Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 84


__ADS_3

*Kembali ke masa sekarang*


Mizuka membawa semua orang yang di tangkap Raka ke pesawat tecanggih yang pernah ada di Dunia. Sebelum membawa semua orang langsung ke Jakarta untuk ditemukan dengan kapolri secara langsung. Dan yang di bawa hanya semua oknum polisi yang menyeleweng. Sedangkan semua preman di bebaskan asal mereka tunduk dan patuh pada keluarga Randika. Dan tentu saja mereka dilarang berbuat jahat, atau mereka akan menerima hukuman yang mengerikan dari keluarga Randika tentunya.


Beberapa orang juga menurunkan berbagai properti dan peralatan proyek yang begitu banyak dan besar dari pesawat super canggih.


"Kita juga akan mengirimkan kekurangan lainya dengan kapal laut, yang jelas akan membawa muatan yang lebih banyak daripada pesawat ini," pengumuman dari Tiger.


"Ah begitu, terimakasih Tuan," sahut Liben dengan gembira. Liben sangat senang karena mengenal Raka dan keluarga Randika yang jelas memikirkan nasib mereka. Berbeda sekali dengan pemerintah yang malah memanfaatkan mereka. Makanya dulu Liben dan rakyatnya pernah mencoba untuk melakukan pemberontakan kepada negara Indonesia untuk memerdekakan rakyatnya sendiri. Karena mereka semua merasa di jajah oleh pemerintah mereka sendiri. Sangat berbanding terbalik dengan sekarang saat Raka memimpin mereka. Liben berjanji pada dirinya sendiri bahwa dirinya tidak akan pernah menghianati Raka, ataupun keluarga Randika.


Raka juga memberikan wewenang penuh kepada Liben untuk memimpin seluruh rakyatnya, dan tentu saja Liben juga memimpin semua armada dan seluruh pengawal Randika yang di tugaskan untuk membantu juga mengerjakan seluruh kemajuan dalam proyek besar-besaran di Pulau Irianjaya.


Setelah Raka memberikan seluruh wewenang penuh kepada Liben. Raka mengikuti Mizuka, Tiger, Silvia dan seluruh pengawal Randika masuk ke pesawat super canggih dan semua orang pergi dengan pesawat tersebut. Hanya di tinggalkan beberapa Helicopter khusus, agar memudahkan mereka semua jika ada urusan untuk bepergian jarak jauh.


"Tidak salah kita menjadi bawahan keluarga Randika, mereka adalah orang-orang berhati berlian," gumam bawahan Liben saat pesawat Randika mulai menjauh dari tempat mereka.


"Benar sekali yang kamu katakan, kita tidak boleh sampai ada pikiran untuk menghianati mereka, atau fatal akibatnya," sahut Liben seraya menatap bawahanya.


"Pasti Tuan," jawab seluruh bawahan yang berada di dekat Liben dengan serempak.


Mereka semua kemudian kembali menjalankan tugas masing-masing yang tentu saja untuk memajukan tanah mereka sendiri.

__ADS_1


---


Saat ini, Raka dudul di ruangan khusus bersama Mizuka, sedangkan para tahanan di letakan dalam sel khusus di dalam pesawat, Tiger dan Silvia berada di ruangan masing-masingm


"Tuan Muda, apakah anda senang? akhirnya anda bisa kembali kekeluarga," ucap Mizuka malu-malu saat wajahnya memerah.


"Tentu saja aku senang, apalagi bisa berkumpul dengamu lagi," jawab Raka dengan senyuman. Ini membuat dada Mizuka bergetar hebat, seolah akan meledak.


"Ah begitukah Tuan, saya juga begitu," jawah Mizuka dengan lembut.


"Ya tentu saja," jawab Raka ramah.


"Hemmmm, apakah anda sudah menghubungi Angelica Tuan?" tanya Mizuka yang penasaran seraya menggigit bibir bawahnya. Sebenarnya Mizuka sedikit canggung saat bicara dengan Raka. Di tambah sekarang malah bahas Angelica yang jelas saingan cintanya. Ada sedikit penyesalan di hati Mizuka saat menyebut nama Angelica. Karena bisa jadi Raka akan mengingat semuanya tentang Angelica kembali dan melupakan Mizuka tentunya.


"Oh begitu," ucap Mizuka pelana, dalam hatinya dia merasa senang seandainya Angelica dan Raka tetap seperti ini. Tentu saja agar Angelica dan Raka bisa segera memutuskan hubungan mereka. Dan Mizuka akan berjuang demi mendapatkan cinta Raka.


"Iya," jawab Raka sebelum menatap Mizuka lekat-lekat, ini membuat Mizuka salah tingkah, dan langsung menundukan kepala, karena dirinya takut bahwa Raka akan mengetahui bahwa dirinya salah tingkah dengan tatapan Raka.


"Kenapa kamu menunduk?" tanya Raka dengan senyuman.


"Ma-maaf Tuan Muda," jawab Mizuka yang masih menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Memangnya minta maaf kenapa?" tanya Raka pura-pura tidak tahu, padahal dirinya sudah mengetahui bahwa Mizuka tidak ingin di tatap Raka dengan inten tentunya.


"Ti-tidak papa Tuan," jawab Mizuka seraya menghela nafas panjang, apakah anda sudah makan Tuan?" tambah Mizuka bertanya seraya menggigit bibir bawahnya.


"Aku?" tanya Raka yang di jawab Mizuka dengan anggukan, "Aku belum makan sama sekali seharian ini, oh iya apakah pesawat ini juga ada tempat untuk memasak? aku sangat rindu masakanmu!" tambah Raka bertanya panjang lebar.


"Iya tentu saja ada Tuan," jawab Mizuka terlihat sangat senang mendengar perkataan Raka barusan, "anda ingin makan apa Tuan? nanti saya siapkan," tambah Mizuka menawarkan dengan antusias.


"Aku rindu goreng nila dengan sambal cabai hijau buatanmu, kalau ada tapi," jawab Raka berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "jika tak ada juga tak apa, masak saja yang lainya," tambah Raka menenangkan. Karena memang Raka tidak pernah memaksa.


"Emmm, baiklah Tuan, tentu saja ada, semuanya akan di persiapkan secepatnya," ucap Mizuka seraya menghela nafas panjang, "kalau begitu saya akan segera mempersiapkan makananya Tuan, oh iya anda ingin minum apa?" tambah Mizuka bertanya.


"Minum kopi susu saja, itupun kalau ada... kalau tak ada ya air putih biasa saja," jawab Raka dengan tenang seraya menatap Mizuka. Mizuka sendiri menjadi salah tingkah setiap kali Raka menatapnya.


"Semuanya ada dan tersedia Tuan, baiklah makanan dan minuman akan segera di siapkan untuk anda, kalau begitu saya permisi sebentar untuk menyiapkan makanan dan minuman pesanan anda Tuan," ucap Mizuka berpamitan, karena dirinya memang sudah tidak tahan saat hanya berdua bersana Raka. Dirinya merasa ingin melahab Raka hidup-hidup. Raka terlalu menggetarkan hati dan pikiranya, bahkan tubuh Mizuka juga menginginkan sentuhan Raka. Hanya saja dirinya sulit untuk mengakuinya, setelah Mizuka mengatahui bahwa hati Raka memang masih untuk Angelica.


"Baiklah, tidak usah terlalu terburu-buru, agar masakanya benar-benar matang dan enak tentunya," jawab Raka dengan senyuman.


"Baik Tuan," jawab Mizuka dengan anggukan, sebelum derdiri dan berlalu keluar daru ruangan khususnya dengan Raka.


'Ya tuhan, apakah aku salah mencintai kekasih orang lain?' batin Mizuka merasa sedikit berdosa saat membayangkan dirinya menyukai lelaki orang lain. Walaupun seperti itu, Mizuka juga bukan orang yang munafik. Dirinya tetap mengakui bahwa memang sangat menyayangi Raka walaupun Raka milik Angelica, dan tentu saja kemungkinanya sangat kecil bila Mizuka menginginkan bersatu dengan Raka.

__ADS_1


Setelah Mizuka berlaku, tiba-tiba datang 2 orang pengawal Randika yang datang menemui Raka dan meminta Raka untuk bertemu dengan kakeknya. Karena menurut para pengawal, kakeknya ingin bicara empat mata dengan Raka. Merasa ada yang penting, Rakapun mengangguk setuju dan meninggalkan ruanganya menuju ruangan kakeknya. Ditemanai dua pengawal tadi yang mengikuti di belakang Raka.


__ADS_2