
Raka melajukan kendaraanya cepat, dan berhenti di pinggir jalan di Ngadirejo, tepat di sebelah pecel lele milik pak Bejo dan sebelah Puskesmas. Raka mengenalnya karena sudah sering makan disini bersama kakaknya. Walaupun Raka dari keluarga cukup mampu waktu itu, sebelum dia mengetahui kekayaanya, Raka dan kakaknya tidak malu makan di pinggir jalan seperti ini.
"Pak saya biasa ya, bebek goreng sambel cabe hijau saja, sama minumnya jeruk anget, nasi dua,.." ucap Raka pada Pak bejo.
"Oh den Raka, baik den silahkan duduk,.!!" Jawab pak Bejo.
Raka pun duduk lesehan di bawah tenda yang didirikan buat warung.
"Den Raka dari mana,.??" Tanya pak Bejo ke Raka, saat dirinya menyiapkan pesanan juga.
"Dari Bandungan pak, jemput pacar, tadi dia ngambek dan kabur kesana hehe, jadi terpaksa aku yang jemput,." Jawab Raka jujur.
"Oh jadi mobil mewah ini milik den Raka, tak kira pasien Puskesmas,." Jawab pak Bejo sambil terkekeh, karena sudah sangat kenal jadi bercanda seperti biasa sudah maklum.
"Hehe iya pak, mas Bima paksa aku make mobil kayak gini, padahal sebenernya malu lah pak,." Jawab Raka jujur, Bejo sendiri tahu bahwa Raka memang sosok yang rendah hati, Bima pun demikian. Dari dulu sampe sekarang gak malu makan di manapun asal nyaman.
"Ternyata kamu gak berubah dari dulu den,." Ucap pak Bejo, kemudian dia mengantarkan pesanan yang sudah siap.
"Silahkan dimakan den,." ujar Bejo seraya menyerahkan makanan Raka.
"Iya pak, makasih,." Jawab Raka, setelah itu dia langsung makan dengan lahapnya, karena memang belum makan sedari pulang sekolah, dia disibukan dengan Angel dan Boni, itulah alasanya memesan 2 porsi nasi.
Raka makan sangat lahab, bahkan 5 menit sudah habis semua makanan dan minuman, yang sisa hanya tempat makan saja.
"Berapa pak,.??" Tanya Raka setelah selesai makan.
"46 ribu den, langsung pulang,.??" Jawab pak Bejo.
"Iya pak, kasihan pacar saya hehe,." Jawab Raka sambil menggaruk bagian belakan kepalanya padahal tidak gatal.
Setelah menyerahkan uang 100 ribu dan tidak meminta kembalian, Raka langsung pamit pulang.
Dalam perjalanan Raka mengirim pesan kepada Patrik Jonson.
[Paman Jonson maaf mengganggu, Angel ketiduran di rumahku, gak enak kalau bangunin karena sangat lelap, jadi mohon di beri ijin dia menginap di sini, saya akan bertanggung jawab penuh bila terjadi sesuatu]
Sekilas pesan dari Raka untuk Patrik.
[Baiklah, tidak apa Tuan Muda, apapun untuk anda pasti saja ijinkan, terimakasih telah menjaga putri kami]
Balasan dari Patrik sangat cepat, dan akhirnya Raka bisa bernafas lega, dia tidak mungkin bilang bahwa Angel sedang mabuk berat ke orang tuanya. Apalagi Angel mabuk berat karena merasa dipermalukan Raka.
Setelah jeda singkat, akhirnya Raka sampai di kediamanya. Dan dengan cepat membawa Angel ke kamar Raka, untuk beristirahat.
Raka pun ikut tertidur di sebelah Angel, walaupun mereka tidak melakukan apapun.
Malam yang sangat melelahkan, Mizuka sudah tertidur di kamarnya, seperti biasanya dia hanya bermimpi melakukan pergulatan dengan Raka, tapi dia belum sadar bahwa semuanya hanya mimpi. Raka sendiri tidak tahu menahu tentang mimpi Mizuka. Yang Raka tahu hanya Mizuka terlihat aneh akhir-akhir ini.
***
Pagi keesokan harinya, Angel bangun sangat pagi karena masih petang.
Saat dia membuka mata pertama kali, dia sontak kaget karena tertidur di pelukan kekasihnya.
Angel bangun perlahan karena takut membangunkan Raka yang masih sangat pules tidurnya, dia membuka tangan raka perlahan dan keluar dari pelukanya.
Setelah membebaskan diri, Angel ke kamar mandi untuk mandi dan buang air.
Setelah selesai, Angel kembali ke ranjang tempat kekasihnya masih tertidur.
"Tidurpun terlihat tampan,." Gumam Angel pelan seraya tanganya mengelus pipi Raka.
"Eh aku kan sedang marahan sama dia,,,, uh" gumamnya lagi dan dengan cepat menarik kembali tanganya.
"Jangan jual mahal, nanti aku di ambil orang baru tau,." Tiba-tiba terdengar suara Raka menggoda Angel, padahal matanya masih tertutup.
"Ah apa, kamu ngerjain aku ya??? I-ihhhhh, sebel aku.," ucap Angel sebelum mencubit hidung Rak dengan gemesnya.
"Aduh, aduh sakit sayang," ucap Raka.
Raka menjerit kesakitan dan bangun dari tidurnya.
"Sayang kamu galak banget sih, seneng ya nyiksa aku,." Ujar Raka masih mengelus hidungnya yang memerah.
"Salahmu,. Wlekkkkkk!!!" Jawab Angel sambil menjulurkan lidahnya ke Raka.
"Uh aku gemes sama kamu sayang,...." ucap Raka seraya tanganya menggelitiki Angel.
"Ah ah ah geli ,geli, geli sayang sudah , ampun ampun, iya oke deh ampun, sudah sudah, tolong!!! Tolong!!!" Teriak Angel karena geli di gelitiki Raka.
Raka hanya mendekapnya kemudian membalikan tubuh Angel ke Ranjang sebelum langsung ******* bibirnya agar diam.
__ADS_1
Tangan Raka langsung menjalar dan menyentuh bagian sensitif Angel, dan hanya suara ******* yang terdengar.
Setelah Raka melihat Angel sangat terangsang, dia melepaskanya kemudian duduk.
"Arghhhhh, kenapa sih kamu menyiksaku dengan tidak melanjutkanya..... kamu jahat...." ujar Angel manyun lagi sambil memukul-mukul dada Raka, sebelum memeluknya.
"Hehe maaf ya, takut kebablasan lagi,." Jawab Raka.
"Iya deh iya, sana mandi dulu ah bau acem,!!!" Ucap Angel sebelum melepaskan Raka dari pelukanya dan pura-pura menutup hidungnya.
"Ini ini ,...." Raka semakin menggoda dengan menempelkan tubuhnya terus ke Angel.
"Ah Sayanggggg....., mandi sana buruan...." ujar Angel geram tapi senang juga.
"Baiklah-baiklah, aku mandi dulu...." jawab Raka kemudian membuka baju dan celana.
"Ahhhhh Raka Randika sayang...." ucap Angel sambil pura-pura menutup matanya dengan tangan, tapi jari nya masi renggang mengintip tubuh kekar Raka.
"Kamu kenapa??" Tanya Raka pura-pura polos.
"Gapapa, buruan sana mandi,!!" Jawab angel ketus.
"Baiklah," setelah menjawab perintah Angel, Raka langsung berlalu kekamar mandi, dan berendam air panas sebentar.
***
Di tempat lain, Mizuka bangun dari tidurnya juga.
"Sayang...." ucap Mizuka pelan, sambil tanganya menepuk-nepuk kasur di ranjang mencari Raka.
"Kok pasti gak ada ya, padahal masih pagi juga,.. padahal kan aku pengen lagi,." Gumamnya pelan.
"Yasudah lah, aku mandi saja dulu." Lanjutnya seraya bangkit dari Ranjang sebelum membersihkan pakaianya yang tercecer dan masuk ke kamar mandi.
Di dalam juga Mizuka membayangkan kejadian semalam, Raka telah bergulat denganya dan selalu memberikan kepuasan-kepuasan tersendiri kepada Mizuka.
"Sayang, kamu kemana sih setiap bangun tidur jarang banget dikamar,.." gumamnya saat berendam di dalam air panas.
"Baiklah, setelah ini aku akan keluar untuk menyiapkan sendiri sarapanmu, aku tidak akan membiarkan pelayan yang melayanimu, aku kan istrimu,.." gumam Mizuka sambil senyum-senyum sendiri.
Setelah berendam sebentar, Mizuka perlahan bangkit dan membersihkan seluruh tubuhnya yang cantik dan **** sebelum keluar dan berganti pakaian seperti biasanya, dia hanya mengenakan baju tidur yang lain. Niatnya adalah, agar suaminya terangsang terus jika melihatnya. Mizuka belum sadar bila semuanya hanya mimpi.
***
"Sayang ahhh... kamu ganteng banget pokoknya...." ucap Angel seraya menatap wajah pacarnya.
"Ya pasti lah,..." jawab Raka percaya diri.
"Uhhhh.... sejak kapan kamu menjadi sepercaya diri ini,.??" Ujar Angel cemberut.
"Memangnya kenapa kalau aku percaya diri,.?? Tak suka,.??" Jawab Raka seraya mata kirinya di kedipkan.
"Uhhhhh..." ucap Angel seraya memukul-mukul Raka pelan sebelum memeluknya lagi.
"Kalau orang lain pasti aku membencinya, tapi kalau kamu ahhhhh....... aku tak bisa benci walaupun aku mencoba nya,." Jawab Angel menundukan kepala.
"Baiklah-baiklah, ayo kita duduk di sofa,." Ujar Raka seraya tangan nya menarik Angel dan membawa nya untuk duduk ke sofa, tapi sofa ini hanya muat untuk satu orang saja dan Angel terpaksa di pangku Raka.
"Kenapa kamu cemberut sayang,.??" Tanya Raka ke Angel.
"Aku hanya...." Angel tidak melanjutkan bicaranya karena Raka langsung ******* bibirnya.
Angel berusaha melepaskan ******* Raka dengan mendorong dada nya agar terlepas.
"Ah sayang.... " bentak Angel melotot.
"Bagaimana aku cerita, bila setiap ingin cerita selalu di potong..... ughhh," lanjut Angel.
"Hehe maaf-maaf, aku tidak tahan saat melihat bibir manis kamu,." Jawab Raka sambil terkekeh.
"Iya aku kan memang manis, bahkan kemarin banyak yang coba deketin aku, hanya saja ya tau sendiri lah apa yang terjadi,.." ucap Angel percaya diri.
"Ya elah, apa kamu hajar orang lagi,.??" Tanya Raka tak percaya, pacarnya ternyata cukup ganas juga saat marah. Raka menjadi sedikit merinding.
"Yah salah siapa berani sentuh-sentuh aku, kupatahkan saja tangan dan kakinya,." Cerocos Angel merasa tidak bersalah sama sekali.
"Duhhhh gak kasihan ya sama mereka,. Kamu kan bisa beri mereka sedikit pelajaran, kenapa harus mematahkan kaki dan tangan mereka,." Jawab Raka sambil menepuk dahi nya, sungguh dia tak menyangka Angel akan seperti ini. Semakin mengenalnya semakin menakutkan ternyata.
Berbeda sekali dengan Mizuka, semakin mengenalnya semakin lembut tingkah Mizuka, dan juga aneh.
***
__ADS_1
Di dapur terlihat seorang wanita cantik sedang memasak dengan senangnya. Siapa lagi kalau bukan Mizuka.
Mizuka bernyanyi dan tersenyum saat menyiapkan makanan untuk Raka.
Saat ini Mizuka tengah menggoreng ikan Nila, dan bahan untuk sambal bawang kesukaan Raka.
Kurang dari setengah jam semua nya beres, sekarang Mizuka menyiapkan semua ke meja makan, mulai dari nasi, sambal, Nila goreng, dan lalapan seperti mentimun, kemangi, dan kubis.
Minumnya kopi susu hangat dan air putih kesukaan Raka.
Untuk keluarga kelas atas, makanan Raka sama seperti orang pada umumnya. Tidak ada makanan yang terlalu mewah saat dia di rumah.
Setelah Mizuka menyiapkan makananya, dia kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri lagi, karena tadi terkena bau minyak dan bumbu dapur lainya.
***
"Ayo kita keluar, pasti sudah di siapkan makanan,.!!" ujar Raka ke Angel.
"Benar juga, aku sudah lapar, kemaren hanya minum anggur tanpa makan hehe,." Jawab Angel.
Akhirnya keduanya keluar kamar untuk disambut pelayan dengan sopan. Pelayan bercerita bahwa Mizuka telah memasak dan menyiapkan makanan untuk Tuan Muda.
"Wah ternyata Mizuka perhatian juga dengan atasanya,." Ucap Angel, sedikit nada cemburu terlihat. ',kenapa seperti ada yang aneh ya, rasanya dulu Mizuka tak pernah masak untuk atasanya,' batin Angel.
"Iya sepertinya begitu, baiklah karena sudah di siapkan ayo kita makan,.!!!" Ujar Raka seraya menyeret tangan Angel.
Angel hanya mengikuti Raka, dan benar saja yang di katakan pelayan, sekarang sudah tersedia 2 piring dan ada nasi beserta Nila goreng, lalapan, dan sambal. Sepertinya sengaja di buatkan untuk 2 porsi makan.
"Apakah Mizuka tahu aku disini,.??" Ujar Angel Merasa sedikit aneh, karena Raka sudah bilang bahwa saat mereka sampai disini Mizuka sudah tidur.
'Bagaimana dia bisa tahu,.' Batin Angel merasa semakin aneh dengan tingkah Mizuka.
"Sudah-sudah tak usah berfikiran yang aneh-aneh, mending kita makan saja, lagian sudah di siapkan, nanti basi,." Ucap Raka seolah tak ada masalah sedikitpun, sedangkan Angel karena dia seorang wanita sensitif, dia merasa ada yang salah.
"Baiklah ayo makan,." Jawab Angel, seraya duduk di kursi. Angel sudah memutuskan untuk menyelidiki masalah ini.
Wanita adalah makhluk sensitif, berbeda dengan kaum pria yang kurang paham atau kurang peka.
Angel hanya menghela nafas cepat, sebelum mengeluarkanya pelan dan makan bersama Raka.
Mereka makan dengan lahab, apalagi Raka terlihat sangat menikmatinya.
'Sepertinya kamu suka banget makanan seperti ini,' batin Angel.
Setelah makan selesai, keduanya bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Sampai depan rumah mereka bertemu Deni yang sedang bersiap berangkat juga.
Ketiganya berangkat menggunakan mobil masing-masing, karena kemarin Raka pulang dengan mobil Angel, sedangkan mobil brio nya di bawa pulang pengawalnya.
Deni berpisah setelah keluar dari gerbang rumah Raka, seperti biasa dia menjemput Susi, sudah seperti sopir pribadi nya.
Raka menggunakan Brio nya, sedangkan Angel menggunakan Ferrari nya.
***
Mizuka pun keluar kamar setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian kembali.
Masih seperti biasa, dia saat ini juga menggunakan baju tidur **** nya lagi, ingin sekali memuaskan Raka.
Tapi saat dia sampai di meja makan, dia di kejutkan lagi, semua makanan sudah habis, hanya tersisa nasi dan sambel saja.
Mizuka tidak bertanya pada pelayan, dia juga tidak menyadari bahwa saat ini ada dua piring kotor.
"Aku senang, kamu mau menghabiskan makanan yang kusiapkan,." Gumam Mizuka sebelum berlalu pergi dari ruang makan.
"Pelayan tolong bereskan sisa makanan Tuan Muda ya,." Ucap Mizuka saat bertemu pelayan.
"Baik Nona,." Jawab pelayan dengan anggukan.
Setelah itu Mizuka yang sedang bahagia pun mengirim pesan ke Raka.
[Makasih ya sudah di habisin, makanmu banyak juga hihi]
Sekilas pesan terkirim ke Raka.
Setelah jeda singkat Raka membalas.
[Hahaha iya, maaf tadi tidak menyisakan untuk kamu, aku sekolah dulu,..] balas Raka.
[Tidak apa kok, entar aku mau ajak kamu pergi, jadi langsung pulang ya!!!] Balas Mizuka.
__ADS_1
[Baiklah, aku langsung pulang, tapi ada syaratnya.... kamu harus siapkan makanan yang enak di rumah,,] balas Raka.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri,???" Ujar Angel ke Raka, saat melihat tingkah laku Raka semakin kesini semakin aneh juga.