Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 17


__ADS_3

"Selamat datang di kediaman kami Tuan Muda" ujar Patrik saat melihat Raka dan Angel datang. Dia sudah merasa sangat senang seperti kedatangan menantunya.


"Terimakasih atas keramahanya paman" jawab Raka.


Mereka kemudian masuk kedalam manor yang sudah di sediakan perjamuan mewah seperti biasanya.


Perjamuan kemudian di lanjutkan sekitar sekitar setengah jam sebelum Raka pamit undur diri.


Sebelum pergi Raka meminta izin untuk pergi dengan Mizuka karena masih ada beberapa pertanyaan yang belum di selesaikan sebelumnya. Mendengar permintaan Raka, Patrik hanya saling pandang dengan putrinya sebelum memutuskan untuk mengizinkanya. Lagian siapa Jonson seandainya sampai berani tidan mengizinkan Tuan Muda dari keluarga Randika. Hanya Angel yang merasa sesak dadanya, tapi mau bagaimana lagi kalau Raka sudah memutuskan pasti akan di lakukanya. Lagian Angel sangat percaya bahwa Raka benar-benar mencintainya dan tidak akan menduakanya.


Akhirnya Raka pergi bersama dengan Mizuka, mereka menuju tempat yang agak sepi di kaki gunung untuk membicarakan yang belum sempat di bicarakan kemarin. Mereka saat ini berada di tempat wisaja bernama WAPIT di kaki gunung Sindoro.


Setelah mereka turun dari mobil, mereka berjalan menuju tempat yang sepi dan menggelar tikar untuk duduk agar nyaman.


"Maaf Tuan" ujar Mizuka.


"Loh kenapa minta maaf" tanya Raka.


"Ah ah saya bingung mulai dari mana saat bicara dengan anda" jawab Mizuka merasa malu dan menundukan kepalanya.


"Ini seperti bukan kamu yang biasanya, apakah sedang ada masalah??" Tanya Raka penasaran.


"Ah tidak ada Tuan, maafkan saya" jawab Mizuka gagap, dia tidak mungkin mengakui perasaanya langsung kan.


Lagian dia pasti sudah tahu apa yang telah Raka lakukan dengan Angel semalam.


'Ahhhhhh' pikirnya dalam hati.


"Baiklah kalau tidak ada apa-apa" ujar Raka.


"Sekarang tolong ceritakan lagi yang belum selesai di ceritakan??" Minta Raka ke Mizuka.


"Pertanyaan yang mana ya tuan??" Tanya Mizuka berpura-pura bodoh dan lupa.


"Kamu adalah wanita yang sangat cerdas" jawab Raka sambil tersenyum, dia merasa kalau Mizuka tidak mau mengungkapkan kebenaran semua ini.


Tapi Raka hanya tersenyum sambil menatap wanita tersebut, saat pandangan mereka bertemu. Mizuka bisa merasakan jantungnya berdetak kencang dan pipinya memerah. Terlihat dia sudah jatuh hati kepada Raka.


"Kenapa pipimu merah??" Tanya Raka sambil menyentuh pipi Mizuka. Yang terjadi selanjutnya adalah wajah Mizuka semakin memerah dan panas.


"Apakah kamu sakit??" Tanya Raka lagi saat menyentuh kepala Mizuka. Mizuka tidak bisa mengatakan apa-apa lagi karena tubuhnya semakin panas dan jantungnya berdetak kencang, dan semakin kencang. Tubuhnya bergetar hebat, dia belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya walaupun sudah sering bertemu dengan lelaki tampan. Dia biasanya sangat cuek dengan lelaki, tapi sejak pertemuan dengan Raka dan sering bertemu, dia merasa semakin nyaman.


Tapi Raka masih sangat muda, bagaimana mungkin dia jatuh cinta dengan berondong.


"Hey hey" ucap Raka saat melambaikan tanganya.


Mizuka sadar kembali dan sontak kaget "maaf Tuan Muda" ucapnya merasa malu.


"Kalau kamu sakit bilang saja" ucap Raka pelan.


"Tidakk, saya tidak sakit tuan muda" jawab Mizuka.


'Kalau aku bilang sakit pasti tuan muda mengantarku pulang dan kita berpisah lagi, aku tidak mau' pikirnya dalam hati.


"baiklah, kalau begitu aku akan memesan makanan dulu ke warung itu agar kita tidak kelaparan" ujar Raka sambil mengacung ke sebuah warung dalam wisata.


"Iya tuan" jawab Mizuka masih menundukan kepalanya karena sangat malu.


'Sejak kapan aku menjadi pemalu dengan seorang lelaki' pikirnya lagi.

__ADS_1


Raka pun beranjak pergi dari Mizuka dan menuju warung untuk memesan makanan.


Saat sampai di warung Raka sontak kaget.


"Eh Risna ya" tanya Raka ke penjual.


"Iya, kok tau aku, anda siapa ya??" Tanya Risna karena takut melihat penampilan Raka yang sangat mewah dan berpakaian mahal ini.


"Saya Raka, apakah kamu sudah lupa sama aku??" Jawab Raka.


Risna berfikir sebentar dan sepertinya mengingat sesuatu.


"Kamu Raka yang sering di bully itu??" Tanya Risna pelan karena takut bila salah.


Pemuda di depanya sangat berbeda dengan yang dulu sering di bullynya waktu masih SD. Raka SD adalah anak kutu buku, karena kemanapun selalu membawa buku untuk belajar.


"Hahaha iya siapa lagi, memang aku pantas di bully kok, oh iya kamu jualan di sini??" Tanya Raka.


"Iya, kamu kok berpakaian sangat mewah sekarang, apakah akhirnya kamu sukses dengan membaca buku??" Tanya Risna karena penasaran.


Raka adalah adek kelasnya yang sering meminta bantuanya saat tidak mengerti jika belajar. Saat itu semua jawaban Raka benar, tapi guru menyalahkanya dan meninggalkanya di kelas, Risna pun merasa aneh saat itu. Tapi dia tidak pernah terlalu berfikir karena bukan urusanya.


"Haha tidak, semua ini milik mas Bima, masih ingat mas Bima kan??" Jawab Raka tidak mau menonjolkan diri karena takut semua temanya di masa lalu akan menjauhinya.


"Oh itu kakakmu yang tampan itu ya, sekarang dia sudah sukses dan kamu mendapatkan pelayanan seperti ink dari hasil kerja kakakmu, sungguh dia sangat menyayangimu, aku juga masih ingat saat kakamu menghajar semua anak yang membully kamu waktu itu" jawab Risna sambil tersenyum.


Dia tidak pernah membuly Raka, atau berteman dengan Raka. Jadi dia menganggap biasa saja sebagai mantan kakak kelasnya.


"Hehe iya, semoga nanti aku bisa balas semua kebaikan mas Bima" jawab Raka.


'Aku akan membantumu karena dulu selalu bersedia membantuku saat aku belajar' pikir Raka dalam hati. Dia punya alasan untuk peduli dengan Risna, dulu sewaktu banyak yang menghina Raka karena kutu buku. Hanya Risna yang tetap diam dan tidak terlalu ikut campur, saat yang lain tidak mau membantu Raka juga, hanya Risna yang membantunya.


"Iya, aku hanya bisa mambantu pemasukan ibuku dengan jualan di sini, karena tidak mampu kuliah, biayanya terlalu mahal hehe" jawab Risna.


Saat dia menatap Raka yang sekarang sangat berbeda dari cara bicara sampai penampilanya. Raka dewasa terlihat cukup tampan, hampir mirip dengan Bima waktu itu.


"Oh iya kami kesini dengan siapa??" Lanjut Risna bertanya.


"Oh oh iya aku sampai lupa, aku kesini bersama teman, itu dia" jawab Raka sambil menunjuk seorang gadia yang sedang duduk di atas tikar sambil menikmati pemandangan.


"apa?? Apakah dia pacarmu??" Tanya Risna penasaran. 'Apakah Raka pacaran dengan tante-tante, walaupun dia sangat cantik tapi tetap saja dia terlihat jauh lebih dewasa dari Raka, bahkan dari aku sendiri hahaha aku terlalu banyak mikir sekarang' pikirnya dalam hati


"Hahaha tidak lah, usianya saja sangat jauh berbeda dari aku, mana mungkin aku menjadi pacarnya"jawab Raka.


"Iya haha, aku kira kamu..." jawab Risna tidak melanjukan lagi karena takut Raka akan tersinggung.


"Ya tidak mungkin lah" jawab Raka cepat, sepertinya dia bisa menangkap pemikiran Risna.


"Aku juga sudah punya pacar kok, dia sekelas denganku walaupun soal umur aku lebih dewasa dari dia" lanjut Raka.


"Iyalah kan kamu dulu tinggal di kelas hahaha" jawab Risna, dia merasa Raka yang sekarang jauh lebih menarik dan dewasa juga.


Setelah mengobrol sebentar dengan Risna, Raka memesan makanan ringan berupa kripik kentang, bakso goreng dan sosis goreng dan lainya untuk di jadikan cemilan. Setelah itu dia langsung kembali kepada Mizuka.


Terihat dari jauh Mizuka sedang di goda oleh lelaki pemabuk.


Raka ingin secepatnya mendekat, tapi saat dia ingin berlari. Semua pria mabuk sejumlah 3 orang itu sudah ambruk di hajar habis oleh Mizuka, dan sepertinya mereka mengalami patah tulang karena tidak bisa berdiri.


'Pantas saja Bos di Restoran kemarin sangat ketakutan saat di bentak Mizuka, ternyata dia sangat kuat hahaha aku sendiri lupa kalau dia termasuk keturunan Randika, di tambah dia telah terjangkit T-virus, ini membuatnya semakin kuat dan cepat tanpa menjalani pelatihan' pikir Raka dalam hati kemudian dia mendekat sambil membawa setumpuk makanan ringan.

__ADS_1


"Mizuka, ternyata kamu kuat dan terampil juga ya" ucap Raka sambil mendekat.


"Ah tuan muda maaf, karena mereka berani kurang ajar mau menyentuhku" jawab Mizuka gagab.


Kemudian dia menoleh ke Raka, dia sadar bahwa keahlianya tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan keahlian Raka yang masih keturunan murni dari keluarga. Apalagi banyak yang bilang bahwa kemungkinan Raka adalah orang yang terpilih karena mampu berendam di kawah Sekidang Dieng.


"Cepat kalian pergi dari sini!!" Bentak Mizuka kepada semua preman tadi, dan ketiganya merasa sangat malu bisa di kalahkan seorang wanita. Mereka hanya diam saat melirik Raka, terlihat jelas jika mereka tidak akan mampu melawan Mizuka. Jadi mereka berencana membalasnya kepada Raka.


Ketiganya beejalan dengan merasakan sakit setelah ketiga tulang tangan mereka patah.


Setelah ketiganya sudah pergi, Raka dan Mizuka memakan perlahan cemilanya.


Raka pun semakin dekat dengan Mizuka, dan lupa bahwa dia ingin bicara dengan Mizuka soal keluarga Randika lainya yang dia belum tahu.


"Apakah kamu bisa sekejam itu juga saat berhadapan dengan ku??" Tanya Raka pada Mizuka. Sebenarnya dia sudah lama ingin menjajal kekuatanya, tapi dia tidak ada lawan sama sekali karena tidak mungkin dia bertarung melawan Bima, di tambah Bima saat ini berada di Jakarta.


Saat Raka melihat kemampuan Mizuka, dia jadi tertarik untuk mengajaknya berduel mencoba kekuatanya.


"Ah apa maksut tuan muda??" Mizuka sendiri meresa malu 'apakah tuan muda berniat menyentuhku juga, bagaimana mungkin aku melawan, aku pasti akan pasrah saja saat tuan muda menyentuhku' pikirnya dalam hati.


"Bukan apa-apa, setelah melihat kemampuan bertarungmu tadi, aku jadi punya pemikiran untuk menjajal kekuatanku, karena sekarang di Temanggung ini tidak ada yang mampu bertarung denganku, semua pengawal juga bukan tandinganku, Angel sendiri jelas tidak mungkin. Karena dia bukanlah keturunan Randika, dia juga bukan tandinganku" jawab Raka.


"Oh ah begitu tuan" jawab Mizuka kaget 'aku kira ahhhh, ternyata pikiranku saat ini kacau, mana mungkin tuan muda tertarik menyentuhku yang jauh lebih tua darinya' pikirnya dalam hati merasa sangat malu karena memikirkan hal negatif.


"Iya, memangnya kamu pikir apa??" Tanya Raka dengan wajah datar.


" ah tidak tidak tidak tuan, maaf karena tadi saya sedang melamun tuan" jawab Mizuka dengan cepat.


"Kamu melamun?? Apakah ada masalah??" Tanya Raka merasa penasaran juga.


"Tidak ada tuan, hehe maaf" jawab Mizuka sambil menghela nafas.


"Mana mungkin saya mampu bertaung melawan tuan yang memiliki darah murni dari keluarga Randika" lanjut Mizuka.


"Kita belum tahu sebelum mencobanya, aku tahu kamu juga punya kemampuan yang tidak aku miliki, yaitu tingkatan sinobi ninja, sepertinya kamu telah belajar tentang ninja juga dilihat dari gerakan tercepatmu" tanya Raka karena penasaran.


"Tuan Muda memang sangat berwawasan, saya seorang master dalam perguruan ninja milik ayah sambungku, tapi tetap saja bukan apa-apa di bandingkan dengan anda tuan" jawab Mizuka.


"Jangan merendah di depanku, aku bisa melihat sepertinya kamu tidak berminat bertarung denganku walaupun kamu kuat" ujar Raka sambil tersenyum.


"Bukan begitu tuan, anda adalah atasan saya dan bisa juga di pastikan anda akan menjadi pemimpin masa depan keluarga Randika, mana mungkin saya menyerang tuan" jawab Mizuka. Dia tidak mungkin melukai Tuan Muda apapun yang terjadi.


"Oh jadi kamu sekarag sudah menganggap aku atasanmu kan" tanya Raka seperti memikirkan sesuatu.


"Iya tentu saja tuan" jawab Mizuka tanpa curiga.


"Baiklah, kamu harus patuh dan tidak boleh membantah saat aku memberikanmu perintah kan" tanya Raka ke Mizuka.


"Benar sekali tuan" jawab Mizuka tegas.


"Sekarang aku perintahkan kamu untuk membunuh seseorang di puncak gunung ini, sepertinya orang itu akan berada di sana nanti sore sekitar jam 5 sore" perintah langsung dari Raka.


"Apa, anda memerintahkan saya untuk membunuh??" Jawab Mizuka tak percaya.


"Memangnya kenapa?? Aku adalah atasanmu kan??" Tanya Raka.


"Baiklah akan saya laksanakan tuan, nanti sore jam 5 sore anda akan mendengar saya membunuh seseorang untuk anda" jawab Mizuka tegas seperti prajurit kembali.


'Nah seperti ini yang aku harapkan darimu' pikir Raka dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2