
Saat semua itu teejadi, Raka menjalankan mobil nya menuju Jogja dengan Mizuka.
Mizuka sangat bahagia, Raka pun juga bahagia karena saat bersama Mizuka, dia seakan melupakan semua masalahnya.
"Sayang, kita ke pantai dulu ya, sepertinya sudah lama banget aku gak ke pantai,." Ujar Mizuka seraya tubuhnya menyender ke tubuh Raka dan menggandeng tangan Raka.
Di dalam mobil, Mizuka sangat mesra bahkan Raka juga tidak merasa canggung sedikitpun saat Mizuka menggandengnya, bahkan merasa Mizuka lebih menarik di bandingkan dengan Angel.
"Iya, hari ini aku jadi sopir kamu,." Jawab Raka seraya tersenyum, seolah seluruh beban nya telah hilang.
"Gak boleh bilang gitu,..!! kamu tetap suamiku, bukan sopir,." Tegur Mizuka ke Raka pelan sambil tersenyum.
"Apa,.??" Jawab Raka kaget, 'sejak kapan aku jadi suami dia hahaha,' batin Raka seraya menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa, fokus saja nyetir nya,..." Jawab Mizuka tersenyum menatap Raka yang tampan.
"Oh baiklah,..." jawab Raka dengan anggukan.
'Kenapa rasanya aneh ya, Raka mesra tidak seperti biasanya saat dia minta begituan, ahhh.." batin Mizuka saat dia terus menatap Raka.
***
"Kenapa tidak di angkat sih ku telfon dari tadi ahhhh....!!!!!" Angel menjadi geram dan juga takut bila Raka marah, dia hanya ingin Raka sadar bahwa dia ingin di mengerti, bukan malah di cuekin.
"Baiklah aku akan datang langsung kerumahmu,." Gumam Angel sedikit merasa bersalah.
"Tapi, bagaimana bila dia tidak menemui ku,. Arghhhhh sangat memalukan mengejar seorang lelaki yang tidak peka sama sekali,." Gerutu Angel, masih bicara sendiri. Angel tidak tahu kalau hp Raka tertinggal di mobil Brio, jadi dia menjadi sangat khawatir.
"Tunggu, bukankah Raka selalu belajar saat di rumah,."
"Ah aku jadi bingung harus berbuat apa lagi,.."
"Atau aku minta tolong Susi dan Deni saja ya,."
"Ah tapi memalukan lagi, baru baikan kemaren sekarang sudah marahan lagi,."
"Aku bisa gila......"
"Raka sayang, angkat dong....."
Angel menjadi semakin histeris, karena sudah puluhan kali menelfon Raka, tapi tidak pernah di angkat. Bahkan panggilan terakhir sudah tidak bisa.
***
"Aku pengen makan bakso malang, apakah kamu tidak keberatan,.??" Ujar Raka.
"Ah tidak mungkin aku keberatan, aku ikut saja sama kamu, kemanapun kamu mau,." Jawab Mizuka seraya tertawa kecil, membuktikan dia sangat senang.
"Ah baiklah,." Balas Raka tersenyum.
Tak begitu lama, akhirnya mereka sampai di warung bakso malang Maenyos di Magelang.
"Ayok turun atau mau menunggu di sini,.?? Ujar Raka pelan.
"Pasti turun lah,." Jawab Mizuka tersenyum Ramah, kemudian melepaskan tangan Raka sebelum membuka pintu mobil dan turun.
Memang banyak gadis menatap iri saat melihat Ferrari itu berhenti, apalagi di depan warung Bakso Malang.
Bahkan pemilik warung dan semua pengunjung juga takjub, tapi tidak seperti saat di Temanggung.
Mereka mempersilahkan Raka dan Mizuka untuk masuk, tapi juga sepeti merasa malu karena warung mereka agak kotor.
"Oh mas Raka ya, saya kira siapa,.??" Ucap pemilik warung saat melihat Raka turun dari mobil.
"Iya pak Aris, sudah lama tidak makan di sini,. Hari ini buatkan yang sepesial ya pak,.!!" Ucap Raka pelan dan ramah.
"hehe iya mas, tapi sepertinya tak ada yang sepesial sama saja..." gumam Pak Aris merasa malu.
"Siapa dia mas, Cantik sekali,.??" Tambah Pak Aris saat melihat Mizuka keluar dari pintu plot nya.
"Perkenalkan saya Mizuka Pak,." Jawab Mizuka langsung dengan ramah, bahkan dia berjabat tangan dengan pedagang bakso tersebut.
"Oh iya , silahkan masuk mbak,!!! Maaf ya warungnya agak kotor hehe,." Jawab Pak Aris seraya mempersilahkan keduanya masuk, dia bahkan berkeringat saat berjabat tangan dengan Mizuka, tanganya yang begitu halus juga tempramen yang sangat lembut, pakaianya juga sangat mewah.
Akhirnya keduanya masuk dan langsung di hidangkan 2 porsi bakso malang maenyos. Raka makan dengan lahab, Mizuka yang melihatnya sangat senang dan akhirnya dia juga makan bakso malang yang ternyata sangat enak.
__ADS_1
"Gimana, enak kan,.??" Tanya Raka pada Mizuka, setelah melihatnya selesai makan.
"Iya enak banget,." Jawab Mizuka tersenyum.
"Ternyata makanan di pinggir jalan seperti ini tidak kalah dari makanan Restoran,." Tambah Mizuka.
"Ah mas Raka paling pinter muji, padahal pasti kalah lah dengan masakan Restoran,." sambung Pak Aris saat mendengar Raka dan Mizuka memuji Bakso nya.
"Ini bener pak, memang saya baru pertama makan di pinggir jalan, tapi enak makananya, sausnya juga enak,." Sahut Mizuka.
"Iya benar sausnya enak, ini pake saus Del Monte yang biasa untuk Ciken,." Sahut Raka.
"Oh pantas enak hehe,.." jawab Mizuka seraya tertawa kecil.
"Ah mas Raka bisa saja,.." sambung Pak Aris.
"Serius pak, saya akan rekomendasikan Bakso anda untuk masuk ke dalam menu di salah satu Restoran yang terletak di bawah naungan Perusahaan Abadi Jaya..." ucap Raka percaya diri.
"Apa??" Hanya itu yang keluar dari mulut Pak Aris.
"Banar pak, pasti Bakso anda akan menjadi menu faforit di Restoran,." Lanjut Raka meyakinkan.
"Iya, itu benar Pak, saya akan sering-sering makan bakso ini,." Lanjut Mizuka.
"Ahhhh,.... kalau begitu saya akan sagat berterima kasih mas Raka,." Jawab Pak Aris merasa senang.
Tentu saja, siapa yang tidak senang akan berada di bawah naungan Abadi Jaya Grup.
Semua orang juga sudah banyak yang tahu, karena sudah sering lihat di televisi dan bukan rahasia publik lagi. Sebuah perusahaan besar telah mulai berkembang dan menduduki hampir seluruh Kota Temanggung.
Perusahaan ini menaungi berbagai Restoran, Perhotelan, Mall, Rumah Sakit, Pendidikan, Taman Hiburan, Cafe, Wisata, dan sebagainya. Bahkan sekarang banyak Perusahaan-Perusahaan Asing sudah ikut Investasi ke dalam Abadi Jaya Grup.
Semakin kesini, Temanggung semakin ramai, bahkan jalan pun di berluas.
Bahkan dibuat sebuah kolam yang sangat besar menyerupai sebuah Danau.
Setelah selesai makan, Raka membayar kedua porsi bakso malang yang harga nya hanya 24 ribu rupiah.
Raka membayar menggunakan uang 50.000 an, dan seperti biasa tidak meminta kembalian.
***
"Cepat!cepat! Kalian hampir terlambat, itu lihat ada dua pasang orang kaya baru makan bakso malang,.." ucap seorang gadis pada temanya.
"Biasa aja lah, di sini banyak orang kaya juga,." Jawab temanya cuek sebelum melihat Ferrari lewat di depanya.
"Astaga!!! apakah itu ferrari,.?? Ya ampun, siapa yange mengedarai mobil semewah itu di Magelang,." Gumam seorang gadis pada temanya.
"Sudah kubilang tadi ada pasangan muda yang sangat tampan dan cantik, mereka barusan makan di warung bakso malang, dan sepertinya pemilik warung mengenal pria tadi,.." jawab gadis yang pertama.
"Apa??, jangan bercanda deh, mana mungkin seseorang mengendarai mobil semewah itu mau makan di tempat seperti itu,." Ucap temanya tak percaya.
"Kamu tanya saja pada pemilik warung itu, aku benar-benar tidak salah lihat soalnya,." Jawab wanita pertama meyakinkan.
Setelah Raka pergi dengan Mizuka banyak gadis cantik membicarakanya, tapi yang membuat mereka menyerah adalah Mizuka bagai bidadari, sedangkan mereka hanya gadis biasa.
***
Angel sendiri saat ini pergi ke kediaman Raka untuk menemuinya dan meminta maaf atas tindakanya.
Saat tiba di kediaman Raka, Angel di kejutkan karena hanya ada mobil Brio di tempat parkir.
Kedue Ferrari telah pergi, satu di pakai Deni, dan yang satunya sudah pasti di bawa Raka.
"Arghhhhh, kemana sebenarnya kamu sih sayang, aku menyesal dan ingin minta maaf, tapi sepertinya kamu pergi entah kemana,...." ucap Angelica kesal saat dia memukul kemudi.
"Ah aku tanya ke pengawal saja deh.," pikirnya dalam hati.
Akhirnya Angel pun keluar untung menemui kedua pengawal pribadi Raka.
"Eh kalian tahu tidak kemana perginya Tuan Muda,.??" Ujar Angel setelah bertemu dengan Al dan El bersaudara, dia tidak berani menyebut Raka dengan namanya, di depan mereka. Ayahnya adalah tangan kanan Randika atau bisa di sebut bawahanya, bagaimana mungkin bawahan akan memanggil atasanya dengan nama nya saja, di depan pengawal pribadi nya.
"Tadi tuan Muda pergi, tapi kami tidak bisa memberikan informasi apapun kepada anda,." Jawab Alfaro tegas.
Angelica yang mendengar suara tegasnya pun hanya bisa diam.
__ADS_1
',kemana sebenarnya kamu sayang, aku ingin minta maaf, kenapa begitu sulit sih,." Batin Angel.
"Ah baiklah, kalau begitu saya permisi,." Ucap Angel sebelum mengangguk sedikit dan pergi.
Setelah keluar dari kediaman Randika, Angel hanya terus berfikir untuk mencari Raka. Tetapi dia tahu bahwa dia tidak akan bisa menemukanya.
"Oh iya, kenapa aku tidak minta tolong ayah untuk bertanya kemana Raka bergi ya," gumamnya sambil tersenyum, sebelum memutar arah dan menuju ke kantor sementara Abadi Jaya Grub. Disebut kantor sementara, karena kantor pusat yang sebenarnya masih di bangun, yaitu di puncak tertinggi gedung pencakar langit di tengah Temanggung.
Setelah perjalanan sekitar 25 menit, akhirnya Angel sampai.
"Selamat datang Nona Muda,.?" Sapa seorang pengawal Abadi Jaya Grup dengan sedikit membungkuk saat melihat Angelica keluar dari dalam mobil.
"Ah baiklah, apakah ayahku ada di ruanganya,.??" Ucap Angel pada pengawal.
"Benar Nona, sepertinya beliau sedang berdiskusi dengan Tuan Widodo,." Jawab pengawal tidak berani berbohong.
"Baiklah aku akan menemui keduanya,." Ucap Angel seraya berjalan masuk kedalam gedung dan langsung masuk kedalam ruangan Direktur Patrik.
"Selamat datang nona,." sapa beberapa pegawai dengan sedikit membungkuk saat melihat Angel masuk, sebagian sudah mengenal Angelica saat pesta ulang tahun nya yang megah.
Angel hanya menanggapi dengan senyuman dan anggukan.
Saat berada tepat di depan pintu dia tidak mengetuk dan langsung membukanya.
"Ayah saya datang,." Ucap Angel saat melihat ayahnya yang sepertinya sedang kedatangan beberapa tamu penting.
"Oh nona silahkan,.!!" Sapa Widodo sambil membungkukan lehernya.
"Silahkan nona,.!!" Sapa semua orang pada Angelicam
"Iya terimakasih,." Jawab Angel dengan Anggukan.
"Oh Angel ada apa,.?? Apakah ada hal penting yang perlu di bicarakan,.?? Tumben sekali kamu langsung menemuiku,.?" Ujar Patrik ketika melihat putri kesayanganya.
"Sebenarnya ada, tapi nanti saja setelah masalah ayah selesai, masalahku bisa menunggu,." Jawab Angelica sopan, karena tidak mau mengganggu ayahnya, jadi dia hanya duduk di sofa pojok untuk menunggu ayahnya selesai dengan bisnisnya dengan berbagai tamu di perusahaan cabang lain.
***
Raka dan Mizuka saat ini sudah sampai di Jogja, Raka sebenarnya tidak tahu jalan ke pantai Parang Tritis karena dia baru bisa mengendarai mobil dan jarang juga pergi keluar kota sendiri.
"Tolong buka maps ya, soalnya hp ku sepertinya tertinggal di Brio,.!!!" Pinta Raka pada Mizuka.
"Emmm.,.. baiklah sayang..." jawab Mizuka dengan anggukan sebelum mengeluarkan hp nya.
Setelah Raka mengemudi cukup lama, akhirnya keduanya sampai di pantai pukul 16.45, ini adalah pemandangan yang sangat bagus untuk di abadikan.
Saat tiba di tempat parkir, sebelum Raka dan Mizuka keluar, banyak orang menatapnya dengan heran. Tapi Raka tidak terlalu peduli, karena saat ini dia hanya ingin bersenang-senang.
Raka dan Mizuka pun keluar dari dalam mobil, dan merasakan Angin pantai.
Mizuka langsung memesan berbagai keperluan pantai di lokasi dan membayarnya langsung. Bahkan kebanyakan orang melayani Raka dengan sepenuh hati bagai Raja. Semua ini karena Mizuka yang membayar semua orang disini.
Raka tidak mengetahui hal ini, dan hanya mengikuti saja saat semua orang melayani.
"Silahkan duduk Tuan Muda!!" ucap seorang pria muda setelah selesai menggelar tikar di tepi pantai, dan menyajikan minuman dan makanan untuk Raka dan Mizuka.
"Baiklah, terimakasih atas keramahanya,." jawab Raka pelan sambil mengangguk.
"Tidak apa Tuan, bila ada yang lain silahkan panggil saya, sekarang saya permisi dulu dan selamat menikmati,.!!" Balas lelaki tadi.
Raka hanya tersenyum dan menganggu.
"Bagaimana sayang, apakah kamu senang,.??" Tanya Mizuka sambil tersenyum, sebelum mendekat dan duduk di sebelah Raka.
"Iya, apakah semua ini kamu yang menyiapkan,.??" Jawab Raka menoleh menatap Mizuka.
"Hehe gimana ya, aku hanya ingin kamu senang,." Ucap Mizuka sambil tertawa kecil.
"Kamu memang sangat berbeda dengan gadis lain,." Ucap Raka sambil mengelus rambut Mizuka pelan.
Tak terasa Raka pun semakin nyaman.
Mereka berdua bahkan tak merasa canggung walaupun umur mereka terlalu jauh berbeda.
Umur Mizuka yang sudah dewasa membuat Raka merasa lebih nyaman dari pada saat bersama Angel.
__ADS_1
Bahkan perasaanya kepada Mizuka semakin dalam, bukan hanya bernafsu untuk tidur denganya, tapi lebih tepatnya ingin melindunginya.