. Dan Raka berfikir bagaimana bisa Susi dan Angel berada di Pulau Irian Jaya?


Karena sangat penasaran, Raka langsung berbalik kembali berjalan menuju konter tempatnya tadi membeli ponsel.


"Susi!"


"Angel!"


"Deni!"


"Mela!"


Sapa Raka dengan sangat senang dan antusias pada semua temanya yang saat ini memunggunginya. Semua orang yang mendengar sapaan dari orang yang sangat nereka kebal, langsung menoleh ke belakang dan swmuanya sangat terkejutmelihat Raka, kecuali Angelica yang menatap Raka dengan bingung.

__ADS_1


__ADS_2