
Orang yang tadi kelelahan kini memanggil bantuan.
"Hey kalian kenapa hanya diam dan menonton, beri dia pelajaran untuku," teriak lelaki tadi dengan nafas masih ngos-ngosan karena lelah.
Semua orang bersiap menyerang Raka tapi berhenti mendadak saat tiba-tiba ada polisi lewat, semuanya langsung kabur dan yang tersisa hanya Sindy, Raka dan Angelica.
"Kamu beruntung karena ada polisi tadi, jika tidak kamu pasti akan menderita di hajar mereka," ucap Sindy ketus sambil berlalu meninggalkan Raka dan Angel, karena dia masih harus bekerja.
"Sepertinya wanita itu belum berubah dari gila nya," gumam Raka pelan sebelum tertawa.
"Kenapa kamu gak tunjukan saja di mata semua orang kalau kamu pemilik mobil ini, dan langsung permalukan saja dia di depan banyak orang," ujar Angel masih sedikit marah karena Raka hanya diam saja, Raka bahkan tidak melawan sedikitpun saat ada orang berusaha menghajarnya.
"Tenanglah, bukankah kamu ingat saat kemaren kita menunjukan kekayaan, temanku yang membenciku akan langsung baik dan menjilatku," ucap Raka sambil menatap Angel, sedangkan Angel hanya mengerutkan dahinya menatap Raka.
"Kemaren terlihat kan Dina seperti itu saat melihatku keluar dari mobil mu?? " lanjut Raka.
Angel hanya menganggukan kepalanya.
"Aku hanya ingin mencari teman yang tulus padaku bagaimanapun keadaanku, seandainya tadi aku perlihatakan kepada mereka, pasti mereka semua ingin menjadi temanku karena aku kaya,,," ucap Raka melanjutkan.
"Apakah sekarang kamu mengerti sekarang,?? aku tidak ingin terlalu menonjolkan diri bila tidak diperlukan," lanjut Raka menjelaskan, sepertinya Angel sedikit mengerti, ternyata terlihat jelas. Siapa yang ingin menjadi temanya bila dia tidak punya apa-apa.
"Aku mengerti, pantesan sekarang aku punya banyak teman, mungkin juga banyak yang menjilatku tanpa aku pahami," jawab Angel sambil mengeluarkan nafas panjang.
"Tapi seharusnya kan tadi perlu juga untuk menunjukan kekuatanmu, wanita tadi terlalu sombong, bahkan menyombongkan yang bukan miliknya," Ucap Angel, terlihat masih geram dengan Sindy.
"Sudah-sudah, aku tidak perlu menunjukan keahlianku, lagian ada kamu yang selalu melindungiku," ucap Raka sambil mengedipkan sebelah mata nya, membuat Angel tersenyum gemas pada Raka.
"Hehe pasti aku melindungimu, tapi kan kamu lebih kuat dari aku, lagian seharusnya laki yang melindungi wanita, bukan sebaliknya," jawab Angel sambil menjulurkan lidahnya.
Mereka saling ledek sebentar sebelum masuk mobil dan berjalan pulang.
Karena dini hari, mereka sampai rumah dengan cepat.
"Sayang kamu tidur denganku saja ya," ucap Angel manja seraya berjalan bergandengan tangan.
"Lain kali saja ya, kan besok sekolah, jadi aku harus pulang karena seragam sekolah di rumah," jawab Raka pelan.
"Kan bisa meminta pengawal membawakan kesini,"ucap Angelica lagi.
"Yah benar juga hehe , tapi lain kali saja ya gak enak, masa cowok nginep di rumah cewek, lagian entar kalau kita lakuin nya terus-terusan, kamu bisa cepet hamil dan putus sekolah, emangnya kamu mau putus sekolah,??" Jawab Raka langsung membuat Angelica kaget dan hampir berteriak, "ya tidak lah, aku masih mau sekolah, yasudah iya aku masuk dulu deh kalau kamu gak mau nginep sini," ucap Angelica sebelum mincium punggung tangan Raka dan cipika cipiki seperti biasanya.
"Yaudah kamu pulangnya hati-hati , jangan kebut-kebutan karena masih sedikit mabuk kan tadi," ucap Angelica.
Raka mencium kening kekasihnya dan berlalu pergi.
"Baillah aku pulang, sampai jumpa di sekolah," ucap Raka.
"Iya dahhhh....
Angel melambai tangan sambil tersenyum...
Setelah Raka pergi, dia kembali cemberut karena keinginanya tidur dengan Raka lagi, tidak terkabul.
***
Raka sampai di rumah, semua lampu masih menyala walaupun banyak dari pelayan sudah tidur, hanya saja pengawal tetap berjaga di luar dan di dalam rumah, semuanya bekerja shift.
Raka yang sedikit ngantuk dan mabuk pun tidak sadar bila saat ini dia salah kamar. Dia langsung masuk ke kamar Mizuka.
Dia kaget sebentar dan menyadarkanya sedikit dari kantuk saat melihat semua pakaian wanita tercecer di lantai kamar.
Raka ingat sekarang saat dia hampir sampai di ranjang, 'bukankah ini baju tidur Mizuka, astaga!!! Aku salah masuk kamar," batin Raka, dan dia siyap melangkah keluar kamar saat tiba-tiba tanganya di tarik dengan cepat dan ambruk di sebelah Mizuka.
"Sayang, mau kemana?? Aku pengen lagi!!!" Ucap Mizuka manja dan matanya masih tertutup.
Raka tidak tahu harus menjawah apa, takut juga terjadi fitnah dan di ketahui Angelica.
'Bagaimana ini, jika aku bergerak kasar keluar dari sini, Mizuka bisa tahu aku masuk kamarnya," batin Raka menyalahkan dirinya.
"Kok diem sayang, ayok lagi," sekarang Mizuka membuka selimutnya dan membawa Raka ke pelukanya.
__ADS_1
Raka kaget tak bisa mengelak, sekarang tubuh Mizuka tanpa sehelai pakaianpun terpampang jelas di depanya. Raka adalah lelaki normal, dia pasti bernafsu saat melihat wanita secantik ini di depanya. Apalagi saat ini Mizuka tanpa pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, tubuh Mizuka yang sangat putih mulus, terasa saat bersentuhan dengan kulit Raka, jantung Raka terpacu sangat cepat. Bahkan dia sudah berkeringat belum apa-apa , bahkan bagian bawahnya sudah mulai menegang dan semakin keras.
Bahkan saat ini Raka memandang wajah cantik Mizuka. Karena saat ini Raka sedang sedikit mabuk, wajah Mizuka seolah menjadi wajah Angelica.
'Apaan ini' batinya, jantungnya berdetak semakin cepat dan cepat, Raka sedikit berfikir saat menutup matanya karena takut akan kebablasan, tapi kulit mereka bersentuhan dan Raka bisa merasakan dada menonjol milik Mizuka.
"Aku ke kamar mandi dulu mau cuci muka," akhirnya Raka bersuara, Raka berharap wanita ini akan melepaskanya, dia masih berperang melawan hasrat di dalam hatinya, ingin rasanya menikmati tubuh mulus ini, tapi tapi tapi ...
Raka di buat pusing sendiri.
"Baiklah, jangan lama-lama ya, aku masih pengen karena belum puas," jawab Mizuka dengan lembut dan manja. 'Haduhhhh.... kenapa suaranya manis banget, bibirnya juga indah, aku tak tahannnnn...' batin Raka.
"Baik" jawab Raka kemudian perlahan melepaskan tangan wanita tadi, sebelum berjalan perlahan dan keluar dari kamar, menutup pintu pun dengan pelan karena takut Mizuka akan bangun.
Setelah keluar kamar, akhirnya Raka bisa menghela nafas panjang sebelum membuangnya perlahan.
'Hampir saja, aku kebablasan, kenapa wanita itu ternyata sangat cantik", batin Raka sambil perlahan berjalan menuju kamarnya, dia masih mengelus dada nya, sekarang dia berharap tidak salah kamar lagi.
***
Pagi-pagi keesokan harinya, saat Raka terbangun, dia kaget karena di luar sudah terang. Raka bangun cepat karena kesiangan, dia melihat jam dinding ternyata sudah jam 07.05.
"Aku kesiangan...." ucapnya, kemudian dengan cepat memakai seragam sekolahnya dan berlari keluar mengendarai mobilnya. Raka bahkan tidak mandi dan juga tidak mencuci muka, apalagi berdandan. Dia hanya memakai parfum dan pengharum mulut agar wangi.
Karena sekolah tidak terlalu jauh, dia dengan cepat sampai, hampir saja telat masuk. Karena saat Raka sampai di depan gerbang sekolah, satpam sedang bersiap menutupnya, saat melihat mobil Raka, satpam mengurungkanya karena dia tahu. Raka pemilik sekolah ini.
"Selamat datang Tuan Muda,." Ucap satpam sambil membungkuk sedikit.
"Apaan anda pak, jangan terlalu berlebihan, nanti banyak yang gak suka sama aku..." jawab Raka menyarankan.
"Oh mohon maafkan saya, baiklah tuan,." Ujar satpam tadi.
Raka hanya menghembuskan nafas cepat sebelum masuk dan segera berlari ke kelasnya.
Raka lupa saat ini berada dimana, untungnya tidak ada yang melihat kecepatan Raka, kecuali satpam tadi tentunya, sekarang mulutnya menganga lebar tidak bisa berkata-kata.
Kembali ke Raka, dia cepat berlari ke kelasnya, di lihatnya sudah ada guru yang mengajar, dan tentu tidak lain adalah Jesica.
"Ternyata benar, kekuatan darah Randika sangat istimewa..." bisik Angel ke telinga Raka tepat setelah Raka duduk di kursinya.
"Maaf aku tadi kesiangan..." jawab Raka senyum menatap Angel.
Terlihat mata Angel juga merah, mungkin masih ngantuk
"Apakah kamu kesiangan juga..?? Lanjut Raka.
"Iya, sudah nanti aku ceritakan." Jawab Angel.
"Baiklah." Jawab Raka, sebelum mengembuskan nafas pelan.
"Raka, sejak kapan kamu masuk kelas, tadi saat saya masuk sepertinya kamu belum ada di situ..." ucap Jesica.
"Ahhh, maaf bu saya terlambat..." ucap Raka pelan karena malu.
"Baiklah, tidak apa.... lain kali jangan ulangi ya,.." jawab Jesica ramah, tapi dia masih bingung karena tidak melihat masuknya Raka.
"Duh ternyata ibu baik ya dengan murit, kalau guru yang lain pasti sudah menyuruhnya berdiri di depan kelas..." ucap Boni, Boni adalah teman sekelas Raka yang iri dengan kekayaan Raka.
"Jangan saling membandingkan, karena setiap manusia punya sifat dan cara sendiri,.." kali ini Laras angkat bicara membela Raka.
Semua siswa menatapnya dan ini membuat Laras malu.
"Sudah-sudah tidak usah di lanjutkan debat yang gak penting, mending langsung mulai pelajaranya ya..." ucap Jesica melerai perdebatan antara murit.
"Iya bu,.." jawab semua siswa serempak kecuali Boni.
'sepertinya kali ini kamu lolos karena bu Jesica memang baik, tapi lain kali aku sendiri akan memberimu pelajaran,.' Batin Boni.
Sebenarnya dia sangat marah dan iri saat pesta ulang tahun Raka dan semua orang menyambutnya bagai pangeran.
Sedangkan Boni hanya sebagai tamu biasa. Saat pertama masuk sekolah, Boni hampir menghajar Raka. Menurutnya Raka sombong karena tidak mau di ajak nongkrong setelah pulang sekolah.
__ADS_1
Pelajaran di lanjutkan tanpa terjadi masalah sedikitpun, dan bell tanda sekolah berakhir pun sudah di bunyikan.
Semua orang keluar dan bersiap pulang, tapi Raka dihadang Boni saat ingin keluar kelas. Angel yang melihat ini hanya mengerutkan kening.
"Apaan kamu,.?? Kenapa menghalangi jalan Raka.,?? Ujar Angel dengan suara sedikit keras karena sudah sedikit mengerti arti yang di maksut Boni.
"Ada apa Boni,.??" Tanya Raka pelan sambil tersenyum.
"Kurang ajar, kau semakin sombong.." ucap Boni saat dia memegang kerah Raka dan bermaksut mengangkatnya dengan satu tangan tapi langsung di hentikan Angel.
"Ada apa ini, apakah kamu berniat membuat masalah dengan Raka,.??" Tanya Angel suaranya meninggi saat menyengkeram tangan Boni.
Sebenarnya Boni kesakitan, hanya dia malu untuk mengakuinya apalagi di depan gadis cantik ini.
"Lepaskan tanganku..," ucap Deni pada Angel.
"Aku tidak akan melepaskanmu, karena kamu berani ingin menyakiti kekasihku..,!!!" Jawab Angel semakin dingin.
'Bagaimana wanita bisa sekuat ini,' batin Boni, sekarang semakin tak bisa menyembunyikan sakitnya karena cengkeraman Angel semakin kuat.
"Lepaskan dia sayang,." Ucap Raka yang dari tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara.
"Baiklah, karena ini permintaanmu.," ucap Angel menatap Raka, kemudian dia melepaskan tangan Boni.
"Boni, aku minta maaf bila aku pernah berbuat salah padamu, aku benar-benar minta maaf dengan tulus, aku tidak tahu salahku padamu jadi, mohon maafkan aku karena pernah menyinggungmu,.." ucap Raka sedikit membungkuk.
"Apaan ini...." teriak Angel tak percaya melihat dan mendengar semua ini bahkan Boni juga sedikit tak percaya dengan ucapan Raka, apalagi Raka membungkuk di depanya... apaan.
"Apa maksutmu dengan semua ini,..??" Tanya Angel menatap Raka seolah tak percaya dan berlalu pergi begitu saja.
Boni sendiri masih memegangi tanganya yang di cengkeram Angel, seperti tulang tanganya hampir remuk.
"Aghhhhhh...." ucap Boni saat tanganya terasa sangat sakit.
"Boni kamu tidak apa,.?? Aku akan membawamu ke Rumah Sakit untuk di rawat,..!!" Ucap Raka seperti khawatir dengan keadaan Boni, Angel bisa mematahkan tulang manusia dengan mudah bila dia mau. Mungkin jika Raka tidak menghentikanya tadi, lengan Boni sudak patah dan semuanya menjadi semakin rumit.
"Tidak usah, mendingan kamu urusi Angel, sepertinya dia sangat marah,.!!" Ujar Boni sekarang lebih halus dari nada suaranya, setelah itu Boni dengan menahan sakitnya berjalan keluar kelas.
"Pacarku bisa menunggu nanti, sekarang aku akan membawamu untuk berobat..." jawab Raka sembari mengejar Boni.
Boni merasa tersentuh dengan adegan ini, 'apakah aku sudah salah mengira bahwa anak ini sombong, padahal sepertinya dia baik padaku.,.' Batin Boni.
"Ayo masuk ke mobilku, aku akan bawa kamu berobat,.." ucap Raka sebelum membuka pintu mobil untuk Boni masuk.
"Oh, kenapa kamu tidak membawa ferrarimu,.??" Tanya Boni.
"Sebenarnya aku malu, terlalu mewah... kalau bukan kakak ku yang memaksaku, aku tidak mau naik mobil semewah itu." Jawab Raka pelan.
"Oh begitu,." Jawab Boni, setelah itu dia masuk ke mobil, terlihat Raka sangat tulus padanya dan Boni tersentuh.
Saat tiba di Rumah Sakit, tangan Boni sudah bengkak dan langsung di bawa ke UGD.
Raka hanya membayar biaya rumah sakit dan menunggu di luar, gara-gara ulah kekasihnya, tangan seseorang hampir patah. Jadi Raka berniat bertanggung jawab atas perbuatan Angelica.
Saat bosan menunggu, Raka mengirim pesan ke Angelica.
[Maaf sayang, aku tidak enak saja tadi, lagian kenapa juga kamu terlalu kasar, tangan Boni hampir putus]
Langsung centang biru tapi Angel tidak membalas.
[Apakah kamu marah??]
Masih langsung centang biru tanpa ada balasan.
Raka menjadi bingung.
[Maafkan aku sayang, bila kamu maafin, aku akan melakukan segalanya untukmu]
kembali Raka mengirim pesan tapi masih tidak di balas, hanya centang dua biru.
Raka frustasi dan hanya menjambak Rambutnya.
__ADS_1