
"Jadi ini semua perbuatan kalian? berani sekali kalian para preman tak tahu malu menculik kami, apakah kamu sudah bosan hidup?" ucap pemimpin polisi dengan dingin pada beberapa preman yang saat ini mendekatinya. Saat ini hanya beberapa preman saja yang sudah sadarkan diri.
"Hahahahahaha kamu lucu sekali komandan, apakah kamu sadar yang baru saja kamu ucapkan?" tanya salah satu preman sebelum tertawa lepas di ikuti semua preman yang saat ini bersamanya.
"Kau.... berani sekali kau menertawakanku, aku akan membuatmu menyesal pernah di lahirkan kedunia ini, jika aku bisa lepas dari sini!" gertak pemimpin polisi pada preman tadi.
"Dasar polisi tak bisa mikir, memangnya apakah kamu pikir kalian semua yang ada di sini bisa melarikan diri? jangan mimpi!" PLAK!!" jawab preman dengan senyum kecut sebelum menampar dengan keras pemimpin polisi tadi.
"Kauuuuu, berani sekali kau menamparku... aku akan..."
PLAK!!!
"Kau!!!
PLAK!!!
PLAK!!!
PLAK!!!
Preman tadi menampar dengan keras, tepat pipi kanan kemudian kiri pemimpin polisi dan membuatnya terjatuh ke tanah saat beberapa giginya juga patah.
"Apakah kau sadar, siapa yang berkuasa disini?" tanya preman dengan dingin.
"Apa yang..... kau inginkan?" tanya pemimpin polisi gagab saat dirinya juga merasakan betapa sakitnya tamparan preman tadi.
"Aku hanya ingin menyiksa kalian sampai mati, dan hanya itu," ucap preman tadi sebelum menunjukan giginya.
__ADS_1
Tangan preman tadi mengepal sangat kuat sebelum memukul hidung pemimpin polisi dengan sangat keras sampai hidungnya langsung berdarah.
"Aku mohon jangan siksa aku... aku akan memberikan apapun yang kalian inginkan, jika kalian melepaskanku," ucap pemimpin polisi dengan nada bergetar, dirinya merasa takut, bahkan keringat dingin sudah mulai menetes di dahinya. Dia tidak pernah menyangka bahwa preman ini akan berani melakukan tindakan balas dendam seperti ini, dan di sini gertakanya juga tidak ada artinya sama sekali. Berbeda saat dirinya berada di kantor, semua preman akan menundukan kepalanya dan menghormatinya. Semua berbanding terbalik sekarang. 'aku harus bisa membujuk salah satu dari mereka untuk melepaskanku, setelah itu aku akan melaporkan kejadian ini kepada atasanku agar mereka membalaskan dendam kami semua,' batin pemimpin polisi.
"Apakah kamu pikir kita bodoh? jika kita melepaskanmu, tentu saja kamu akan melaporkan kejadian ini kepada atasanmu dan tentu saja mereka semua akan membalas dendam pada kami," ucap preman dengan senyum kecut nya.
'Ah sialll, bagaimana orang ini bisa menebaknya, aku harus dapat meyakinkanya,' batin pemimpin polisi.
"Ahhh tidak, tidak mungkin aku berani membalas dendam pada kalian," jawab pemimpin polisi meyakinkan.
"Aku sudah tidak mempercayaimu, dan semua anggita polisi lainya, kalian hanya bisa memanfaatkan kami untuk kepentingan pribadi kalian, dan aku sangat membenci hal ini," ucap preman dengan dingin. Preman tadi mengambil rokok di sakunya sebelum menyalakanya, mengisab asap rokok sebemum menyebulkanya di wajah pemimpin polisi.
Uhuk uhuk
"Aku mohon lepaskan aku, aku bersumpah tidak akan balas dendam, aku juga akan memberikan apapun yang kalian inginkan," ucap pemimpin polisi setelah terbatuk sebentar.
"Ahhhhh panassss, kurang ajar panas!!!" teriak pemimpin polisi yang tidak menyangka sama sekali bahwa dirinya saat ini benar-benar si siksa oleh mantan anak buahnya.
"Aku... aku akan membunuhmu!!" teriak pemimpin polisi dengam histeris, bahkan sampai membangunkan beberapa polisi yang tadi masih pingsan.
"Kau sombong sekali komandan," ucap Bos preman seraya mendekat pada pemimpin polisi dan beberapa preman, anak buahnya.
"Kau... dasar tak tahu berterimakasih kau... aku sudah mau bekerja sama denganmu, tapi sekarang kau menyiksaku dan bawahanku, apakah kau tidak tahu caranya membalas budi baiku?" teriak pemimpin polisi seraya menatap tajam pada Bos preman.
PLAKKKKK!!!
Bukan mendapatkan jawaban, pemimpin polisi malah mendapatkan kembali tamparan yang sangat keras dari preman tadi.
__ADS_1
"Berani sekali kau berteriak pada Bos kami, apakah kau tidak sadar bahwa dirimu saat ini adalah tawanan kami?" tanya preman tadi setelah menampar pemimpin polisi. Semua polisi yang berada di tempat kejadian dan melihat bahwa bahkan atasan mereka di siksa seperti ini menjadi sangat pucat karena takut juga menyesal. Mereka menyesal karena telah berbaik hati pada semua preman ini dan tidak pernah menghukum mereka saat mereka melakukan tindakan kriminal.
'Tahu begini, sudah kupenjarakan kalian semua sejak lama," batin salah satu polisi yang saat ini sudah berkeringat deras membasahi kepalanya.
"Emmm ma--maaf," ucap pemimpin polisi dengan menundukan kepalanya. Luka di wajahnya benar-benar sangat menyakitkan. Bukan sadar akan kesalahanya, tapi pemimpin polisi hanya berfikir untuk membalas dendam pada semua prenan ini, jika dirinya bisa bebas dan keluar dari sini.
"Hahahahaha aku suka melihatmu seperti ini, di kantor memang kamu berkuasa, tapi disini kalian semua hanyalah domba hina dimataku," ucap preman tadi bersiap untuk memukul dengan keras tepat di dahi pemimpin polisi sebelum dia sadar bahwa saat ini dirinya dan semua orang di persembunyian ini telah terkepung dan benar-benar terkepung oleh 300 orang lebih mengelilingi mereka.
"Siapa kalian??" tanya Bos preman dengan dingin, walaupun hatinya sudah merasa khawatir, tapi dia tetap harus menunjukan kalau dirinya tidak takut. Padahal jelas dia merasa takut, karena mereka jelas kalah jumlah jika melawan 300 orang, dan semua orang ini mengenakan penutup wajah agar semua orang tidak mengenali mereka.
"Kami akan menangkap kalian!" ucap Liben dengan dingin sebelum memberikan tanda pada semua bawahanya untuk menyerang.
"Tunggu dulu, pasti ada kesalah pahaman di antara kita," ucap Bos preman dengan mulut bergetar.
Namun semua orang tidak memperdulikanya dan hanya menyerang semua preman serempak. Bos preman tadi langsung terlempar kebelakang saat menerima tendangan tumit, tepat di dadanya. Walaupun di timpali 2 orang, tetap saja ketiganya masih terlempar karena begity kuatnya tendangan anak buah Liben.
Dalam waktu sekejap, semua preman telah berhasil di lumpuhkan, ini menandakan begitu terlatih dan kuatnya semua anak buah Liben. Apalagi semua anak buaknya pernah menentang Negara, yang berarti siap bertarung sampai mati. Jika hanya melawan beberapa preman kelaa teri seperti mereka, anak buah Liben tidak perlu terlalu menggunakan tenaganya yang kuat.
"Terimakasih, kami akan membalas budi baikmu karena telah menyelamatkan kami," ucap pemimpin polisi dengan lega, karena ada juga yang menyelamatkanya. Dan akhirnya dirinya juga akan bisa membalas dendam pada semua preman ini.
"Kamu terlalu tinggi menyanjung kami, kami disini karena mendapatkan misi dari atasan, jadi kami tidak ada niat sedikitpun untuk menolong ataupun menyelamatkan kalian," jelas Liben.
"Apa maksutmu? tanya pemimpin polisi seraya mengerutkan kening.
"Intinya, kami akan membawa kalian semua teemasuk preman-preman ini, kepada atasan kami, jangan berusaha menolak karena akan percuma," jawab Liben sebelum memeringahkan anak buahnya untuk membawa semua orang.
Pemimpin polisi langsung menelan ludahnya dengan susah payah, dia mulai berfikir bahwa saat ini dirinya masuk semakin dalam kedunia hitam. Dirinya mengira bahwa semua orang ini jelas lebih berbahaya daripada hanya sekedar preman yang selama ini di manfaatkanya.
__ADS_1