
Setelah bisnis selesai dan semua tamu penting telah pergi, Patrik Jonson menemui putri nya yang terlihat sedang murung,
"Ada apa nak,.??" Tanya Patrik saat mendekat ke putri nya.
"A-ayah.., maaf mengganggu ya,.??" Ucap Angel saat dia melompat dari sofa dan memeluk ayahnya, ada sedikit isakan terdengar saat dia bicara. Patrik hanya membalas pelukan anaknya.
"Loh,!loh!, ada apa dengan anak ayah,.??" Tanya Patrik karena belum mengerti, tapi tetap menenangkan dengan mengelus punggung Angel.
"Ayah aku mau cerita, tapi jangan di ketawa in ya yah...!!" Jawab angel masih menundukan kepalanya.
"Iya, ayo cerita tapi sambil duduk ya, jangan berdiri seperti ini,.!!" ucap Patrik seraya menuntun anaknya untuk kembali duduk.
"Ayo cerita ke ayah, siapa tahu nanti ayah punya solusi nya,.!!" Tambah Patrik.
Setelah jeda singkat, Angel tidak menjawab dan hanya diam.
"Ayo cerita, kenapa diam saja,.??" Tambah Patrik seraya tanganya mengelus rambut Angel.
"Ayah....." hanya itu yang keluar dari mulut Angel sebelum meneteskan air matanya.
"Loh!loh! Kok nangis, cerita dong sama ayah??" Tanya Patrik bingung dengan tingkah putrinya.
"Ayah jadi gini..... " akhirnya Angel bercerita seluruh situasi yang terjadi kemaren bahkan dari Angel tidak pulang, dan sampai Angel minum di Bandungan semua di ceritakan sampai dirinya menghajar Raka dan sekarang Raka tidak perduli padanya. Patrik yang mendengar ini sontak kaget dan bertanya "jadi kemarin kamu itu mabuk berat,.??"
"I-iya ayah,..." Jawab Angel gagab, dia lupa bahwa ayahnya tidak tahu tentang ini, dia keceplosan dan menundukan kepala karena takut kena marah.
"Kamu keterlaluan nak, Tuan Muda itu sangat rendah hati dan selalu baik pada temanya,." Jawab Patrik lembut karena tidak mau anaknya menjadi semakin stres bila di marahi secara langsung.
"Tapi, tapi yah, aku kan hanya ingin Raka selalu ada buatku dan perhatian padaku.... aku tidak tahu jalan pikiranya sama sekali,.. aku juga ingin melindunginya,.. tapi dia sama sekali tidak membelaku, dan memilih pergi megobati temanya,... ughhhh aku marah yah...." ucap Angel kesal yang merasa dirinya benar dan Raka salah.
"Kenapa kamu marah,.?? Bukankah Tuan Muda sudah minta maaf padamu dan datang sendiri menjemputmu kan,.??" Tanya Patrik pada Angel.
"Iya ayah... tapi...." sebelum Angel selesai bicara Patrik menyela nya langsung.
"Sudah cukup nak, jangan membuat masalah menjadi rumit, sebenarnya Tuan Muda ada benarnya juga menyuruhmu untuk tidak kelewat batas saat di sekolah," ucap Patrik seraya menghela nafas panjang dan mengeluarkan perlahan, berusaha setenang mungkin walau dahinya sudah mulai berkeringat dingin.
"Juga kamu harus ingat siapa kita, bisa-bisanya kamu sampai menghajar Tuan Muda seperti itu, kalau sampai Tuan Muda Tertua mengetahuinya, bagaimana nasib keluarga kita,.?? Apakah kamu ingin nasib keluarga kita sama dengan keluarga Armando,.?? Kamu masih ingat kan nasib keluarga mereka,??"
Patrik bicara panjang lebar untuk menasehati anaknya dengan sesabar mungkin.
"Iya ayah, maaf Angel terlalu mudah emosi tanpa berfikir,.!!" Sekarang Angel pun begidik, dulu sebelum keluarga Jonson di angkat menjadi tangan kanan keluarga Randika, ada keluarga lain yang menjabat sebagai tangan kanan Randika, yaitu keluarga Armando. Bahkan mereka sudah memimpin hampir setengah dari seluruh properti keluarga Randika.
Tapi entah apa salah yang mereka lakukan, semua bisnis keluarga Armando di hancurkan dan mereka yang berasal atau bahkan masih memiliki darah Armando di asingkan untuk menjalani hukuman di hutan belantara, bahkan sekarang tidak ada yang mendengar lagi tentang keluarga itu.
Keluarga Jonson yang saat ini sudah sangat kaya dan berkembang pun belum bisa di bandingkan dengan kekuasaan keluarga Armando waktu itu.
Soal kesalahan apa yang di lakukan keluarga Armando, tidak ada yang berani mencari tahu apalagi mencoba menyelidiki. Konsekuensinya sudah jelas, jadi semua Anggota di bawah naungan keluarga Randika memilih diam dan tidak membicarakanya agar tidak menyinggung keluarga Randika.
"Sebenarnya ayah tidak akan menceritakan ini kalau tidak terpaksa, Saat ayah mendengar kamu sampai menghajar Tuan Muda, ayah sudah sangat ketakutan,." tambah Patrik seraya mengusap keringat dingin di dahi nya menggunakan tisu.
"Maaf ayah, Angel lupa," sekarang Angel pun sudah mengeluarkan keringat, bisa-bisa seluruh keluarganya hancur karena ulah dia, jika dirinya tidak bisa mengontrol diri, sekarang Angel benar-benar sangat menyesali tindakanya.
Angel bahkan lupa bahwa kedatanganya kesini untuk meminta bantuan ayahnya mencari Raka.
Tubuh kedua orang ini sudah begidik, sangat takut dengan konsekuensinya.
"Kita harus secepatnya minta dan memohon pengampunan kepada Tuan Muda, karena sepertinya beliau baik dan rendah hati, kalau sampai hal ini terdengar langsung ke telinga Tuan Muda Tertua sebelum kita minta pengampunan Tuan Muda, hidup kita pasti hancur,." Tambah Patrik menyarankan saat tubuhnya semakin bergetar.
"Iya ayah, maafin Angel yah,." Gadis ini sekarang menangis dan sangat menyesali semua tindakanya.
__ADS_1
***
Setelah mengabadikan momen ini dengan mengambil beberapa foto, Mizuka dan Raka memutuskan untuk mencari penginapan. Raka sadar bila Mizuka mungkin tidak pernah menginap di tempat yang biasa saja. Raka ingin memesan hotel berbintang di Jogja, tapi sayangnya dia gidak bawa hp. Namun yang membuat Raka bangga adalah, Mizuka sudah lebih dulu memesan kamar di Hotel Melia Purosani Yogyakarta.
"Ternyata kamu lebih ngertiin aku ya,." Ujar Raka seraya menatap Mizuka tersenyum senang karena berfikir dan bertindak cepat.
"Iya, aku kan sudah bilang mau mengajak pergi, jadi segalanya sudah ku siaokan hehe,. Ayo kita pergi, di sini semakin dingin,.!!" Ajak Mizuka, Raka pun hanya mengikuti masuk mobil dan langsung menuju Hotel.
Setelah perjalanan sekitar satu jam, akhirnya keduanya sampai di lokasi dan seperti biasa di sambut hangat oleh Resepsionis Hotel.
Setelah sampai di kamar, Raka langsung pergi ke kamar mandi untuk berendam karena seluruh tubuhnya sangat lelah. Mizuka yang ingin ikutan mandi, di hentikan Raka.
"Ah kenapa sayang, kan aku pengen mandi bareng kamu,." Ucap Mizuka sedikit kesal, tapi tetap mematuhi perintah Raka.
"Nanti kita gantian saja ya,." Ucap Raka pelan, kemudia Raka masuk kamar mandi dan mengunci nya dari dalam, takut Mizuka akan menyelonong masuk.
***
Angelica dan Patrik saat ini masih berada dalam kantor dan tubuhnya masih bergetar hebat. Mereka masih membayangkan konsekuensinya, yang paling menyesali tindakanya adalah Angel.
"Ayah, apa yang harus kita lakukan bila Tuan Muda tidak memaafkanku,.??" Ujar Angel setelah keheningan sekitar satu jam lamanya, dia saat ini menjambak rambutnya terlalu takut. Bahkan takutnya lebih besar dari rasa sayangnya ke Raka.
"Jangan membuat ayah stres nak, kita memohon ampun langsung kepada Tuan Muda besok bila dia sudah kembali,." Ucapan Patrik masih bergetar di mulutnya, dia hanya mencoba tenang, tapi keringat dinginya masih keluar.
"Apa kita akan pulang dalam keadaan seperti ini ayah,.??" Tanya Angek pada Patrik "Bisa-bisa kita kecelakaan bila masih belum bisa tenang yah,." Tambah Angel."
"Aku akan meminta Widodo mengantar kita langsung,." Jawab Patrik sebelum berusaha mengeluarkan hp nya.
PRAK!!!
Memegang hp pun belum bisa tenang dan hp nya malah terjatuh. Untung ini hp mahal, jadi jatuh pun tidak mati.
"Ayah,..." ucap Angel khawatir,"tenang biar Angel yang panggil Widodo yah!!!" Pinta Angel.
Widodo dengan senang hati menjemput mereka dengan membawa lebih dari 25 mobil Inova.
Tok!tok!tok!
"Saya Widodo Tuan, sudah di depan bersama pengawal,." Setelah sampai lokasi, Widodo langsung memanggil Patrik dari luar pintu kantor, karena masih tertutup.
"Langsung masuk,." Jawab Patrik masih meneteskan keringat dingin.
Widodo masuk bersama 20 orang anak buahnya dan memapah Patrik ya jalanya sudah sempoyongan karena terlalu takut.
Angel sendiri sudah lebih baik dan bisa berjalan sendiri walapun pelan.
Setelah semua beres, Widodo langsung di minta mengantar Angel dan Patrik pulang ke kediaman Jonson.
Sampai di rumah, Patrik semakin bergetar hebat, "Apa yang terjadi yah,.??" Tanya Alice Jonson.
"Bu tolomg bantu ayah masuk kamar dulu,!!!" Pinta Patrik pada istrinya.
Alice tidak bertanya lagi dan hanya menuruti suami nya.
"Kamu istirahat dulu ya,!! sepertinya kamu sedang tidak enak badan,.??" Ucap Alice pada suami nya setelah keduanya di dalam kamar.
"Iya makasih bu,." Jawab Patrik langsung berusaha mencoba memejamkan mata, tapi tidak bisa tidur.
Dia masih berfikir tentang konsekuensinya, Patrik mengira akan menjadikan Angel menantu keluarga Randika agar hubunganya dengan mereka bertambah baik. Tanpa di duga Angelica mengacaukan segala nya, bisa-bisa nya dia menghajar Tuan Muda.
__ADS_1
"Aku keluar dulu ayah, kalau ada apa-apa panggil ya,." Ucap Alice tak mau mengganggu suami nya.
Setelah berpamitan dengan suami nya, Alice keluar kamar dan langsung menemui Angel yang sedang duduk di sofa.
"Angel!!" Panggil Alice ke Angelica.
"Iya bu,." Jawab Alice pelan, dia masih menyatukan dan menggosok kedua telapak tanganya.
"Sebenarnya Apa yang terjadi,.?? Sepertinya sedang ada masalah besar,.??" Tanya Alice yang merasa anak dan suami nya sedang dalam masalah. Saat ini Alice sudah duduk berdampingan dengan Angel.
"Begini bu..." akhirnya Angel menceritakan segala nya.
Setelah mendengar cerita Angel, Alice pun langsung bergetar, siapa yang mengenal dengan baik keluarga Randika, pasti dia akan ketakutan bila terbukti membuat masalah pada nya. Dan ini anak mereka menghajar Tuan muda secara langsung, apakah mereka akan memikirkan kesenangan di hari esok, tentu saja tidak. Alice juga sedang memikirkan konsekuensinya dan dia sangat takut bila sampai di asingkan ke dalam huta.
"Maafin Angel bu,.??" Ujar Angel seraya turun dari tempat duduk, memeluk kaki Alice dan mengeluarkan air matanya.
"Apakah kamu sadar betapa besar keaalahan kamu,.??" Tanya Alice pelan, masih berusaha tenang, walaupun terlihat tubuhnya bergetar hebat.
"Iya bu... maaf, saat itu aku sedang emosi bu.," jawab Angel sekarang merasa benar-benar bersalah.
"Arghhhhhhhhh....." Alice tidak menjawab pertanyaan Angelica dan hanya berteriakan dengan sangat keras, membuat sebagian pengawal di luar, masuk dan mencoba menenangkan atasanya.
"Maafin Angel bu, Angel akan memohon ampunan langsung kepada Tuan Muda bu,." Ucap Angel lagi saat air matanya kembali menetes.
Alice tidak menjawab dan hanya menjambak rambutnya sendiri karena sangat ketakutan.
"Nona Muda, biar saya bawa Nyonya ke kamarnya untuk menenangkan diri, anda sebaiknya juga menenangkan diri agar bisa berfikir jernih," ucap kepala pelayan setelah melihat kejadian.
"Baik , bawa saja ibuku,." Ucap Angel seraya melepaskan pelukanya dari kaki sang ibu.
Setelah Angel melepaskan pelukanya, kepala pelayan keluarga pun membawa Alice masuk kamar karena takut terjadi hal yang tidak di inginkanya.
***
Setelah selesai mandi dan berendam, Raka keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk berwarna putih.
Mizuka yang sedari tadi diam menunggu pun di buat takjub dengan tubuh Raka yang kekar, bahkan seluruh ototnya terlihat besar. Raka yang masih berumur 17 tahun terlihat berbeda dari usianya.
"Kamu...., aku suka kamu yang seperti ini, Ahhhh...." Mizuka mencoba melemparkan diri nya langsung ke Raka, tapi Raka menghindari nya.
"Ahhh sayang kenapa menghindar...??" Ucap Angel kecewa.
"Sudah sana kamu mandi dulu,.! Aku mau ganti baju.." jawab Raka pelan.
"Ah biar aku gantiin ya,." Ucap Mizuka memohon dengan mata berkaca.
"Ah aku masih bisa ganti sendiri, memangnya kamu tak mau mandi,.?? Aku suruh tidur di luar kalau tak mandi,." Jawan Raka terkekeh kecil kemudian menjulurkan lidahnya ke Mizuka yang menurutnya semakin lucu.
"Ah ah kok begitu... ya sudah aku mandi biat tambah cantik dan kamu puas,." Jawab Mizuka polos, walaupun umurnya sudah dewasa, dan pemikiranya sudah dewasa saat bekerja. Tetap saja saat jatuh cinta, tingkahnya malah seperti anak remaja.
"Iya sana, baukkkk,.!!" Ucap Raka seraya menutup hidungnya, pura-pura menyium bau tak sedap dari Mizuka. Padahal tubuh wanita itu masing wangi karena memakai parfum mahal pastinya.
"Uch iya iya deh,." Jawab Mizuka pelan.
Mizuka menyiapkan handuk dan baju tidur nya yang setengah terbuka untuk memberikan rangsangan kepada Raka.
'CUP' Mizuka mencium pipi Raka sebelum berlari masuk kamar mandi, Raka yang merasa kaget tidak dapat menghindar dan hanya bisa merasakan hangatnya bibir Mizuka di pipinya.
Setelah Mizuka masuk kamar mandi, Raka menghela nafas panjang dan mengeluarkanya perlahan.
__ADS_1
"Seandainya kamu bukan sepupuku, pasti aku pilih kamu karena sifatmu sangat lucu dan lembut," batin Raka.
Setelah berganti pakaian dan mengeringkan rambutnya, Raka langsung tertidur karena lelah juga. Dia belum pernah berkendara sejauh ini, karena belum terbiasa jadi membuatnya kelelahan dan mengantuk.