Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 15


__ADS_3

Setelah semua misi selesai, Mila kembali memakai nama aslinya yaitu Silvia Randika.


Doktor Rohit bunuh diri sejak mengetahui Silvia atau saat itu Mila telah menghilang dan dia benar-benar menyesal. Ini cerita dari karyawan lain yang juga teman dari Rohit.


"Sebentar" potong Raka saat Mizuka ingin melanjutkan ceritanya.


"Lalu dimana semua kloningan Ibumu?? Dan juga dari mana kamu berasal dan siapa ayah kamu??" Tanya Raka penasaran karena sejak tadi di cerita tidak ada kelahiran Mizuka.


"Hehehe mohon jangan memotong cerita saya tuan" jawab Mizuka.


Setelah semuanya kembali normal, Silvia berencana kembali ke tempat suaminya yang di kuburkan bersama kedua anaknya. Yang mengejutkan adalah bahwa sang kepala keluarga Randika sudah mengetahui segalanya dan memerintahkan seseorang untuk membawa mayat dari bayi Silvia untuk di ambil kembali dari kuburnya dan di bawa ke keluarga Randika untuk di selidiki. Karena pemikiran yang sangat cerdas dari sang pemimpin keluarga, ternyata bayi itu tidak mati, hanya pingsan saja saat menggigit ibunya. Karena seharusnya seseorang yang memiliki darah Randika tidak akan terpengaruh dengan virus itu kecuali bertambah kuat.


Semua dokter pilihan keluarga berupaya menyelamatkan bayi itu dan hanya satu dokter yang berhasil menyelamatkan bayi itu, orang itu bernama Osaka dari Jepang. Karena dia berhasil menyelamatkan bayi itu sebagai rasa terimakasih dari keluarga Randika, kepala keluarga menyerahkan pengasuhan atas bayi tersebut kepada Osaka dan Osaka juga berhak memberikan nama, bayi itu di beri nama Mizuka Randika.


Sang pemimpin keluarga memaklumi kenapa kecerdasan Silvia tidak bisa mendeteksi orang hidup atau mati, karena saat itu ingatanya belum pulih sepenuhnya. Di tambah dia sedang sangat marah dan emosi.


"Dan karena Ibuku melihat Osaka sangat menyayangiku, dia memberikan seluruh hidupnya untuk Osaka dengan menjadi istrinya" tambah Mizuka pelan, dia merasa sangat bahagia walaupun tidak pernah melihat ayah kandungnya.


"Jadi seperti itulah yang terjadi" ujar Raka tersenyum. 'Ternyata keluargaku sangat tau cara membalas budi dengan baik' pikirnya dalam hati.


"Oh iya Mizuka aku mau tanya lagi, apakah kamu punya adik dari pernikahan ibumu yang terakhir, dan dimana ibumu saat ini??" Tanya Raka antusias.


"Yah ibuku saat ini hidup bahagia bersama ayah sambung saya, bahkan tuan Osaka atau ayah sambung saya meminta kepada ibu saya untuk mengoperasi kandunganya dan mengangkat rahimnya, dia tidak mau seandainya nanti punya anak lagi dan kasih sayangnya padaku akan berkurang, yah padahal aku sendiri ingin merasakan bagaimana memiliki seorang adik" jawab Mizuka sekarang matanya berkac-kaca.


Melihat ini semua membuat Raka tersentuh, 'jadi apakah seperti itu rasa dari seorang kakak ke adiknya , seperti mas Bima padaku' pikirnya dalam hati.


"Jadi sepertinya kamu sedang dalam misi khusus karena tunduk pada bawahan keluarga kita, apakah kamu mengira bahwa keluarga Jonson akan menghianati keluarga kita?? Bukankah mereka akan membusuk jika berani menghianati kita??"Tanya Raka.


"Bukan masalah seperti itu, hanya saja saya mendapatkan perintah dari kepala keluarga untuk mengawasi keluarga Jonson, semua anggota keluarga di tugaskan seperti itu Tuan, mungkin anda belum saatnya saja di berikan tugas seperti ini" jawab Mizuka. Dia semakin nyaman bicara dengan Raka yang ternyata adalah sepupunya juga walaupun jauh, dalam keluarga Randika memang di perbolehkan menikah dengan salah satu garis keturunanya asalkan tidak satu kandung ayah atau ibu. Tapi dia sadar bahwa sepertinya Raka sangat menyayangi Angelica di tambah umur mereka sangat jauh berbeda. Raka masih 17 sedangkan Mizuka sudah 30 tahun, seperti tante dengan berondong. Mangkanya dia mendapatkan tugas tambahan untuk melakukan penyelidikan lebih jeli terhadap niat dan minat keluarga itu karena dengan sengaja membuat Raka dekat dengan Angel. Tapi Mizuka tidak berani mengatakanya kepada Raka tentang semua misinya yang sebenarnya di berikan oleh kepala keluarga.


"Oh iya, berarti saat ini keluarga Jonson tidak mengetahui siapa kamu sebenarnya??" Tanya Raka.


"Tentu saja tidak tuan, karena selama ini saya di besarkan dan di latih dalam perguruan ninja paling tersembunyi di Jepang" jawab Mizuka.


"Ternyata masih banyak sekali hal yang belum bisa ku ketahui dalam keluargaku, tapi aku menyadari sesuatu, apapun yang mereka rahasiakan dariku adalah untuk melindungiku. Ternyata mereka sangat menyayangiku" kata Raka merasa tersentuh.


"Oh jadi benar ada pasukan ninja tersembunyi di Jepang??" Tanya Raka lagi.


"Iya ada tuan, dan Guru dari perkumpulan itu adalah ayah sambung saya, yaitu tuan Osaka" jawab Mizuka.


"Apa?? Sungguh beruntung sekali ibumu menikah dengan Osaka" ujar Raka.


"Tentu tuan, tapi ibuku mengetahui semuanya saat kematian mertuanya dan tuan Osaka di minta menggantikan posisinya, jadi dia kembali kekeluarganya" jelas Mizuka.


"Tetap saja itu suatu kebanggaan, oh iya aku lupa kamu dari tadi belum menjawab ini, dimana semua kloning dari ibumu??" Tanya Raka karena merasa masih ada yang belum di jawab.


"Untuk yang ini cerita lain kali saja tuan, tidak terasa kita bercerita terlalu lama, mungkin Angelica dan ayahnya sudah mencari kita, lagian sepertinya sudah mulai gelap juga tuan, sebaiknya kita kembali kedalam ruangan untuk bertemu mereka terlebih dahulu" saran Mizuka.


Raka hanya mengangguk sebelum menjawab "baiklah ayo"


Mereka akhirnya masuk kembali keruangan, danĀ  tanpa di duga semuanya masih menunggu Raka dan Mizuka untuk datang kembali.

__ADS_1


"Darimana saja kalian berdua" Tanya Angel. Sedikit ada rasa cemburu di hatinya 'jangan-jangan mereka pergi bercinta uh' pikirnya dalam hati.


"Oh tidak kemana-mana, tadi saya mengobrol sedikit dengan Mizuka" jawab Raka.


"Silahkan duduk Tuan Muda" ujar Patrik Jonson.


"Terimakasih atas keramahan anda paman Jonson" jawab Raka.


Mizuka hanya diam dan tersenyum karena takut salah berkata.


Angelica masih cemberut seperti gadis kecil yang mainanya di pinjam teman, dia cemburu karena walaupun sudah berumur tapi tetap saja Mizuka wanita yang sangat cantik, dia takut Raka akan tergoda.


"Saya Andre Tuan Muda , dan ini kartu namaku, anda bisa menelfonku langsung seandainya memiliki permintaan khusus" sapa salah satu Bos yang dudul di dalam ruangan sambil membungkuk.


"Saya maecle Tuan Muda" sapa yang lainya lagi.


"Saya Misbah Tuan Muda"


"Saya Joni Tuan Muda"


"Saya Santoso Tuan Muda"


Semua Bos menyapa Raka dengan antusias, Raka hanya menanggapi dengan senyuman dan anggukan sambil menerima semua kartu nama mereka. Raka perlu mengenal orang-orang seperti mereka.


Keluarganya pernah berkata bahwa dia harus bisa mengembangkan bisnisnya sendiri agar keluarganya tidak runtuh saat dia menjadi pemimpin keluarga nantinya.


Patrik Jonson menelfon sebentar, dan saat mereka semua mengobrol sedikit, makanan di sajikan oleh deretan pelayan yang menyajikan makanan.


"Ini adalah semua hidangan khas di Restoran ini Tuan Muda, semoga anda menyukainya" ujar Patrik sambil tersenyum.


"Sungguh makanan ini sangat enak" puji Raka.


Setelah itu dia menghabiskan 7 hidangan khas di atas meja dengan sangat cepat. Dia lupa sekarang sedang duduk dengan siapa, Raka ingin mencoba hidangan ke 8 tapi perugnya sudah tidak cukup menampung makanan lagi. Semua Bos hanya bisa tersenyum, mereka tidak mungkin kan menghina atasan mereka. Bisa-bisa mereka di bunuh di tempat. Walaupun Raka rakus dalam makan tadi, karena dia sebenarnya memang belum pernah makan makanan seenak itu.


Setelah perutnya kenyang baru Raka sadar, dan dia juga merasa sedikit malu.


"Ah maat tuan-tuan hehe saya makanya terlalu cepat" ujar Raka malu-malu.


"Tidak apa Tuan Muda kami mengerti" jawab salah satu Bos tadi.


Setelah itu mereka semua makan perlahan sebelum membicarakan pengembangan bisnis dan proyek yang sedang berjalan yang sekarang bahkan sudah lebih dari 100 tempat hiburan, toko, tempat wisata, restoran mewah dan sebagainya telah selesai di bangun dan sedang melakukan peresmian-peresmian kecil.


Tinggal bangunan besar tingkat Ma9ll, Villa mewah di atas gunung, Hotel berbintang, dan gedung pencakar langit sebagai kantor pusat segala bisnis di Temanggung yang akan memakan waktu sampai 2,5 tahun kedepan karena membutuhkan tingkat perhitungan yang benar-benar matang.


"Ternyata mas Bima benar-benar memilih orang yang tepat sebagai penanggung jawab proyek ini" ujar Raka tersenyum kepada Patrik.


Patrik merasa senang dan terharu karena Raka senang memuji juga rendah hati.


"Anda terlalu memuji Tuan Muda" jawab Patrik.


Setelah bicara sebentar, Raka pamit untuk pulang karena dia belum pulang sejak dari sekolah.

__ADS_1


Angel membisikan sesuatu ke telinga ayahnya, yaitu dia ingin pergi bersama Raka dan menginap di rumahnya, juga meminta ayahnya untuk membawa mobil Angel pulang karena dia ingin satu mobil dengan Raka. Secara langsung Patrik merasa senang dan mengijinkanya.


Angel langsung menggandeng tangan Raka di depan semua orang, Raka tidak bisa menolak dan langsung meninggalkan ruangan bersama Angelica.


Mizuka merasa sedikit cemburu saat melihat ini semua, tapi hanya diam dan tersenyum.


'Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk membiarkanmu dekat dengan wanita lain' pikir Angel dalam hati.


Karena tadi semua pelayan sudah tahu siapa Angel, mereka menyapa kembali dengan sedikit membungkuk. Bahkan lelaki dan wanita tadi yang menghina mereka masih di sana untuk menunggu hukuman dari Mizuka.


Mereka sangat malu, tapi jika mereka pergi mungkin reputasinya akan benar-benar hancur. Inilah alasan mengapa mereka menunggu hukuman dari Mizuka walaupun sudah jelas hukumanya pasti sangat mengerikan. Itu lebih baik daripada harus menanggung malu karena reputasi dan jabatan mereka menghilang begitu saja.


Saat ini Raka dan Angel sudah di dalam mobil dalam perjalanan pulang.


"Tadi kamu darimana saja, kenapa pergi lama sekali, apalagi perginya dengan wanita ahhhhh" ujar Angel ketus, dari nada suaranya ada sedikit cemburu dalam hatinya.


"Hahaha iya tadi aku di kamar lah , siapa lelaki bodoh yang akan membiarkan wanita seperti Mizuka tidak di sentuhnya jika bisa" sekarang Raka menggoda Angel dengan bilang seperti itu.


"apa?? Kamu sudah tidur dengan wanita itu" jawab Angel lantang, dia sangat marah dan cemburu.


"Hahahaha" Raka hanya tertawa terbahak-bahak dan tidak menjawab pertanyaan Angel.


"Kenapa kamu tertawa?? Aku bertanya serius" ujar Angel semakin kesal dengan tingkah Raka.


"Apakah aku terlihat seperti seperti itu??" Jawab Raka masih tersenyum.


"Ah bukan itu, tapi kamu bilang kamu lelaki normal yang bisa tergoda oleh wanita" jawab Angel malu. 'Kenapa aku langsung menunjukan sifatku kapadanya haduh bisa-bisa dia tahu kalau aku suka padanya' pikir Angel dalam hatinya merasa malu juga.


"Hahaha apakah kamu cemburu???" Tanya Raka sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ah aku, TIDAAAAKKKKKK" jawan Angel keras.


'Tukan dia jadi tahu kalau aku cemburu' Angel merasa sangat malu dan menundukan kepalanya.


"Tidak apa jika kamu cemburu, itu menandakan bahwa aku memang lelaki tampan yang pantas di perebutkan gadis" Raka menjawab sambil tertawa.


'Sejak kapan dia menjadi percaya diri sekali' pikir Angel dalam hati.


Semenjak Raka mengetahui kekayaanya dan juga Angel sepertinya menyukainya. Kepercayaan dirinya semakin meningkat juga, sekarang dia menghilangkan sedikit demi sedikit kecuekanya kepada wanita.


"Baiklah begini saja, aku Sayang sama kamu Angel"


jawabnya berterus terang.


"Apa??" Jawab Angek melongo karena kaget.


"Tapi tadi kamu bilang, kamu sudah tidur dengan Mizuka, apa ini artinya kamu...." Angel tidak melanjutkan.


"Tenang saja aku tadi memang di dalam kamar dengan Mizuka tapi kami hanya bicara tentang proyek ini, aku tidak tidur denganya" jawab Raka.


'Apakah aku bisa mempercayainya, atau.... ah aku bingung' pikir Angel dalam hati saat tiba-tiba tangan Raka menggenggam tanganya.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik dan baik hati, aku menyukaimu luar dan dalam" ucap Raka. Ini membuat jantung Angel berdetak cepat karena ucapanya langsung menyentuh hatinya yang paling dalam.


Angel bahkan tidak tahu dia harus bicara apa, dia ingin menangis dan tertawa sendiri.


__ADS_2