Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 35


__ADS_3

Raka tidak begitu peduli dengan orang-orang ini dan langsung masuk Rumah Sakig setelah mengunci pintu mobilnya.


Bahkan Raka langsung masuk bangsal VIP yang digunakan untuk merawat dan menginap Boni.


"Boni, sudah baikan kah,.??" Tanya Raka langsung setelah dia membuka pintu ruangan.


Tadi kedua pengawal yang di tugaskan Raka untuk mwnjaga Boni masih setia di sini untuk bekerja shift, karena itu yang tugas berjaga saat ini bukan Al dan El bersaudara.


"Ah Raka,." Jawab Boni.


"Sepertinya sudah mendingan, tanganku sudah tidak merasakan sakit lagi, dan juga sudah tidak bengkak, ini terlalu aneh, karena baru 2 hari langsung sembuh total dan dokter bilang, besok aku sudah boleh pulang bahkan bisa kesekolah,." Jawab Boni terlihat senang.


"Syukurlah, aku senang mendengarnya.," balas Raka dengan anggukan, "syukurlah jamu itu manjur,." Batin Raka.


"Memangnya dia kenapa Tuan Muda,.??" sahut Mizuka penasaran, setelah dia tahu semua hanya mimpi, dia kembali memanggil Raka dengan sebutan lama nya bila sedang bersama orang lain, tapi saat berdua panggilan manjanya seperti sepasang kekasih, ",di lihat dari bekasnya sepertinya itu sepergi cengkraman tangan manusia,." Lanjut Mizuka.


"Ah siapa dia Raka, wanita yang cantik,." Sambung Boni setelah melihat wanita secantik model luar negeri ada di depanya.


"Ah maaf belum sempat memperkenalkan, ini Mizuka bisa di bilang temanku,." Jawab Raka bohong.


"Oh cuma teman, kukira siapanya,. bisa-bisa entar Angel ngamuk lagi kalau tahu kamu bawa wanita secantik ini,." Tambah Boni sambil terkekeh menggoda Raka, setelah kejadian Angel menyengkeram tangan Boni, hubungan Raka dan Boni semakin membaik.


"Ah, dia tidak akan mengamuk lagi,."jawab Raka seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kenapa mengobrol sendiri, itu kenapa tanganya,.??" Sahut Mizuka lagi, karena merasa terabaikan.


Saat ini ketegasan Mizuka lebih mirip pengawal dari pada seorang kekasih. Raka sendiri masih bingung dengan hubungan keduanya.


"Oh iya begini..." akhirnya Raka menceritakan semuanya pada Mizuka, bahkan menceritakan tentang Angel yang menghajarnya.


"Apa??" Hanya itu yang keluar dari mulut Boni dan Mizuka.


"Ya sudah melongonya, kenapa kalian begitu kaget,.??" Ucap Raka lagi karena mulut kedua orang ini menganga lebar.


"Ahhhhh.... apakah kamu terluka Raka,.?? Bagaimana bisa Angel menghajar pacar sendiri, apakah dia GILA,.??" tanya Boni keras, sekarang merasa marah juga setelah mengetahui sifat asli gadis itu.


Kalau saat menghajar Boni mungkin benar, karena Boni mencoba melukai pacarnya, tapi dia bahkan menghajar pacarnya sendiri. Dimana akal sehat wanita itu.


"Aku tidak apa kok tenang saja soal itu,." Jawab Raka percaya diri menunjukan bahwa tubuhnya baik-baik saja.


Mizuka tidak menjawab, dia hanya diam karena sangat mengerti situasinya, dia juga sadar bahwa Raka tidak akan tergores sedikitpun bila gadis gila itu menghajarnya bahkan sampai tangan gadis itu berdarah.


"Ya sepertinya begitu,. Lebih baik kau tinggalkan saja gadis gila itu Raka, walaupun dia memang sangat cantik,. Tapi tempramen gila nya bisa berbahaya,." Saran Boni saat bicara perlahan.


"jangan seperti itu, mungkin dia akan berubah suatu saat nanti,. Oh iya sampai ketemu di sekolah ya, aku harus pulang dulu, karena harus belajar juga,.. kita mendekati ujian semester pertama kan,.??" Ucap Raka, mencoba untuk tidak melanjutkan pembicaraan tentang Angelica.


"Oh benar, aku belum sempat belajar juga, sampai ketemu di sekolah ya, setelah ini akan ada dokter yang memeriksa tanganku, seandainya sudah benar-benar pulih, aku boleh pulang sore ini.," jawab Boni, merasa senang karena tidak terlalu lama menginap di Rumah Sakit.


"Iya, sampai ketemu besok, aku pulang dulu ya,." Ucap Raka, seraya bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar di ikuti Mizuka.


Mizuka hanya diam tak berkomentar, tapi sangat marah dan geram dengan tingkah Angel yang berani menghajar Raka "apakah wanita itu sudah bosan hidup,.." batin Mizuka, merasa sangat geram.


"Iya Raka, terimakasih, hati-hati di perjalanan,." Jawab Deni seraya melambaikan tangan.


Setelah Raka dan Mizuka pergi, Boni kembali merebahkan tubuh nya di ranjang.

__ADS_1


"Tuan Muda, aku ingin bertanya sesuatu,.!!" Ucap Mizuka tegas saat keduanya keluar di depan Rumah Sakit.


"Apa lagi,.?? Lagian kenapa kamu sekarang panggil akubm Tuan Muda lagi,.??" Tanya Raka ke Mizuka, karena merasa bahwa Mizuka kembali ke sifat awalnya seperti seorang pengawal.


"Oh maaf, kita bicara di mobil saja, takut ada yang mendengar,." Jawab Mizuka sekarang wajahnya memerah karena di ingatkan dengan kekonyolanya yang mengira Raka suaminya.


"iya, makanya langsung saja ke mobil,." Tambah Raka, keduanya langsung ke parkiran, Mizuka tidak menunggu di pinggir jalan tapi mengikuti Raka ke tempat parkir.


Seperti biasa banyak remaja bahkan wanita terlihat sudah dewasa dengan percaya diri duduk di kap mobil dan berfoto.


Raka hanya menggelengkan kepalanya melihat wanita itu tidak tahu malu. Apalagi kebanyakan dari mereka pasti ingin pamer di medsos.


"Selalu saja ada orang memamerkan yang bukan milkknya,." Gumam Mizuka pelan.


Raka sedang malas berdebat dan langsung menekan tombol pada kuci mobil.


Berbunyi! Berbunyi!


Keempat lampu mobil menyala,


Dan Raka langsung membuka pintu mobil sebelum menyalakanya dengan gemuruh rendah.


Wanita yang sedang duduk di kap mobil pun tersentak dan melompat turun.


Terjadi keheningan saat semua itu terjadi, tapi Raka tidak terlalu memikirkanya. Mizuka juga langsung masuk ke mobil.


"Jadi dia pemilik mobil ini, padahal terlihat masih remaja,." Gumam wanita tadi setelah mobil Raka pergi dari tempat parkir. "Uh memalukan, seandainya sudak dewasa, pasti akan ku dekati dia, tenyata hanya anak kecil,." Batin wanita tadi.


***


"Ah aku marah, kenapa Angelica bisa segila itu.... bagaimana dia berani menghajar Tuan Muda,." Gumam Mizuka.


"Sudah tidak apa, mungkin karena aku yang kelewatan membuatnya tersinggung,." Jawab Raka mencoba menenangkan Mizuka.


"Ini bukan soal tersinggung, tapi tetap saja mereka adalah bawahan Randika, berani sekali mereka menginjak-injak Tuan Muda dari keluarga Randika, apakah mereka sudah bosan hidup,.??" Tambah Mizuka merasa sangat geram.


Settttttt.


Raka memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Loh kenapa berhenti,.??" Tanya Mizuka, karena Raka berhenti mendadak.


"Aku ingin memastikan dulu,." Jawab Raka, Mizuka yang mendengar ini hanya menatap wajah tampan Raka yang membuatnya merasa tak rela bila ada yang berani menyakitinya.


"Aku tahu sifat aslimu lembut dan baik, ku mohon bersabarlah, ini masalahku dan juga aku sendiri yang akan menyelesaikanya, jangan libatkan dirimu dalam masalahku, juga jangan laporkan ini kepada kakek, ataupun keluarga Randika lainya, aku takut keluarga Jonson akan di asingkan,." Tambah Raka menjelaskan, dia pernah mendengar ini dari kakeknya saat setelah selesai acara ulang tahun ke 17 nya. Kakek Raka bilang, bila ada dari bawahan yang berani menyentuh atau bahkan berani berhianat kepada keluarga Randika, maka seluruh aset yang dimilikinya akan di ambil kembali ke keluarga Randika, bahkan seluruh keluarganya akan di asingkan kedalam hutab belantara. Raka kembali mengingat hal itu setelah melihat marahnya Mizuka, ternyata keluarga Randika sangat dingin dan lebih menyeramkan dari yang pernah di fikirkan Raka.


"Tapi Tuan Muda,..."


"Cukup jangan panggil aku Tuan Muda lagi saat kita hanya bersama, sekarang kamu adalah sahabatku,.. jadi panggil nama saja.. aku juga akan meminta pribadi kepada kakek agar menggantikan tugasmu untuk memata-matai keluarga Jonson." Potong Raka langsung sebelum Mizuka melanjutkan bicara nya. Raka bicara dengan lembut dan Mizuka hanya mengangguk, dia sangat senang karena akan terus hidup bersama Raka walaupun belum di pastikan seperti apa perasaan keduanya ke depan.


Setelah melihat anggukan Mizuka, Raka kembali melajukan kendaraanya.


"Tunggu sebentar, bukankah itu paman Jonson dan nyonya Jonson, ada Angelica juga,. apa yang mereka lakukan di rumahku dan kenapa mereka di luar,." Tanya Raka pada dirinya sendiri karena merasa bingung.


"Pasti mereka ingin memohon ampunan anda Tuan,." Ujar Mizuka.

__ADS_1


"Oh seperti itu, tapi kenapa mereka di luar,?? Apa yang terjadi,. Mereka juga terlihat sangat pucat.," tanya Raka merasa bingung.


"Sebaiknya kita langsung tanyakan kepada mereka,." Jawab Mizuka, sebenarnya Mizuka sudah bisa menebak. Kedua pengawal pribadi Raka yaitu Al dan El pasti sudah mendengar bahwa Angelica menghajar Tuan Muda, mangkanya mereka sudah tidak di ijinkan masuk kedalam rumah Randika.


Setelah jeda singkat akhirnya Raka masuk kehalaman rumahnya sebelum memarkir mobilnya.


Ketiga orang tadi yang sudah pucat menjadi sedikit lega setelah melihat mobil Raka kembali.


"Maaf paman Jonson, sebenarnya apa yang terjadi di sini, kenapa anda di luar, dan sangat pucat,.??


Tanya Raka langsung, saat dia keluar dari mobil dan berlari menemui Patrik, Alice, dan Angelica. Terlihat Patrik paling pucat, seperti belum tidur dan mandi selama sehari semalam karena begadang. Kulitnya menjadi kusam dan berkeringat.


Alice hanya menundukan kepala, sedangkan Angel menatap tajam pada Mizuka yang baru siaja turun dari mobil,. "Jadi kamu pergi berduaan dengan wanita rendahan ini, dan membuat kami menunggu seharian, baiklah... setelah ini aku akan memberi wanita itu pelajaran yang akan membuatnya menyesal karena mencoba mendekati kekasihku,." Batin Angelica, dia sangat cemburu dan marah.


Alice melirik anak nya, angsung menyenggol dan menatap tajam agar menundukan kepala, Angel yang menerima kode dari ibu nya, langsung menindukan kepalanya.


Mizuka yang mengetahui tatapan Angelica pun tidak takut, Angelica bukanlah tandinganya, lagian Raka sudah bilang akan meminta Mizuka menjadi pengawal pribadi nya dan mengganti seseorang yang memata-matai keluarga Jonson.


"Maaf Tuan Muda, mohon ampuni kami,.... anda bisa menghukum anak kami semau nya, tapi ku mohon beri kami ampunan dan juga jangan ambil jabatan saya Tuan!!!" Ucap Patrik saat air mata mengalir di pipi nya.


"Mohon ampuni kami Tuan Muda,." Lanjut Alice.


"Maaf kelancangan saya Tuan Muda, saya bersedia menerima hukuman apapun karena telah sangat menyinggung anda,.!!!" Ucap Angelica pelan, dia merasa lucu karena meminta ampunan kepada kekasihnya dan sampai seperti ini.


"Tidak ada yang perlu di ampuni atau maafkan, saya tidak merasa Angelica telah menyinggung saya, saya mengerti itu dan saya mengakui itu semua karena kesalahan saya, sudah jangan di perpanjang,." Ucap Raka saat dia mencoba membuat ketiganya berdiri kembali, tidak pada tempatnya seorang yang lebih tua menunduk padanya, bahkan memohon seperti ini. Itu menurut pendapat Raka.


"Al dan El, kenapa kalian tidak mebawa keduanya masuk,.??" Setelah Raka membuat ketiga orang itu berdiri, dia langsung mengalihkan pandangan dan bertanya pada penjaganya, aneh sekali bahwa penjaganya hanya berdiri disana padahal ada tamu di sini. Sampai-sampai di biarkan terduduk di tanah.


Sebenarnya Raka sangat marah melihat anak buahnya seperti ini, tapi dia harus sabar karena ingin tahu yang sebenarnya.


"kami akan berkata jujur Tuan Muda,." Jawab Alfaro.


"Kami sudah mengetahui semuanya, bahkan kakek anda sudah mengetahui tentang kejadian itu, jangan meremehkan kekuatan keluarga anda untuk mecari informasi Tuan,." Tambah Elfaro.


"Apa,?? Kakeh sudah mengetahuinya,.??" Tanya Raka, dia pun sudah bergetar ketakutan dan berubah menjadi pucat. "bagaimana nasib keluarga Jonson setelah ini," batin Raka. Membayangkanya saya sudah menakutkan.


Bahkan saat ini, Patrik dan Alice sudah kembali jatuh ketanah dan tanganya mengepal, dia sudah tahu konsekuensi nya. Hanya Angel yang masih berdiri menatap tajam pada Mizuka, seolah memberi nya peringatan untuk mengatakan "aku akan memberimu pelajaran."


Mizuka hanya membalas Angel dengan tatapan tajam juga, dia tidak takut pada Angel ataupun keluarganya.


"Kenapa keluargaku sangat menakutkan seperti ini, apa yang sebenarnya pernah terjadi di masa lalu


, sampai kakek sangat teliti dan kejam seperti ini,." Gumam Raka pelan.


"Tapi anda tenang saja Tuan Muda, Tuan Tertua memberikan anda jalan,." Tambah Alfaro.


"Apa jalan,.?? Jalan seperti apa maksutnya,.??" Tanya Raka.


"Ya anda harus menghukum seseorang yang telah berani menyinggung anda, jika tidak ya anda tahu sendiri konsekuensi untuk mereka,." Jawab Elfaro tegas seraya tanganya menunjuk ke Angelica.


Angelica tidak mendengarkan ini, malah masih saling tatap dengan Mizuka.


Plak...


Sebuah tamparan melayang ke pipi Angelica dengan keras.

__ADS_1


__ADS_2