
Akhirnya Angelica, Susi, dan Deni masuk ke dalam Rocket Ciken bersama, tanpa peduli dengan Melany dan Haley yang masih syok dengan pergantian peristiwa yang memalukan untuk mereka. Widodo di perintahkan untuk berjaga di luar, agar tidak banyak kerumunan yang datang dan bertanya-tanya pada mereka, ketiganya di sambut antusias oleh semua karyawan di dalam. Mereka semua telah mengetahui identisas Angelica sejak Widodo menyapanya karena bisa terdengar sampai ke dalam.
Bahkan sekarang seluruh orang yang mengantri sebelumnya juga menyingkir. Sebenarnya, Deni tidak ingin memotong antrian, tapi karena sudah terlanjur ya mau bagaimana lagi.
"Silahkan di pilih menunya Tuan,.!!" Sapa Pelayan Rocket Ciken dengan ramahnya.
"Aku mau pesan Ayam Geprek 3, Minumnya jus mangga saja 3,"
"Baik Tuan, silahkan menunggu di meja, kami akan segera menyiapkanya untuk Anda,." jawab pelagan ramah.
"Terimakasih,." ucap Deni sebelum berbalik dan menuju meja yang sudah ada Angelica dan Susi.
"Apakah kamu melihat, tampang mereka saat melihat rombongan Widodo?? di tambah saat melihat STNK mobil, yang ternyata atas bama Deni, hahahaha mereka menjadi sangat pucat, padahal sebelumnya mereka sangat sombong,." kekeh Susi bersama Deni dan Angelica.
"Aku juga penasaran, darimana asal mereka, sehingga menjadi tamu keluarga Randika,.??" ucap Angelica penasaran.
Deni dan Susi hanya bisa saling pandang, karena mereka sudah di peringatkan, untuk tidak membahas Raka di depan Angelica.
"Kami juga kurang tahu, yang jelas kita tidak usah mengusik mereka lagi, bila mereka tidak memulainya, aku takut akan terjadi masalah pada kita,." jawab Susi setelah memikirkanya.
"Baiklah, kita makan dulu saja tak perlu lagi bahas mereka,." sahut Deni setelah melihat pelayan sedang membawa makanan dan minuman mereka dengan nampan.
"Silahkan di nikmati makananya, Tuan, dan Nona Nona,." ucap pelayan dengan ramah setelah, meletakan makanan dan minuman di atas meja.
"Baiklah, terimakasih atas keramahanya,." jawab Deni dengan anggukan.
Setelah pelayan pergi, Angelica, Deni, dan Susi, makan dengan lahabnya, Angelica bahkan sedikit melupakan masalahnya tadi.
Setelah selesai makan dan membayar tagihanya, Angelica langsung keluar dan bersiap untuk pergi bersma Susi dan Deni. Terlihat rombongan Melany sudah pergi meninggalkan tempat kejadian tadi.
"Ternyata mereka tahu juga rasanya di permalukan," gumam Susi yang masih jengkel dengan Melany.
"Sudah-sudah, mendingan sekarang kita main lagi kemana gitu,." ucap Deni menyarankan.
"Baiklah, bagaimana kalau kita ke tempat wisata Celosia di Bandungan,.?? tempat itu juga di sebut taman bunga, pasti sangat indah, aku belum pernah kesana soalnya,." saran Susi yang juga penasaran pada tempat itu.
"Aku ikut saja, tapi jangan jadikan aku obat nyamuk kalian, oke,.??" jawab Angelica sebelum terkekeh.
"Hahaha iyaiya, bahagianya aku ya di kelilingi dua wanita cantik,." ucap Deni bangga, sebelum di cubit Susi lagi.
"Aow sayang, galak banget sih, ah,."
"Salah sendiri mulai genit lagi,.!!"
"Aku kan hanya bercanda, kamu sensitif banget sih,.??"
"Biarin lah, agar kamu tak main-main denganku,."
Angel terkekeh melihat kekonyolan keduanya, Susi sangat pencemburu, sedangkan Deni suka menggoda, keduanya sangat cocok.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat, nanti keburu sore,." sahut Angel.
"Ah iya, ayo ah berangkat, tapi jangan godain cewek lagi,.!!" pinta Susi ke Deni.
"Iya iya, ayo berangkat!!" jawab Deni seraya berjalan menuju pintu depan pengemudi.
"Widodo, kamu sekarang boleh pergi bersama bawahanmu yang lain, aku mau pergi bersama teman-temanku, dan tidak nyaman kalau pergi jalan-jalan di temani pengawal juga," perintah langsung Angelica pada Widodo.
"Baik Nona,." jawab Widodo dengan sopan sebelum memimpin anak buahnya untuk pergi, dan suasana kembali damai setelah deretan mobil Pajero Sport pergi.
Akhirnya ketiganya naik mobil dan dalam perjalanan ke Celosia.
---
Di tempat lain, Melany dan rombonganya langsung kembali ke Villa, karena sudah sangat malu. Ternyata mereka salah memilih lawan, memangnya siapa mereka sampai-sampai berani menghina Nona Muda keluarga Jonson.
"Arhhhhh..." teriak Melany sebelum merebahkan tubuhnya di sofa Villa.
"Sungguh hari yang sangat memalukan, ini semua gara-gara kamu Haley,.!!" ucap Mela sambil melototi sahabatnya.
"Maaf Mel, aku memang bersalah, karena terlalu sombong,." ucap Haley seraya menundukan kepalanya. Padahal jelas bukan 100% kesalahan Haley, Melany juga menggertak Susi di dekat Danau, bahkan juga masih menggertak ketiganya saat di depan Rocket Ciken. Tapi karena Haley jelas bukan orang kaya, dia tidak berani menjelaskan hal seperti itu, dan hanya mengakui kesalahanya, dari pada menerima kemarahan Mela.
"Iya memang semua salahmu,." ucap Melany seraya menggertakan giginya.
"Maaf Mel,." ucap Haley meminta maaf sekali lagi.
Mela hanya mendengus kasar sebelum membuang muka, padahal dia tidak pernag bertindak seperti ini pada Haley sebelumnya.
"Apa yang harus ku lakukan untuk menenangkan Mela, kelihatanya dia sangat marah padaku,." gumam Haley yang di dengar Alex dan Gio yang sedari tadi diam di belakang keduanya.
"Nona Muda, pasti akan baik kembali setelah istirahat, saat ini hanya hatinya mungkin sedang dalam keadaan panas saja, karena sudah merasa di permalukan.," sahut Gio pada Haley, karena melihat Haley yang lemas setelah di bentak Melany.
"Itu benar,." sahut Alex dengan anggukan.
"Iya semoga saja,." jawab Haley lemas.
Haley pun hanya menghela nafas panjang sebelum berlalu pergi ke kamarnya.
Alex dan Gio juga kembali ke kamarnya bersama dengan yang lainya. Hari ini sungguh hari paling melelahkan untuk Melany dan bawahanya. Ini juga pengalaman pertama mereka di permalukan di depan umum.
Gio paling mengerti dan menjadikan ini sebagai pelajaran paling berharga, untuk tidak menggertak seseorang yang terlihat lebih lemah darinya. Bisa jadi orang yang di gertak lebih kuat dan berpengaruh di bandingkan denganya.
---
"Ibu, apakah ibu berencana merubah dekorasi dalam gedung,.?? sepertinya tadi sangat mengamati desainya.,??" tanya Mizuka pada Silvia, keduanya saat ini berada di bawah pembangunan gedung pencakar langit milik keluarga Randika.
"Ah tidak, hanya berfikir saja, ternyata keluarga Jonson sangat ahli dalam memperhitungkan sebuah desain untuk gedung mewah,." jawab Silvia.
"Memang benar Bu, kita bisa mempercayakan pada mereka, tapi semua ini atas nama Tuan Muda Raka dan Tuan Muda Tertua Bima kan Bu,.??" tanya Mizuka penasaran.
__ADS_1
"Benar sekali, tapi tetap saja kita harus membantu mereka, karena mereka sedang dalam misi masing-masing, aku tidak ingin kecolongan, yang bisa membuat keluarga kita runtuh,." jelas Silvia.
"Benar juga, Ibu, Mizuka mau tanya, apakah bisa keluarga sekuat Randika runtuh,.?? secara, keluarga Randika sangat kuat dalam kekuatan kasar, dan juga sangat kuat dalam urusan keuangan,??" tanya Mizuka yang masih penasaran.
"Tentu saja bisa nak, untuk saat ini keluarga kita memang mungkin terkaya di seluruh dunia, tapi soal kekuatan kasar masih banyak yang lebih kuat dari kita, hanya saja kita beruntung, karena tidak pernah berhadapan langsung dengan orang seperti itu, Ibu hanya pernah mendengar dari Paman Tiger, bahwa di China , ada seorang ahli kungfu yang mampu mengalahkanya dalam pertarungan satu lawan satu, makanya kita semua di didik untuk tidak terlalu merendahkan orang lain, karena bisa jadi orang itu lebih kuat dari kita,." kata Silvia menjelaskan.
"Apakah ada yang lain, selain di China Bu,.??" tanya Mizuka yang semakin penasaran.
"Tentu saja ada, di Pulau Jawa sendiri mungkin juga ada, hanya saja orang-orang seperti itu tidak suka menonjolkan dirinya, seperti Paman Tiger yang jarang sekali keluar dari tempat meditasinya, dan selalu berlatih agar bisa melindungi keluarga kita,." jelas Silvia lagi.
"Ternyata masih banyak yang belum aku tahu tentang dunia ini Bu," ucap Mizuka seraya menghela nafas panjang.
"Kamu akan semakin mengetahuinya dengan berjalanya waktu ke depan,." tambah Silvia seraya mengelus rambut Mizuka dengan lembut.
"Iya Bu, tapi.... bukankah Tuan Muda Raka di perkirakan akan menjadi yang terkuat di antara keluarga kita,.?? aku pernah mendengar bahwa dia bisa saja menjadi yang terpilih, karena pelatihanya terus meningkat dengan sendirinya,. bahkan Tuan Muda bisa bertarung seimbang denganku yang telah terinveksi T-virus di masa lalu, dan mungkin juga saat ini, beliau sudah menjadi lebih kuat dariku,. maksutku apakah kita bisa mengatakan bahwa mungkin Tuan Muda bisa bertarung dengan ahli kungfu dari China itu,.??" jelas Mizuka seraya mempertanyakan juga.
"Itu hanya kemungkinan, tapi Ibu sendiri tidak terlalu mengerti juga, karena yang paling mengetahui tentang hal ini adalah Paman Tiger sendiri, mungkin Tuan Muda juga tidak mengetahuinya,." jawab Silvia.
Mizuka hanya menatap Ibunya dengan heran, 'Ibu yang di panggil sebagai jenius dalam keluarga Randika pun, tetap belum mengerti dengan kekuatan orang terpilih dalam keluarga, bagaimana denganku yang jelas bocah kemarin sore,' batin Mizuka merasa bukan apa-apa.
"Yasudah ayo cari makan dulu, apakah kamu sudah lapar,.??" tanya Silvia membuyarkan lamunan Mizuka.
"Aaah iya, ayo bu," jawab Mizuka antusias.
Akhirnya keduanya kembali ke mobil dan langsung meminta si kembar untuk mencari makanan khas Jepang, karena keduanya sudah lama tidak makan makanan Jepang.
---
Kembali ke Angelica, Susi dan Deni. Saat ini ketiganya telah sampai di depan Celosia. Karena sekarang hari libur panjang sekolah, tempat ini menjadi sangat ramai.
"Lihat mobil apa itu.... " Teriak seorang wanita cantik yang sedang membeli tiket masuk.
"Bukankah itu Ferrari,.??" tambah teman wanita tadi.
"Aku tidak pernah bermimpi melihat ataupun sampai memiliki mobil semewah itu.. dan disini aku melihatnya langsung.,"
"Nanti aku ingin berfoto bersama pengendara mobil itu,.!!"
"Apakah pengendaranya seoarng artis papan atas, atau pengusaha,.??"
Setelah Ferrari perlahan masuk ke parkiran, teriakan demi teriakan di lontarkan. Saat Ferrari berhenti, banyak wanita muda langsung berkerumun. Mereka ingin mengenal pemilik mobil tersebut. Semua orang berfikir sendiri, mereka akan sangat beruntung bila bisa mengenal pemiliknya langsung.
Kedua pintu mobil depan pun dibuka ke atas, dan keluarlah dua pasang remaja cantik dan tampan dari dalam mobil.
"Ternyata seorang pasangan remaja,." ucap salah satu kerumunan dengan kecewa.
Banyak yang berharap pemilik mobilnya adalah pria tampan atau gadis cantik, tapi malah pasangan yang keluar.
Setelah Susi dan Deni keluar, kemudian keluar lagi wanita yang sangat cantik, semua pria yang melihatnya di buat ngiler oleh pesona Angelica yang sangat cantik dan menawan. Kulitnya putih bersih dan terlihat sangat lembut, bibirnya tipis berwarna merah muda, tubuhnya **** rambut lurus, dan terlihat sangat sempurna.
__ADS_1
"Wanita yang sempurna,." ucap salah satu pria dalam kerumunan.