
Melany masih memeluk Raka sangat erat, tapi berbeda dari sebelumnya, saat ini Raka tidak membalasnya.
Melany pun mendongak menatap Raka yang aneh.
"Apa yang terjadi,.?? Aku tidak apa kok.." ucap Melany seraya menatap Raka.
"Eh, iya maaf aku tadi melamun,." jawab Raka dengan memaksakan sedikit senyuman dan membalas pelukan Mela.
"Heem gitu dong, kamu ganteng banget,." Jawab Mela menggoda seraya menyenderkan kepalanya ke dada bidang Raka.
"Yasudah, kita keluar dulu dan membantu yang lainya,." ucap Raka membuyarkan lamunan Mela yang berfikir keman-mana.
"Aahh, iya hehe maaf ya Raka, aku terlalu nyaman saat meluk kamu,." Jawab Mela jujur seraya perlahan melepaskan pelukan, sekarang dia tanpa malu berani bicara apa adanya ke Raka, karena merasa Raka juga menyukainya.
"Oh iya, kamu bukankah kesini bersama orang-orangmu,.?? Kenapa tak ajak mereka kesini,.??" tanya Raka langsung saat keduanya berjan keluar.
"Ah iya aku sampai lupa,." ucap Melany seraya menepuk jidatnya, "mungkin karena aku terlalu senang tadi hehehe," tambah Melany manja sembari menjender ke tubuh Raka saat berjalan.
"Dasar.... sana bawa semua orang-orangmu kesini,.!!" Perintah Raka seraya tersenyum, 'mungkin gadis ini juga bisa sedikit membantuku,' batin Raka memikirkan sesuatu.
"Tapiiii...." ucap Melany seraya menggigit bibir bawahnya.
"Tapi apa,.??" tanya Raka penasaran.
"Tidak apa kok,. baiklah aku akan membawa mereja kesini untuk membantumu mengerjakan semuanya,." jawab Melany sebelum mencium pipi Raka dan kemudian berlalu pergi.
Raka hanya menghela nafas karena sangat terasa hangat pipi yang di cium Melany, bahkan tanpa sadar Raka pun tersenyum sendiri.
Karena Melany pergi, Raka kemudian keluar dan membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan rakyatnya.
Setelah jeda waktu kurang dari 5 jam, Melany membawa seluruh anak buahnya langsung menemui Raka.
"Ini mereka semua sudah ku bawa kesini,." ucap Melany setelah berhadapan langsung dengan Raka yang sedang memotong kayu.
"Oh iya, selamat datang di tempat kami,." Ucap Raka ramah sebelum menghentikan pekerjaan dan menyuruh eseorang untuk melanjutkanya.
"Liben ikut denganku,!! ada yang perlu ku diskusikan," ucap Raka seraya melambai tangan pada Liben.
"Baik Tuan,." Jawab Liben sopan, kemudian menghentikan pekerjaanya sebelum mengikuti Raka.
'Apakah ini orang yang di cari Nona,' batin Alex saat menatap Raka dari ujung kepala sampai ujung kaki.
'Teenyata ada juga manusia lain yang bukan penduduk asli pulau ini, di hutan,' batin Alex seraya mengela nafas panjang.
Setelah jeda singkat, semua orang masuk ke dalam ruang bawah tanah yang sangat luas. Orang-orang yang di bawa Melany hanya bisa menelan ludah dengan susah payah. 'Bagaimana mungkin semua orang di luar mampu membangun istana semegah ini,.' Batin Alex lagi seraya berjalan mengikuti Raka dan Melany. Semua Anak buah yang lain juga semakin kagum semakin memasuki ruang bawah tanah ini. Karena berbagai ruangan yang di lewati di hiasi permata yang di temukan orang-orang saat mereka mencari bebatuan untuk pembangunan istana. Bahkan semua batu permata tampak terang saat di dalam gua. Ini semua membuat gua bercahaya alami tanpa cahaya buatan seperti api.
Akhirnya semua orang masuk kedalam ruangan terdalam gua, yang rencananya akan di jadikan rumah kediaman Raka.
"Silahkan duduk,.!!" Ucap Raka ramah, mempersilahkan semua orang untuk duduk di kursi kayu yang di ukir indah. Raka duduk di kursi tertinggi seperti seorang Raja, sedangkan yang lain duduk di bawah seperti senopati dan penggawa kerajaan.
Setelah semua orang duduk, Raka menjelaskan semua keinginanya.
"Aku ingin langsung berterus terang kepada kalian, aku membutuhkan bantuan kalian semua untuk memajukan dan memberikan pendidikan kepada semua orang-orang di sini,!!" Ucap Raka berterus terang " aku sudah mengamati kalian sebelum kalian sampai di tempat ini, dan sepertinya kalian cukup cerdas untuk memberikan pendidikan kepada semu orang ini. Aku akan membatu dengan memberikan vitamin agar otak semua orang bisa cepat berkembang, jadi kalian hanya perlu memberikan sedikit contoh, percaya saja padaku tidak usah ragu sedikitpun,." Tambah Raka meyakinkan.
__ADS_1
"Apakah perlu seperti itu, Tuan,.?? tanya Liben ramah.
"Tentu saja sangat perlu, agar kalian semua menjadi cerdas dan tidak tertinggal dari orang-orang luar pulau ini,." Jawab Raka berterus terang "jangan pernah tersinggung, tapi dengan kecerdasan yang kurang, kalian semua akan mudah di pecah belah ataupun di adu domba agar melawan Negara, aku tahu pasti bahwa kalian semua sebenarnya ada yang membiayai kan,.?? Terlihat dari semua senjata yang kalian kenakan, kalian tidak akan mampu membuat senjata itu karena kurangnya pendidikan yang matang,." Tambah Raka menjelaskan.
Liben hanya mengangguk dan berterus terang menjelaskan semuanya kepada Raka.
"Maaf Tuan, tidak bermaksut menyembunyikan dari Anda, hanya saja kami menunggu waktu yang tepat, ternyata belum di jelaskanpun anda telah dapat memprediksinya,." ucap Liben pasrah.
"Tidak apa, aku dapat mengerti,." Ucap Raka sebelum mengalihkan pandangan ke arak Melany dan anak buahnya, "apakah kalian punya ide,.??" Tanya Raka langsung.
Semuanya berfikir keras termasuk Melany, karena dia akan berusaha menyenangkan pujaan hatinya.
"Tuan, maaf sebelumnya, saya punya sedikit ide dan semoga bisa di terima,." ucap Alex seraya mengacungkan jelarinya.
"Silahkan sampaikan,.!!" Perintah Raka ramah.
"Bagaimana kalau seperti ini Tuan, kita akan mulai dari memberikan mereka pakaian yang layak dulu, sepertinya Nona Muda Melany tidak keberatan untuk membantu soal keuangan untuk membeli berbagai pakaian lengkap kepada semua orang-orang disini, dan juga kita akan membuat mereka mengerjakan berbagai kegiatan seperti belajar menjahit dan membuat berbagai kerajinan tangan, seperti ukiran dan sebagainya, saya sendiri melihat di luar bahwa banyak dari mereka sudah memiliki bakat, tinggal kita asah saja, saya dan teman-teman saya memiliki sedikit koneksi untuk memasarkan hasil karya mereka keluar, agar kita memiliki pemasukan dan memulai berbisnis dari nol, kita semua juga bisa semakin belajar dari orang-orang di luar, saat kita sering berinteraksi dengan mereka,." Jawab Alex tegas.
"Aku setuju, dan akan membantu soal keuangan modal pertama kita,." jawab Melani tersenyum ramah.
"Alex, sepertinya pengalaman kamu lebih dari yang aku kira, lalu kenapa kamu menjadi seorang preman,.??" tanya Melany semakin curiga dengan Alex dan anak buahnya.
"Maaf Nona, sebenarnya saya seorang anak dari keluarga Mixel yang pergi dari rumah karena ada alasan yang tidak bisa di jelaskan,." Jelas Alex seraya menundukan kepalanya karena takut akan kemarahan Melany.
"Oh jadi seperti itu, tapi jangan lupakan bahwa kamu sudah berjanji untuk setia padaku!!, aku tidak ingin ada penghianatan!!," jelas Melany saat menatap tajam pada Alex.
"Kami tidak akan berani berhianat Nona," ucap Alex yang di ikuti anak buahnya.
"Liben, bawa 9 orang terpilih datang kesini, karena kalian yang sudah terlebih dahulu mendapatkan keistimewaan untuk mendapatkan kecerdasan dariku,.!!" Perintah Raka pada Liben.
"Baik Tuan, saya permisi untuk memanggil mereka,." Jawab Liben ramah, sebelum berdiri dan membungkuk sedikit pada Raka, kemudian berlalu keluar.
Melany yang melihat betapa orang-orang disini sangat menghormati Raka, membuatnya semakin mengagumi Raka.
Bahkan Alex dan semua orang-orangnya juga sedikit di buat terpana.
Setelah jeda singkat, Liben dan orang-orangnya tiba ke ruangan kembali.
"Aku ingin kalian menjual berbagai emas dan permata yang kalian miliki untuk di jadikan modal memulai usaha baru kita,!! Apakah kalian keberatan,.??" Tanya Raka ramah, karena Raka juga tidak akan memaksa bila mereka keberatan.
"Baiklah Tuan, kami tidak merasa keberatan sama sekali karena seluruh hidup kami adalah milik Anda,." Jawab satu dari sembilan bawahan langsung Liben.
"Baiklah, terimakasih atas kesetiaan kalian semua,." jawab Raka merasa senang, sebelum berbalik menatap Alex dan yang lainya, "Aku ingin kalian mencari atau menghubungi seseorang di Temanggung, Jawa Tengah. Orang itu yang akan membeli semua emas dan permata milik semua orang di sini dengan harga yang wajar, percaya saja padaku., kalian cari seseorang bernama Mizuka Randika, dia yang saat ini mengambil alih Perusahaan Abadi Jaya,.!! Jelas Raka.
"Apa,.?? Anda mengenal Nona Mizuka dari Abadi Jaya Tuan,.??" Tanya Alex seolah tak percaya. Siapa yang menduga orang yang berada di hutan seperti ini bisa mengenal sosok yang begitu kuat dan berpengaruh seperti itu, karena sudah bukan rahasia publik lagi soal kekuatan Abadi Jaya grup yang saat ini mulai merambah dunia bisnis besar-besaran di Indonesia.
"Iya tentu saja, bilang padanya bahwa ini semua permintaan Raka yang saat ini berapa di hutan JayaWijaya, dia pasti akan membantu,." ucap Raka percaya diri.
'Mungkin aku tidak bisa meminta langsung uang kepada keluargaku dalam masa pengasinganku, tapi bila menjual sesuatu kepada mereka itu tidak ada salahnya bukan,.' Batin Raka seraya menghela nafas panjang.
Alex hanya bisa menghela nafas panjang dan mengeluarkanya sebelum bicara.
"Baiklah Tuan, kami akan menjalankanya, tapi bagaimana cara kami kesana,??" Tanya Alex yang bingung, karena mereka tidak mempunyai uang yang cukup untuk membeli tiket pesawat dan makan saat di perjalanan menemui Mizuka, apalagi menurut rumor sangat sulit untuk menemui wanita yang kaya dan berpengaruh seperti Mizuka.
__ADS_1
"Tenang saja, aku yang akan mengurus dan memberikan bekal dalam perjalananmu kesana,.!!" Sahut Melany memotong pembicaraan.
'Aku harus bisa menyenangkan Raka,' batin Melany.
"Baiklah semua sudah di putuskan, dan aku berharap tidak ada yang menghianatiku, agar kita semua bisa maju bersama,." Ucap Raka dingin, membuat Liben dan bawahanya begidik, apalagi mereka mendengar Raka menyebut langsung Randika di belakang nama Mizuka. Yang berarti Raka sangat mengenal keluarga itu, atau bisa di bilang juga termasuk dalam keluarga itu.
"Liben, tolong persiapkan segalanya agar memudahkan saat transaksi,.!!" Perintah Raka langsung.
Liben yang saat ini melamun, tidak mendengarkan suara Raka.
"Liben!!!" Panggil Raka suaranya agak meninggi.
"A-ah Tuan maaf , tadi saya melamun,." Jawab Liben ketakutan dan sudah berkeringat di dahinya.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tapi tenang saja aku tidak akan berbuat apapun yang merugikan kalian selama kalian patuh dan tidak berhianat padaku,.!!" ucap Raka pelan.
"Terimakasih Tuan,." jawab Liben merasa lega.
Raka hanya menjawab dengan anggukan, setelah perundingan selesai, Liben dan 9 anak buahnya undur diri, begitupun di ikuti oleh Alex Mixel dan anak buahnya.
Yang tersisa di ruangan itu adalah Melany dan Raka, tidak mungkin Raka akan mengusirnya, karena Melany bersedia membantu. Tapi jika hanya berdua seperti ini dalam ruangan Rahasia. Bisa-bisa keduanya kelepasan, apalagi saat ini Raka sedang merindukan Angelica dan juga Mizuka tentunya. Memikirkan dua wanita cantik sudah membuatnya pusing harus bagaimana. Dan sekarang di tambah dengan Melany yang sepertinya terus berusaha dekat denganya.
"Emmm, Raka,.??" ucap Melany pelan.
"Iya kenapa Mel,.??" Jawab Raka ramah.
"Sebenarnya, apa hubunganmu dengan Nona Mizuka ini,.??" tanya Melany seraya menggigit bibir bawahnya, dia tahu Mizuka sangat cantik karena fotonya sudah tersebar di internet. Gadis ini merasa cemburu bila lelaki idamanya memiliki teman lain yang jauh lebih cantik darinya, apalagi Mizuka jelas orang terkaya di tempat itu. Padahal juga jelas dia bukan pacar Raka, tapi pernah merasakan kehangatan bibir Raka. Ini semua hanya membuatnya semakin bingung.
"Oh, Mizuka adalah temanku yang sangat baik, nanti setelah semuanya selesai akan kuceritakan semua padamu tanpa ada kebohongan, tapi untuk saat ini aku ingin fokus pada pekerjaan yang akan kita lakukan terlebih dahulu," jawab Raka ramah.
"Oh begitu, baiklah aku akan membantumu dengan tulus, semoga aku bisa bermanfaat untuk kamu,." jawab Melany ramah juga di sertai senyuman manisnya. Raka bisa merasakan jantungnya terpacu cepat saat melihat senyuman gadis secantik ini di depanya.
Raka ingin melahab Mela hidup-hidup, tetapi dia masih ingat bahwa dia juga memiliki Angelica, dan hubungan Ambigu dengan Mizuka. Tidak mungkin Raka akan membagi hatinya kepada Melany juga.
"Ah baiklah, terimakasih,.." jawab Raka canggung.
"Uh dasar... senyum dikit bisa gak sih,.??" tanya Melany seraya mengedipkan satu matanya.
'Kamu bisa gak sih seperti tadi pagi,!! Aku ingin merasakanya lagi sebelum berpisah, uhhhh dasar tak peka,.' Batin Melani merasa jengkel dengan tingkah Raka.
Raka memaksakan senyum, dan tanpa sadar Melany malah mendekar sebelum mencium bibir Raka. Raka sontak kaget dan melepaskan ciuman Melany dengan medorong dada Melany yang membuat jantung keduanya berdetak cepat.
"Ku mohon maafkan aku Mela,.!!" Ucap Raka merasa bersalah karena menyentuh bagian kembar Mela.
"Uh..... iya aku gak marah kok, tapi kenapa harus di lepas,.?" tanya Mela sedikit mengerucutkan bibirnya.
"Aku tidak ingin kebablasan denganmu, karena kamu gadis yang baik,." ucap Raka bohong.
"Ah baiklah iya, aku akan mulai ngertiin kamu kok Raka, ya sudah kalau begitu aku pamit dulu untuk mempersiapkan segalanya,." jawab Melani dengan senyum manisnya, sebelum maju bejabat tangan dengan Raka, bahkan mencium punggung tangannya, Tidak lupa mencium pipi Raka karena mereka akan jarang ketemu setelah ini.
Raka mengantar Melany keluar, dan Melany juga berpamitan dengan semua orang di sana.
'Sepertinya gadis cerewet itu mudah bergaul dengan siapapun,' batin Raka merasa sedikit senang juga, karena Melany bersedia membantunya.
__ADS_1