Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 20


__ADS_3

"Sebenarnya apa yang sedang terjadi, kenapa kamu membawa pasukanmu??" Tanya Raka.


"Oh maaf Tuan Muda, telah membuat seluruh pelayan di sini pani," jawab Widodo tersenyum, kemudian dia melanjutkan "saya mendengar dari salah satu anak buah saya bahwa anda sedang makan disini, dan yah kami semua berinisiatif untuk menyapa anda Tuan," tambah Widodo.


"Oh begitu, terimakasih. oh iya apakah saya bisa minta bantuan??" Tanya Raka dengan nada serius.


"Apapun untuk anda tuan," jawab Widodo.


"Baiklah, tolong jaga tempat ini untuku, dan juga langsung tindak lanjuti jika ada yang membuat masalah di sini," ucap Raka dengan nada serius.


"Itu tidak masalah sama sekali Tuan, saya akan memerintahkan anak buah saya untuk selalu menjaga tempat ini dan memintanya melaporkan kepada saya seandainya terjadi masalah disini, juga saya akan mempromosikan tempat ini agar selalu ramai Tuan," jawab Widodo.


Dia tidak akan pernah membungkuk kepada siapapun sebelum ini, walaupun kepada orang yang lebih kaya darinya karena dia lebih berkuasa di tempat ini. Tapi sekarang dia membungkuk patuh di depan Raka, kenapa dia mau melakukanya. Yah karena pria di depanya adalah Pangeran sejati. Bukan hanya kaya dan berkuasa tapi keahlian bertarungnya sangat luar biasa. Apalagi yang selama ini memberikan tempat untuk Widodo adalah keluarga Randika. Mana mungkin dia tidak hormat kepada Raka yang di dengarnya adalah penerus keluarga Randika. Meski dia juga belum yakin sepenuhnya soal penerus ini, karena dia sangat mengenal Bima Randika. Seharusnya yang lebih tua menjadi penerus keluarga. Tapi apapun itu tetap tidak merubah rasa hormatnya kepada Raka.


"Baiklah, seperti yang di harapkan, aku akan memberimu tanggung jawab penuh atas ini," jawab Raka kembali tegas seperti pemimpin lainya. Angel merasa sangat senang dengan Raka yang berwibawa, sedangkan Risna sangat bingung dengan apa yang di rasakanya. Mama Risna juga bingung dan hanya bisa terus berterimakasih.


"Ini kartu nama saya Tuan, jika anda membutuhkan bantuan dari saya, saya pribadi dan anak buah saya akan langsung membantu anda, jadi anda tidak perlu menggerakan otot yang tidak perlu," ucap widodo sambil memberikan kartu namanya, dia tidak mungkin akan melepaskan begitu saja kesempatan emas seperti ini, Raka benar-benar Pangeran sejati. Setelah semua yang di lakukan Widodo untuknya, Raka hampir tidak bisa menolaknya dan menerima kartu nama Widodo.


'Baiklah lebih baik teman daripada musuh, sepertinya dia mengetahui sedikit bahwa aku tidak boleh terlalu menonjolkan kekuatanku,' batin Raka.


Mereka mengobrol sedikit sebelum Widodo dan anak buahnya di perintahkan untuk meninggalkan Rumah makan karena akan menimbulkan rasa takut kepada semua pengunjung yang datang jika pasukan sebanyak itu ada di sini.


"Baiklah nyonya kami juga akan pulang kerumah kami, semoga tempat ini menjadi ramai seperti yang di janjikan perman tadi hehe," ucap Angelica pada mama Risna, kemudian berjabat tangan denganya dan mencium punggung tanganya, sebelum menatap Risna "senang bertemu denganmu kak Risna," tambah Angelica sambil menjabat tangan Risna.


"Kami permisi dulu tante, Risna," ucap Raka dan berjabat tangan dengan keduanya.


"Baikah, kalau lewat sini jangan lupa mampir lagi Tuan dan Nona muda," jawab mama Risna.


"Terimakasih Raka, sampai jumpa.." ucap Risna seolah kekasihnya meninggalkanya.


Akhirnya Raka dan Angel meninggalkan Rumah Makan itu di antar oleh Risna dan Mama nya keluar.


Di luar banyak anak gadis sedang berfoti dengan mobil Raka seolah berfoto dengan mobilnya sendiri.


"Baiklah sudahkah kalian berfotonya, aku mau pulang," ucap Raka pada gadis itu.


"Diem lu, gue yang foto kok lu yang sewot, kalau mau pulang ya pulang aja, gak usah caper seolah-olah mobil ini milik bapak lu," jawab gadis itu dengan kasar sambil mendorong Raka. Pemikiran gadis itu adalah pemilik mobil itu adalah seorang bos besar, mana mungkin anak SMA bisa mengendarai mobil semewah ini, sia merasa lelaki ini hanya membual untuk menarik gadis-gadis. Angel ingin membalas tapi langsung di hentikan Raka.


"Sudah kamu jangan terlalu menunjukan kemampuan mu di depan orang banyak," bisik Raka pada Angel.


"Tapi lihat mereka, mereka merasa seolah pemilik mobil ini," jawab Angel jelas merasa tak senang.


"Biarkan saja, mungkin sebentar lagi mereka selesai berfoto," jawb Raka. Gadis yang sedang berfoto mendengar perkataan mereka dan langsung berusaha menamparnya tapi tanganya langsung di tangkap oleh Angel.


"Berani kau meletakan tanganmu di kulitku, maka aku akan memotongnya langsung," kata Angel dingin.


"Ahhhhhh sakit.... lepaskan!!! Lepaskan tanganku!!!" Gadis itu meringis kesakitan, setelah itu Angel melepaskan cengkramanya dan gadis itu langsung jatuh ke tanah.


"Nona apa kau tidak papa,??" Tanya seorang pelayan yang langsung membantu wanita tadi berdiri.


"Kurang ajar kalian akan merasakan pembalasanku, berani sekali kalian berbuat kasar padaku," ucap wanita tadi sedikit ancaman dalam nada suaranya.

__ADS_1


"Aku tidak takut padamu," jawab Angel lebih dingin dan tatapanya langsung menembus jantung wanita tadi, membuatnya begidik ketakutan.


"Sunan Nona mending kita pulang saja," ucap pelayan tadi yang juga merasa ketakutan.


"Apa, pulang?? Pamanku penguasa di sini, apakah kamu lupa??" Tanya wanita tadi tak percaya kepada pelayanya.


"Iya nona tapi, bukankah paman anda sudah memperingatkan untuk tidak berbuat masalah sebelum menyesalinya," jawab pelayan mengingangatkan.


Sebenarnya dia ingat pesan pamanya, tapi pamanya juga sangat menyayanginya, mana mungkin pamanya akan membiarkan kejadian ini begitu saja tanpa ada konsekuensinya. Apalagi semua mata saat ini menatapnya, dia merasa sangat dipermalukan.


"Aku tidak peduli, karena ada orang yang berani mempermalukan dan menyakiti aku di tempat umum, kurasa pamanku tetap akan membelaku, aku tahu dia sangat peduli dan menyayangiku," ucapnya percaya diri.


"Baiklah aku akan memanggil pamanku untuk berurusan dengan kalian," tambah wanita tadi sambil menunjuk Angel dan Raka, sepertinya dia menunjukan bahwa dia berkuasa di sini.


"Baiklah aku akan menunggu, sekarang panggil pamanku kesini!!" Jawab Angelica dia tidak takut sama sekali, apalagi dia bersama Raka, apa yang di takutkanya, tidak ada.


"Apa?? Kamu menantangku?? Baiklah aku akan memanggil pamanku," jawab Wanita tadi dengan lantang karena marah.


"Sudah panggil sana panggil, tak usah banyang omong," jawab Angel senyum sinis.


"Baiklah, kau berani menghinaku," jawab wanita tadi kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang.


"Paman, anda harus menolongku, ada seorang gadis yang kasar padaku dia bahkan menghinaku, mempermalukanku, juga dia berani menantangmu paman, tolong!!! Kalau paman tidak kesini, aku akan benar-benar di permalukan paman." Ucapnya sambil terisak.


"Baiklah, baiklah paman terimakasih, jangan lama-lama paman," setelah menelfon gadis itu senyum perlahan sebelum menunjuk Angel "pamanku akan kesini sebentar lagi, jangan menyesal karena kamu berani menantangku, jangan mencoba untuk kabur." ucapnya lagi, dan percaya dirinya sekarang memuncak.


Angelica menanggapinya dengan senyum sinis, sedangkan Risna dan mamanya hanya diam dan tersenyum, tanpa merasa khawatir sedikitpun.


Sekarang banyak orang sudah mulai berdatangan dan melihat pertengkaran ini.


"Sepertinya ada yang membuat masalah dengan nona Widia,"


"Apa?? Apakah ada orang yang bosan hidup sampai-sampai membuat masalah denganya,"


"Aku juga kurang paham, tapi tunggu saja, sepertinya nona Widia sudah memanggil tuan Wijaya,"


"Apa?? Kalau begitu pasti tambah seru.."


"iya, aku dengar terakhir kali ada yang membuat masalah dengan nona Widia, dan seluruk keluarganya tiba-tiba di pukuli habis-habisan, dan tidak ada yang berani melaporkanya karena akan percuma juga tak akan di gubris oleh pihak kepolisian saat membahas tuan Wijaya"


"Iya tentu saja, siapa yang tidak tahu bahwa tuan Wijaya adalah bawahan langsung tuan Widodo, tak ada yang berani menyentuhnya atau akan menyesal...."


"Mungkin kedua anak remaja ini belum mengenal dunia luar,"


"Tunggu bukankah kedua anak ini yang mengendarai ferrari, sepertinga mereka bukan orang sembarangan,"


"Ah mana mungkin anak kecil bisa mengendarai ferrari, kamu jangan ngayal deh,"


"Iya tadi aku melihatnya sendiri saat mereka turun dari mobil,"


"Jangan gila kamu, mungkin hanya salah lihat,"orang ini jelas iri.

__ADS_1


"Sumpah tadi aku melihatnya, bahkan tadi sepertinya pemilik Rumah Makan juga sangat menghormati mereka,"


"Apa?? Bagaimana mungkin,"


"Iya, tadi aku juga melihan rombongan inova yang biasa di pakai Widodo, mereka parkir di sebelahnya juga,"


"Oh, jadi sepertinya kedua anak ini mempunyai latar belakangnya sendiri,"


Terjadi keramaian dan semakin tegang, Angel sendiri tersenyum santai, sedangkan Widia masih sangat percaya diri.


Raka sudah mengirim pesan secara diam-diam ke Widodo agar cepat kesini dan melihat situasinya.


*****


Tiba-tiba datang 5 motor KLX dengan semua pengendaranya terlihat sangat gagah dan kuat.


Semuanya turun dengan cepat seperti sudah terbiasa dan terlatih seperti pasukan khusus.


"Widia!!!" Teriak pemimpin kelompok itu sambil berlari menuju keponakanya.


"Paman, akhirnya kamu datang juga, lihat kedua anak ini berbuat kasar padaku, padahal aku hanya ingin berfoto dengan kendaraan itu," kata Widia manja, sambil menunjukan tangan bekas genggaman Angelica.


"Apa?? Kamu boleh berfoto dengan mobil siapapun di sini, dan yah mungkin pemilik mobil mewah ini salah satu teman bisnisku," jawabnya pada Widia, sepertinya Widia tidak mendengarkan saat orang-orang tadi berbicara.


"Hey anak kecil, kalian sudah bosan hidup hahhh??" Tanya Wijaya sambil melotot ke arah Angel dan Raka, kemarahanya sudah sangat besar dan hampir meledak.


"Bukan salah kami, kami hanya ingin pulang dengan kendaraan kami, tapi keponakanmu mencoba menamparku," jawan Angel dingin, menunjukan perwatakan seorang wanita muda kaya juga.


"Apa?? Kamu inging mengendarai mobil ini hahahahaha jangan mimpi," teriak Wijaya sambil tertawa terbahak-bahak, anak buahnya pun ikut tertawa.


"Hey pria bawa wanita itu padaku, aku akan memberinya pelajaran secara langsung," Teriak Widia histeris karena sangat marah dengan Angelica yang dari tadi mempermalukanya.


"Baiklah nona...." jawab pengawal langsung mencoba memegang tangan Angelica dengan cepat, karena hanya berhadapan dengan wanita, jadi dia terlalu meremehkanya.


Saat tangan lelaki kekar itu hampir menyentuh tangan Angelica, dengan sangat cepat Angelica mematahkan tangan lelaki itu.


KRAK.. suara renyah patah tulang terdengar.


"Aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh," disusul suara sangat keras dari lelaki tadi yang sekarang memegangi tanganya karena sudah bengkok.


"Apakah kamu akan mulai pertarungan denganku??, jauhkan tangan kasarmu dari tangan lembutku," ucap Angel dingin, dan lelaki tadi sudah bergetar ketakutan dan meneteskan keringat dingin di dahinya sebelum menjatuhkan lututnya ke tanah.


"Kau??" hanya yang keluar dari mulut Widia yang sombong. Dia tidak menyangka bahwa wanita di depanya yang hanya anak SMA bisa sekuat ini, bahkan lelaki tadi sangat mudah di kalahkanya.


'Pantas saja tadi dia memegang tanganku sampai terluka,' batinya.


Wijaya sendiri juga tak menyangka anak buahnya akan dengan mudah dikalahkan, dia pun sudah sedikit gemetar dan meneteskan keringat dingin. Wijaya tahu bahwa jika memulai pertarungan dengan orang ini, dia akan kalah telak.


"Jangan sombong karena kamu kuat bocah, hey pria serang serempak," perintah Wijaya, dan semua pria yang tersisa sekitar 8 orang maju serempak dan langsung menyerang Angelica secara membabi buta namun yang sangat mengecewakan adalah semuanya jatuh ketanah hanya dalam waktu 10 detik, dan sepertinya mengalami cidera cukup parah. Dan kali ini Angel sendiri yang menghajar mereka, Raka hanya diam di tempat karena tidak mau menonjolkan diri.


"Apa??????" Widia dan Wijaya berkata serempak, dan sekarang sudah meneteskan keringat dingin juga, mereka tidak akan pernah bisa bermimpi kalau anak kecil di depanya ternyata sekuat ini.

__ADS_1


"Kenapa kita tidak minta bantuan Tuan Widodo saja, sepertinya kedua anak ini bukan anak sembarangan Tuan," saran pelayan gadi yang juga ketakutan.


"Benar juga paman, mungkin hanya Tuan Widodo yang mampu mengalahkan mereka berdua," saran Widia.


__ADS_2