
"Apa rencanamu Ngel,?" tanya Susi yang penasaran.
"Aku ingin meminta ayahku untuk mengambil alih wisata pantai daerah sini, dan tentu saja untuk membangun berbagai properti juga," jawab Angel bersemangat.
"Mengambil alih wisata pantai,? apakah seperti itu mungkin Ngel,?" tanya Deni yang penasaran.
"Itu sangat mungkin, dan aku yakin ayahku bisa melakukanya, dengan bantuan juga dari keluarga Randika.," jelas Angelica.
"Benar-benar bagus idemu Ngel, taku akan dukung kamu dan meminta bantuan Mizuka,." sahut Deni merasa bersemangat.
"Terimakasih Den, oh iya... malam ini kita tidak usah pulang ya, kita nginap di hotel saja!" pinta Angelica.
"Apa,? tapi Ngel, aku belum minta ijin ke orang tua Susi," jelas Deni yang kaget dengan permintaan Angel.
"Itu tidak masalah, nanti biar aku yang minta ijin!" jawab Angel sebelum mengeluarkan ponselnya dan langsung mencari nomor telefon orang tua Susi. Sebenarnya orang tua Susi tidak memiliki ponsel di masa lalu.Tapi karena Angel berteman dengan Susi, Angel berinisiatif untuk membelikanya sebuah ponsel pada mereka. Agar lebih mudah saat ingin menghubingi mereka. Jadi seperti injlah sekarang, dan juga otomatis Angel sangat tahu nomor telefon orang tua Susi.
< Halo tante,?" sapa Angelica setelah telefon tersambung.
< Oh kami baik tante, saat ini kami sedang di Jogja,"
< Oha baik tante, pasti Angel jagain Susi dari segala bahaya kok,"
< Oh iya tan, jadi begini....Angel kan capek banget mau pulang, jadi berencana menginap di hotel bareng Susi, intinya Angel mau minta ijin pada tante, karena ini hari juga sudah mulai gelap, takut saja jika nanti pulangnya kemalaman," jelas Angel.
< Oke tante, terimakasih ya...iya pasti Angel selalu menjaga sahabat Angel kok," jawab Angel dengan anggukan.
< Oh baiklah tante, yaudah kami mau berjalan ke arah hotel dulu, sampai nanti tante," jawab Angel lagi.
< Siyap Tante, baaaaaey.." ucap Angelica sebelum memutuskan panggilan telefon.
Susi dan Deni yang hanya mendengar suara Angel dari tadi, dan tidak mendengar suara dari Ibu Susi, keduanya menjadi penasaran dan menatap Angel dengan tatapan ingin tahu.
"Baiklah, semua sudah di ijinkan, tinggal aku ijin ke Ayahku saja," ucap Angel sebelum mengirim pesan ke Ayahnya.
[Ayah, maaf ya Angel gak pulang malam ini, Angel capek dan pengen iatirahat di hotel sini dulu, lagian hari sudah mulai gelap, dan terus terang Angel pengen menikmati malamnya Jogja, hhhe maaf Ayah, pokoknya Anggel selalu sayang Ayah,] Sekilas pesan Angel untuk Patrik.
[Iya boleh nak, tapi ingat untuk selalu menjaga dirimu baik-baik, juga jangan bertindak sembarangan kepada orang lain lagi] balas Patrik mengingatkan.
[Baik ayah] balas Angel.
Setelah membalas pesan Patrik, Angelica menghela nafas lega.
"Ayo kita cari Hotel di kota saja,!" ajak Angel.
__ADS_1
"Baiklah, tapi apakah kita akan memberi tahu Mela dan juga memintanya tinggal? atau hanya kita saya yang menginap,?" tanya Susi memastikan.
"Tawarilah mereka, tapi tidak perlu memaksa jika mereka tidak ikut,!" jawab Angel.
"Baiklah, aku akan mengirim pesan pada Haley," sahut Susi.
[Hey, ini aku Susi yang tadi meminta nomor whatsapmu, aku dan Angel berencana untuk menginap di hotel, apakah kalian ikut atau tidak,?] Sekilah pesan dari Susi.
---
Saat ini, Haley dan Mela berada dalam mobil yang berbeda, karena mereka membawa mobil sendiri-sendiri.
Haley yang tiba-tiba merasakan ponselnya bergetar, langsung mengambilnya dan membuka kunci pada layar ponsel.
Ada nomor yang tidak di kenal, mengirim pesan padanya. Karena merasa penasara, Haley langsung membuka isi pesan tersebut.
Haley tercengang setelah membaca pesan tersebut, dan langsung mengirim pesan pada Melany. Padahal jaraknya dengan Melany tidak jauh.
Halay men screeshots pesan dari Susi dan mengirimkanya pada Melany.
Setelah melihat dan membaca pesan tersebut, Angel langsung membalasnya.
[Kita akan pergi bersama mereka, tapi tidak untuk pengawal kita, aku akan meminta mereka pergi ke Temanggung terlebih dahulu, sebelum kita kembali] jawaban dari Mela sangat cepat juga.
[baiklah Mel] jawab Haley.
[Baiklah kita ikut kalian saja, tapi aku hanya berdua dengan Melany, karena seluruh pengawal akan pulang ke Temanggung terlebih dahulu]
---
Kembali ke Angel, Susi dan Deni, saat ketiganya asik mengobrol, tiba-tiba ponsel Susi berdering. Susi langsung mengambil ponsel dari sakunya dan membaca pesan dari Haley.
"Mereka ikut kita Ngel, tapi hanya berdua saja karena para pengawalnya disuruh pulang terlebih dahulu," ucap Susi menjelaskan, setelah membaca pesan dari Haley.
"Baiklah, itu juga lebih bagus, karena kita akan kurang nyaman juga saat jalan-jalan di temani pengawal," jawab Angel.
"Sekarang kita berangkat,!" titah Angel.
Deni pun langsung menyalakan mobilnya dan mengemudi keluar dari tempat parkir, di ikuti Haley, Melany, dan Jhosua. Walaupun Jhosua tidak mengerti yang di rencanakan anak-anak ini, dia dan Jesica tetap mengikuti dari belakang.
Dalam sekejap mereka keluar dari kawasan wisata pinggir pantai dan menuju Kota Jogja.
"Kenapa mereka malah ke arah Kota," gumam Jhosua yang bingung.
__ADS_1
"Kita ikuti saja Jhos," sahut Jesica.
"Baiklah kalau itu mau kakak," jawab Jhosua.
Akhirnya Jhosua tetap mengikuti Ferrari menuju kota, dan ketiga Ferrari langsung menuju Aveta Hotel Malioboro CHSE Certified.
"Astaga, apakah mereka serius menuju Aveta Hotel Malioboro CHSE Certified?" gumam Jhosua seraya tak percaya dengan yang dilihatnya.
Jhosua sendiri belum pernah ke hotel ini, dia hanya pernah melihat di google saja, bahwa tarif untuk hotel ini mencapai 738.000 semalam, untuk satu kamar hotel.
Untuk Jhosua mungkin terlalu mahal jika harus menghabiskan uang sebanyak itu untuk sekali menginap saja. Namun bagi orang yang mengendarai Ferrari di depanya, tentu itu sangat murah.
"Sepertinya begitu," sahut Jesica.
"Kenapa kak Jesica seperti tidak kaget sama sekali,?" tanya Jhosua yang penasaran.
"Kenapa harus terlalu kaget, mereka mampu mengendatai Ferrari, bukankah itu lebih dari cukup jelas bahwa mereka punya lebih dati cukup uang jika hanya untuk mnnyewa hotel disini,?"jelas Jesica.
"Iya, Jhosu tahu itu kak, hanya saja apa kita sendiri mampu jika ikut menginap disini,?" ucap Jhosua menjelaskan.
""Tidak usah terlalu kgawatir lah , Jhos mending kita ke tempat parkir ikuti mereka semua, agar kitamengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan di Hotel mewah ini.
"Baiklah, Kak,." jawab Jhosua pasrah, Jhosua menghela nafas panjang sebelum menginjak pedal gas mobil dan terpaksa mengikuti ke tempat parkir hotel.
Ketiga mobil Ferrari telah berbaris parkir dengan cantik saat mobil Jhosua masuk kedalam tempat parkir.
"Terlihat semua ini, apakah mobil mewah semua?" ucap Jhosua terpengangah, semua mobil di tempat parkir Hotel, adalah mobil mewah kelas atas. Walaupun memang Ferrari adalah yang paling mewah sementara ini. Tapi jelas bahwa Ayla adalah yang paling rendah saat ini.
Jhosua dengan hati-hati memarkir mobilnya, karena satu goresan saja pada mobil di sebelahnya, semuanya bisa fatal dan Jhosua tidak akan mampumembayar ganti ruginya.
Setelah selesai memarkir mobilnya, Jhosua langsung keluar dari mobil bersama Jesica. Sekarang dirinya benar-benar merasa sangat rendah, semua kesombonganya di masa lalu, langsung sirna.
"Apa yang akan kita lakukan disini?" tanya Jhosua langsung pada Angelica, dirinya takut bahwa Angelica berniat mengajak menginap di hotel ini, dan tentu saja jika semua itu terjadi, maka Jhosua akan lebih memilih untuk pergi dan menginap di hotel yang lebih murah saja. Mana mungkin ada orang sekelas dirinya menginap di hotel seperti ini.
"Kita ke Cafe di dalam hotel terlebih dahulu!" jawab Angelica dengan senyuman.
"Ah baiklah aku ikut saja," jawab Jhosua dengan anggukan dan dia pasrah.
Semua orang tadi langsung berjalan keluar dan menuju tempat parkir.
Saat Deni yang memimpin rombongan sampai tepat di depan pintu masuk hotel, tiba-tiba langsung di hentikan oleh security hotel.
"Berhenti!!" Bentak security pada Deni.
__ADS_1
"Kenapa,?" tanya Deni datar, baru mau masuk saja sudah di perlakukan seperti ini.
"Maaf anak muda, sebaiknya segera pergi dari tempat ini, sebelum kami melakukan tindakan,!" jawab security yang lainya dengan nada yang lebih ramah.