
"Apakah yang di ceritakanya serius Den, Sus?" tanya Angel pada kedua sahabatnya, karena hanya kedua sahabatnya lah yang paling dipercaya Angel. Tentu saja karena swlama ini yang selalu menemani kemanapun Angel pergi adalah Deni dan Susi. Angel juga berharap bahwa semua cerita Raka adalah sebuah kebohongan besar, dan Angel bersiap memberikan Raka pelajaran jika sampai berbohong padanya. Angel kembali lupa sesaat dia marah, jika Raka adalah Tuan Muda dari keluarga Randika, yang berarti atasanya.
Yang membuat Angel kecewa adalah, Deni dan Susi mengangguk dan membenarkan semua cerita Raka.
"Ah bagaimana mungkin aku menjadi kekasih pria mesum seperti dia, bisa-bisa aku di perkosanya jika lengah," Angel mengeluh dengan semua ini, Angel juga melirik sedikit ke arah Raka. 'Padahal memang benar dia cukup tampan,' batin Angel sedikit memuji Raka.
"Maafin aku ya sayang!" pinta Raka sedikit memohon.
"Aku masuk dulu, jika kamu memang kekasihku, jangan mengangguku sementara ini!" ucap Angel yang membuat Raka, Deni, dan Susi melongo tak percaya. Angel yang dulu tak bisa jauh dari Raka, sekarang meminta Raka untuk tidak mengganggunya, sungguh aneh.
"Tapi Ngel! apakah kamu tidak kasihan dengan Raka? dia sudah berjuang untukmu?" sahut Susi yang merasa tak tega dengan Raka.
"Dia berjuang untuku kan? kalau begitu biarkan dia berjuang sekali lagi," ketus Angel sebelum berlalu pergi, kali ini Raka tidak menghentikan kepergianya yang masuk kerumah keluarga Crisna.
"Maaf ya, kita pasti akan bantu kamu," ucap Susi meminta maaf sebelum berjanji.
"Terimakasih Sus," jawab Raka.
"Jadi sekarang kamu mau kemana?" tanya Deni penasaran, tidak mungkin juga Raka tinggal bersama mereka, karena saat ini sedang terjadi kesalah pahaman antar Raka, Melany, juga Angelica.
"Tenang saja, aku akan kembali ke hutan, sampai ketemu lagi ya!"
__ADS_1
"Iya Raka," jawab Deni dan Susi serempak.
Raka kemudian berlari dengan cepat untuk kembali kedalam hutan, selama setengah bulan Raka tidak kemana-mana dan hanya berada di hutan, membantu rakyatnya membangun berbagai properti baru, juga melebarkan jalan yang tadinya hanya jalan setapak saja. Semua orang bekerja sangat keras juga Raka selalu membantu, karena Raka memang memiliki tenaga lebih besar dibandingkan orang biasa. Ini juga yang membuat semua orang terkagum pada Raka, pemimpin mereka rela melakukan pekerjaan seperti mereka yang biasanya seorang pemimpin enggan untuk bekerja keras.
Tiba-tiba suara dengungan Helicopter terdengar kembali sangat keras, dan mungkin Helicopter saat ini lebih banyak dari sebelumnya. Semua orang mengdongak ke atas, dan di kejutkan dengan sebuah Helicopter yang sangat besar, atau bisa di sebut pesawat karena ukuranya yang sangat besar. Pesawat tersebut semakin mendekat, dan semakin mendekat, sampai menutup sinar matahari yang masuk ke dalam hutan.
Pesawat ini lebih mirip pesawat luar angkasa yang besar, bukan hanya anak buah Raka yang terkagum-kagum, bahkan Raka sendiri juga kagum. Karena dirinya belum pernah melihat pesawat yang begitu besar dan ini lebih besar dari sebuah kapal perang. Yang jelas adalah pesawat ini bisa terbang di atas mereka. Di pinggir pesawat tersebut ada ratusan Helicopter, sebagian Helicopter pernah dilihat Raka. Karena Helicopter tersebut yang di bawa Silvia dan Mizuka menemui Raka sebelumnya.
Seluruh Helicopter mendarat di atas gunung, sedangkan pesawat yang begitu besar tidak mendarat, karena memang tidak ada tempat untuk mendarat.
Pesawat tersebut hanya mendekati pohon besar sebelum berhenti bergerak dan terbukalah pintu yang begitu besar dari tengah pesawat. Setelah pintu pesawat terbuka, terciptalah tangga yang begitu panjang sampai menyentuh tanah.
Semua orang terpana, mulutnya menganga lebar, adegan di depanya terlalu luar biasa. Pesawat ini terlihat sangat canggih, dan di dunia ini tidak pernah terlihat. Mungkin hanya dijadikan film-film america saja, tapi pada kenyataanya belum pernah ada yang melihatnya.
"Kakek!" sapa Raka setelah kakeknya semakin dekat denganya. Ya tentu saja, orang tua itu adalah Tiger, kakek Raka.
"Hahaha apakah kamu terkejut cucuku?" tanya Tiger.
"Tentu saja kek, saya tidak menyangka, jika pesawat seperti ini benar adanya," jelas Raka.
"Hahaha tentu saja ada, sebenarnya ini termasuk yang terbaru yang kita miliki, ya tentu saja karena aku akan memperlihatkan padamu sedikit kekuatan dari keluarga kita," ucap Tiger yang membuat mulut semua orang menganga lebar tak percaya.
__ADS_1
Jadi kekuatan seperti ini masih disebutnya sedikit?
Sebenarnya seberapa kuat kekuatan keluarga Randika?
Banyak pertanyaan yang keluar dari mulut semua orang di bawah. Semua orang benar-benar terkejut dengan pengakuan Tiger.
"Apa?? kakek serius??" tanya Raka yang semakin dibuat linglung dengan kekayaanya sendiri, karena menurut kakeknya, Raka akan mewarisi seluruh harta ini. Siapa yang akan mampu sampai ketingkat ini jika bukan Tuan Muda dari keluarga Randika tentunya.
"Ya, tentu saja, oh iya semua perlengkapan dan peralatan bahkan seluruh karyawan yang akan membangun seluruh properti disini ada di pesawat, dan semuanya akan segera turun untuk mulai bekerja, dan memajukan hutan ini, kuharap kamu sudah punya nama untuk kota baru yang akan kita ciptakan di hutan ini," jelas Tiger.
"Apa?? kenapa begitu mendadak kek, aku belum menemukan nama yang cocok sama sekali," gerutu Raka.
"Baiklah, pikirkanlah dengan cepat, karena kita akan membangun banyak properti di pulau ini, dan tempat ini akan menjadi pusat perkantoran dan pemerintahan seluruh properti kita, dan juga semua bawahanmu akan menjadi karyawan tetap di sini tentu saja, kita akan mencerdaskan semua orang dengan cepat, dengan bantuan Silvia tentu saja," tambah Tiger menjelsakan.
"Ya Tuan Muda, saya akan membantu anda," sahut Silvia ramah.
Sedangkan Mizuka sendiri, walaupun sangat merindukan Raka hanya bisa tersenyum dan tanpa berucap, karena takut menyinggung Tiger.
"Terimakasih," jawab Raka dengan anggukan.
"Oh iya, dimana semua orang yang anda tangkap? kami akan membawanya langsung ke kapolri, dan mereka akan di pecat secara tidak sehat, karena berani memanfaatkan wewenangnya untuk berbuat sesukanya," sahut Mizuka dengan ramah.
__ADS_1
Tiger dan Silvia tersenyum melihat kedekatan Mizuka dan Raka. Jelas Tiger lebih menyukai Mizuka dari pada Angelica, karena Mizuka berasal dari keluarganya. Apalagi Mizuka sangat lembut pada semua orang, walaupun Mizuka sangat kuat dan kaya, dirinya tidak pernah menghina ataupun merendahkan orang lain. Sangat berbeda dengan Angelica yang mudah marah dan juga bisa menghina orang lain yang tak di sukainya. Tapi Tiger tetap memberikan keputusan itu kepada Raka untuk memilihnya sendiri, siapapun pilihan Raka, akan diterimanya dengan baik.