Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 38


__ADS_3

Cerita di lanjutkan,..


Angel pulang kerumah dan ada sedikit penyesalan karena terlalu emosi, dan mengirim pesan kepada Raka, sayang sekali Raka hanya membaca pesan Angel tanpa membalasnya.


"Jadi seperti ini cinta anak remaja," gumam Dokter Silvia seraya terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


Sampai Angel bercerita pada Patrik, terlihat Patrik sangat ketakutan dan gemetar.


Patrik menceritakan segalanya tentang keluarga keluarga Armando yang di asingkan dan tidak pernah terlihat lagi batang hidungnya.


"Jadi seperti itu yang mereka tahu, sebenarnya keluarga itu saat ini ada di bawah sana untuk menjadi bahan percobaan penelitian keluarga setelah semua keluarga itu terjangkit T-virus dan menjadi Zombi,." gumam Dokter Silvia sambil terkekeh melihat yang di ketahui orang luar, bahwa keluarga itu di asingkan.


Memang benar di asingkan di bawah rumah keluarga Randika yang di Temanggung.


Melanjutkan cerita dalam komputer sampai ketiga orang itu menunggu Tuan Muda selama seharian di sini. Ini membuat Dokter Silvia semakin terkekeh dan memegangi perutnya.


"Lucu juga keluarga di bawah Randika,." ucapnya pelan sebelum melanjutkan.


Dokter Silvia di kejutkan saat Raka dan Mizuka sampai di halaman kediaman Randika dan Angel menatap Mizuka dengan tatapan musuh, Mizuka bahkan membalas tatapan wanita ini.


"Apakah kamu juga jatuh hati pada Tuan Muda nak,.??" tanya Dokter Silvia pada diri sendiri.


Silvia sangat senang seandainya Raka dan Mizuka bisa bersatu. Tapi juga sangat takut bila Mizuka mengalami hal seperti Angelica. Tapi tentu saja tidak akan terjadi, karena Silvia sangat mengenal anaknya yang lembut. Kelembutan Mizuka mungkin berasal dari ayah kandungnya yang sangat lembut dan mampu meluluhkan hati Silvia sewaktu hilang ingatan di masa lau itu.


Cerita dalam komputer di jeda karena Silvia saat ini kembali terkenang dengan masa lalunya yang indah juga kelam karena banyak masalah yang harus dia selesaikan demi keluarga besarnya dan umat manusia seluruh dunia.


***


Kembali ke Raka Randika, setelah dia di turunkan di Hutan Belantara, tepatnya di Pulau Irian Jaya.


Raka memulai hidupnya dengan membangun hunian di atas pohon dan itu terlihat sangat kuat karena pohon yang besar dan tinggi.


Raka bisa membangun rumah pohon dengan cepat karena keahlianya sudah setara dengan Mizuka yang mampu mematahkan pohon dengan tanganya, dan menghancurkan batu dengan telapak tanganya.


Setiap hari Raka makan seadanya, karena menangkap burung, ikan, dan hewan lainya di hutan, sama sekali bukan masalah buatnya.


Tepat ketika Raka sedang bersantai, keesokan harinya, dia mendengar seorang wanita minta tolong.


"Tolong!! Tolong!! Tolong aku jika ada siapapun di Hutan ini!! Tolong!!.


Suara gadis itu semakin mendekat dan terlihat oleh Raka, gadis sedang berlari karena di kejar Babi yang cukup besar. Tidak mau terjadi apa-apa pada gadis itu, Raka dengan cepat melompat dan membunuh Babi tersebut dengan sekali pukul.


Gadis tadi masih ketakutan dan bersembunyi di balik pohon.


"Tenang, ini sudah selesai,." ucap Raka seraya berbalik untuk melihat gadis yang ketakutan tadi.


"Ahh... iya terimakasih,." jawab gadis tadi dengan anggukan dan senyuman sebelum terjatuh dan pingsan karena kelelahan.


Raka dengan sigap menangkap gadis tersebut sebelum membawanya ke rumah pohon untuk di baringkan.


Menjelang siang gadis tadi perlahan membuka matanya, dan sontak kaget saat dia terbangun dari pingsanya.


Saat ini dia berada di atas pohon yang sangat tinggi, jadi bagaimana caranya dia turun.


Raka meninggalkan gadis itu untuk mencari buah-buahan agar dimakan gadis tadi.


Gadis tadi tidak tahu bagaimana caranya turun, akhirnya dengan terpaksa menunggu lelaki yang menyelamatkanya di rumah pohon.


Saat gadis itu melamun, tiba-tiba dia merasakan ada sebuah benda hidup uang melewati kakinya perlahan, benda itu terasa dingin. Gadis tadi sontak kaget dan langsung melompat dan berlari keluar.


"Ularrrrr...... awww" teriaknya sebelum hampir jaruh dari rumah pohon seandainya Raka datang terlambat untuk mendekapnya.


"Ahhhh maaf..." ucap gadis tadi saat berpegang erat pada tubuh Raka.


"Iya" jawab Raka singat, sebelum membawa gadis tadi untuk duduk kembali Raka juga telah membunuh ular tadi, lumayan dapat makan siang.


"Kenapa kamu ada di hutan seperti ini,.??" Tanya Raka datar.


Bukan menjawab, gadis tadi hanya menatap ketampanan Raka dan juga tubuh sispax nya, sangat gagah dan wajahnya menawan. Bagaimana di hutan belantara seperti ini masih ada manusia hidup. Dan hanya mengenakan celana pendek tanpa pakaian atas juga dengan rambut panjang dan berjenggot sedikit. 'sangat manis' batin gadis tadi.

__ADS_1


"Hey! Hey!" tambah Raka melambaikan tangan dan membuyarkan lamunan gadia tadi.


"Eh ya maaf,." jawab gadis tadi merasa malu dan menundukan kepalanya.


"Aku tanya sekali lagi, kenapa gadis sepertimu bisa datang ke hutan,.??" Tanya Raka masih dengan wajah datarnya, terlihat sangat cuek tapi peduli.


"Kenapa sih wajahmu datar banget, senyum dikit donk,.!!" Gadis tadi bukan menjawab, malah meminta Raka tersenyum.


Raka pun sontak memaksakan senyumnya, dia bingung dengan para gadis. Mereka sangat aneh, di tanya bukan menjawab malah mengalihkan pembicaraan lain.


"Nah gitu kan terlihat ganteng hehehe," ucap gadis tadi tertawa kecil. Raka hanya memalingkan wajahnya.


"Eh iya, dimana teman-temanku ya, aku tadi di kejar Babi gila itu, dan tidak tahu sampai masuk ke dalam hutan, bagaimana caranya aku kembali, ah kenapa bisa aku sampai di sini, bahkan tidak tahu tempat ini, jadi bagaimana ini, ya Tuhan malang sekali nasibku,. Kenapa aku tadi tidak mati saja dan kembali ke teman-temanku dalam wujud arwah,,... haduh bahaimana ini,.." cerocos gadis tadi terlihat sangat khawatir, tapi dari rasa khawatirnya membuat Raka sedikit terkekeh. Gadis ini unik dan lucu.


Bahkan sampai melompat lompat tak jelas saat bicara panjang kali lebar.


"Sudah diam!!" Perintah Raka seraya mendudukan kembali gadis tadi.


"Ahhhh , maaf aku terlalu khawatir,." ucap gadis tadi kembali menundukan kepalanya.


"Aku akan membawamu keluar dari hutan, dengan syarat jangan pernah bilang kepada siapapun bahwa kamu pernah melihat ada manusia disini,!!" ucap Raka tegas.


"Tapiiiii...." gadis tadi tidak melanjutkan karena takut akan menyinggung pria di depanya.


"Terimakasih,." hanya itu yang keluar dari mulut gadis tadi.


"Iya, asal kamu berjanji akan tutup mulut, aku akan membawamu keluar dari Hutan,." tambah Raka meyakinkan.


"Baiklah aku janji,." jawab gadis tadi.


Sore ini Raka dan gadis tadi makan buah dan ular bakar yang di bakar Raka, gadis tadi mengamati segala perilaku Raka yang sangat baik. Gadis tadi merasa beruntung karena pria yang menolongnya bukan lelaki mesum. Seandainya lelaki mesum, pasti dia sudah di perkosa karena di Hutan juga tidak mungkin ada yang bisa menolongnya. Gadis ini bukan merasa takut tinggal di hutan dengan lelaki yang tidak di kenalnya, tapi lebih tepatnya merasa senang karena terlindungi. Apalagi dia melihat sendiri keahlian Raka membunuh Babi tadi dengan mudahnya. Dan membunuh ular juga dengan mudahnya.


Gadis tadi minta di antar kesungai untuk membersihkan diri. Raka dengan senang hatin mengantarnya bahkan Raka tidak berniat melihat tubuh gadis tadi saat mandi, jadi setelah mengantar Raka hanya menunggu dan berjaga dati jauh.


Selesai mandi, gadis tadi berteriak memanggil Raka dengan sebutan Pria Hutan.


Tanpa terasa, malam pun tiba.


"Sudah malam, kamu bisa istirahat di dalam, aku akan berjaga di luar,." ucap Raka pelan pada gadis tadi.


Gadis itu tidak menjawab dan hanya terlelap karena terlalu lelah.


Tanpa terasa pagi pun tiba, gadis tadi membuka matanya perlahan untuk di kejutkan lagi saat dia sudah berada tak jauh dari tenda milik teman-temanya.


Gadis tadi masih ingat semalam dia tidur di rumah pohon, dan sekarang sudah disini.


'Apakah aku hanya bermimpi,." Batin gadis tadi.


Setelah terbangun, gadis tadi berjalan ke arah tenda dan di kejutkan saat tidak ada orang di dalam tenda. Hanya ada makanan dan minuman mereka.


Tak tahu harus bagaimana, dia hanya menunggu di tenda.


Gadis tadi berharap bahwa teman-temanya akan kembali segera.


Saat matahari mulai terasa panas dan menyongsong ke atas gemrisik suara kaki dari manusia mendekati tenda.


Gadis tadi yang merasa takut, langsung keluar tenda jika ada bahaya dia akan langsung berlari meminta pertolongan.


Saat keluar, dia di kejutakan dengan raut wajah lelah dari teman-temanya.


"Hey kalian dari mana,.??" Ucap gadis tadi yang melihat semua temanya seperti kelelahan.


Semua orang menatap ke arah suara tadi dan langsung berlari menuju gadis tadi dengan gembira di campur khawati saat berteriak.


"Melany!!!!" Teriak serempak dari semua anak remaja ini seraya berlari kemudian memeluk gadis tadi.


"Kalian dari mana sih, aku menunggu dari pagi tapi kalian baru kembali, apakah kalian melakukan petualangan tanpa mengajaku,.?? Ah kalian semua kelewatan tauk,." Cerocos Melany membuat semua sahabatnya bingung.


"Apa yang kamu bicarakan, kita mencarimu, 2 hari yang lalu kami mendengarmu minta tolong sebelum suaramu menghilang,." Jelas salah satu temanya.

__ADS_1


"Ahhhh... apa iya, aku benar-benar tidak ingat,." jawab Melany bohong.


'Jadi kejadian itu bukan mimpi," batin Melany.


"Apakah ada yang salah dengan otakmu,.??


"Atak kepalamu terbentur batu saat berteriak, sampai hilang ingatan,."


"Hahahahahaha," semua teman Melany termasuk dirinya juga tertawa, mereka senang sekali bercanda.


Tapi tetap saja Melany pura-pura tidak ingat yang terjadi, karena sudah berjanji dengan orang yang telah menolongnya.


Raka yang mengawasi dari jauh merasa lega karena gadis tadi sudah bertemu teman-temanya.


Akhirnya Raka balik kanan dan kembali kerumah pohonya.


***


Kembali ke kediaman Randika di Temanggung. Angelica telah sembuh total dan terlihat kembali menawan dan cantik, bahkan tempramenya membaik.


Sebagian ingatanya telah di hilangkan, agar Angelica tidak merasa putus asa kembali. Dia juga tidak ingat dengan Raka, tapi dalam hatinya berbisik bahwa dia memiliki seorang di hatinya, hanya saja tidak tahu siapa dia.


Setelah penyembuhan selesai, Angelica di kembalikan ke keluarga Jonson dengan syarat sementara tidak boleh ada yang membahas Raka di depan Angelica.


Patrik pun menyetujuinya, dia sangat senang karena putri mereka di kembalikan dan dengan kepribadian yang jauh lebih baik.


"Terimakasih sekali Nona Silvia,." Ucap Patrik saat Silvia dan Mizuka secara pribadi mengantar Angelica.


Patrik juga di kejutkan lagi karena Mizuka mengakui bahwa dia di tugaskan untuk mengawasi keluarga Jonson. Patrik mendengar ini merasa terkejut dan juga takut, dia telah memerintahkan Mizuka untuk melakukans segala pekerjaan, tapi ternyata Mizuka adalah termasuk Nona muda dari keluarga Randika, yang jelas atasanya.


"Tidak apa, anda sebaiknya jaga putri anda dengan baik agar tidak merepotkan anda nantinya.," saran Silvia.


"Baik Nona, kami akan mengajarkan putri kami sopan santun dan kesabaran agar dia menjadi anak yang rendah hati dan baik di masa depan,." jawab Alice dengan sopan saat tubuhnya membungkuk sedikit.


"baiklah itu saja, saya akan kembali ke rumah bersama putriku,." pamit Silvia pada Patrik dan keluarganya, sebelum berbalik dan menggandeng putrinya untuk pulang dan kembali saling bermanja, karena dalam semingu terakhir, Silvia di sibukan untuk dapan menyembuhkan Angelica dan menghilangkan sebagian ingatanya. Jadi tidak ada waktu untuk bercengkerama dengan Mizuka.


"Baik Nona, dan Nona Muda,. Terimakasih dan semoga selamat sampai rumah,..." jawab Patrik saat dia membungkuk 90 derajat di ikuti dengan seluruh keluarga Jonson beserta pengawal mereka.


***


Melany dan teman-temanya kembali ke kota setelah seminggu berkemah di hutan. Mereka mengabadikan berbagai foto bersama hewan liar yang sedikit ramah.


"Mel, kenapa murung terus.. kita sudah sampai di rumah ini... apakah kamu lebih suka di hutan,.??" Tanya temanya yang merasa aneh pada Melany.


"Ah maaf, aku hanya sedang banyak berfikir saja,."elak Melany karena takut rahasianya akan terbongkar.


Sebenarnya Melany merasa nyaman saat bersama deng penolongnya walaupun hanya sehari. Pria hutan itu telah membuat hatinya tergerak dan berdetak hebat.


Bahkan Melany merasa sudah merindukanya.


'Kenapa aku belum tanya namanya ya, ah lagian apakah pria hutan seperti dia punya nama,." Batin Melany.


"Hey!hey!" Teman Melany melambaikan tangan di depan mata Melany dan membuat melati tersentak.


"Ah maaf Haley,." ucap melani pelan pada temanya.


"dasar aneh,." ucar Haley seraya terkekeh.


"Apaan sih, aku tidak aneh!!" jawab Melany ketus sebelum menghentakan kaki dan berlalu ke kamarnya.


"Dasar gadis aneh, gitu aja ngambek,." goda Haley seraya menjulurkan lidahnya.


Haley adalah teman, sekaligus sahabat Melany yang menumpang di rumah Melany.


Di dalam kamar, Melany kembali melamun.


"Ptia hutan, apakah kamu juga memikirkanku,.??" Gumamnya pelan.


"Arghhhh, pokoknya aku harus mencarinya dan membawa kesini, kasihan juga dia tinggal sendirian di hutan, setelah membawa kesini aku akan menjelaskan kepada orang tuaku, pasti mereka membantunya..." lanjut Melany yakin dengan keputusanya.

__ADS_1


__ADS_2