
Mizuka membersihkan diri dengan senang dan berharap Raka akan puas dengan penampilanya kali ini.
"Aku akan memuaskanmu sayang..." gumamnya pelan dalam kamar mandi.
Mizuka dengan cepat mengeringkan tubuhnya dengan handuk sebelum memakainya untuk menutupi bagian sensitifnya dan langsung keluar dari kamar mandi.
"Sayang...." ucapnya menggoda saat membuka pintu dan keluar.
"Kenapa tak ada ya,..." ucapnya seraya mata mencari di seluruh sudut kamar hotel, setelah mencari sebentar akhirnya dia menumukan Raka sudah tertidur.
"Ah sayang, apakah kamu capek, baiklah selamat tidur..." bisik Mizuka ke telinga Raka sebelum mencium bibirnya sebentar.
Mizuka pun tak mengganggu Raka, dia memakai baju tidur nya dan ikut tidur di sebelah Raka.
***
Pagi keesokan harinya di rumah keluarga Jonson, Patrik dan Alice tidak bisa tidur semalaman. Sedangkan Angelica tertidur saat hampir pagi, mereka terlalu ketakutan.
"Ayo bu kita memohon ampunan kepada Tuan Muda!!" Ucap Patrik pada Alice.
"Ayo ayah, tapi gimana anak kita,.??" Jawab Alice.
"Kita bangunkan saja!!, daripada kita terkena kemarahan keluarga Randika,." ucap Patrik sembari mulutnya masih bergetar.
Keduanya kemudian bangun dan langsung menuju kekamar Angelica.
Tok!tok!tok!
"Bangun nak, bangun!!! Kita harus kerumah Tuan Muda.
Tak ada jawaban, akhirnya Alice pun masuk kedalam kamar anaknyaa yang tidak di kunci.
"Bangun nak, kita kerumah Tuan Muda sekarang,." Ucap Alice sembari berjalan ke ranjang Angelica.
"Bangun nak, bangun!!!" Setelah sampai ranjang, Alice pun menggoyangkan tubung Angelica untuk membangunkanya.
"Ayo nak bangun!!!" Karena tidak ada jawaban, suara Alice semakin keras.
Angel sontak kaget dan langsung bangun dari tidurnya.
"Ibu apaan sih??kenapa juga teriak-teriak, ini kan masih pagi,." Jawab Angel polos, seolah dia lupa apa yang sedang terjadi.
"Apa??"
Mendengar jawabanya, Alice menatap putrinya dengan tatapan tajam, selama ini dia selalu memanjakan putrinya. Dan karena ulah anaknya, yang telah terang-terangan menyinggung Tuan Muda Randika, bisa-bisa seluruh keluarganya hancur.
"Bangun Angel kita harus ke rumah Tuan Muda sekarang,.!!!" Bentak Alice pada Angelica.
"Ah iya ibu maaf, saya lupa,." Mendengar suara lantang ibu nya, membuat Angel sadar dan mengingat kembali masalahnya.
Akhirnya Angel mengikuti ayah dan ibunya keluar dan menuju kediaman Randika, setelah mencuci muka agar tidak terlalu mengantuk.
***
Di dalam kamar hotel yang mewah seorang pria tampan tidur di peluk dari belakang oleh seorang wanita cantik.
Tentu saja pasangan ini adalah Raka dan Mizuka, Raka perlahan membuka mata nya. Saat mata terbuka sempurna, dia perlahan melepaskan pelukan Mizuka sebelum pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berendam air hangat.
Setelah selesai mandi, Raka langsung membangunkan Mizuka.
"Hey hey bangun, kita pulang,.!!" Ucap Raka seraya tanganya menggoyangkan tubuh Mizuka.
Mizuka sontak bangun dan menatap Raka sebentar sebelum memeluknya.
"Kamu ganteng banget,." Ucap Mizuka saat memeluk Raka dengan erat.
"Makasih pujianya, tapi kamu harus mandi sekarang atau aku tidak mau di peluk lagi,.." ucap Raka sambil terkekeh. Raka sudah tidak merasa canggung lagi saat di peluk Mizuka. Dan jantungnya berdetak cepat tiap dekat dengan Mizuka dan dia juga merasa nyaman.
"iya, iya,. Aku mandi dulu deh,." Jawab Mizuka seraya melepaskan pelukanya, sebelum dia lari ke kamar mandi seperti biasa dia mencuri saat cium pipi Raka dengan lembutnya.
__ADS_1
"Ah dasar mesum,." Ucap Raka terkekeh.
"Biarin,." Jawab Mizuka seraya menjulurkan lidahnya dan berlalu masuk kamar mandi.
"Gadis ini lucu juga ya, aku senang saat kamu dekat denganku,." Gumam Raka pelan sebelum memakai pakaianya dan mengeringkan rambutnya.
Didalam kamar mandi Mizuka asik membersihkan diri sambil beryanyi terlihat sangat bahagia.
"Raka, aku mencintaimu,." Gumamnya pelan seraya menggosok tubuhnya.
Setelah cukup bersih dia pun keluar hanya mengenakan handuk berniat agar Raka terangsang dan memakanya.
"Sayang....??" Sapa Mizuka setelah keluar kamar dan melihat Raka sedang menyisir rambutnya.
"Iya," jawab Raka langsung menoleh.
Raka pun kaget dan langsung mengalihkan pandanganya kembali ke cermin.
"Cepat kenakan pakaianmu, aku tidak mau kebablasan saat bersamamu,." Ucap Raka pelan , dia tidak ingin Mizuka tersinggung.
Bukan mengenakan pakaian, Mizuka malah mendekat dan memeluk Raka dari belakang.
"Stop ku mohon,!!!" Pinta Raka saat tubuhnya begidik dan jantungnya terpacu cepat.
"Kenapa sih kamu seperti ini, bukankah biasanya kamu yang minta,.??" bisik Mizuka pelan tepat di sambing telinga Raka, sekarang pipi kiri Mizuka menempel di pipi kanan Raka.
Raka pun kaget dan berfikir sebentar, 'apa?? aku memintanya??, sejak kapan...' batin Raka bingung.
"Kamu kenakan pakaianmu dulu nanti kita bicarakan ini!!!" Ucap Raka tersenyum ramah.
"Uh, baiklah,." Jawab Mizuka ketus tapi masih sempat mendaratkan ciuman ke pipi Raka sebelum balik kanan dan memakai bajunya.
Raka pun tersenyum manis pada Mizuka yang patuh.
Mizuka semakin cantik saat memakai Dres berwarna merah muda, terlihat sangat menawan.
Keduanya cek out dari hotel dan masuk mobil siyap untuk pulang.
"Hemmmm, iya tanya saja,." Jawab Mizuka dengan senyum manisnya saat menatap Raka.
"Tadi saat kamu peluk aku, kamu bilang aku sering memintanya,.maksutmu apa bilang seperti itu,.?? Aku kayaknya belum pernah meminta hal seperti itu sama kamu,.?" Raka menoleh dan menatap mata Mizuka dalam saat bertanya.
"Emmmm,... bukankah....." Mizuka tidak berani melanjutkanya, dia teringat saat dia melakukan itu Raka selalu tidur dalam pelukanya, tapi saat terbangun Raka selalu tidak ada dalam kamarnya.
'Kenapa aku merasa aneh ya, apakah aku hanya.... ahhhhh tidak mungkin,." Batin Mizuka, bahkan dalam hati pun dia tidak berani melanjutkanya.
"Hemmm, apakah maksutmu aku pernah melakukanya denganmu, dan aku yang memintanya,.??" Tanya Raka dalam.
Mizuka tidak berani angkat bicara, dia hanya mengangguk dengan canggung karena sedikit malu dan merasa aneh.
"Sebentar-sebentar, seingatku aku belum pernah melakukan itu denganmu, apalagi saat ini aku sendiri kekasih Angelica,." Ucap Raka tegas dan dalam.
Deg.
Hati Mizuka seolah terkena pukulan yang sangat kuat, 'bagaimana mungkin kamu masih pacar Angelica sedangkan kita sudah menikah, apakah selama ini aku hanya... aghhhhh', batin Mizuka tidak masih belum berani melanjutkanya. Dia hanya berfikir sendiri dan menyusun teka teki sendiri, jika dia sudah menikah bagaimana Raka masih bersekolah, dan setiap Mizuka tidur selalu sendiri, saat bangun pun sama. Bukankah seharusnya Raka menemaninya dan tidur bersamanya setiap malam. Seharusnya setelah menikah Raka sudah mulai dengan bisnisnya untuk mulai belajar menjadi pemimpin keluarga, tapi apa ini. Raka masih sekolah dan mengaku masih kekasih Angelica.
"Iya maaf , mungkin aku hanya terlalu berharap jadi....." sekarang Mizuka sangat malu dan menundukan kepalanya karena takut juga dia terlalu berharap kepada Tuan Muda.
'Tunggu-tunggu, pantas saja saat itu aku kaget karena ayah dan ibuku tiba-tiba datang kesini dan bilang padaku bahwa, aku akan menikah dengan Tuan Muda, padahal sebelum tidur, aku masih berusaha sekuat tenaga bertarung denganya di puncak gunung,.' Batin Mizuka, sekarang dia sadar dan sangat malu.
Melihat tingkah Mizuka yang berubah terlihat malu dan semakin canggung, Raka mengelus rambut Mizuka dengan lembut.
"Mungkin kamu terlalu banyak berfikir, jadi kamu bermimpi tentang aku, tapi aku senang dan bahagia karena di fikirkan gadis sebaik kamu,." Ucap Raka sambil tersenyum cerah pada Mizuka.
"Maafkan aku Tuan Muda,." Jawab Mizuka terlihat gugub setelah mengetahui bahwa semuanya hanya mimpi.
'Argghhhhhh sangat memalukan,' batin nya.
"Hahaha biasa saja seperti kemarin, tidak apa aku tidak akan menyalahkanmu atau apapun. Jangan panggil aku Tuan Mudamu lagi, panggil saja seperti akhir-akhir ini kamu memanggilku,." Jawab Raka senyum saat tanganya mengelus dagu manis Mizuka, ini membuat Mizuka bingung dan takut, tapi dia masih memaksakan senyumnya sebelum mengangguk.
__ADS_1
'Apakah ini mimpi lagi,' batin Mizuka.
Setelah mengetahui bahwa dia bermimpi, Mizuka sangat takut bermimpi lagi. Dia tidak ingin bermimpi, apalagi sekarang Raka sangat perhatian padanya, dia juga ketakutan setengah mati, takut bahwa ini hanya mimpi dan dia akan terbangun dari mimpinya.
Raka pun menginjak pedal gas sebelum keluar dari tempat parkir bawah tanah dan keluar dari kawasan hotel.
Mizuka sendiri tetap menundukan kepalanya masih takut, malu, syok, dan juga kecewa. Mizuka menyalahkan dirinya sendiri tanoa menyalahkan Raka, dia sadar bahwa mungkin karena dirinya terlalu berharap pada Raka, sampai-sampai Raka masuk kedalam mimpinya.
Padahal dirinya sadar Raka adalah pacar Angelica, tapi dirinya egois saat Raka menikahinya. Tidak berfikir dua kali dan tidak memikirkan perasaan Angelica, bila saat itu Raka meninggalkan Angelica untuk menikahinya. Sayang sekali saat dia merasa segala impianya terwujud, ternyata semua itu hanya mimpi.
',ternyata aku cukup egois karena hanya memikirkan perasaanku tanpa memikirkan Angelica,' batin Mizuka masih merasa bersalah.
"Maaf Tuan Muda, saya sangat bersalah...." ucapnya pelan.
Raka hanya tersenyum dan menjawab "tidak ada yang perlu di maafkan, kamu tidak salah, aku senang saat kamu sangat perhatian padaku,. ku harap kamu tetap perhatian padaku seperti kemarin-kemarin!!!" Raka kembali mengelus dengan lembut rambut Mizuka.
Di dalam mobil Mizuka hanya diam, karena sangat malu. Raka yang melihatnya menjadi merasa bersalah, 'jadi aku harus bagaimana?? Kenapa sangat sulit saat berurusan dengan wanita, lebih enak baca buku,' pikir Raka dalam hati.
'Tetap saja aku harus bertanggung jawab membuatnya tersenyum kembali,' batin Raka lagi.
Raka adalah orang yang bertanggung jawab sejak masih kecil, karena seperti itu lah didikan orang tuanya. Untuk tidak merendahkan orang lain dirinya selalu bertanggung jawab atas segala yang di perbuatnya.
Tak terasa, saat ini sudah sampai di Magelang, tidak melanjutkan perjalanan Raka malah berhenti di sebuah pasar malam, karena hari minggu. Pasar malam di buka siang hari,.
"Ayo turun,...!!" Ajak Raka sambil senyum menatap Mizuka.
"Baik Tuan Muda,." jawab Mizuka pelan, sebelum turun dari mobil. Banyak orang menatap kagum pada pasangan Raka dan Mizuka. Raka mengendarai Ferrari terbatas dan sekarang bermain di pasar malam (dibuka siang hari), bahkan dia tidak malu bermain segala macam permainan bersama pasanganya.
"Ternyata orang kaya sejati tidak memandang rendah tempat seperti ini, buktinya dia sangat menikmati bermain di tempat seperti ini," ucap seorang lelaki ke temanya saat duduk di warung bakso.
Raka yang mendengarnya hanya menanggapi dengan senyum dan anggukan, di ikuti Mizuka.
Orang tadi menanggapi dengan anggukan juga, dia merasa senang dengan tingkah pemuda ini.
Masih sangat muda tapi mengerti cara mencapa seseorang dengan sopanya.
Setelah Raka dan Mizuka pergi mereka yang ada di dalam warung bakso semua membicarakan pasangan ini.
Setelah bermain seharian denga Raka di pasar malam (dibuka siang hari). Mizuka sedikit melupakan masalahnya dan kembali tertawa dengan Raka tanpa merasa canggung lagi.
Setelah Raka melihat senyum Mizuka, beban di hatinya kembali mereda.
"Kita makan dulu ya, aku lapar,.??," ujar Mizuka pada Raka.
"Baiklah, kita makan bakso saja ya!!" Jawab Raka dengan senyum nya.
Akhirnya keduanya masuk dan memesan bakso di tempat tadi dia menyapa beberapa orang.
"Oh silahkan mas," sapa Pedagang bakso saat melihat Raka dan Mizuka mendekat.
" Pak saya pesan 3 porsi ya, dua untuku dan satu untuk keksasihku,." Ucap Raka percaya diri.
"Apa,??" Hanya itu yang keluar dari mulut Mizuka saat menatap Raka dalam.
"Tidak apa, pokoknya kamu ikutin saja semuanya sayang...." sekarang Raka yang menggoda Mizuka, dia merasa bersalah dan memutuskan untuk sedekat mungkin dengan gadis ini. Mizuka sangat baik padanya, tidak mungkin Raka tidak tersentuh.
Jadi dalam hati yang terdalam, Raka ingin menyenangkan Mizuka.
"Ah baiklah, semoga ini bukan mimpi,." Jawab Mizuka ketus, kembali teringat mimpi yang memalukan itu.
"Auwwww sakit...." Mizuka menjerit kesakitan saat Raka mencubit hidungnya.
"Berarti kamu tidak sedang mimpi,." Jawab Raka sambil tertawa kecil "ayo duduk." Tambah Raka seraya menyeret tangan Mizuka untuk duduk di lesehan warung bakso.
Mizuka hanya mengikutinya sambil tersenyum. Saat melihat Mizuka kembali tersenyum Raka menjadi semakin gemas denganya.
"Maaf mas sedikit kotor.," ucap pedagang bakso.
"oh tidak apa pak," jawab Mizuka dengan senyum ramahnya.
__ADS_1
Pedagang bakso pun merasa lega dan mengeluarkan nafas panjang perlahan.
Setelah itu Raka dan Mizuka duduk saling berhadapan, Raka menatap Mizuka dengan tatapan penuh arti, ini membuat Mizuka sedikit malu dan menundukan kepalanya seraya tersenyum sedikit.