Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 78


__ADS_3

"Aku akan pergi ke kota untuk membeli ponsel baru dan menghubungi Mizuka, untuk semua orang ini aku percayakan padamu, Liben!" perintah Raka tegas.


"Baiklah Tuan," jawab Liben dengan anggukan.


Raka kemudian berlalu meninggalkan semua orang dengan melompat langsung keatas pohon. Semua orang yang belum pernah melihat keterampilanya, menjadi sangat kagum dan juga merinding. Apalagi polisi yang pernah merendahkanya.


"Kurung semua polisi ini di dalam sel terdalam gua! untuk para preman, cukup awasi saja mereka dan biarkan mereka bebas di wilayah kita, jika ada yang mencoba melarikan diri, langsung potong saja kakinya!" ucap Liben tegas pada bawahanya.


Mendengar perintah tegas dari Liben, semua orang yang dalam tawanan merasakan punggungnya begidik karena mereka semua takut bila kaki mereka akan benar-benar terpotong.


"Baik Tuan," jawab bawahan serempak, sebelum membawa semua polisi masuk kedalam gua dan memasukanya kedalam sel tahanan.


Semua tawanan hanya patuh, tidak berani membantah ataupun sampai melawan, karena jelas mereka bukanlah tandingan Liben dan anak buahnya. Jika melawan sama saja mereka bunuh diri.


Saat dalam perjalanan masuk, semua polisi di buat kagum dengan interior gua yang sangat indah dan mewah. Sangat jauh berbeda dengan di luar gua yang hanya tanah dan bebatuan biasa saja.


---


Saat ini raka telah sampai kembali di pinggiran Kota saat matahari mulai terlihat dari timur. Raka berjalan perlahan menuju pusat Kota untuk membeli ponsel baru. Karena sejak didalam Hutan, dirinya tidak memiliki ponsel sama sekali. Apalagi didalam hutan jelas tak ada signal.


Raka berjalan perlahan karena dirinya juga menunggu agak siang supaya saat tiba di Kota, banyak konter hp sudah buka.


Sebelum melanjutkan perjalananya, Raka mampir sebentar ke warung makan untuk sarapan. Selesai sarapan, Raka kembali melanjutkan perjalananya.


Setelah perjalanan agak lama, akhirnya Raka sampai di pusat Kota Jayawijaya.


Raka langsung mencari konter hp yang sudah buka.


"Silahkan di pilih model hp yang anda minati Tuan,!" sampai di konter, Raka langsung di sapa dengan hormat oleh seorang resepsionis wanita di konter tersebut.


"Baik Nona," jawab Raka ramah juga


Raka mulai memindai semua ponsel yang menurutnya bagus dan juga sedikit canggih.

__ADS_1


"Tolong yang itu Nona!" pinta Raka menunjuk salah satu ponsel.


"Yang ini Tuan?" tanya resepsionis memastikan.


"Iya benar," jawab Raka dengan anggukan.


Setelah memastikanya, resepsionis tadi langsung mengambil ponsel yang di tunjuk Raka dan memberikanya pada Raka.


"Apa yang kau lakukan Elena!" bentak salah satu rekan kerja Elena.


"Ya, melayani konsumen tuntunya," jawab Elena ramah.


"Itu hp termahal di konter kita, jangan coba-coba hal yang lucu," ucap Rekan Elena seraya melirik Raka yang berpakaian biasa saja, juga hanya mengenakan sendal jepit. Rekan kerja Elena tentu saja takut bila Raka adalah seorang pencuri berkedok pembeli. Karena sangat jelas dari pakaianya, bahwa Raka tidak akan mampu membeli ponsel tersebut.


"Tenang saja, saya akan membayar ponsel tersebut,dan tidak akan mencurinya," ucap Raka tegas.


"Hahahaha , apakah kamu bercanda nak? bagaimana kamu akan bisa membeli ponsel yang begitu mahal, sedangkan membeli pakaian saja kamu tak mampu," hina rekan Elena pada Raka.


"Emmmm, jangan bertingkah disini nak! jangan mencoba membodohi kami seolah kamu mampu membeli ponsel disini!" cemooh rekan kerja Elena pada Raka.


"Terserah pendapatmu apa, aku hanya disini untuk membeli ponsel dari gadis ini, jadi jangan menghalangi!" ucap Raka memperingatkan "Kau disini hanya seorang resepsionis disini, dan seharusnya kamu melayani pelanggan, bukan malah mengina seperti ini, atau nanti kamu akan menyesalinya," tambah Raka.


"Kauuu... jangan bertingkah sombong di tempatku!" ucap Rekan elena tegas, karena merasa bahwa Raka akan mulai mempermalukanya. Karena memang benar yang di ucapkan Raka.


"Berapa harga ponsel ini, saya akan membelinya dengan uang cash," Raka bukan menjawab ucapan rekan Elena, tapi malah bertanya tentang harga ponsel, langsung pada Elena.


"Emmmm, harga ponsel yang anda minati 36,3 juta, Tuan," jawab Elena agak ragu juga saat menyebutkan harganya.


"Apakah kamu kaget anak muda? aku yakin kamu belum pernah mendengar uang sebanyak itu," sahut rekan Elena sebelum tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya.


Yang mengejutkan adalah, raka mengeluarkan setumpuk uang dari ranselnya yang dari tadi dia bawa.


Mata rekan elena tadi membulat karena terbelalak kaget, siapa yang menyangka jika Raka akan mempunyai uang sebanyak itu.

__ADS_1


"Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak ini? kau pasti mencurinya, yakan?" tanya rekan Elena maaih belum bisa mempercayai matanya sendiri yang melihat Raka mengeluarkan sejumlah besar uang, menurutnya. Padahal menurut Raka, itu hanyalah sebagian kecil uang saja.


"Dasar bodoh," jawab Raka sebelum menggelengkan kepala. Raka kemudian membayar lunas ponsel tadi yang harganya 36 juta. Raka juga memberikan tips kepasa Elena sebesar 1 juta rupiah, karena telah melayaninya dengan baik.


Rekan Elena menatap uang yang di terima Elena dengan perasaan iri dan menyesal. Ternyata pemuda ini tidak hanya menggertak saja bahwa dia akan membeli ponsel termahal disini. Bukan hanya itu, tapi Raka memberikan uang 1 juta tanpa ragu pada Elena.


Raka bahkan tidak peduli dengan rekan kerja Elena, setelah mendapatkan ponselnya dan mendaftarkan nomor baru.


Raka langsung mencoba menghubungi Mizuka langsung, karena otak Raka sangat cerdas, dia masih mengingat nomor Mizuka, bahkan nomor Angel dan teman-temanya yang lain. Semuanya tersimpan di otaknya.


Raka berlalu keluar dari konter sebelum memencet tombol panggilan langsung untuk Mizuka. Walaupun Raka sangat kangen dengan Angelica, dia tidak menghubunginya terlebih dahulu, karena untuk saat ini lebih penting hubungi Mizuka terlebih dahulu untuk meminta bantuanya. Masalah Angel bisa menunggu nanti.


---


Dirumah keluarga Randika, Mizuka sedang membuat minuman untuk ibunya.


Drrrrtttt


Drrrrtttt


Drrrrtttt


Ponselnya tiba-tiba berdering, Mizuka langsung mengambilnya dari saku sebelum melihat siapa yang menelfonya. Mizuka sedikit ragu untuk mengangkatnya, karena jelas itu nomor tak diketahui. Tapi Mizuka juga penasaran dengan siapa yang menelfonya, karena hanya orang-orang terdekatnya saja yang mempunyai nomor ponselnya.


Karenadiliputi dengan rasa penasaran juga, Mizuka akhirnya mengangkat telefonya.


< Iya Halo," ucap Mizuka menyapa orang di seberang telefon.


< Hay Mizuka, apa kabar?" tanya orang di seberang telefon dengan nada bahagia, karena akhirnya Mizuka menjawab telefonya.


Mizuka membulatkan matanya karena sangat kaget, siapa yang menyangka bahwa Raka akan menelfonya di jam pagi-pagi begini.


< Ahhh, anda Tuan Muda, maaf tadi ragu menjawabnya jadi agak lama di jawabnya panggilan Anda, Tuan," ucap Mizuka dengan nada terbata-bata, juga ada sedikit rasa grogi saat mendengar suara Raka.

__ADS_1


__ADS_2