
Sampai di dalam Villa, semua kembali di kejutkan, hampir seluruh ruangab di lapisi emas murni dan berlian.
"Apakah aku sedang bermimi,.??" gumam Haley pelan.
"Kita tidak bermimpi Haley,." sahut Mela.
"Silahkan, kamar kalian semua ada di lantai atas, kami permisi dulu, di luar ada dua mobil Ferrari untuk kalian jalan-jalan besok setelah pertemuan dengan Nona Muda, dan Nona Silvia,.!!" ucap Alfaro menjelaskan.
"Baik, terimakasih Tuan,." jawab Mela ramah.
Alfaro dan timnya segera meninggalkan semua rombongan Mela di Villa. Mereka hanya di tugaskan untuk mencari dan membawa rombongan ini ke Villa. Setelah tugas selesai Alfaro langsung pergi meninggalkan Villa.
Rombongan Melany hanya pergi ke kamar masing-masing di antarkan oleh pelayan.
"Silahkan beristirahat Nona, kami yang akan menata dan memasukan seluruh bawa'an kalian ke lemari,." ucap pelayan dengan ramah dan sedikit membungkuk pada Melany.
"Baiklah, terimakasih atas pelayananya,." jawab Mela sebelum merebahkan tubuhnya di ranjang, tak berapa lama Mela pun tertidur.
Karena terlalu lelah dia tertidur dengan lelap.
---
Pagi keesokan harinya, Mela bangun sangat pagi sebelum melakukan kegiatan peregangan otot seperti biasanya.
"Selamat pagi Nona,." sapa seorang pelayan yang mendekat ke Mela.
"Iya," jawab Mela singkat.
"Apakah ada yang bisa saya bantu Nona,. misalkan Nona ingin minum atau makan cemilan gitu setelah selesai olahraga,.??" tanya pelayan dengan ramahnya.
"Baiklah, buatkan aku jus mangga, tapi tanpa es ya,.!!" jawab Mela dengan senyuman.
"Baik Nona, akan saya sediakan segera,." ucap pelayan dengan anggukan, sebelum berlalu pergi meninggalkan Melany.
Di dalam kamar mewah lainya Haley pun bangun dari tidurnya dan langsung mandi, "Aku harus berdandan secantik mungkin, agar banyak cowok kaya tertarik padaku, bukan hanya Melany saja, uh pasti cewek manja itu belum bangun hihihi,." gumam Haley di kamar mandi, dia tidak tahu bila Mela saat ini sedang melakukan peregangan otot di halaman Villa yang luas.
Gio, Alex dan anak buahnya yang sudah tahu dengan kebiasaan Melany pun, langsung datang menemani atasanya tersebut. Bahkan mereka mengikuti pelatihan yang di lakukan Melany.
Pelayan tadi yang melihat bahwa sebagian orang sudah terbangun pun membawa banyak minuman dan makanan ke halaman Villa, dengan membawa juga tikar yang luas untuk beristirahat tamunya.
Terlihat jelas perbedaan pelayan di sini dengan pelayan di rumah Melany. Pelayan di sini jauh lebih muda, tapi sangat profesional dan terlatih untuk menerima tamu terhormat mereka.
"Ini sungguh luar biasa Nona, pelayan di sini benar-benar terlatih,." ucap Gio memuji pelayanan yang sangat profesiolal dan teliti, Gio bahkan berencana sendiri untuk membuat pelayan keluarga Crisna menjadi profesional seperti di sini. Seorang Gio akan menjadikan setiap perjalanan sebagai pengalaman. Jika pengalaman bagus, maka akan di terapkan, jika tak bagus akan di lupakan.
"Benar sekali, sepertinya mereka telah menjalani pelatihan rutin sebelum bisa menjadi pelayan keluarga di sini,." sahut Alex.
"Memang benar, kalian semua jangan sampai kalah dengan pelayan,.!!" jawab Melany tersenyum.
"Baik Nona,." jawab Gio dan Alex bersamaan, di ikuti oleh bawahan lainya.
"Setelah kita istirahat, kita semua harus berpenampilan seprofesiolan mungkin, aku tidak ingin Nona Mizuka akan kecewa dengan penampilan kita,.!!" perintah Melany tegas.
Semua orang hanya mengangguk patuh.
__ADS_1
Selesai beristirahat, semua orang termasuk Melany berlalu pergi meninggalkan halaman Villa untuk membersihkan diri dan bersiap menyambut Mizuka dan Silvia.
Jam 8 pagi, semua orang termasuk Melany berdiri di depan Villa untuk menyambut kedatangan Silvia dan Mizuka.
Tidak butuh waktu lama, deretan mobil mewah segera datang masuk ke halaman depan Villa.
Mobil paling depan adalah mobil paling mewah, kedua pintu mobil depan terbuka, keluarlah pengawal paling handal, siapa lagi kalau bukan Al dan El bersaudara, keduanya kemudian membukakan pintu pelakang secara bersamaan.
Keluarlah dua wanita yang sangat cantik dan menawan mengenakan pakaian mewah dan mahal tentunya.
Kedua wanita adalah Mizuka dan Silvia, sebelum keduanya keluar, barisan pengawal sudah keluar terlebih dahulu untuk membentangkan karpet merah menuju pintu Villa.
Mizuka dan Silvia langsung berjalan melewati seluruh barisan pengawal yang membungkuk padanya.
Adegan ini sungguh tidak pernah di lihat oleh Melany, walaupun dia termasuk dalam keluarga papan atas.
"Selamat datang Nona Muda dan Nyonya,." sapa seluruh pengawal yang saat ini sudah membungkuk 90 derajat.
Melany bahkan mengeluarkan keringat di dahinya, dia sendiri merasa takut bila bicaranya salah dan malah menyinggung wanita ini. Semua bawahanya termasuk Haley juga berfikiran sama.
"Selamat datang Nona,." sapa Melany sebelum membungkuk juga, dan di ikuti yang lainya.
"Kalian tidak usah terlalu sopan, kalian adalah tamuku yang terhormat, tidak pantas berperilaku seperti itu,." ucam Mizuka lembut.
"Ba-baik Nona Muda,." jawab Melany gagab, sedangkan Haley dan yang lainya tidak mampu bicara.
"Ayo kita masuk!!" Ajak Mizuka dengan ramah.
Semua pun masuk kedalam Manor besar di dalam Villa.
"Pemimpin keluarga telah menyetujui untuk membantu Raka, dan semuanya sudah di siapkan, kami akan menuju lokasi Raka tanpa kalian, tentu saja untuk mengejutkanya., kalian bisa tinggal di sini untuk menikmati liburan kalian,." jelas Mizuka dengan ramah, karena menurutnya, tamu Tuan Muda adalah tamu penting, jadi dia tidak boleh menyinggungnya sama sekali.
Semua orang yang di bawa Melany sangat terkejut, siapa sangka bahwa perkataan Raka benar. Bahwa Mizuka akan membantunya, bahkan Melany sendiru sebelumnya tidak terlalu yakin dan berencana membantu dengan keuangan pribadinya. Tapi Melany mengurungkan niatnya karena takut menyinggung lelaki yang di cintainya itu.
"Baik Nona, itu terserah Anda saja, baiknya bagaimana,." jawab Melany dengan senyuman.
"Aku ingin bertanya langsung dan jangan tersinggung, ada hubungan apa antara kamu dengan Raka,.??" tanya Silvia langsung yang sedari tadi diam.
"Ahhh, kami hanya berteman, Raka menyelamatkanku dari binatang buas saat saya berada di hutan,." jawab Melany seraya bibirnya bergetar, tidak mungkin dia mengungkapkan perasaanya di sini. Setelah mengamati Mizuka, Melany sedikit berfikir sendiri karena bila Mizuka dan Raka ada hubungan, maka jelas dirinya bukanlah tandingan Mizuka.
Setelah mengobrol sebentar, Mizuka dan Silvia pergi bersama bawahanya.
"Bagaimana aku bisa bersaing dengan wanita seperti itu,." gumam Melany yang di dengar Haley.
"Apa,.?? apakah menurutmu Pria Raka ini ada hubungan dengan Nona Mizuka.,??" tanya Halet yang penasaran.
"Ya bisa saja, bagaimana mungkin keluarga kelas atas seperti mereka akan membantu Raka yang hanya tinggal di hutan,." jawab Melany sedikit mengerucutkan bibirnya, dia ingin marah dan merasa kesal. Tapi jelas Mizuka bukanlah tandinganya.
"Jangan menyerah, bisa saja Raka pernah menyelamatkanya sama seperti menyelamatkanmu, dan mereka hanya membalas budi, itu juga bisa terjadi,." ucap Haley mencoba menenangkan sahabatnya.
"Benar juga, kenapa aku tidak berfikir seperti itu ya, mungkin karena aku terlalu takut dan cemburu,. oh tidaaaakkk, aku harus bisa menyenangkan Raka,." jawab Melany sedikit berteriak dengan suara rendah. "Kamu harus membantuku Haley,.!!" pinta Melany seraya tanganya memohon pada Haley.
"Aku akan membantumu, tapi dengan syarat kamu harus mengenalkanku dengan pria kaya,." ucap Haley sebelum terkekeh kecil.
__ADS_1
"Apa?? dasar sahabat kok tidak ikhlas bantu, mending gak usah bantu sekalian,." jawab Melany mengerucutkan bibirnya.
Keduanya mengobrol dan bercanda seraya berjalan keluar dari ruang pertemuan tadi.
"Eh kita jalan-jalan yuk, mumpung lagi liburan jauh,.!" ucap Haley pada Melany.
"Tapi.... oh iya saya hampir lupa, bukankah telah di siapkan dua Ferrari untuk jalan-jalan, baiklah kita pergi ken danau buatan saja, sepertinya sudah hampir selesai di bangun, aku pernah melihatnya di internet,." jawab Melany merasa sedikit senang juga.
"Ahhh Ferrari, aku mau make mobil sendiri ,." ucap Haley seraya membayangkan naik mobil semwah itu untuk berkeliling, pasti banyak cowok tampan akan menatapnya.
"Emangnya kamu sudah bisa nyetir,.??" tanya Melany selidik.
"Ah, kamu lupa ya Mel, aku kan PKL di bengkel cukup besar, dan sepertinya pemilik bengkel itu tertarik padaku, sampai dia mengajarkanku cara menyetir, dan sekarang aku sudah lancar nyetirnya," ucap Haley percaya diri "kamu juga sih, sahabatku tapi tidak mau mengajarkanku cara nyetir huh,." tambah Haley menyindir Melany.
"hahahahahaha kamu terlalu percaya diri sekali, mana mungkin pemilik bengkel itu tertarik padamu, oh iya aku ingat, pantas saja kamu tidak kembali ke rumah, jangan-jangan kamu..." Melany tidak melanjutkan bicaranya dan hanya menutup mulutnya, menggoda Haley.
"Hush, jangan bicara aneh-aneh ya, walaupun aku tertarik dengan pria tampan, aku juga tidak akan melakukan hal gila seperti yang kamu pikirkan,!!!" ketus Haley yang membuat Melany tertawa terbahak-bahak.
"Dasar... sudah mulai gila sepertinya, tertawa sendiri,." sindil Haley seraya melirik Melany.
"Bukan aku yang gila, tapi Haley marteen," balas Melany sebelum kembali tertawa.
Keduanya terus mengobrol dan bercanda, bahkan saling kejar. Mereka lupa saat ini berada dimana, bahkan tidak tahu bahwa banyak kamera pengawas terpasang di tempat itu.
"Ternyata mereka sahabat yang sangat menarik," gumam Silvia yang sedari tadi mengamati kedua gadis remaja ini dengan laptopnya.
"Ada apa Bu,.??" tanya Mizuka yang penasaran.
"Ini teman Tuan Muda, sepertinya mereka pasangan sahabat yang menarik,." jawab Silvia seraya memasukan cemilan ke mulutnya.
"Ibu kalau mau makan ya makan dulu, itu makananya belepotan di mulut,." ucap Mizuka sebelum terkekeh.
"Emmmm, hahaha iya, salah kamu sendiri Ibu lagi makan kok di ajak bicara,."
"Lah Ibu tadi bicara sendiri, kan Mizuka sedikit curiga,." jawab Mizuka pura-pura penasaran.
"Hahah dasar anak Ibu ini ya,." ucap Silvia seraya memeluk putrinya yang manja.
Mizuka pun membalas pelukan ibunya, dia merasa wanita paling beruntung karena punya ibu yang sangat menyayanginya.
"Al kita berkeliling dulu ya sambil mengecek perkembangan proyek,. tapi suruh semua bawahan yang mengikuti kita untuk kembali dulu, aku tidak ingin terlalu menonjol,." pinta Silvia pada Alfaro.
"Baik Nyonya,." jawab Alfaro dengan anggukan sebelum mengeluarkan alatnya untuk menghubungi dan meminta semua bawahan kembali dulu.
Alfaro membawa Silvia dan Mizuka ke tempat pembangunan gedung pencakar langit yang sudah di bangun 30%.
"Pasti sangat indah saat pembangunanya sudah selesai,." ucap Mizuka seraya membayangkan masa depan.
"Benar sekali Nona,." jawab Alfaro antusias.
"Apakah kita akan masuk Nona,.??" tambah Alfaro menanyakan.
"Baik kita masuk,." sahut Silvia tegas.
__ADS_1
Akhirnya Mobil mewah ini masuk ke dalam proyek sebelum memarkir mobilnya.