
Pagi keesokan harinya, Melany bangun sangat pagi sebelum melakukan pemanasan agar tubuhnya lebih bugar bila nanti ada masalah saat melakukan pencarian.
"Tenyata enak sekali saat bangun tidur dan langsung melakukan pelatihan," gumam Mela pelan, dan merasa senang, karena berkat Raka, tubuhnya menjadi lebih bugar.
Sebelum Mela bisa melanjutkan peregangan otot, Mela mendengar suara langkah kaki perlahan mendekat. Berbalik melihat Alex dan bawahan yang lain kini mendekatinya dengan mwnundukan kepala, mungkin takut bila melihat kecantikan Mela akan menggugah nafsu mereka lagi.
"Apa yang kalian lakukan disini,?" Tanya Mela datar.
"Kami,... kami mencari anda Nona, untuk bersiap menjalankan tugas hari ini,." jawab Alex gagap, dia masih trauma dengan kekuatan Mela. Salah bicara bisa membuatnya menyesal seumur hidup.
"Oh begitu, aku sedang melakukan peregangan otot untuk melenturkan tubuhku, jika kalian bersedia, ikuti saja,.!!" Ucap Mela menyarankan.
"Baik Nona,." Jawab semua Pria serempak.
Semua pria mengikuti gerakan demi gerakan yang di praktekan oleh Mela, mereka tidak bisa menutupi nafsu mereka, karena gadis di depanya memang sangat cantik. Tapi mengingat kembali yang terjadi dengan Bos mereka, hanya membuat bulu kuduk mereka berdiri. Mereka hanya bisa menahan diri untuk tidak menyinggung Mela.
Saat ini rambut Mela di gelung kuncir kuda, dan terlihat jelas leher panjangnya yang putih bersih, Mela juga mengenakan kaos dan celana ketat, membuat seluruh tubuh sexinya terlihat, ini menjadikan semua pria normal akan tergoda. Kecuali semua pria ini, hanya menundukan kepala saja.
'Kenapa Nona sangat cantik, seandainya saja dia jadi istriku, akan ku jaga dia dan ku bahagiakan dia saat di ranjang,' batin Alex saat mengikuti gerakan Mela, semua pria juga perpikiran hampir sama.
"Baiklah sudah cukup, sekarang aku mau mandi dulu, jangan ada yang ikut ataupun mengintip, atau akan ku cukil mata kalian,." ancam Mela dengan dingin, membuat semua pria begidik, dan tidak berani memikirkan hal mesum lagi.
Alex dan semua pria hanya berani menunggu di rumah pohon saat Mela mandi.
"Bos, apakah boleh hanya membayangkanya,." Ucap salah satu pria sudah tidak tahan jika tidak di ungkapkan.
"Jangan berani-berani berhayal yang tidak-tidak, kalau sampai Nona tahu, bisa menyesal seumur hidup kamu,." ucap Alex menyarankan, tapi dalam hati dia juga menghayal meniduri Mela, sungguh lelaki egois.
---
Mela saat ini mandi di sungai sekitar 2 km dari mata air tempat Raka membangun istana bawah tanahnya. Mela mandi tanpa mengenakan sehelai pakaianpun, dia lupa bahwa disini banyak orang selain dirinya.
Bahkam saat ini Mela tidak sadah kalau sedang ada orang di dekatnya, tapi orang ini juga tidak mengetahui ada wanita sedang mandi di sungai.
Orang-orang ini adalah bawahan Raka yang saat ini di tugaskan untuk membawa berbagai batu dan pohon yang telah di tebang.
Selesai mandi, mela langsung berganti pakaian dan bersiap untuk kembali kerumah pohon. Dalam perjalanan kembali, Mela bertemu beberapa orang yang sedang mengangkat beberapa kayu yang telah di potong. Mela yang kaget langsung berlari menjauh tanpa di ketahui kelompok itu, karena mereka sedang fokus untuk membawa beberapa potong kayu yang cukup besar. Kayu ini rencananya akan di gunakan sebagai penyangga agar gua tidak runtuh.
"Hampir saja aku ketahuan,." Gumam Mela setelah cukup jauh, tapi masih mengawasi rombongan ini.
"Ternyata orang-orang ini sudah mengenakan celana, apakah mereka orang yang sama dengan yang kutemui di mata air kemarin,." Gumamnya pelan, masih bingung harus bagaimana.
Mela yang bingung malah mengikuti mereka dari jauh, karena ingin mendapatkan jawabanya, Tuan siapa yang di maksut pria-pria pedalaman ini.
Setelah perjalanan yang tidak begitu lama, semua orang sampai di lokasi dengan berbagai ukuran kayu dan batu, semua orang bekerja keras dari membelah sampai mengukir batu tersebut, bahkan juga mengukir kayu dengan indah. Orang-orang ini berniat membuat patung Tuan mereka dengan batu atau kayu, tapi Raka melarangnya. Raka merasa membuat patung menyerupai mahluk hidup adalah dosa besar, walaupun Raka tidak begitu peduli dengan Agama atau Keyakinan mereka. Yang jelas jika mereka berbuat baik padanya, maka Raka juga akan berbuat baik pada orang tersebut. Tanpa harus mengusik keyakinan akan Tuhan mereka masing-masing.
Saat semua sedang asik bekerja dan mengukir berbagai kayu dan batu, Raka keluar dari Gua untuk mensurvei kegiatan mereka. Raka sangat puas dengan hasil kerja rakyatnya. Walaupun mereka tidak cerdas dalam hal pendidikan sekolah, tapi terlihat jelas keahlian dan keterampilan mereka saat mengukir. Jarang sekali orang yang pandai dalam pendidikan sekolah bisa mengukir sedetail mereka.
Tanpa di sadari Raka, sekarang Mela telah mengamatinya dari jauh.
"Ternyata kamu bersama mereka, pantas saja meninggalkan Rumah Pohon,." Gumam Mela pelan.
Mela ingin bertemu Raka, sangat ingin. Tapi dia takut bila Raka masih marah padanya.
"Apakah kamu tidak merindukanku Raka,.??" Gumam Mela lagi saat mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Terlihat Raka memenggil beberapa pria kedalam. Mela tidak tahu apa yang akan di lakukan pria itu. Mela terduduk di tanah karena bingung harus berbuat apa. Jika dia langsung kesana tapi Raka masih marah padanya, bagaimana jika Raka membencinya. Itu yang awlalu di pikirkan gadis ini.
Saat termenung dalam pikiran, Mela terlambat menyadari bahwa saat ini dia sudah terkepung, terlambat untuk lari.
"Siapa kalian,.??" Tanya Mela tegas dan menatap tajam pada salah satu orang yang terlihat bertubuh paling besar.
Kesemua orang ini mengenakan penutup kepala, jadi Mela tidak mungkin mengenali mereka.
Orang-orang ini tidak ada yang menjawab pertanyaan Mela, dan hanya mendekat dan semakin mendekat. Mela mengerutkan datinya dan meneteskan keringat di sana, ada rasa takut bila berhadapan dengan orang-orang pedalaman. Makanya Mela membawa bantuan yang jelas Mela tahu bahwa semua Pria yang di bawanya berpikiran mesum semua.
"Tangkap dia,!!" Dengan perintah tunggal dari pemimpin kelompok itu, semua maju serempak, seperti ahli dalam pertarungan kelompok. Mela mencoba melawan dengan seluruh keterampilanya, namun sayang sekali dia kalah jumlah dan langsung di bekuk sebelum mereka mengikatnya dan menutup mulut gadis itu dengan kain, aelanjutnya menutup kepala Mela, agar tidak bisa melihat siapapun.
Mela di bawa dengan cepat, sebelum berhenti di suatu tempat, tentu saja Mela tidak tahu dimana dia berapa. Orang tadi meletakan Mela perlahan karena tidak ingin melukai gadis itu.
Setelah meletakanya, pemimpin dari orang-orang tadi membuka penutup kepala dan mulut gadis itu.
Mela sangat kaget dan malu juga karena ternyata pengintaianya selama ini sudah di ketahui Raka. Ya, pria di depan Mela saat ini adalah Raka sendiri.
Raka memberi kode ke semua bawahanya untuk meninggalkanya berdua dengan Mela.
Setelah semua bawahan pergi, Mela hanya diam dan menundukan kepalanya karena sangat malu. Bukan hanya malu karena telah mengintai Raka. Tapi malu karena menjilat ludahnya sendiri yang telah jatuh ketanah. Sungguh memalukan bagi seorang hadis cantik seperti dia.
"Dasar wanita gila,." ucap Raka cengengesan seperti sedang mengerjai Mela.
"Apa?? Kamu.... ah," mela mendongak tak percaya dan hanya itu jawaban Mela karena masih malu sebelum menundukan kepalanya kembali.
"Apa kau berniat mengintai dan menyerangku dari belakang,.??" tanya Raka pura-pura khawatir.
"Apa...., apa maksutmu seperti itu,.?? Aku tidak mengerti sama sekali??" jawab Mela benar-benar tidak mengerti.
"Apa,.?? Bagaimana mungkin aku menyerangmu, itu sungguh hal yang sangat mustahil aku menyakitimu,." jawab Mela seraya menggigit bibir bawahnya,. 'Apakah pria ini sama sekali tidak mengerti kalau aku menyesal dan ingin kembali bersamanya ahhhhhh' Batin Angel merasa jengkel dengan tingkah Raka.
"Oh seperti itu, tapi aku tak yakin,.bukankah kamu bilang....." Raka berhenti menjelaskan, karena ingin Mela mengingat kembali yang di katakanya.
"Maaf,..." hanya itu yang keluar dari mulut Mela, sebelum menambahkan "aku kesini untuk bertemu denganmu tapi... aku tidak dapat menemukanmu di rumah pohon, makanya aku mencarimu...." akhirnya Mela menjelaskan semuanya, dia juga menyesal telah berucap yang tidak pantas pada Raka.
Sebenarnya Raka sudah mengetahui segalanya, karena Raka sudah mengintai Mela pagi itu sebelum Mela pergi dari perkebunan milik orang. Dan juga Raka telah mengintai Mela saat Mela berada di rumah pohon bersama orang-orangnya.
"Tapi kenapa kamu membawa beberapa orang,.?? Apakah kamu berniat mengeroyoku dengan orang-orangmu setelah yang kulakukan padamu,.?? Apakah kamu ingin balas dendan,.??" Tanya Raka seraya memalingkan wajahnya dan tersenyum sedikit, sebelum kembali menatap Mela dengan tatapan tajam.
"Apa?? Kamu, kamu sudah tahu aku ke rumah pohon tapi tidak menemuiku,.?? Kenapa,.??" jawab Mela pelan dan menatap Raka dengan mata berkaca.
Ini yang membuat Raka tidak tahan melihatnya, Raka paling tidak tahan melihat gadis menangis di depanya.
Raka hanya memalingkan wajahnya agar tidak terlihat wajah Mela.
"Ya aku kan takut, takut kamu akan mengeroyoku bersama ank buahmu,." ucap Raka bohong.
Mela hanya mengerutkan dahinya, sekarang kebohongan Raka mulai terlihat lucu dan terasa aneh. 'Raka takut pada seseorang, dia sangat kuat sedangkan semua pria itu saja bukan tandinganku,'
"Oh begitu, benar aku akan mengeroyokmu.," jawab Mela bohong sebelum menjulurkan lidahnya ke Raka.
"Oh jadi begitu, baiklah aku akan menghukumu karena telah menyinggungku,.!!" Jawab Raka pura-pura tegas, tapi sekarang Mela tambah merasa bahwa Raka mulai lucu dengan konyolnya, bahkan Raka tidak berani menatap wajah Mela.
"Baik, kamu boleh menghukumku semaumu,.!!" Jawab Mela tegas.
__ADS_1
"Apakah kamu menantangku,.??" Tanya Raka meninggikan suaranya.
Mela yang sudah merasa Raka terlalu konyol, tidaj takut sama sekali malah semakin menantangnya.
Saat ini Mela semakin mendekati Raka yang duduk di kursi depanya.
"Dasar pria gila,..." ucap Mela seraya menjulurkan lidahnya.
"Apa??" Raka sungguh tak percaya dengan yang di dengarnya dan merasa Mela juga ingin mengerjainya.
Keduanya hanya diam, Mela juga merasa bahwa kata-kata yang keluar dari mulutnya terlalu kejam untuk Raka. Mela hanya kembali menundukan kepalanya.
Raka yang melihat tingkah lucu Mela, hanya terkekeh sambil memegangi perutnya.
"Apa?? Apanya yang lucu sih Raka??? Ihhhh!!" tanya Mela penasaran, dan malu karena di tertawakan.
"Kamu... hahaha" Raka masih tertawa lepas.
"Dasar pria gila, lepaskan ikatan tanganku sakit ini ah kamu tega sama aku Raka,.!!" Rengek Mela seraya mendekatkan kembali wajahnya ke wajah Raka.
"Baiklah, tapi jangan dekat-dekat aku takut sama perempuan sepertimu,." Ucap Raka saat pura-pura begidik, sebelum melepaskan ikatan di tangan Mela, padahal ikatanya juga tidak terlalu kencang, tapi Mela hanya pura-pura kesakitan untuk mendapatkan perhatian dari Raka.
Setelah terlepas, Mela memukul-mukul Raka karena mengerjainya.
"Dasarrrrr, uh Raka..... aku akan ahhhh kamu tega mengerjaiku.. aku sangat khawatir tadi... ku kira mereka akan memakanku hidup-hidup.... ah kamu memang selalu tega ihhhh." Cerocos Mela saat mencubit-cubit Raka.
"Auw ahhh, sakittt iya maaf, aduh sakit... sudah sudah , iya maaf... iya aku nyerah sudah cukup Mela...." ucap Rak seraya menghindari seluruh cubitan Mela.
Mela mencoba memeluk Raka, tapi Raka menahanya.
"Kenapa kamu menahanku,.??" tanya Mela tak percaya.
Raka hanya mengeluarkan nafas dari mulutnya sebelum memberi tanda pada Mela untuk memeluknya. Mela pun langsung maju dan memeluk Raka dengan eratnya, seperti tidak mau berpisah lagi.
Raka hanya membalas pelukan Mela dengan hambar, saat berpelukan dengan wanita ini, Raka malah mengingat Angelica dan merasa rindu padanya.
Tanpa sadar, Raka malah memegang kedua pipi gadis Mela ini sebelum ******* bibirnya perlahan.
Mela sontak kaget, tapi karena dia juga menginginkanya, Mela pun membalas ******* Raka.
Mereka berdua semakin larur dalam dekapan sampai-sampai Raka ingat bahwa saat ini dia sedang tidak bersama Angel. Karena sedang menjalani pengasingan.
Raka yang sadar kemudia melepaskan Mela dan menjatuhkanya karena menyesali tindakanya. Rasa rindu kepada kekasih membuatnya lupa diri.
"Auw, kenapa kamu kasar sekali Raka,.??" tanya Mela tak percaya, padahal tadi keduanya sudah sangat menikmatinya.
"Maafkan aku Mela, aku kebablasan, aku benar-benar minta maaf,.!!" ucap Raka menundukan kepalanya dan merasa bersalah.
"Tidak ada yang perlu di maafkan, jujur aku memang kaget saat tiba-tiba kamu mencium bibirku, tapi aku tidak merasa sedih karena kamu yang pertama, bukan orang lain, aku merasa senang kok,.!!" jawab Mela memenangkan Raka sebelum memeluknya lagi.
"Aku senang sekali Raka, aku juga rela melakukanya lebih, asalkan bersamamu,." ucap Mela pelan, dan suaranya sangat tulus. Ini membuat hati Raka tidak bisa tidak tersentuh.
Mela adalah gadis remaja yang cantik juga terlihat dari keluarga kaya karena semua pakaian yang dia kenakan adalah pakaian mewah dan terlihat tidak murah.
Tapi Mela rela dekat dengan Pria seperti Raka yang saat ini tidak punya apa-apa, sangat berbeda dengan Angelica dan keluarganya. Tapi hati Raka masih ada untuk Angelica. Raka tidak bisa berbohong bahwa Mela sangat cantik dan menawan, semua pria akan jatuh cinta padanya. Tapi dia juga tidak bisa melupakan Angelica yang sudah mengorbankan kegadisanya untuk Raka. Apalagi ada Mizuka yang juga menggetarkan hatinya.
__ADS_1
Raka hanya bingung karena saat ini banyak gadis mendekatinya.