Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 85


__ADS_3

"Ada apa kek?" tanya Raka langsung setelah masuk keruangan kakeknya.


"Oh cucuku, duduk dulu sini!" pinta Tiger dengan ramah.


"Baik kek," jawab Raka ramah juga sebelum duduk berhadapan dengan Tiger.


"Jadi begini Raka, ini masalah pendidikanmu yang sebelumnya terbengkelai, aku berencana akan kembali menyekolahkanmu, apakah kamu bersedia sekolah kembali?" tanya Tiger meminta persetujuan Raka.


"Apapun yang menurut kakek baik, maka saya akan melakukanya," jawab Raka antusias.


"Kamu memang cucuku yang paling membanggakan, karena selalu patuh dan menurut perintahku dan orang tuamu," tukas Tiger dengan bangga.


"Ya kek, semoga saya tidak mengecewakan kakek," balas Raka dengan senyuman.


"Baiklah, jadi begini Raka, aku berencana memindahkanmu kesekolah mewah di Jakarta, apakah kamu bersedia?" tanya Tiger meminta persetujuan.


"Apa?? kenapa di Jakarta kek?" tanya Raka yang sedikit kaget.


"Ya, agar pendidikanmu juga maju pesat disana, karena pengajar / guru disana banyak yang lebih cardas dan lwbih mampu, juga segala sesuatunya sudah lebih maju dan peralatanya juga banyak yang lebih canggih dari pada di Temanggung," jelas Tiger.


"Ya, tapi kek," ucapan Raka terhenti, dirinya merasa tak enak hati jika harus menolak permintaan kakeknya. Tapi disisi lain, dirinya juga tidak bisa jauh dari Angelica dan Mizuka tentunya. Raka benar-benar dalam dilema yang membingungkan. Ditambah dirinya juga sedang merasa tak enak dengan Melany, karena merasa memberikan harapan palsu pada gadis itu. Raka tidak ingin jika sampai dirinya jauh dari kedua gadis yang sudah ada di dalam hatinya. Dan Raka juga takut jika dirinya sampai tergoda gadis lain lagi, saat jauh dari Angelica ataupun Mizuka. Raka tidak ingin kejadian seperti saat dirinya bersama Melany akan terulang kembali dan membuatnya terus terjerat oleh gadis lain lagi yang mungkin baru di kenalnya.


"Pokoknya kamu tenang saja, aku juga akan meminta keluarga Jonson untuk membawa Angelica bersamamu dan sekolah denganmu, untuk masalah Mizuka, aku akan memberikanya tugas baru, yakni tugas untuk bertanggung jawab dengan seluruh aset keluarga kita yang ada di Jakarta, jadi kalian masih bisa sering ketemu jika ada rindu di antara kalian," jelas Tiger menenangkan, dirinya segera tahu maksut dan dilema Raka saat berhenti berucap tadi. Jika Raka sampai di pisahkan dengan kedua gadis yang sangat dekat denganya, itu bisa membuat konsentrasi belajar Raka juga akan menurun.

__ADS_1


"Ah apakah kakek serius?" tanya Raka dengan suara bersemangat.


"Ya tentu saja aku serius, tapi ada satu yang membuatku sedikit bingung dan ragu," ucap Tiger ragu-ragu, seraya menyatukan kedua alisnya.


"Ada apa kek? katakan saja jangan membuatku bingung!" tanya Raka yang penasaran seraya menatap Tiger lekat-lekat.


"Apakah kamu belum bisa memastikan siapa di antara kedua gadis ini yang akan menjadi pendampingmu kelak? aku hanya takut keduanya atau salah satu dari mereka akan berbuat yang tidak kita inginkan, jika kamu membawa mereka terlalu dalam untuk masalah perasaan," keluh Tiger sebelum menghela nafas panjang.


"Ah kalau soal itu.... Raka masih terlalu muda untuk memikirkan sampai sejauh itu kek," jawab Raka lemas, dirinya juga sadar jika tidak bisa memilih di antara keduanya. Yah bisa dibilang untuk saat ini Angel berada di bagian kanan hati Raka, sedangkan Mizuka berada di bagian kiri hati Raka. Itu sangat sulit untuk membuat pilihan yang berarti meninggalkan salah satu dari mereka.


"Yah itu terserah kamu juga sebenarnya, lagipula memang benar yang kamu katakan, perjalananmu masih sangat panjang untuk sampai memilih pendamping hidup, mungkin aku hanya terlalu banyak memikirkanya saja," ucap Tiger panjang lebar, sebelum meghela nafas karena merasa lega saat memikirkanya.


"Hanya saja, kamu harus berhati-hati saat menemui Mizuka, jangan sampai Angel menaruh curiga padamu dan membuatnya berbuat nekat lagi, kalau masalah Mizuka aku tidak mempermasalahkanya, karena dia gadis yang lembut dan tulus, juga dirinya sudah mengetahui tentang hubunganmu dengan Angelica, jadi mungkin dia tidak akan mempermasalahkanya,... tapi walaupun seperti itu, kamu harus tetap menjaga perasaan Mizuka dan tidak boleh seenaknya padanya, karena dia juga berasal dari darah keturunan Randika, yang jelas aku lebih mementingkanya dari pada Angelica yang bukan dari darah keturunan Randika, apakah kamu mengerti maksutku?" tambah Tiger menjelaskan panjang lebar.


"Baguslah kalau begitu, aku senang mendengarya," ucap Tiger dengan perasaan lega.


"Oh iya, dimana Mizuka?" tambah Tiger bertanya pada Raka.


"Mizuka?? ah Raka ingat, dirinya sedang memasak untuku kek," jawab Raka seraya menunjukan giginya yang rata serta menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Memang wanita dewasa yang penuh perhatian dan pengertian juga sangat lembut hatinya," ucap Tiger dengan bangga saat memuji kedewasaan Mizuka yang memang sangat patut di banggakan, bahkan tanpa sadar tersenyum sendiri saat membayangkan Mizuka bisa menjadi cucu menantunya juga bisa memberikan cicit untuknya.


"Iya kek, memang dia wanita yang sangat perhatian, dewasa, juga tangguh saat menghadapi masalah, Raka juga sangat bangga karena Mizuka selalu perhatian pada Raka," sahut Raka juga merasa senang, saat seperti ini Raka benar-benar tidak ingat jika dirinya sedang mengabaikan Angelica yang jelas setatusnya adalah sebagai pacar.

__ADS_1


"Ya sudah, sementara hanya itu yang akan saya bicararakan dengamu Raka, kamu kembali saja keruanganmu sekarang! agar Mizuka tidak mencarimu, siapa tahu makananya juga sudah di siapkan," pinta Tiger yang dengan sangat jelas sangat merestui jika seandainya Raka dan Mizuka bisa bersatu. Malah semakin terlihat jika Tiger juga sangat menganjurkan Raka untuk dekat dan semakin dekat demgan Mizuka, walaupun dengan cara halus. Karena dirinya tidak ingin terlalu memaksaan cucu kesayanganya.


"Ah iya benar juga kek, hehe karena asik mengobrol dengan kakek aku sampai sedikit melupakan hal ini, ya sudah Raka permisi dulu ya kek!" pinta Raka saat dirinya berdiri dari tempat duduknya.


"Ya sana temui Mizuka, kasihan dia jika lama menunggu, juga nanti makananmu keburu dingin lagi," kekeh Tiger yang membuat Raka juga ikut terkekeh.


"Oh iya kek, Raka ingat sesuatu," ucap Raka setelah memikirkan sesuatu, sebelum kembali duduk di kursinya.


"Ada apa lagi Raka?" tanya Tiger dengan sedikit penasaran.


"Bukankah Mas Bima di tugaskan untuk mengembangkan bisnis di Jakarta? yang berarti seluruh aset di jakarta sudah dipertanggung jawabkan untuk Mas Bima kan? jadi bagaimana bisa Mizuka akan bertanggung jawab atas semua aset disana? sedangkan tidak mungkin kan Mas Bima menajdi bawahan Mizuka,?" tanya Raka ingin benar-benar memastikanya.


"Hahahaha, tenang saja untuk masalah itu kamu tidak perlu khawatir, dan yang jelas mana mungkin lah Bima menjadi bawahan Mizuka, kamu ini ada-ada saja pikiranya," jawab Tiger dengan tawa.


"Jadi maksut kakek gimana? atau apakah Mizuka yang akan menjadi bawahan atau tangan kanan Mas Bima secara langsung, atau bagaimana kek?" tanya Raka yang sedikit bingung seraya menggaruk rahangnya yang tidak gatal.


"Tidak! Mizuka akan menjadi penanggung jawab seluruh asetnya, dan Bima sudah aku tugaskan untuk mensurvei perusahaan kita di Tokyo Jepang, dia sudah berada disana sekitar 2 bulan yang lalu sampai sekarang," jawab Tiger menjelaskan.


"Oh jadi bergitu," ucap Raka seraya menghela nafas sebelum melanjutkan, "Kalau begitu aku bisa lega kek hehe,"


"Iya sudah sana buruan hampiri Mizuka, kalau aku ada perlu lagi denganmu, nanti akan kupanggil lagi," ucap Tiger mengusir cucunya.


"Baik kek, permisi," ucap Raka ramah, sebelum berdiri dan berbalik badan meninggalkan ruangan Tiger.

__ADS_1


'Dasar Raka,' batin Tiger merasa lega karena cucu kesayanganya selalu menurut.


__ADS_2