Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 21


__ADS_3

Tanpa berfikir panjang, Wijaya mengeluarkan ponselnya dan bersiap untuk memenggil Bosnya agar membantunya.


Namun sebelum dia sempat menelfon dia di kejutkan deretan mobil 30 inova yang dengan cepat menuju tempat mereka saat ini.


Semua mobil berhenti mendadak, dan semua orang keluar dari dalamnya. Semua orang berpakaian serba hitam menandakan seorang pasukan pengawal yang sangat terlatih.


Deretan pengawal ini di pimpin oleh seseorang yang sangat familiar, siapa lagi kalau bukan Widodo yang sama.


"Tuan selamat datang, saya baru saja ingin menghubungi anda," ucapnya merasa sangat beruntung karena saat ini Bosnya pasti akan memberikan pelajaran kepada kedua anak ini.


Widodo mendekat ke Wijaya sebelum memukulnya sangat keras sampai terlempar cukup jauh.


Wijaya dan Widia tidak percaya dengan yang di lihatnya, walaupun Wijaya merasa sangat terhina setelah di pukuli Bosnya di depan umum, tapi dia tidak berani bicara dan hanya memegangi mulutnya yang berdarah dan menundukan kepalanya, apalahi Widia jelas sangat malu sekarang semua mata menatapnya seolah Widia adalah bahan tertawaan.


Setelah memberi pelajaran kepada Wijaya, Widodo dan semua pengawalnya menghadap Angelica dan Raka sebelum membungkuk 90 derajat seperti biasanya dan berbicara serempak.


"SALAM TUAN DAN NONA MUDA," suara mereka sangat jelas dan sekaran Wijaya dan Widia sudah sangat ketakutan.


'Bahkan Tuan memanggil mereka Tuan dan Nona muda, apaan ini,' pikir Widia dalam hati.


Wijaya juga berfikiran hampir sama.


Rombongan Wijaya sudah sangat ketakutan, bahkan Bos mereka membungkuk di depan anak kecil ini.


"Maafkan kami karena terlambat sedikit Tuan dan Nona," ucap Widodo sopan kepada Angel dan Raka.


"Baiklah, aku akan menyerahkan hukuman mereka kepadamu, kalau begitu aku dan Angel pergi dulu sekarang mau pulang," jawab Raka tersenyum dan mengangguk sebelum mengeluarkan kuci mobilnya, dan memencet tombol kunci mobil, setelah itu mobil mengeluarkan suara dan terbuka dua pintu mobil ke atas, mereka pun masuk dan meninggalkan tempat kejadian. Raka tidak perlu tahu apa yang akan di lakukan Widodo pada Wijaya tentunya.


Saat masuk mobilnya Angel melirik dingin pada Widia untuk memberinya peringatan. Widia bisa merasakan tubuhnya begidik ketakutan dan langsung menundukan kepalanya.


"Baiklah anda bisa menyerahkan sisanya kepada saya Tuan," jawab Widodo mengangguk tegas.


Saat ini sebagian orang yang tadi berkumpul sudah membubarkan diri dengan sendirinya. Mereka tidak mau seandainya mereka menjadi target kemarahan Widodo yang saat ini terlihat sangat menakutkan.


"Tuan..." ucap Wijaya pelan , dia sudah ketakutan.


"Aku akan memberimu pelajaran nanti, sekarang cepat pergi dari hadapanku," ucap Widodo dingin dan tegas.


"Ba-ba-baik Tuan," Wijaya sudah mengetahui konsekuensinya. Tapi dia tetap diam dan patuh, Wijaya hanya membawa Widia pergi karena tidak ingin dia mendapat masalah lagi.


"Paman.... maaf," ucap Widia pada pamanya.


"Sudah, tidak apa, lain kali kita harus berhati-hati saat berhadapan dengan seseorang yang tidak kita kenal." Saran Wijaya pelan. Dia benar-benar sangat menyesal karena telah menyinggung orang yang begitu kuat.


*****


Kembali ke Raka dan Angelica, mereka dalam perjalanan kembali ke kediaman keluarga Jonson.


"Hahaha aku bisa ingat tadi wajah ketakutan wanita itu saat Widodo membungkuk pada kita," ujar Angelica membuat Raka menoleh padanya dengan anggukan.


"Aku ingin bertanya sesuatu padamu," jawab Raka tegas.


"Hemmmmm.... tanya apa..??" Ucap Angel pelan.


"Apakah Widodo bawahan keluargamu...??" Tanya Raka.


"Iya tentu saja,... jika bukan keluargaku yang memberinya hak untuk memimpin semua bisnis di kaki Gunung Sumbing, tidak mungkin dia menjadi seperti sekarang ini," jawab Angel.


"Sepertinya kamu penasaran kenapa bisa keluargaku mengenal mereka kan,??" Tambah Angelica.


"He'em...." jawab Raka dengan anggukan.


"Yah ayahku bilang gini, itu pertama kali dia mendapatkan tugas dari keluarga anda untuk memulai bisnis besar di Temanggung. Ayah dulu berteman dengan Widodo saat dia KKN di sini, jadi yah otomatis ayah saya membantu temanya kan??" jawab Angelica.


"Yah ini seperti kamu membantu Risna teman kamu, sebenarnya Widodo sangat baik terhadap temanya dan sering membantu temanya. Ayah saya juga kaget saat aku ceritakan tentang kejadian di waktu kamu menghajarnya karena dia sangat sombong, mungkin waktu itu karena wanitany," lanjut Angelica menjelaskan.

__ADS_1


"Oh begitu, yah semoga saja,"  jawab Raka.


"Harus dong, karena jika dia bawahan keluargaku, otomatis dia juga bawahanmu kan??" Ujar Angelica ke Raka.


"Hahaha iya juga," jawab Raka sambil tertawa.


Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai di kediaman Angelica, seperti biasanya mereka di sambut dengan sangat sopan dan semua pengawal membungkuk hormat padanya.


Raka hanya mengantar Angel pulang, setelah dia mengecup bibir Angel, dia langsung pamit pergi, karena ada urusan dengan Mizuka.


*****


Setelah jeda singkat dalam perjalanan akhirnya Raka sampai di rumahnya dan seperti biasa sambutanya juga sama saat dia berada di kediaman keluarga Jonson.


"Baru pulang Tuan Muda," sapa Mizuka langsung setelah melihat Raka masuk kerumah.


"Iya, maaf membuatmu terlalu lama menunggu." Jawab Raka tersenyum.


"Tidak apa Tuan, sebenarnya saat disini saya menjadi menganggur karena tidak ada yang di kerjakan jika tidak ada anda Tuan," ujar Mizuka.


"Yah memang aku sengaja membawamu kesini karena aku ingin memberimu sedikit istirahat dari pekerjaanmu yang sangat melelahkan itu." Ucap Raka.


"Ah begitukah Tuan," jawab Mizuka.


Saat ini keduanya sudah duduk bersama di sofa ruang tengah sambil menonton tv. Mizuka merasa sangat senang berada di dekat Raka.


"Apakah anda tidak berlatih Tuan,??" Tanya Mizuka pada Raka.


"Hari ini istirahat dulu, bukankah kita kemarin sudah berlatih mati-matian," jawab Raka sambil melirik Mizuka dan tersenyum.


"Iya Tuan," jawab Mizuka membalas senyum Raka.


'Apa yang terjadi padaku, aku tidak seharusnya merasa seperti ini,' pikirnya dalam hati.


"Apakah kamu sudah makan,??" Tanya Raka membuyarkan laminan Mizuka.


Angelica membayangkan apabila dia bisa menikah dengan Raka, dia pasti akan merasa sangat bahagia.


Apalagi Raka adalah Pangeran Mahkota keluarganya, seperti apa hidupnya jika dia bisa berdampingan dengan Raka menimang anak mereka, sungguh impian yang hampa karena Raka sudah punya kekasih, dan Raka sangat mencintainya, itu yang Mizuka tahu.


"Apa?? Kenapa harus menunggu aku pulang, kamu bisa makan apapun disini sesukamu, jika kamu hanya makan setelah aku pulang, bagaimana jika aku tidak pulang?? Apakah kamu tidak makan sama sekali??" Ucap Raka merasa Mizuka sungguh konyol untuk wanita dewasa.


"Hehe maaf Tuan," jawan Mizuka malu.


'Aku sengaja menunggumu karena ingin makan bersama, dasar lelaki tak peka,' batinya dan seraya bibirnya cemberut.


Dia bahkan tidak sadar bila saat ini Raka sudah berjalan kearahnya juga.


"Hey-hey bangun , jangan melamun terus," ucap Raka dan membuyarkan lamunanya, dia tersotak kaget.


"Eh maaf Tuan," ucap Mizuka malu lagi 'bodoh!bodoh!bodoh! Kenapa aku melamun saat dia di dekatku dan sejak kapan aku menjadi selemah ini di depan lelaki,' batinya seraya menghela nafas panjang kemudian mengeluarkanya perlahan.


"Apakah sedang ada masalah,??" Tanya Raka pelan.


"Tidak ada Tuan, mungkin aku sedang tidak enak badan saja," jawab Mizuka.


"Kalau gitu aku aku akan memanggil dokter," ucap Raka langsung beranjak pergi.


"Tunggu Tuan," teriak Mizuka menghentikan Raka.


Raka pun menghentikan langkah kakinya dan menoleh kembali pada Mizuka.


"Ada apa lagi??" Tanyan Raka dengan wajah datar nya.


"Apa anda lupa kalau saya...." Mizuka tidak melanjutkan bicara karena takut ada orang lain yang dengar.

__ADS_1


"Oh iya aku lupa, jadi harus bagaimana, apakah harus menghubungi ibumu,??" ujar Raka menepuk jidatnya karena mengingat sesuatu.


"Ja-jangan Tuan, nanti juga sakitnya hilang sendiri kok," jawan Mizuka tersenyum ramah.


'Sepertinya aku harus sedikit hati-hati saat bersama Tuan Muda,' batin Mizuka.


Raka pun kembali duduk di sofa, Mizuka kembali menghela nafas panjang.


Raka hanya asik menonton tv tanpa ada suara dari mulutnya, sedangkan Mizuka hanya sedikit-sedikit mencuri pandang ke Raka.


'Apakah anda tahu Tuan, aku tak pernah seperti ini dengan lelaki manapun.' Batin Mizuka.


"Tuan saya masuk kamar dulu ya, mau istirahat,"ucapnya.


"Sebentar, aku akan memberimu tugas. Bukankah kamu bilang kamu dari tadi menganggur." Jawab Raka sambil tersenyum.


"Ah iya Tuan, tugas apa Tuan??" Jawa Mizuka.


"Tolong gorengkan aku ikan nila kemudian buatkan sambel bawang sekalian ya, dan harus enak, kayaknya masih banyak persediaan di kulkas!!" Ucap Raka yang masih berfokus pada tv.


"Baiklah Tuan akan segera saya kerjakan." Jawab Mizuki , setelah itu dia beranjak langsung ke dapur. Disini dapurnya bahkan terlihat seperti dapur Restoran Mewah, yang sangat besar dan bersih karena setiap hari di bersihkan oleh pelayan.


Sampai di dapur Mizuka menghela nafas panjang dan mengeluarkanya perlahan "Tuan Muda, seandainya anda jadi miliku, aku akan selalu menjagamu dan merawatmu dengan sebaik-baiknya." Ucapnya dalam dapur, sepertinya dia lupa kalau di sini ada kamera pengawas juga.


Setelah itu Mizuka langdung mengambil ikan segar di Freezer yang cukup panjang sebelum mencuci dan membumbuinya kemudian di goreng, tak lupa juga membuat sambal seperti permintaan Raka.


"Hemmmmm, sepertinya enak makan seperti ini , perutku jadi keroncongan aduhhhhh," ucap Mizuka saat mencium aroma ikan yang harum menggoda.


'Nanti setelah Tuan Muda selesai makan, aku akan masak seperti ini lagi lah, kayaknya makanan Tuan Muda memang enak-enak.' Batinya sebelum perlahan bersiap menyiapkanya ke meja makan. Namun sebelum dia keluar tiba-tiba ada yang menariknya dan dengan cepat membawanya ke meja makan beserta makananya. Siapa lagi kalau bukan Tuan Muda Raka.


"Ah tuan , pelan-pelan takut tumpah." Ucap Mizuka.


"Iya maaf." Jawab Raka kemudian berjalan perlahan.


Setelah mereka duduk, Mizuka siap menyajikan makananya di depan Raka.


"Aku memberimu tugas untuk menggoreng ikan dan sambal, bukan meminta menyajikanya padaku, apakah kamu lupa,??" Tanya Raka tersenyum.


"Ah.... iya Tuan maaf saya lupa," jawab Mizuka pelan dan malu.


'Duh Tuan muda apaan lagi sih, bukankah seharusnya setelah aku menyiapkan makanan ini dia memakanya, tapi kenapa hanya meminta menyiapkan bukan menyajikan sekalian huft, aku bingung maunya apa, jadi makin gemas haduh, ya Tuhan aku makin sayang sama dia.' Ucapnya dalam hati.


"Baiklah tugasmu selanjutnya adalah memakan makanan yang kamu persiapkan tadi, dan kamu makan di depanku, lagian kan kamu bilang tadi belum makan, jadi sekarang silahkan makan. Aku akan menemanimu." Ucap Raka membuyarkan lamunan Mizuka.


"A.... apa Tuan, baiklah tugasnya akan saya lakukan," jawab Mizuka gagab juga, 'apakah seperti ini rasanya jatuh cinta, hatiku berdetak kencang dan ah aku selalu salah tingkah di depanya, apakah aku bisa berlama-lama denganya ahhhhhh.' Batinya.


Setelah itu Mizuka memakan masakanya sendiri, dapat perhatian seperti itu dari lelaki impianya sungguh membuatnya berfikir kemana-mana. Walaupun sudah dewasa tapi dia baru pertama mengalami hal seperti ini, dan yang lebih parah adalah umur mereka terlalu jauh.


Saat Mizuka makan, Raka hanya tersenyum sambil menatapnya.


"Kapan-kapan, aku akan menemanimu agar kita benar-benar makan berdua," ucap Raka pelan.


"Ap-apa tuan?? Sungguh??" Jawab Mizuka hambir memuntahkan makananya karena terkejut.


"Apakah kamu ingin aku berbohong, dan mengatakanya bahwa aku tidak akan pernah makan bersama denganmu??" Tanya Raka halus dan menembus dada Mizuka.


"Ah tidak tidak Tuan." Jawab Mizuka.


Setelah selesai makan Raka meminta Mizuka untuk beristirahat.


*****


Didalam kamar, Mizuka masih membayangkan hidup bersama Raka. Baru sehari di sini saja sudah membuatnya sangat nyaman, apalagi dengan perlakuan Raka sangat perhatian padanya.


"Ahhhhhhhh aku bisa gila." Teriaknya pelan setelah menutup pintu kamarnya karena takut banyak yang dengar.

__ADS_1


"Ah Tuan Muda, aku ingin tidur bersamamu." Ucapnya lagi saat dia berbaring.


__ADS_2