
*Kembali ke setengah bulan yang lalu di rumah keluarga Crisna*
(Pov Angelica)
Tak kusangka pria mesum itu mengejarku sampai kesini, ah bikin jengkel saja. Tapi pakah benar yang di katakan Deni dan Susi?
Mereka kan tidak pernah berbohong padaku, apa benar aku memang kekasihnya? dia memang tampan sih, tapi... dia berani melukai Melany, aku kesal dengamu Raka. Tapi kenapa hatiku rasanya memintaku untuk selalu dekat denganmu Raka?
Aku bingung dengan diriju sendiri saat ini, sepertinya Mela juga sedang marah padaku. Ahhhhh aku serba salah kalau gini, aku harus bagaimana ya??
"Ngel!" ada yang memanggilku? akupun langsung menoleh kesumber suara, ternyata Susi dan Deni sudah berada di belakangku.
"Iya Sus," jawabku pelan.
"Emmm, apakah kamu benar-benar tidak kasihan dengan Raka?" tanya Susi seraya menatapku.
"Jangan bahas masalah itu untuk saat ini!" titahku seraya menatap tajam Susi.
"Iya'iya," jawab Susi dengan ketus, aku malah terkekeh yang melihatnya ketus padaku.
"Aku kekamar dulu ya!" pintaku sebelum berbalik meninggalkan keduanya bahkan tanpa menunggu keduanya menjawab.
Aku kekamar sebenarnya hanya ingin menghindar saja dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan di lontarkan Deni maupun Susi. Aku sendiri bingung, sejak pertemuan deng pria bernama Raka itu, jantungku selalu berdetak cepat. Itu juga alasanku kenapa tidak menolak pelukan Raka sebelumnya, dan malah membalasnya. Sebenarnya aku hanya malu saja mengakui pada semua orang jika aku sebenarnya juga menginginkan Raka.
Aku juga tidak enak dengan Mela jika dia sampai mengetahuinya, karena saat ini kan aku numpang dirumahnya.
Padahal sebenarnya aku sangat menginginkan Raka, uhhh aku harus bersabar, juga aku ingin melihat seberapa besar perjuangan dan cintamu padaku Raka.
"Raka Randika, hihihi aku sudah merindukanmu, hatiku yang sekeras batu seolah luntur ketika kamu memeluku, dan sepertinya hanya kamu yang mampu meluluhkanya," gumamku pada diri sendiri.
Drrttttt...
Drrttttt...
Drrttttt...
__ADS_1
Ponselku berdering dan akupun langsung menjawabnya dengan cepat karena ternyata itu panggilan dari ayahku.
< Iya Yah, halo?" sapaku setelah panggilan terhubung.
< Gimana kabarmu disana nak?" tanya Ayahku tanpa basa basi.
< Baik kok Yah, Ayah dan Ibu bagaimana?" tanyaku bali pada Ayah.
< Baik juga, jadi kapan kamu pulang nak? Ayah dan Ibu sudah kangen," ucapan Ayah membuatku menjadi rindu juga padanya.
< Secepatnya Angel pulang kok Yah," jawabku.
< Yah, aku kangen sama Raka," ucapku tanpa sadar malah curhat ke Ayah.
< Apa?? apakah ingatanmu sudah pulih nak?"
< Bukan masalah ingatan pulih, tapi Angel bertemu dengan Raka disini Yah,"
< Ohhh, jadi ternyata Tuan Muda menjalani hukumanya di situ?"
< Benar nak, Ayah juga semakin kagum dengan Tuan Muda, yang rela dihukum dengan pengasingan di dalam hutan lebat, demi meeingankan hukumanmu," mendengar ucapan ayahku, membuat hatiku semakin berdetak karena aku benar-benar tersentuh.
< Ternyata Raka memang baik ya Yah, dia juga berjuang menemuiku tadi, padahal aku sudah berlari menghindatinya heheh,"
< Hahaha ya seperti itulah Tuan Muda nak,"
< Sepertinya Ayah mengetahui banyak tentang masa lalu Angel, Angel akan segera pulang Yah, dan bercerita kepada Ayah,"
< Iya Nak,"
Aku mengobrol sedikit dengan Ayah, sebelum memutuskan panghilan kami. Aku kembali teringat saat Raka memeluku, juga saat dia kaget dengan ucapan kejam yang keluar dari mulutku.
Ya Tuhannnn, apakah aku salah??? Aku merasa berdosa telah berucap kelewatan pada kekasihku.
Pokoknya aku harus cepat pulang,
__ADS_1
[Jemput aku di kota Jawawijaya, Papua dengan Helicopter pribadi besok pagi, aku ingin segera pulang] sekilas pesanku untuk Widodo.
[Baik Nona Muda] jawaban Widodo begitu cepat dan ini yang membuatku sangat puas dengan kinerjanya.
Aku meminta Widodo menjemputku karena aku tidak ingin merepotkan keluarga Melany tentu saja, karena mau seperti apapun, mungkin aku tetap akan bersama Raka. Karena jelas aku sudah mengenal Raka jauh sebelum bertemu dengan Melany, di tambah Raka telah benar-benar berjuang untuku, dan saat ini aku yang harus berjuang untuknya. Aku harus belajar menjadi rendah hati dan tidak mudah marah, tentu saja ini untuk Raka, juga untuk diriku sendiri agar menjadi lebih baik lagi.
Besok aku akan pulang ke Temanggung menggunakan Helicopter pribadi yang akan dikirin Widodo, jadi aku harus bersiap-siap mulai sekarang, juga harus memberitahu Susi dan Deni.
[Besok aku akan pulang, jika kalian ikut pulang, bersiap-siaplah dari sekarang, atau kalian akan kutinggal] sekilah pesanku untuk Susi, setelah mengirim pesan, aku malah cengar-cengir sendiri. Yah bisa di bilang karena bahagia, juga karena selalu bisa godain Deni dan Susi tentunya. Kedua orang ini selalu ada disisiku saat aku dalam keadaan susah maupun senang, dan mereka juga selalu menghiburku dengan candaan-candaan yang mereka lontarkan padaku.
[Apa?? apakah aku tidak salah baca?] balasan dari Susi teenyata secepat kilat.
[Coba pakai dulu kacamatamu, agar tak salah baca] Aku menambah emot tertawa saat membalas pesan ke Susi.
[Ah Angel, tapi aku belum puas disini, lagian kita juga belum pergi ke pantai, katanya pantai disini begitu indah dengan batu karangnya karena masih jarang di jamah manusia, kita ke pantau dulu ya!!] saat ini Susi menambahkan emot memohon dengan menyatukan kedua telapak tanganya.
Hahaha dasar Susi keras kepala juga ya, benar juga aku juga sebenarnya ingin pergi ke pantai berkarang.
[Aku mau pulang besok pagi, jika kalian tidak pulang juga tak apa, aku pulang sendiri saja] godaku seraya menambahkan emot menjulurkan lidah.
[Ah Angel tega] balasan Susi di sertai emot sedih.
Haduhhhh dasar anak tak bisa mikir, kan besok bisa mampir dulu ke pantai, dengan Helicopter kan jelas lebih cepat sampai di lokasi.
[Hahahaha dasar keras kepala, apakah kamu sangat menginginkan ke pantai berkarang?] balasku cepat.
[Iya tentu saja, lagian aku juga belum pernah ke lokasi itu, bahkan sebenatnya ke pulau ini juga baru kali ini] balasan Susi masih di sertai emot sedih yang membuatku tak enak juga menggoda terlalu lama.
[Iyaiya baiklah, besok kita mampir ke lokasi itu sebelum pulang, kita akan menggunakan Helicopter pribadiku, jadi akan cepat sampai di lokasi] jelasku dengan emot menjulurkan lidah.
[Apa?? serius Ngel? baiklah aku akan bersiap-siap dari sekarang, juga akan memberitahu Deni tentang ini, hahaha Angel memang sahabat paling pengertian] balasan Susi kali ini di sertai emot cium.
Dasar Susi senang banget mungkin memujiku.
[Baiklah, ingat jangan terlalu lama berdandan ya besok pagi, atau aku tinggal!!] aku membalas dengan emot cium juga.
__ADS_1
Hah... akhirnya selesai juga, aku akan bersiap-siap juga agar besok tidak kerepotan saat Helicopter sudah sampai di sini.