Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 42


__ADS_3

Pagi berikutnya saat matahari mulai terbit dari timur, Raka sudah melakukan pemanasan dan peregangan tubuh seperti biasanya. Selesai pemanasan, Raka langsung kembali kerumah pohon.


"HEY AYO BANGUNNNNN...... CEPAT BANGUNNNNN..." teriak Raka tepat di telinga Melany, membuat Melany tersentak dan melompat karena kaget.


"Apaan sih kamu, kenapa senang banget membuat jantungku hampir copot dan gendang telingaku hampir meledak, apakah kau sengaja ingin membuatku tidak bisa mendengar lagi, atau lebih tepatnya membuat aku jantungan, ah dasar lelaki tak tahu terimakasih, aku di sini bersedia menemanimu dan menjagamu, tapi kau terus menyiksaku....." cerocos Melany seperti biasanya seraya menepuk-nepuk telinganya dengan tangan, karena gendang telinganya terasa sakit mendengar teriakan Raka, sebelum mengelus dada karena jantungnya masih terpacu cepat.


"Hahaha, kamu lucu juga ya ternyata,." ucap Raka sambil tertawa.


"Aku kan memang gadis lucu, unik, cantik, pengertian, setia, peduli, pekerja keras, baik hati , dan pokoknya lengkap dah,." Jawab Melany peraya diri seperti biasanya.


Raka hanya tersenyum kecut, sebelum menggelengkan kepalanya.


"Percaya diri sekali seperti biasanya,." Gumam Raka pelan, tapi masih di dengar Melany.


"Biarin, memang seperti inilah diriku, makanya aku punya banyak teman yang baik padaku,." ucap Melany percaya diri lagi, membuat Raka menahan tertawanya.


"Oh iya, kenapa sih kamu bangunin aku sepagi ini,.??" Lanjut Melany penasaran, karena biasanya Raka tidak pernah membangunkanya, lebih memilih mencari buah atau hewan liar untuk di jadikan makanan mereka. Sebenarnya Melany sudah mulai terbiasa hidup bersama Raka, apalagi dia tidak perlu bangun pagi untuk mandi dan pergi ke sekolah, dan juga tidak perlu belajar. Dia hanya akan membakar ikan atau daging hewan apapun yang di tangkap Raka di hutan dan menyiapkan makan untuk Raka. Setelah itu dia hanya diam, atau pergi kesungai untuk mandi, san setiap hari menikmati pemandangan pegunungan hutan yang masih sangat indah, karena belum terjamah tangan kotor manusia.


"Hemmm, aku akan memberikan kamu sebuah pelatihan khusus bela diri,. Agar kamu bisa melindungi dirimu sendiri saat aku tidak bersamamu,." jawab Raka ramah.


"Apa??, tapi aku tidak suka berkelahi, dan sepertinya tidak perlu hal seperti itu, kan kamu selalu melindungiku,." tolak Melany secara halus, semakin kesini dan mengenal Raka, hatinya semakin yakin bahwa Raka adalah lelaki yang baik, kalau bukan lelaki baik, mungkin dia sudah di perkosa berkali-kali oleh Raka. Walaupun mungkin dia tidak akan menolak, karena dia juga menginginkanya.


Apalagi mendengar suara ramah Raka, semakin membuat jantungnya berdetak cepat.


"Aku akan memberikan pelatihan walaupun kamu menolaknya, karena aku tidak akan bisa melindungimu terus saat kita tidak bersama,. aku juga akan membuatkan jamu khusus agar tubuhmu bugar dan mampu menjalani pelatihan tanpa cidera, sepertinya di hutan ini masih banyak tumbuhan obat, madu, degan, dan berbagai macam lainya.," jelas Raka ramah.


"Uh dasar tukang paksa,. atau apakah kamu sudah tidak mau melindungiku lagi,.?? sampai menyuruhku melindungi diriku sendiri,." jawab Melany ketus, ini membuat Raka tersenyum sebelum langsung menarik tangan Melany dan melompat keluar langsung dari ketinggian pohon. Melany yang kaget hanya menutup matanya karena takut, dia juga memeluk Raka dengan erat.


"Uh dasar kamu suka banget ya buat hatiku hampir copot,." Kesal Melany sambil memukul-mukul dada Raka.


"Sudah mukulnya,.??" Ledek Raka saat Melany sudah kelelahan.


"Ahhhhhhh, aku capekkkk..." rengek Melany saat nafasnya tersengal-sengal karena kelelahan.


"Bagaimana kamu tidak apa-apa sudah ku pukuli, bagaimana kamu sekuat ini,.??" tanya Melany ke Raka, sepertinya dia baru sadar bahwa tubuh Raka semakin kekar dan kuat, bahkan otot-ototnya semakin mengencang dan keras. Dia bisa merasakanya saat memeluk Raka pertama kali dan sekarang rasanya berbeda.


"Ya itu karena aku melakukan latihan setiap hari, apakah kamu tidak ingin menjadi kuat dan bisa membela diri,.??


Lagian biasanya wanita di anggap lemah karena tidak bisa melindungi dirinya saat di lecehkan kaum lelaki,." ucap Raka mengingatkan, bahwa bahaya terhadap wanita lebih tinggi daripada seorang pria.


"Iya sihhhh... benar juga yang kamu katakan,." jawab Melany polos.


Raka sepertinya mengerti kenapa gadis ini tidak ingin berlatih bela diri, 'dia pasti dari keluarga kaya dan merasa sudah banyak yang melindungi, tapi bagaimana saat di hutan seperti ini, apakah bawahanya akan melindunginya, dasar gadis konyol,." Batin Raka.

__ADS_1


"Baiklah aku ikuti saranmu, tapi apakah kamu yakin aku bisa,.?? Karena aku belum pernah sama sekali berlatih hal seperti itu,." Lanjut Melany menjelaskan.


"Tenang saja, percaya padaku, jika aku bilang kamu bisa, pasti kamu bisa melakukanya,." tambah Raka meyakinkan.


"Di bawah bimbinganku, dalam waktu dekat kamu akan menjadi seorang ahli beladiri, dan orang biasa bukanlah tandingamu,." Lanjut Raka.


***


Melany mulai melakukan pelatihan pertamanya dengan sangat menyakitkan, karena seluruh tubuh dan tulangnya di paksa bergerak ke arah yang tidak mungkin di lakukan.


"Aku menyerah Raka, tubuhku sakit semua, bahkan sekarang aku tidak dapat menggerakan tubuhku lagi, aku menyesal telah melakukan ini, ahhhhh... kamu jahat dengan menyiksaku seperti ini,." Rengek Melany, protes dengan semua yang telah dilakukan Raka padanya, jika lebih memilih dia akan melakukan *** dengan Raka, daripada harus melakukan pelatihan gila seperti ini.


"Sudah, tenanglah... pelatihan ini memang sangat menyakitkan saat dilakukan pertama kali, tapi besok sudah terasa menyenangkan,.." ucap Raka meyakinkan, seraya mengaduk sebuah jamu dengan bambu, Raka telah belajar dari Al dan El bersaudara cara membuat jamu agar pelatihanya terus meningkat.


"Aku tidak percaya denganmu, bagaimana bisa menyenangkan,.?? Kau juga bilang bahwa besok akan berlatih lagi,.?? Bagaimana bisa, tubuhku saat ini saja masih belum bisa di gerakan, jadi bagaimana kamu beefikir untuk aku melakukan pelatihan lagi, kamu hanya brhalyal, aku tidak akan melakukanya lagi!!!titik." Tolak melani terus terang, karena saat ini dia sedang berbaring di tempat tidur yang terbuat dari kayu dan kulit hewan yang telah di keringkan.


Bahkan tubuhnya saat ini tidak bisa bergerak sedikitpun, bagaimana Raka memintanya melakukan pelatihan besok. Gadis ini merasa bahwa Raka mulai gila dan menyiksanya.


"Sudah diam, cerewet sekali jadi cewek!!!,." ucap Raka tegas.


"Dasar ah, Raka kau menyiksaku agar aku pergi dari sini kan, oke aku akan pergi setelah aku bisa bergerak, aku menyesal datang kesini, aku benar-benar tega menyiksaku,." Rengek Melany sekarang di sertai bulir bening keluar dari matanya dan semakin deras, saat ini dia di ingatkan denganya yang selalu bahagia di rumah, segalanya terpenuhi. Teman-temanya selalu datang saat dia meminta, dan juga di sekolah dia selalu di puji bagai seorang putri, tapi di sini dia di siksa. Sungguh perjalanan yang malang, niatnya membawa Raka pergi dari hutan sirna sudah, dalam hatinya dia sudah mulai membenci pria di depanya.


"Ya tuhan apa dosaku ini, sampai kau menyiksaku seperti ini,." Tangil Melany mulai pecah saat merasakan seluruh tubuhnya sakit.


Raka hanya diam, dan tiba-tiba dengan cepat menuangkan jamu ke mulut Melany. Melany sontak kaget tapi sudah terlambat, jamu itu sudah masuk kemulutnya dan bahkan di telan, dia sangat menyesal.


Raka dengan cepat menutup mulut gadis ini.


"Baiklah aku senang kau bicara akan pergi dariku, tapi kuharap kau tidak datang kesini mencariku lagi, jangan kau minum lagi ludahmu yang telah kau buang ke tanah,.!!" Ucap Raka tegas, melihat tatapan tajam Raka, membuat Melany tambah membencinya dan hanya memalingkan wajahnya seraya masih menangis tersedu sampai akhirnya dia tertidur.


Setelah memastikan gadis ini tertidur pulas, Raka menyiapkan segala bekal untuk gadis ini.


Karena seperti biasanya, Raka akan mengantar gadis tadi saat tertidur dan meletakanya di perkebunan orang di luar hutan in.


***


Pagi-pagi keesokan harinya, Melany perlahan membuka matanya. Saat kemudian dia langsung bangun dan melompat setinggi 3 meter karena bahagia. Dia baru sadar bahwa kemampuanya telah meningkat, dan juga seluruh tubuhnya tidak merasa sakit lagi.


"Apa ini,..... " Melany sangat terkejut sebelum berfikir dengan banyaknya dan menyesali akan segala tindakanya pada Raka.


"Aku bisa melakukan gerakan dengan sangat ringan,." Gumamnya pelan saat memikirkan Raka kembali.


Melany melakukan segala gerakan yang telah Raka ajarkan padanya, dan dia terkejut bisa melakukanya dengan sangat mudah dan dia tidak merasa lelah, seolah tenaganya 10 kali lebih kuat dari dia sebelumnya.

__ADS_1


Tanpa terasa bulir bening keluar dari matanya dan semakin derasnya.


"Raka, maafkan aku yang telah meragukanmu,." Tangisnya pecah saat mengingat kebaikan Raka dan menyesali perkataanya, Melany bahkan memukul-mukul mulutnya sendiri sampai berdarah. Raka sangat perhatian padanya, tapi gara-gara mulutnya yang tidak bisa direm dia telah menyinggung Raka. Bahkan Raka yang sudah sangat ramah padanya pun sampai berkata dengan dinginya saat bilang (Baiklah aku senang kau bicara akan pergi dariku, tapi kuharap kau tidak datang kesini mencariku lagi, jangan kau minum lagi ludahmu yang telah kau buang ke tanah,.!!) Dengan tatapan dinginya, yang menandakan bahwa Raka kecewa denganya.


Melany ingin meminta maaf pada Raka, tapi dia juga malu karena akan meminul ludahnya kembali.


Melani bingung dan harus berbuat apa, dia hanya kembali menangis, sebelum dengan berat hati meninggalkan Raka dan kembali kerumahnya di kota.


Bahkan saat dalam perjalanan pulang, Melany masih terus meneteskan air matanya.


"NONA MELANI.....??" Teriak pelayan rumah Melany saat melihat Melany kembali ke rumahnya setelah sebulan menghilang.


"Ada apa,.?? Aku capek ingin istirahat,." Jawab Melany pelan dan masih dalam isak tangisnya.


"Maaf Nona, sebenarnya darimana saja anda,.?? Tuan telah mencari anda ke seluruh penjuru kota, tapi tidak pernah menemukan anda di manapun, bahkan sudah mengerahkan semua pengawal keluarga juga. Tuan sangat khawatir dengan keadaan Nona, karena anda tidak membawa pengawal satupun saat pergi,." Jelas pelayan dengan ramah, karena melihat Melany baik-baik saja, dia tidak merasa cemas, tapi setelah melihat air mata menetes, pelayan tadi kembali merasa khawatir dan cemas.


"Aku akan menjelaskan pada Papa dan Mama besok, saat ini aku sangat kelelahan, jadi aku ingin istirahat dulu, dan tidak mau di ganggu siapapun,.!!" Pinta Melany pada pelanyan sebelum berlalu pergi masuk ke kamarnya. Di dalam kamar dia masih menangis karena sangat menyesal. Raka bukan menyiksanya tapi lebih tepatnya sangat peduli padanya. Jika Raka tidak peduli, mana mungkin dia akan mengajarkan pelatihan beladiri padanya. Jelas pelatihan beladiri milik Raka sangat istimewa karena berlatih sehari saja, besoknya sudah terlihat perkembanganya tidak sembarang orang bisa mendapatkan pelatihan langsung.


Pelayan tadi tidak menunggu lama, dan langsung melaporkan kepada orang tua Melany, Papa dan Mama Melany sangat senang dang langsung kembali dari pencarian putrinya.


***


Tok! Tok! Tok!


"Nona Mela, Tuan dan Nyonya sudah menunggu andan di meja makan, pakah anda ingin makan bersama atau saya bawakan makanan anda ke kamar,.??" Tanya pelayan dari luar pintu.


Mendengar suara pelayanya, Melany langsung bangkit dari ranjang dan membukakan pintu.


"Aku makan bareng di meja makan, sebentar aku cuci muka dulu,." ucap Melany setelah membuka pintunkamarnya.


"Baik Nona, saya akan segera melapornkanya ke Tuan dan Nyonya,." Jawab pelayan sebelum berbalik dan pergi.


Melany hanya mendengus sebelum menutup pintu dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, karena tidak mau orang tuanya khawatir.


Sebelum keluar, Melany juga merias wajahnya agar tidak terlihat baru menangis. Dia tidak mau orang tuanya menghawatirkanya.


Setelah berhias, Melany langsung menuju ruang makan dan di sambut oleh deretan pwlayan.


Terlihat dua orang sudah duduk di kursi meja makan, itu adalah kedua krang tua Melany.


"Selamat datang kembali nak,." Ucap Mama Melany sebelum berdiri dan berlari langsung memeluk putrinya karena sangat rindu dan khawatir.


Melany membalas pelukan Mamanya, sedangkan Papanya tetap duduk dan tersenyum cerah melihat anaknya baik-baik saja.

__ADS_1


"Maaf ma, membuat Papa dan Mama khawatir,." Ucapnya pelan.


"Iya nak, kami selalu memaafkanmu,." Ucap Mama Melany pelan seraya melepaskan pelukanya perlahan dan membawa putrinya untuk duduk bersama mereka, tanpa terasa air mata Mama Melany pun menetes karena bahagia anaknya tidak kenapa-napa.


__ADS_2