
"Apa yang kalian bicarakan, jelas mobil ini miliku,.!!" ucap Haley lantang dan sekarang banyak orang berdatangan ke tempat kejadian, semakin rame.
"Ada apa ini kok rame banget??" tanya seorang pehalan kaki yang melewati kerumunan.
"Kurang paham juga, kita lihat saja entar."
"Apakah kalian tidak tahu, bukankah itu si Deni,.??"
"Iya, dia bersama Angel dan Susi juga,. ayo kita sapa mereka,.??"
"Tapi sepertinya dia sedang ada masalah dengan wanita itu,.??"
"Tidak usah di fikirkan, kita sapa saja,."
"Baiklah ayo,.!!"
Kerumunan semakin banyak dan bahkan pengunjung rocket ciken juga keluar dari dalam.
"Hay Den,.??" sapa seorang pejalan kaki yang mengenal Deni.
Deni sontak menoleh pada orang yang menyapanya, dia tidak lain adalah Laras dan Siwi.
"Eh kalian ternyata, darimana,.??" jawab Deni antusias.
"Barusan jalan-jalan saja Den, itu motor aku," ucap Siwi saraya mengacung pada motor Vario miliknya.
"Hay Angel, Hay Susi,.??" sapa Laras dan Siwi bergantian, walaupun Angelica saingan cintanya Laras, dia tetaplah temanya.
Angel dan Susi menjawab dengan senyum dan anggukan, karena saat ini mereka sedang beradu argumen dengan haley.
"Oh jadi kalian temanya," sahut Haley merasa menang karena melihat teman Deni mengendarai motor Vario, sebelum kembali menatap Deni "Temanmu hanya mengendarai motor murahan, pasti kamu tidak pernah kan bermimpi memiliki Ferrari sepertiku,.??" ucap Haley sekarang tambah percaya diri.
"Iya, Mana mungkin dia bisa mengendarai Ferrari, palingan cuman bisa mengendarai motor matic.," sahut Melany yang keluar dari dalam Rocket Ciken.
"Cocok sekali kita bertemu lagi, aku akan mempermalukan kalian disini,.!!" sambung Angelica yang sedari tadi diam.
Melihat Angelica di sana, Melany langsung merasa bulu kuduknya berdiri.
'kenapa ada wanita ini lagi, haduuuh bisa gawat.,' batin Melany merasa khawatir.
"A-apa maksutmu,.??" tanya Melany gagab, tapi diam-diam mengirim pesan pada Gio, agar membawa Alex dan anak buahnya juga ke lokasinya saat ini.
[Cepat datang ke Rocket Ciken di Ngadirejo, aku dalam masalah] sekilah pesan dari Melany.
Gio membalas dengan cepat [Baik Nona, kami segera ke lokasi,]
Melihat jawaban Gio, Melany menjadi sedikit lega dan mengeluarkan nafas panjang. Sepertinya Melany lupa, bahwa Gio sama sekali bukan tandingan Angelica.
"Akan ku pastikan, gadis sombong sepertimu menyesal,.!!" ucap Angelica dingin. Ini membuat Deni dan Susi khawatir juga.
"Ku mohon jangan kelewatan nanti ya Ngel,.??" Bisik Susi di belakang Angel, karena merasa khawatir.
"Tenang saja, aku tidak akan menggunakan kekerasan,." jawab Angel dengan anggukan.
"Eh Deni, bukankah ini mobil kamu,.??" tanya Laras langsung dengan bersemangat seraya tanganya mengacung pada mobil Ferrari yang ada di samping mereka, Laras sebelumnya tidak menyadari karena hanya berfokus pada Deni, Angel, dan Siwi.
__ADS_1
"Iya ini mobilku, dan sebelahnya mobil Raka,." jawab Deni percaya diri, dia sangat mengenal mobil ini, karena bahkan Mas Bima sendiri yang membalik nama menjadi mobil milik Deni dan Raka.
Jawaban ini di dengar langsung oleh Melany dan Haley, keduanya sekarang langsung lemas dan berwajah pucat.
"A-Apa maksutmu,.?? ini jelas mobilku, bukan mobilmu,." ucap Haley yang merasa di permalukan, berbeda dengan Melany yang hanya diam 'jadi mobil ini milik Raka, dan milik pemuda ini, apakah mereka berdua berteman?? jadi Raka juga orang papan atas, dan yaaahhhh bisa jadi dia berasal dari keluarga Randika juga, aku harus bagaimana, kenapa juga aku memprovokasi mereka, padahal aku dulu tidak pernah berbuat seperti ini kepada siapapun, apakah punya sedikit kekuatan fisik membuatku menjadi sombong?? lagian aku kan membela temanku sendiri, jika sampai aku terjun terlalu dalam, maka aku bisa sangat di permalukan, aku memang sangat mampu membeli Ferrari, tapi bukan itu masalahnya, masalahnya adalah aku sudah mengakui mobil yang bukan miliku, ahhhhh bagaimana ini,??' Batin Melany merasa bingung harus berbuat apa, dan hanya mikir.
"Sudah diammm,!" bisik Melany tepat di belakang telinga Haley.
"Apa?? kenapa kamu menyuruhku diam Mel,.?? mereka ingin mempermalukan ita Mel, kita harus melawan.," jawab Haley dengan bisik-bisik juga.
"Apa yang kalian bisikan,.?? apakah sudah merasa malu karena mengakui mobilku menjadi mobil kalian,.??" ucap Deni dengan menaikan bibir bagian atasnya.
"Apa kau bilang,?? ini jelas....." hanya itu yang keluar dari mulut Haley, karena Mela sudah menutup mulutnya dengan cepat.
"Cukupppp!!!" teriak Mela dengan nada rendah di telinga Haley.
"Kenapa sih,.?? apakah kamu tidak menganggapku sebagai sahabat lagi,??" tanya Haley tak percaya bahwa Mela akan menbentaknya.
"Aku bilang cukup untuk saat ini, kalau kamu bukan sahabatku, aku sendiri tidak akan menghentikanmu,.!" jelas Mela pada Haley.
"Hay-hay, apakah sudah cukup bisik-bisiknya,.?? kenapa kalian tidak buka saja STNK mobil itu atas nama siapa.,!!" saran Angel dengan sedikit dingin.
Mela dan Haley yang mendengar saran Angel merasa malu, bagaimana mungkin STNK atas nama mereka, sedangkan mobil ini jelas pinjaman dari keluarga Randika.
Sesaat Mela dan Haley bingung, tiba-tiba suara rem mobil terdengar berhenti mendadak, ada dua mobil Alpart yang berhenti mendadak, dan keluarlah pengawal berpengalaman dari keluarga Crisnta. Gio bersama Alex dan bawahanya langsung berlari cepat ke sisi Melany dan Haley.
"Maaf Terlambat sedikit Nona," ucap Gio dan anak buahnya sebelum membungkuk.
Pemandangan ini sungguh mengagetkan semua orang, kecuali Angel dan teman-temanya.
"Pantas saja mereka dengan percaya diri mengakui mobil itu, mungkin memang mobil itu milik mereka...
"Iya , tapi lelaki itu juga dengan percaya diri mengakui Ferrari adalah miliknya, sampai menyuruh gadis itu membuka STNK nya..
"Mendingkan kita lihat saja, jangan terlalu berkomentar, atau akan menyinggung salah satu dari mereka...
Sekarang kerumunan menjadi semakin rame setelah Gio dan anak buahnya datang.
"Akhirnya kita bisa membalas penghinaan mereka,." ucap Haley percaya diri.
"Jangan gegabah...!!" bentak Mela pada Haley.
Haley hanya mengalihkan padangan ke arah sahabatnya, Haley bingung kenapa juga Mela membentaknya terus-terusan.
Mela sendiri sudah tahu kunsekuensinya, dia merasa malu telah menghina rombongan Deni, dia tahu bahwa kemungkinan besar Angelica juga berasal dari keluarga yang sama dengan Raka, karena memiliki kekuatan dan tenaga yang sangat besar. Jika dia mencoba memprofokasi Angelica, itu sama saja memprovokasi keluarga Randika, dia dan keluarganya jelas bukan tandingan keluarga ini.
Tanpa di sadari orang-orang ini, Angel mengirimkan pesan cepat ke Widodo.
[Cepat ke Rocket Ciken Ngadirejo!!]
Sekilas pesan dari Angelica dan di balas dengan cepat oleh Widodo [Baik Nona,]
Tanpa di sadari orang-orang, Mela juga sudah membuka sedikit STNK mobilnya, ternyata benar yang di kendarainya adalah mobil milik Raka, dan dia sudah yakin bahwa mobil yang di kendarai Haley pasti milik pemuda ini (Deni).
"Kenapa Mel,.?? apakah kamu sudah mulai takut dengan mereka,.??" ucap Haley lirih, dia tidak mengerti sama sekali jalan pikiran Melany.
__ADS_1
"Sebaiknya kita pergi dari sini, sekarang!! nanti akan ku jelaskan,.!!" ucap Melany tegas.
"Baiklah," jawab Haley singkat.
Sesaat Melany dan Haley hendak pergi, kampanye mobil pajero sport segera datang dan tidak kurang
dari 50 mobil.
Semua orang banyak yang sudah mengenal mobil ini, ya deretan mobil ini adalah milik kelauarga Jonson di bawah keluarga Randika.
Widodo dan semua orang dalam mobil pajero keluar dengan cepatnya, semua orang membuka jalan untuk Widodo karena takut menyinggung mereka, Widodo dan pasukanya langsung sampai di depan Angelica dengan cepat, dan berbaris dengan pasukanya sebelum menyapa Angelica.
"Salam Nona Jonson,." Suara pasukan ini begitu sinkron dan bergema, karena lebih dari 300 orang yang bersuara serempak.
Melany hanya bisa melongo menatap pemandangan di depanya dengan mulut yang menganga lebar, bahkan bisa di masuki telur ayam, Haley tidak kalah syoknya melihat ini semua.
'Apa?? dia dari keluarga Jonson?? gawat gawattttt, aku pernah mendengar bahwa keluarga ini sangat berpengaruh di Kota Temanggung, karena berada di bawah langsung keluarga Randika, bisa di bilang mereka tangan kanan Randika.," batin Mela menjadi semakin khawatir.
Haley juga tercengang, sementara dia sombong sebelumnya, sekarang wajahnya menjadi pucat 'siapa sangka wanita ini punya pasukanya sendiri, dan terlihat semuanya sangat terlatih,.' batin Haley yang sudah begidik.
"Baiklah, sekarang kedua belah pihak sudah membawa pengawalnya sendiri, jadi apakah kita akan melanjutkanya Nona,.??" tanya Angelica sinis.
"emmmm, baiklah kami mengaku kalah Nona,." jawab Melany merasa sangat malu. Pengawalnya kesini mengenakan 2 mobil Alpart, bagaimanapun sudah kalah jumlah dengan 40 pajero sport.
Bila dia membawa Helicopternya, tetap saja kemungkinan besar keluarga Jonson juga bisa memanggil juga.
Lagipula disini yang berkuasa adalah keluarga Jonson di bawah keluarga Randika langsung.
Haley yang merasa paling malu saat ini, dia ternyata salah memilih lawan. Lawanya kali ini lebih kuat dari sahabantnya, yang berarti Haley bukanlah apa-apa, selain seekor semut kecil di depan Angelica.
Gio dan Alex juga berfikiran sendiri, bagaimana bisa atasan mereka menyinggung keluarga yang kuat di kota ini. Di kota JayaWihaya, mungkin keluarga Crisna sangat kuat, tapi di kota ini, bukanlah apa-apa.
"Sekarang buka STNK mobil tersebut dan baca siapa pemilik mobil itu, kalian bisa baca kan,.?? atau perlu aku yang mengajarinya,.??" sahut Susi yang sudah merasa geram dengan kesombongan orang-orang ini.
Dengan mengertakan giginya karena merasa malu, Haley membuka STNK mobil, dan benar sekali tertulis nama Deni.
Haley sudah sangat malu, dan dia hanya berani menundukan kepala di depan Angelica.
Mela dan bawahanya juga demikian, tidak ada yang berani mengangkat kepalanya, ini adalah pertama kalinya Melany di permalukan di depan umum. Untung bagi mereka, saat ini berada di Kota Temanggung, jadi tidak menurunkan derajat keluarganya.
Bagaimana bila mereka berada di Kota JayaWijaya, Mela pasti akan menurunkan derajat keluarganya.
"Baiklah, silahkan pakai mobilku, karena kalian adalah tamu keluarga Randika, tapi jangan bertindak sombong hanya karena kalian sedikit mampu dari orang lain,.!!!" ucap Deni memperingatkan.
"Baik,." jawab Haley pelan.
Mela sendiri tidak menjawab, karena sudah merasa malu.
"Baiklah, Widodo tolong bubarkan semua orang disini, aku mau makan di dalam dan kuharap tidak ada yang mengganggu,.!!" perintah Angelica pada Widodo.
"Baik Nona," jawab Widodo ramah.
"Kalian semua tolong bubar, Nona Jonson tidak ingin terganggu!!" Perintah Widodo tegas.
Semua orang segera membubarkan diri, karena tidak ingin menyinggung salah satu dari orang-orang ini.
__ADS_1