Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 75


__ADS_3

Kembali ke Raka, Raka tidak tahu bila saat ini teman-temanya sedang berada di dekatnya. Raka mengamati beberapa preman yang sedang berusaha melakukan aksinya. Berbeda dengan Angel, Raka membiarkan semu polisi tertangkap hingga para preman membawanya ke hutan untuk balas dendam.


"Jadi mereka dibawa kesini, apakah mereka tak akan dimakan binatamg buas jika di letakan disini?" gumam Raka pelan seraya berdiri di atas pohon.


"Sudah hampir semuanya Bos," ucap salah satu preman.


"Memang, tapi masih ada yang belum kembali kesini kan,? cepat cari dan bawa beberapa orang, karena firasatku tidak enak," titah Bos preman.


"Baik Bos, kami akan melakukan pencarian mereka dan membawanya kesini," jawab salah satu preman sebelum berbali dan membawa 10 preman lainya untung mengikuti.


Raka kembali mengikuti ke 10 preman tadi dari jauh.


"Mereka bilang akan ke rumah makan itu, sebelum kita berpisah," ucap salah satu preman ke preman lainya.


"Kalau begitu kita langsung kesana saja!" titah salah satu preman ke preman lainya.


"Baik, ayo!" jawab semua preman serempak sebelum langsung berjalan ke rumah makan.


"Hey apa yang kalian lakukan disini, jangan membuat keributan!" bentak salah satu security pada rombingan preman yang baru saja ingin memasuki rumah makan.


"Tenang saja, kita hanya sedang mencari teman kami yang berada di dalam, kami tidak berencana membuat keributan sekecil apapun disini," jawab salah satu preman dengan yakin.


"Maaf, tapi temanmu tak ada disini!" jawab security dengan angkuh.


"Jangan membuat masalah dengan kami! kami hanya sedang mencari teman kami!" bentak salah satu preman ke security, dan membuat security meneteskan keringat dingin di dahinya.


"Ba-baiklah, tapi jangan membuat kerusuhan di rumah makan kami," pinta security dengan nada terbata, mungkin durinya yang angkuh langsung luluh oleh bentakan preman tadi.


"Baik," jawab salah satu preman, sebelum membawa semua orang yang di bawanya masuk kedalam rumah makan. Ada beberapa polisi yang masih duduk dirumah makan melihat adegan ini dan langsung mendekati preman dengan tatapan hina seperti biasanya.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya salah satu polisi dengan arogan.


"Kami mencari teman kami, apakah ada masalah?" jawab salah satu preman dengan dingin.


"Kaauuuu,... jangan terlalu sombong!" teriak slaah satu polisi sebelum maju satu langkah, siap untuk memulai pertarungan, semua polisi di belakangnya juga sudah bersiap.


"Tolong!


"Tolong!


"Tolong!


Terdengan suara meminta tolong datang dari arak toilet, semua orang yang sudah bersiap untuk bertarungpun langsung berlari ke arah sumber suara yang meminta tolong. Apalagi semua polisi ini tahu bahwa teman mereka sedang menuju ke toilet, bahkan satu orang preman yang tersisa di mejangnya juga ikut berlari karena takut terjadi apa-apa dengan kedua rekanya.


"Ada apa,?" tanya salah satu polisi, langsung kepada orang yang berteriak.


"Aku ti-tidak tau, ada 3 orang entah itu mati atau pingsan, yang jelas mereka berada di pintu masuk kamar mandi dalam keadaan tak sadarkan diri," ucap orang yang berteriak dengan begidik ketakutan, sebelum langsung berlari keluar karena merasa takut.


Semua orang di kejutakan dengan 3 orang yang sudah tidak sadarkan diri dengan luka lebam hampir diseluruh tubuh ketiganya.


"Apaan ini," teriak salah satu polisi sebelum berbalik menatap semua preman dengan mata membunuh "Pasti kalian kan yang berbuat seperti ini? akan kupastikan kalian menyesal!" teriak salah satu polisi dan langsung bersiap menyerang 11 preman di hadapanya, sebelum di jatuhkan dengan mudahnya.


"Apa??" mulut semua polisi menganga lebar tak percaya.


"Jangan merasa sombong hanya karena selama ini kami tidak pernah melawan, bukan kami takut padamu, tapi lebih tepatnya adalah, hari ini kami akan membalas perlakuan kalian pada kami!" ucap preman dengan marah.


Polisi yang tersisa merasakan bulu kuduknya mulai berdiri karena ketakutan.


Namun itu tidak membuat semua preman menghentikanya, malah memukuli semua polisi yang tersisa sampai babaj belur.

__ADS_1


"Jangan pernah mencoba menggertak kami lagi, karena mulai sekarang kalian adalah tawanan kami," ucap salah satu preman dengan dingin.


Akhirnya semua polisi dibawa keluar melalui pintu belakang, orang yang melihat kejadian ini tidak ada yang berani menghentikanya, karena mereka sama sekali tidak inginterlibat. Bahkan pelayan dapur juga mengikuti perintah para preman untuk membuka pintu belakang rumah makan tanpa ada keluhan ataupun perlawanan sama sekali.


Sampai di tengah hutan, semua preman langsung mengikat seluruh polisi di pohon.


"Apa yang terjadi pada kalian?" tanya Bos preman kepada bawahan yang tadi pingsan.


"Kami tak tahu Bos, yang jelas kami mendapatkan tamparan yang sangat keras sebelum pingsan," jelas kedua preman.


"Siapa yang menampar kalian? apakah kalian melihat wajahnya?" tanya Bos dengan sedikit khawatir.


"Tidak sama sekali Bos, orang itu mengenakan penutup kepalanya juga dia sangat kuat dan cepat," jawab premabn pada Bos mereka.


"emmmm, baiklah tak apa yang penting kalian selamat, untuk sementara kita akan tinggal di hutan ini, dan akan membuat kekacauan di kota karena seluruh polisi telah hilang,"


"Ah baiklah Bos," jawab preman dengan anggukan.


Raka yang masih mengamati dari jauhpun langsung berbalik pergi, Raka berniat meminta bantuan pada Liben dan lainya untuk melepaskan semua polisi,... Sebenarnya Raka bisa saja mengalahkan seluruh preman ini sendirian, hanya saja untuknsaat ini dia tidak ingin terlalu menonjolkan diri terlebih dahulu.


Dalam perjalanan singkat, Raka langsung sampai di tempat persembunyianya.


"Selamat datang Tuan Muda Randika," ucap seluruh pengawal serempak saat melihat Raka mendekat, Raka hanya membalas dengan senyuman dan anggukan sebelum berjalan langsung menemui Liben dan menceritakan segalanya. Liben sangat terkejut saat mendengar cerita Raka, tapi dia dengan senang hati akan membantu Raka melepaskan seluruh polisi yang di culik preman-preman tadi. Walaupun sebenarnya dalam hati, Liben menolak karena semua polisi ini telah menyengsarakan orang-orang di Pulau Irian Jaya.


Kembali ke lokasi yang di buat untuk menyekap semua polisi tadi.


"Bos apa yang akan kita lakukan sekaran?" tanya salah satu preman kepada Bosnya.


"Sementara kita tidak melakukan apapun yang mencurigakan, atau kita semua akan habis jika sampai di ketahui oleh beberapa Tantara Negara, jika kita terlibat dengan semua ini," jawab Bos menjelaskan.

__ADS_1


"Baik Bos, tapi apakah aku boleh sedikit memukuli mereka yang sudah sadar? tanganku sudah gatal ingin membalas kesombongan mereka Bos," tanya preman lainya seraya mengepalkan tangan dengan erat.


"Silahkan saja! karena kita memang membawa mereka untuk di siksa, dan ingat jangan pernah menatap mata mereka, atau kamu akan menjadi simpati dengan mereka," jawab Bos preman seraya mengingatkan bawahanya. Bawahan pun merasa sangat senang karena bisa membalas dendan. Tak ada yang mengetahui bahwa mereka semua akan segera di datangi pasukan Liben yang sangat kuat untuk mengobrak-abrik seluruh tempat persembunyian para preman.


__ADS_2