Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 27


__ADS_3

Saat ini Angel sedang pergi bersama Susi, padahal sebelumnya Susi berniat pergi dengan Deni. Tapi sahabatnya terlihat sedang murung, jadi dia membatalkan pergi dengan kekasihnya demi sahabatnya yang sedang murung.


Dalam perjalanan Angel menerima pesan dari Raka tapi hanya membacanya sekilas sebelum meletakan kembali hp nya.


"Kenapa kamu tidak membalasnya,.??" Ujar Susi, karena dia melihat pesan dari Raka.


"Males." Jawab Angel ketus.


"Uh... gak inget ya waktu terpana dengan tampanya Raka,.??" Tanya Susi.


"Gak mau ingat-ingat..." jawab Angel masih ketus.


"Yasudah terserah kamu saja,..." ujar Susi karena tak mau bila dia bicara akan menyinggung Angel.


Angel hanya perfikir sendiri saat berkendara, ',kenapa kamu tega buat ku malu, padahal aku hanya ingin melindungimu.....',." Pikirnya dalam hati.


"Kita mau kemana Ngel,.??" Tanya Susi memudarkan keheningan.


"Kita jalan saja, apakah kamu keberatan pergi denganku,.??" Tanya Angel ketus. Susi hanya menghela nafas sebelum mengeluarkanya.


"Bukan masalah keberatan, tapi saat ini kita sudah hampir sampai di Bandungan,.??" Jawab Susi lembut.


"Baiklah kita berhenti disana, aku ingin menghibur diri, bukankah di sana terkenal banyak kafe dan bar juga,.??" Ujar Angel masih dengan suara dinginya.


Susi hanya mengeluarkan nafas kasar sambil melirik sahabatnya yang nyetirnya semakin gila.


[Nanti kamu ke bandungan ya, aku dan Angel sedang menuju kesana]


Sekilas pesan dari Susi untuk Raka.


[Baiklah nanti sharelokasi saja, aku kesana sama Deni]


Balas Raka cepat.


***


"Tuan Randika maaf,." Tiba-tiba datang suara seorang perawat Rumah Sakit mendekati Raka.


"Iya ada apa,.??" Tanya Raka pada nya.


"Sepertinya pasien mengalami retak pada tulang tanganya, jadi harus di balut dan di beri vitamin tulang agar cepat pulih dan sepertinya dia harus menginap malam ini, mungkin besok belum bisa mengikuti belajar mengajar,..." keterangan sang perawat.


"Baiklah berikan perawatan paling bagus untuk teman ku, aku ingin dia cepat di sembuhkan, berikan obat paling cepat dan bagus untuk memperbaiki tulangnya, saya akan membayar penuh nanti,..." jawab Raka. 'Apakah seperti ini, ternyata menakutkan juga jika seseorang yang melakukan pelatihan bertarung dengan manusia biasa, pasti bisa dengan mudah membunuh,.' Batin Raka.


"Baik tuan, kalau gitu saya permisi,." Pelayan sedikit membungkuk sebelum pergi.


"Kenapa kamu terlalu kejam dengan teman sekelasmu sediri sayang, aghhhhh....." Gumam Raka sedikit lantang.


Sesaat kemudian Raka pergi kekasir untuk membayar biaya tambahan lainya.


[Dimana kamu,?? Ke RSUD Temanggung dan bawa beberapa pangawal untuku, juga bawa ferrari saat kesini!!!]


Sekilas Raka mengerim pesan ke Deni.


[Baiklah, aku segera menuju lokasi]


Deni membalas dengan cepat.


Setelah Raka membayar biaya tambahan, dia masuk kedalam Bangsal Boni.


"Tolong maafin Angel ya Bon,.!!" Ucap Raka saat berada di dalam bangsal VIP yang di gunakan Boni.


"Iya, aku ngerti, dia berusaha melindungimu, tapi aku heran, kenapa wanita secantik itu bisa sangat kuat, bahkan mungkin lebih kuat dari Tentara," tanya Boni yang merasa aneh.


"Dia memang kuat, mungkin pernah menjalani latihan bela diri di jepang." Jawab Raka sedikit berbohong agar tidak mebocorkan rahasia keluarganya ke orang lain.


"Oh iya mungkin, tapi umurnya masih sangat muda, bagaimana bila nanti sudah dewasa pasti menakutkan, apakah kamu yakin tidak takut padanya.??" Ujar Boni mengingatkan.


"Tidak ada yang perlu di takuti, aku tulus sayang sama dia, lagian dia tidak pernah kasar padaku dan juga dia selalu melindungiku seperti tadi,." Jawab Raka senyum, Raka merasa senang juga karena dirinya tidak perlu menggunakan keterampilanya saat bersama Angelica, Angel selalu melindunginya jika ada yang ingin menyakiti Raka walau sedikit. Tapi saat Angel menyengkeram tangan teman sekelasnya, memang terlihat menakutkan bila dia tida bisa mengontrol diri, mungkin juga ini alasan pengawal pribadinya, untuk meminta hanya Raka yang melakukan pelatihan lanjutan.


"Hahaha dasar ya , kamu lucu juga,. sekarang mungkin dunia sudah terbalik, karena wanita yang melindungi lelaki,." Ujar Boni sambil terkekeh. Raka sedikit tenang melihat temanya bisa tertawa, mungkin ini bisa membuat hubungan nya dengan Boni membaik juga, 'dalam hidup selalu ada sebab, ada akibat.' Batin Raka.


",iya, oh iya, aku sudah menghubungi keluargamu, aku bilang kamu menginap di rumahku karena tidak mau membuat mereka khawatir,.." ujar Raka.


"Iya, ternyata kamu lebih cakap dari yang kukira, ternyata tidak salah kamu selalu baca buku,." Ujar Boni sambil terkekeh.


"Hehe iya, maaf soal tadi,." Ucap Raka masih merasa bersalah.


Raka dan Boni melanjutkan percakapan mereka, dan mereka akhirnya saling mengerti dan saling terbuka. Raka merasa bisa semakin dekat dengan Boni, ini juga berkat Angel yang menyakiti Boni.

__ADS_1


***


Diluar RSUD, terjadi keramaian... sekitar 40 mobil berhenti mendadak, merek mobil-mobil tersebut mulai dari Ferrari, Pajero Sport, dan Inova.


Semuanya di pimpin oleh seorang anak muda berpakaian SMA, siapa lagi kalau bukan Deni.


Di sebelah Deni ada dua pengawal pribadi Raka, bernama Alfaro dan Elfaro, mereka kembar, di belakangnya ada Widodo dan pasukanya. Widodo di minta datang karena untuk memperdekat hubunganya denga Raka yang pernah terjadi salah paham.


"Waow, ini terlalu mewah.....


"Bukankah itu Ferrari, pengemudi nya juga masih SMA....


"Anak itu yang memimpin rombongan, sungguh dia tampan sekali....


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa begitu banyak orang berhenti di depan Rumah sakit....


"mungkin ada masalah....


"Tidak mungkin Rumah Sakit mempunyai masalah, yang ada pasti Rumah Sakit ini sedang merawat pasien penting dan mereka menjaganya....


"Ah apakah begitu.. tapi siapa di Temanggung ini yang mempunyai pasukan sebanyak ini, bahkan Widodo pun takluk denganya.....


Sekarang di luar sudah semakin ramai karena semakin banyak orang berkumpul untuk berdiskusi dan melihat yang terjadi.


"Aku tidak tahu.... tapi sepertinya bukan anak muda itu kan.,??


"Duh.... mereka mulai mendekat, aku harus menampilkan penampilan sebaik mungkin.....


Lebih dari 200 pria mendekati kerumunan, kerumuman tidak ada yang berani menghalangi dan hanya bisa memberikan jalan untuk pasukan ini.


"Maaf tuan,.?? Apa maksutnya ini??" Tanya seorang satpam yang sedikit gemetar, apalagi dia pernah di hajar Widodo saat dia menyinggung keluarga Widodo.


"Kami kesini karena di minta atasan kami,." Jawab Al dan El bersamaan.


"Oh iya, ada yang bisa di bantu tuan,.??" Tanya satpam yang sudah meneteskan keringat di dahinya, tapi mencoba untuk tetap tenang.


"Aku akan menghubungi temanku,." sambung Deni memotong pembicaraan mereka.


Setelah itu Deni mengeluarkan ponselnya dan menelfon Raka.


"Aku sudah di luar bersama pengawal." Ujar Deni saat hubungan telfon tersambung.


Satpam masih diam, dia takut bila menyinggiung orang yang begitu kuat lagi, bisa di habisi seluruh keluarganya.


Setelah keheningan singkat akhirnya Raka keluar dan langsung menemui pasukan nya.


Raka sempat di buat kaget juga, dia hanya meminta beberapa pengawal, tapi Deni membawa ratusan.


"Apakah perlu membawa sebanyak ini???" Tanya Raka sambil mengerutkan dahi nya.


"Ya, karena sudah terlanjur tidak apa, aku akan bicara dengan Al dan El secara pribadi, jadi yang lainya boleh meninggalkan tempat ini, karena akan mengganggu ketenangan Rumah Sakit bila terlalu banyak orang,.." lanjut Raka.


Widodo dan pasukanya hanya mengangguk pelan dan meninggalkan tempat kejadian. Dia tidak berani bersuara karena takut identitas Raka akan terungkap. Mereka membungkuk sedikit sebelum pergi dengan pasukanya, yang tersisa hanya Al dan El saja, bersama Deni dan Raka.


"Kamu tunggu di sini Den, siapkan mobilnya karena setelah ini kita pergi ke Bandungan," ujar Raka sebelum berbalik dan masuk Rumah sakit.


Deni menunggu di luar Rumah sakit saat Raka dan dua pengawalnya masuk.


"Baiklah,." Jawab Deni berjalan ke mobilnya dan masuk ke kursi pengemudi.


Semua orang takjub melihat ini...


"Apakah pria tadi itu pemimpinya....


"Harus, maksudku,. Siapa lagi yang bisa..


"Benar sekali , semua orang tunduk patuh padanya,,. Bahkan Widodo membungkuk padanya....


"Betapa luar biasanya jadi dia....


Kerumunan masih membicarakan Raka, tapi Raka sendiri sudah masuk bersana kedua pengawalnya.


***


"Apakah kalian membawanya,.??" Tanya Raka saat sudah di dalam Rumah sakit.


"Kami selalu membawa Tuan, apa yang anda inginkan,.?? Jawab Al. Mendengar jawaban Al, Raka mengeluarkan nafas melalui mulutnya karena senang.


"Temanku mengalami retak tulang tangan, jadi tolong buat dia meminum jamu itu, oh iya buat agar dia tidak mengetahui bahwa kalian yang meminumkan jamu nya,." Ujar Raka kepada pengawal nya.

__ADS_1


"Baik Tuan, kami mengerti apa yang harus kami lakukan,." Jawab Al pelan.


Raka ingat saat menjalani pelatihan pertama, seluruh tubuh Angelica hampir hancur karena banyak tulangnya retak dan remuk, tapi sekali minum jamu herbal ini, semua tulangnya langsung di sembuhkan.


Jadi dia berfikir mungkin Boni juga bisa dengan cepat di sembuhkan.


"Baiklah aku akan pergi, tolong jaga pasien di bangsal itu untuku,." Ujar Raka sambil menunjuk pada bangsal VIP yang saat ini tertutup.


"Baik Tuan, di mengerti,." Jawab kedua pengawal serempak tapi pelan.


***


Saat Raka keluar, masih banyak wanita di depan RS menunggunya.


"Hay tampan....


"Lihat dia sangat menawan....


"Di lihat dari seragamnya dia sekolah di SMA Candiroto...


"Apakah boleh aku kenalan tampan....


"Ahhhhh.... aku bisa gila bila dia menciumku...


Raka hanya menanggapi dengan senyuman sebelum pergi dari kerumunan dan masuk ke Ferrari nya, dan saat ini Deni menjadi sopirnya.


Mereka berdua langsung meninggalkan Rumah Sakit dan menuju Bandungan.


"Lihat pria itu sangat keren saat memasuki mobilnya...


"Aku ingin mengenalnya lebih jauh, mungkin aku akan ketularan kaya....


Walaupun Raka sudah pergi, masih banyak yang membicarakanya.


***


"Untuk apa kita ke Bandungan,.?? Apakah kau sudah bosan dengan Angel,.??" Tanya Deni menggoda, saat ini keduanya dalam perjalanan.


"Aku kesana untuk menjemput dia dan Susi, apakah kamu tidak ingin bersenang-senang dengan Susi juga,??" Balas Raka, dan Deni sontak kaget.


"Apa?? Angel dan Susi ada di Bandungan,.?? Apa yang mereka lakukan arghhhhhh...." tanya Deni suaranya sedikit meninggi karena marah, dia pun mempercepat mobilnya.


"Nanti ku ceritakan, tapi tak usah emosi...." ucap Raka seraya menenangkan Deni dan menceritakan semuanya.


"Bagaimana aku bisa tenang, kamu tahu sendiri kan Bandungan seperti apa, aku hanya takut ada orang yang melecehkan Susi, aku sangat menyayanginya, tak mungkin aku Rela dia di lecehkan.," jawab Deni masih mencoba mengendalikan diri.


"Tenang saja, percaya sama aku... selama ada Angel, tidak akan ada yang berani melecehkan Susi ,." Ucap Raka meyakinkan.


"Kenapa kamu begitu yakin,.?? Oh iya, bagaimana seandainya Angel yang di lecehkan?? Dia sangat cantik, pasti banyak lelaki tertarik padanya,." Jawab Deni mengingatkan Raka.


"Pokoknya tenang saja menyetirnya, percaya sama aku semuanya akan baik-baik saja,." Jawab Raka meyakinkan, tapi sepertinya Deni tetap khawatir. Dia tahu seperti apa pergaulan di Bandungan itu.


Deni masih bergetar saat menyetir, sangat takut terjadi sesuatu pada Susi.


"Berhenti di sini sebentar!!!" Perintah Raka tegas, Deni pun menginjak Rem dan berhenti di pinggir jalan.


"Ada apa lagi,.??" Tanya Deni pasrah.


"Kalau kamu menyetirnya seperti orang gila, bisa-bisa kita mati sebelum sampai Bandungan, sebaiknya biar aku yang menyetir, kau tenangkan dirimu dulu,!!" Ucap Raka tegas.


"Baiklah,." Jawab Deni , kemudian keduanya berganti tempat duduk.


Sekarang Raka yang menyetir tapi lebih gila dari Deni, hanya saja Raka bisa mengendalikan dirinya saat menyetir.


***


Di sebuah Bar Karaoke ada dua gadis cantik sedang bernyanyi lagu-lagi patah hati, tentu saja dua gadis itu adalah Angel dan Susi.


Saat Angel tiba di lokasi, banyak cowok sudah mencoba merayu nya, bahkan ada yang berani ingin menyentuhnya sebelum di hajar Angel habis-habisan.


Siapa yang tidak tertarik melihat dua remaja yang sangat cantik dan menawan.


Bahkan keduanya menggunakan Ferrari saat ke tempat seperti itu, sayang sekali wanita ini menolak dengan kasar saat di rayu dengan lembut. Jadi banyak pria mencoba menyentuhnya langsung dan berniat membawanya pergi ke kamar.


Sayang sekali mereka salah mengira bahwa keduanya bukan gadis biasa, bahkan mereka menyesali tindakanya saat Angel mematahkan tangan dan kaki mereka dengan cepat.


Seandainya mereka tidak memprovokasi Angel, mungkin saat ini masih sehat. Sayang sekali tak ada penyesalan, semuanya sudah terjadi.


Angel sudah menghabiskan lebih dari 5 botol Congyang dan 2 botol Anggur merah, seandainya Angel belum melakukan pelatihan, mungkin sekarang dia sudah muntah darah. Karena saat ini hanya Angel yang minum, Susi tidak berani minum alkohol dan hanya menemani sahabatnya bernyanyi.

__ADS_1


__ADS_2