Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 46


__ADS_3

Akhirnya 11 orang rombongan Raka, pergi saat malam menuju puncak gunung JayaWijaya, mereka semua sangat kedinginan karena puncak gunung membeku dengan gumpalan Es. Hanya Raka yang merasa baik dan tidak merasakan efek samping dari Es tersebut.


"Maaf Tuan, kami sudah tidak kuat,." Ucap Liben seraya menggigil pelan.


"Tenang saja, hanya malam ini kalian kedinginan,." Ucap Raka menenangkan.


"Apa yang akan kita lakukan di tempat sedingin ini, Tuan,." Tanya bawahan Liben.


"Aku akan melatih kalian disini,.!!" Jawab Raka tersenyum.


"Apa?? Apakah begitu, tapi kenapa hanya kami, tidak sekalian semua saja Tuan,.??" Tanya bawahan yang lain.


"Karena aku ingin yang terkuat terlebih dahulu,." Jawab Raka tegas.


"Baiklah Tuan, kami mengikuti anda,." Jawab Liben pasrah.


Sekitar 6 jam menjalani pelatihan dengan Raka, swmua orang sudah roboh dan tidak bisa menggerakan seluruh tubuhnya.


Mereka merasa sangat menderita karena dipaksa menggerakan bagian tubuh yang sudah kaku agar lentu.


Rasanya semua tulang mereka sudah remuk, walaupun merasa tersiksa, mereka tidak berani mengeluh karena sudah bersumpah setia dan tidak akan berhianat.


"Tenang saja, kalian akan segera membaik,." Ucap Raka seraya mengeluarkan sebuah serbuk dan gelas dari bambu. Raka menghancurkan Es dan membuatnya mencair dengan genggaman kuatnya.


Setelah Es mencair, Raka memasukanya ke dalam gelas bambu di campur dengan serbuk rahasia yang di buatnya sendiri di hutan dan telah di campur darahnya sendiri. Sama seperti sebelumnya saat memberikan jamu ini kepada Melany. Setelah meminum jamu itu, semua orang langsung tertidur di dalam malam yang dingin di atas bongkahan Es.


Pagi keesokan harinya, semua orang membuka mata nya saat mentari mulai terlihat dari puncak gunung.


"Jadi kalian sudah mulai bangun,." Ucap Raka dan membuat semua orang membuka matanya dengan cepat sebelum langsung duduk bersama.


"Apakah kalian merasa dingin sekarang,.??" Tanya Raka sambil tersenyum.


Semuanya diam dan merasa aneh, seharusnya di tempat seperti ini sangat dingin, apalagi mereka saat ini duduk di atas balok Es. Tapi anehnya, mereka biasa saja tanpa merasa dingin ataupun panas.


"Tidak sama sekali Tuan,." Jawab Liben tegas.


"Kalau begitu kita kembali sekarang, oh iya saya lupa menjelaskan, setelah kalian meminum jamu semalam, daya taham tubuh kalian akan meningkat pesat dan juga jika kalian terluka di bagian luar kulit kalian, luka itu akan cepat mengering,." Ucap Raka menjelaskan seraya menghela nafas panjang sebelum mengeluarkanya perlahan, "tapi efek sampingnya adalah kalian tidak akan bisa menghianatiku karena minuman itu mengandung darahku,." tambah Raka. Raka tidak mengatakan bahwa tubuh mereka bisa membusuk, karena tidak ingin terlalu menakut-nakuti mereka.


"Apa,?? Baik Tuan, kami memang tidak berencana menghianati Anda,.!" Jelas Liben. Semua orang hanya mengangguk.


Setelah jeda singkat, semuanya mengikuti Raka berlari dengan ringanya, dan kurang dari 10 menit sudah sampai di lokasi pembangunan perkampungan mereka.


Semua orang kaget tapi juga senang, karena pemimpin mereka telah kembali.


Ke 10 orang termasuk Liben merasa senang karena kekuatan dan fisik merereka meningkat secara drastis. Ada kalanya dia berfikir 'bagaimana seandainya sekarang aku bertarung melawan Tentara Negara ini, pasti dengan sangat mudah ku kalahlan walaupun mereka menggunakan senjata lengkapnya,' tapi kemudian Liben menepis pemikiran seperti itu, karena dia dan seluruh bawahanya sudah tidak berniat menjadi penghianat Negara lagi. Juga dia akan menyerahkan jiwa dan raganya untuk patuh dan tunduk pada perintah Tuanya.


Semua wanita segera menyiapkan makanan untuk Tuan mereka, karena Raka sendiri suka makan yang sudah di rebus atau di masak, semuanya mengikuti seperti Raka, makan makanan yang sudah di masak.


Tidak seperti sebelumnya yang mereka makan seadanya tidak perlu di masak, seperti hewan lainya, karena mereka benar-benar hidup bersama mereka di hutan liar.


Tapi sekarang benar-benar berbeda, mereka sumua mengikuti cara hidup Tuan mereka.


Selesai makan, Liben selaku tangan kanan Raka mulai sekarang dan seterusnya. Liben menceritakan semuanya yang pernah dia ceritakan pada bawahan tentang Randika dan bertanya kembali pada Tuanya untuk memastikan.


"Masalah saya Randika atau bukan saya tidak terlalu memikirkanya, apakah kalian hanya akan tunduk pada Randika, bukan padaku,.??" Tanya Raka penasaran.


"Oh sama swkali tidak Tuan, kami akan setia kepada Anda, meskipun Anda Randika atau bukan Tuan,." Jawab Liben dengan cepat dan sedikit gemetar.

__ADS_1


"Hahaha tenang saja, tidak usah terlalu takut seperti itu,.!!" ucap Raka menenangkan.


"Oh iya , kalian bisa memanggilku Raka saja,." tambah Raka memperkenalkan diri.


"Baik Tuan Raka,." Jawab Liben dan di ikuti anggukan semua orang yang mendengar.


"Aku ingin bertanya padamu, sebenarnya berapa banyak orang di sini yang mengikuti kita,.??" tanya Raka seraya menatap Liben.


"Sekitar 1300 orang Tuan,." Jawab Liben.


"Baiklah, sudah cukup bicaranya ayo kita mulai bekerja,.!!" Pengumuman Raka seraya berdiri.


---


Setelah minggu ke dua pembangunan, semua tempat tinggal sudah selesai di bangun, karena semua orang melakukan kerja sama, ini yang membuat Raka bangga  dengan Liben dan anak buahnya. Semua setia dan saling membantu.


"Semuanya sudah selesai Tuan,.tapi bolehkan saya menyarankan,.??" ucap Liben menyatukan kedua telapak tanganya.


"Langsung katakan saja,.!!" Jawab Raka dengan anggukan.


"Saya menyarankan membuat tempat khusus untuk Anda dan kita semua saat berkumpul Tuan, atau lebih tepatnya ruang rahasia Tuan,.!!" ucap Liben menjelaskan.


Raka berfikir sebentar dengan saran Liben, 'sepertinya memang membutuhkan Ruang Rahasia, atau padepokan Rahasia saat aku melatih mereka, agar tidak di ketahui orang luar, tapi dimana...??' Setelah berfikir sebentar Raka menemukan Ide.


"Baiklah, tapi apakah kalian sanggup,.??" Tanya Raka memastikan.


"Kami sanggup Tuan,." Jawab semua orang serempak, seperti sudah membuat perjanjian.


"Baiklah akan ku putuskan, kita semua akan membangun padepokan bawah tanah dan pusatnya di sebelah sana," pengumuman Raka saat tanganya mengacing di sebuah Tebing yang tinggi, karena saat ini mereka ada di bawahnya. "Mulai saat ini dan seterusnya kita akan mulai bekerja lebih keras daripada biasanya,." Tambah Raka.


Setelah di jelaskan, semua orang termasuk wanita dan anak-anak membantu menggali dan bergantian karena juga harus ada yang menyiapkan makanan untuk para pekerja, semuanya sangat Rapi bahkan dalam waktu satu bulan, Ruangan bawah tanah sudah mencapai lebar sekitar 700 meter persegi, ini semua berkat kerja keras semua orang. Dalam ruangan tersebut sebagian besar terbuat dari batu kapur alami, jadi tidak akan mudah roboh. Raka bahkan menambahkan berbagai potongan kayu yang kuat sebagai tiang penyangga untuk mengantisipasi keadaan terburuk nanti.


Kembali kemasa sekarang, sekitar 3 hari yang lalu Raka melihat ada 3 Helicopter mendekati rumah pohonya, tapi dia tidak terlalu memikirkanya karena tidak berniat kembali lagi. Tapi mendengar jawaban Liben bahwa barusan ada yang datang mengintai, membuatnya merasa khawatir juga.


"Liben!!" Panggil Raka.


"Iya Tuan," jawab Liben ramah dan berhenti dari pekerjaanya.


"Jaga semua orang untuku, ada yang harus kupastikan!!" Perintah Raka tegas.


"Baik Tuan, anda bisa menyerahkanya pada saya,." jawab Liben ramah.


Setelah mendengar kesanggupan Liben, Raka melompat dan menuju rumah pohonya dengan cepatnya.


"Siapa sebenarnya mereka,." Gumam Raka seraya melompat dari pohon ke pohon.


---


Di rumah pohon sendiri, saat ini Mela dan anak buahnya sedang makan karena sudah kelaparan, mereka memetik buah yang ada si sekitar.


"Nona, jadi apa yang akan kita lakukan sekarang,.??" Tanya Alex sopan sembari mengunyah makanan.


"Aku belum tahu, tapi aku harap kalian menepati janji kalian untuk setia padaku,.!!" jawab Melany mengingatkan.


"Tentu saja Nona, kita menunggu perintah anda selanjutnya,." jawab Alex sedikit gemetar, dia masih ingat saat Melany memukul jidat Bosnya sampai pecah. Jika dia sampai berani menghianatai Melany, sudah di pastikan akan mendapatkan perlakuan yang lebih kejam dari Melany.


"Tenang, saat ini makan dulu saja,.!!"

__ADS_1


"Baik Nona,." Jawab Alex ramah, kesembilan bawahanya juga diam tanpa kata karena takut menyinggung Melany.


---


Di tempat yang tidak terlalu jauh, saat ini Raka sedang mengawasi Melany dan lainya dari balik pohon.


"Apa yang gadis gila itu lakukan di sini, apakah masih ingin menggangguku lagi, atau ingin balas dendam?? Sampai membawa beberapa orang juga,." Gumam Raka pelan.


Raka ingin pergi, tapi juga ingin bertemu dengan Melany. Bingung dengan yang dia rasakan, akhirnya Raka diam dan duduk di cabang pohon saat memikirkan, apakah ingin menemui Melany atau tidak. Swbenarnya Raka sudah menganggapnya sebagai teman, Raka juga tidak marah dengan perkataan Melany. Hanya saja Raka selalu malas mendengar celotehan mulut gilanya.


Raka memutuskan untuk menunda pertemuanya dengan Melany dan langsung pergi meninggalkan lokasi setelah mengeluarkan nafas dari mulutnya.


---


"Kita akan bermalam disini, dan besok pagi kita akan mencari seseorang,!!" Ucap Melani pada anak buahnya.


"Baik Nona, tapi sekarang masih sore, apa tidak kita cari sekarang saja,.??" tanya Alex ramah.


"Benar juga masih sore, tapi bagaimana kalau kita tidak menemukanya sampai malam?? Aku tidak ingin ada yang terluka di antara kita, ingat!! Di hutan sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari,." Melany menjelaskan.


"Kalau begitu, sore ini kita hanya duduk-duduk di sini Nona,.??"


"ya mau bagaimana lagi, apakah kamu keberatan,.??


"Tidak sama sekali Nona,."


Kelompok ini hanya mengobrol sedikit dan menunggu malam tiba seraya membersihkan kotoran-kotoran yang ada di rumah pohon, karena sudah lama tidak di huni, jadi banyak kotoran dedaunan kering dan lainya berserakan.


---


Di tempat lain, saat ini Raka sedang membantu seluruh bawahanya mendirikan ruang bawah tanah yang lengkap seperti Rumah mewah pada umumnya, karena sebelum bertemu dengan Raka. Liben dan anak buahnya telah mencuri beberapa peralatan dan juga bahan-bahan bangunan dari berbagai perusahaan asing yang telah lama berdiri di tanah mereka. Lebih tepanya Liben merampok, bukan mencuri.


"Sebenarnya semua ini berniat kami tukar dengan senjata yang lebih maju sebelum kita bertemu, Tuan. Tapi karena anda telah berbaik hati menerima kami, kami akan memberikan semua ini sebagai tempat tinggal anda Tuan,." Jelas Liben pada Raka.


"Kamu terlalu merendahkan dirimu, semua orang boleh tinggal di sini jika muat, kita sekarang telah menjadi keluarga besar, jadi jangan sungkan untuk saling membantu,." jawab Raka ramah seraya menepuk-nepuk punggung Liben.


"A-baik Tuan, terimakasih,." Liben tergagap karena senang, ternyata Raka sebaik ini. Jadi tidak ada salahnya dia dan seluruh warganya mengikuti Raka.


"Kita akan membuat Ruang tengah yang cukup besar untuk berlatih di antara kita, dan beberapa ratus kamar, agar mampu menampung semuanya saat kita dalam masalah, karena aku yakin. Negara ini masih mencari kalian,. Dan kuharap jangan memulai pertempuran, suatu saat aku sendiri yang akan bernegosiasi dengan Presiden, agar semua menjadi damai kembali,." ucap Raka menjelaskan, Raka tidak ingin menjadi musuh Negara, karena itu dia berniat memajukan pulau ini juga bila saatnya tiba.


"Ah baiklah Tuan, kami dapat yakin dengan keputusan Anda,." Jawan Liben dengan Anggukan, bahkan semua orang yang mendengar ini juga merasa senang.


Setelah semua yang mereka lalui bersama Raka, hampir seluruh Rakyat ini menjadi patuh pada Raka dan mulai menghilangkan dendam di hati mereka, karena menurut Raka, dendam hanya akan menghasilkan dendam yang lebih dalam lagi, dan tidak akan ada habisnya. Apa salahnya kita mulai memaafkan dan saling berdamai.


"Ya sudah karena sudah sore, kita istirahat dulu dan mandi membersihkan diri, aku ingin kalian semua bersih dan memakai pakaian sewajarnya orang normal, maaf bukan bermaksut menyinggung, tapi lebih baik kita menutup tubuh kita dengan pakaian daripada seperti ini, kita hanya akan terlihat terlalu jadul, jika ingin tanah kita maju dan tidak merasa terjajah, kita harus mulai dari diri kita sendiri,.!!" Perintah Raka tegas, dan semua orang hanya mengangguk setuju.


Semua orang membersihkan diri di sungai.


Karena di sini belum di bangun kamar mandi, membutuhkan terlalu banyak proses untuk benar-benar membuat mereka berubah menjadi lebih baik seperti orang normal lainya.


Apalagi saat ini Raka sedang dalam masa pengasinganya yang tidak mungkin menghubungi keluarganya untuk minta bantuan, jadi Raka hanya bisa melakukan sebisanya saja.


Setelah semua membersihkan diri, Raka membagikan pakaian kepada semua orang, pakaian ini juga di dapatkan dari merampok, .


"Kenapa aku tidak melihat semua ini saat kita pertama datang ketempat ini,.?? Tanya Raka langsung ke Liben.


"Maaf Tuan, tidak ada niat kami berbohong, hanya saja saat itu masih ada di persebunyian lama kami, di sana juga masib banyal berbagai peralatan tempur, kami berniat membawanya kesinis setelah tempat ini selesai pembangunan,." Jawab Liben saat meneteskan keringat si dahinya, karena takut bila Raka salah mengira dia adalah penghianat.

__ADS_1


"Oh baiklah, berarti kita juga harus membuat gudang senjata di sini, untunglah tebing ini sangat Luas, jadi saat di gali, tidak ada yang perlu di khawatirkan jika hanya untuk menampung kita semua.," tambah Raka ramah, Liben dan ke 9 orang yang menjadi tangan kanan Raka menghela nafas lega.


__ADS_2