
"Selamat datang tuan dan nona." Ujar pelayan saat melihat kedua anak sekolah ini masuk restoran.
Walaupun ini restoran yang mewah dan hanya Bos penting yang akan makan di sini, pelayan tetap menyambut siapapun yang datang karena mereka sedang promosi.
"Yah, kami ingin satu meja di ruang VIP." Jawab Angel yang sudah terbiasa makan di tempat seperti itu.
Pelayan sedikit kaget, tapi dia kembali ke penampilan awalnya dan mengantar mereke ke Ruangan VIP yang ada di lantai dua.
"ini semua menu kami tuan silahkan pilih dan kami akan menyiapkan dan mengantarnya kepada anda."
Ujar pelayan dan menyerahkan buku menu kepada Raka
"Baiklah." Ucap Raka dia kemudian mengambil buku menu itu dan membukanya.
"Kamu ingin makan apa sayang??" Tanya nya pada Angel.
"Terserah kamu saja." Jawab Angel.
Raka hanya tersenyum dan langsung menutup buku menu. Pelayan kaget 'apakah orang ini mempermainkanku dan dia tidak akan memesan apapun.' Batinya, tapi dia masih menunjukan senyum profesionalnya walaupun hatinya mendung.
"Aku ingin makanan paling enak disini, silahkan pilihkan yang paling mahal dan enak untuku dan pacarku, untuk minumnya aku ingin kopi susu saja, sedangkan pacarku juce alfukat.
"Baik tuan, kami akan segera mengantarnya kesini," jawab pelayan sopan sebelum pergi dari ruangan.
'Aku kira dia mengerjaiku, syukurlah dia memesan. Tapi apakah anak sekolah itu mampu untuk membayarnya.' Batinya sedikit ragu untuk membayangkanya, tapi pelayan tetap menyiapkan pesanan Raka.
Sekitar 10 menit pintu kembali di buka, 3 pelayan masing-masing membawa nampan yang berisi pesanan Raka dan Angel.
Mereka makan dengan sangat bersemangat, setelah selesai makan dan minum mereka pergi ke kasir untuk membayar.
"Berapa biaya untuk makan malam di kamarku tadi??" Tanya Raka ke pelayan di kasir.
"Untuk makan, minum, dan tempat pribadi anda semua menelan biaya 7.540.000 rupiah tuan, karena restaurant sedang dalam masa promosi , anda mendapatkan diskon 50% tuan, silahkan bayar dengan uang kash atau kartu di sini," ucap pelayan sambil menunjukan mesin pos untuk pembayaran. Walaupun dia sangat sopan, dia masih merasa lucu bila anak kecil ini benar-benar akan mampu membayar makananya.
"Baiklah aku akan membayar dengan kartu." Ucap Raka. Dan ini mengejutkan semua orang karena trnsaksi berhasil dengan bunyi "ding!!!, terimakasih transaksi anda berhasil, silahkan datang kembali."
Pelayan kemudian menatap Raka dengan kaget 'siapa anak kecil ini,' batinya.
Raka tidak menghiraukanya dan hanya menggandeng tangan Angel dan keluar dari Restaurant yang dia tahu ini juga miliknya.
Angel hanya mempererat peganganya di tangan Raka karena sangat bahagia.
***
Di luar masih rame karena ada ferrari, yang lebih mengejutkan Raka adalah Dina masih menunggunya di sana.
Raka hanya berjalan pelan mendekat ke mobil dan berhenti sebentar saat mendengar nada bicara Dina pada orang-orang disana.
"Pemilik mobil ini adalah temanku, jadi silahkan berfoto, aku yakin dia akan mengijinkanya."ucapnya pada orang-orang yang saat ini mengelilingi mobil itu, semua orang mengenal Dina, karena keluarganya cukup kaya di daerah itu.
"Oh pantas saja anda berada di sini, apakah sedang menunggunya nona??" Tanya salah satu pria.
"Iya benar, temanku sedang makan bersama pacarnya di dalam." Jawabnya tersenyum puas.
"Lalu kenapa anda tidak ikut nona??" Tanya seorang wanita dengan nada tak senang karena iri. Mungkin dalam pikiranya kenapa selalu Dina yang beruntung mengenal orang-orang hebat.
"Pastinya aku tidak ingin mengganggu kemesraan mereka, dan juga aku takut jika ada yang merusak mobil ini. Walaupun ada kamera pengawas, tetap saja bagaimana kita akan menuntut jika seseorang yang merusaknya tak mampu mengganti." jawabnya dengan sombong. Membuat wanita tadi semakin marah dan langsung pergi karena tidak bisa berkata-kata.
Setelah itu banyak orang berfoto untuk mengabadikan momen mereka dengan ferrari hitam milik Angelica.
Raka hanya tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya karena malu, sejak kapan dia punya seorang teman yang begitu sombong. Bahkan di masa lalu sering menghina dan mengejeknya.
Angel sendiri hanya diam dan menatap mata kekasihnya, seperti tidak ingin peenah berpisah denganya walau hanya sebentar saja.
Raka melihat Dina mengangkat telefonya sebelum berlalu pergi dari tempat parkir.
Raka hanya menghela nafas panjang sebelum mengeluarkanya dengan kasar dan membawa Angel mendekati mobilnya bersiap untuk pulang.
"Permisi bolehkah saya lewat??" Ucap Raka, dia ingin melewati kerumunan dan memasuki mobilnya dan segera pergi dari sini.
"Enyahhhhhh" teriak seorang gadis berambut pirang sambil mencoba mendorong Raka, tapi dengan cepat Angel memegang tangan wanita gila itu sebelum mendorongnya sampai wanita itu terjatuh.
"Aghhh..!!!" Teriak wanita tadi.
"Berani kau menyentuh kekasihku, akan ku patahkan tanganmu." Ucap Angel sedingin mentimun. Raka sendiri kagum, kekasihnya tidak akan membiarkan orang lain menyakiti Raka walau sedikitpun.
"Apa kau gila?? Berani sekali kau mendorongku dan mengancamku. Aku akan memberimu pelajaran." Ucapnya marah sebelum berniat membalas Angel dengan mendorongnya, saat tangan wanita tadi hampir menyentuh dada Angel, Angel dengan gesit dan cepat menghindar. Karena wanita tadi sudah mengabil ancang-ancang sekuat tenaga untuk mendorong, dia kehilangan kendali atas dirinya sendiri sebelum terjatuh kembali.
__ADS_1
Semua orang melihat ini hanya terkekeh, wanita tadi benar-benar sangat malu. Dia berlari saat menangis dan meninggalkan tempat kejadian.
Teman-temanya mengikutinya pergi juga, karena mereka sadar bahwa mereka juga bisa di permalukan jika tetap di sini.
Semua orang yang tersisa hanya memandang kedua anak SMA ini dengan perasaan ingin tahu.
Semua orang saat ini berhenti berfoto pada ferrari karena tidak ingin menyinggung Raka dan Angel. Mereka semua adalah orang-orang berpengalaman, tidak bodoh seperti wanita tadi.
"Silahkan anda boleh duluan." Ucap salah satu wanita dari mereka dan membuyarkan keheningan tadi.
"Jangan menyesal," ucap Angel tersenyum dan melirik kekasihnya.
"Tidak papa silahkan." Jawab wanita itu juga.
"Baiklah,." Ucap Raka seraya mengeluarkan kunci mobil dan menekanya,
Berbunyi! Berbunyi!
Empat lampu ferrari menyala secara berulang.
Kemudian, hampir seketika, mesin hidup dalam gemuruh rendah.
Pintu di buka ke atas.
Raka meletakan kunci mobil di tangan sebelum perlahan menuju ke kursi penumpang, sedangkan Angel menuju kursi penumpang di sebelahnya.
Benar-benar terjadi kesunyian di lingkungan ini, semua orang menatap dengan kaget. Bahkan lebih dari 7 gadis termasuk yang tadi bicara dengan Raka, mulutnya menganga lebar.
"Jadi dia adalah pemilik mobil mewah itu, pantas saja," ujar seorang lelaki yang nampak berusia 20 tahunan.
Dia mengingat waktu Angel dengan berani mengatakan akan mematahkan wanita tadi. Lelaki tadi berfikir sendiri, untung dia tidak menyinggungnya, kalau tidak mereka benar-benar akan menyesal. Semua orang berfikiran hampir sama saat menelan ludah dengan susah payah.
Bib!bib!
Raka hanya menekan klakson dua kali sebelum meninggakan semua orang yang masing menganga lebar karena masih syock.
Dina sendiri hanya mengawasi dari jauh, dia tidak berani mendekat karena takut Raka akan mempermalukanya, apalagi jika mengingat dirinya sering menghinanya setelah keluarga Raka bangkrut.
Dia benar-benar menyesal, dulu Raka sering mengintipnya dan itu bukti bahwa mungkin Raka tertarik padanya.
Dina biasa saja karena memandang keluarga Raka adalah orang yang mampu, tapi setelah keluarga Raka bangkrut dan meninggalkan banyak hutang. Dina mulai risih dengan Raka dan sering memarahinya bahkan sering menghinanya. Jika dia tahu Raka akan kembali membalikan kekayaanya secepat ini, akan baik kepada Raka tapi sungguh Dina menyesalinya.
****
Saat ini Raka dalam perjalanan ke sekolah untuk mengambil mobilnya karena dia tidak ingin merepotkan orang lain ataupun pengawalnya.
"Sayang aku punya saran dan semoga kamu bisa mengerti dan bisa mematuhinya." Ujar Raka lembut saat matanya masih fokus menyetir.
"Saran apa sayang.??" Tanya Angel yang sekarang menatap dalam Raka.
"Aku ingin kamu membeli mobil yang biasa saja." Ucap Raka pelan.
Raka punya alasan, dia takut Angel akan marah dan tidak mematuhinya. Angel adalah gadis muda kaya raya yang dari kecil sudah di manjakan orang tuanya. Berbeda dengan Raka, walaupun keluarganya sangat kaya dan mampu, dia di besarkan untuk terlihat sesederhana mungkin, dan tidak sombong. Itu adalah saran dari kedua orang tuanya, bahkan sampai sekarang masih sering menyampaikan ini kepada Raka agar tetal rendah hati.
"Baiklah aku akan ikuti apapun mau kamu sayang, tubuhku saja kuberikan dengan senang hati, apa lagi hanya sekedar mobil." Jawab Angelica sambil tersenyum dan mendekatkan tubuhnya ke Raka sebelum menyenderkan tubuhnya ke tubuh Raka.
Raka sangat senang, Angelica adalah beda.
"Terimakasih sayang, kamu tahu sendiri kan alasanya." Tanya Raka.
"Iya aku tahu, lagian apapun yang kamu minta pasti ku turutin kecuali kalau kamu minta selingkuh pasti aku tidak dapat menerimanya huh,." Jawab Angelica sedikit ketus, mengingat kembali Raka memuji guru itu membuat hatinya mendung, dia kemudian mencubit pipi Raka dengan gemas.
"Auch sayang aku sedang menyetir low." Ujar Raka pelan, Angelika hanya menjulurkan lidahnya pada Raka, kemudian dia memeluk tangan Raka.
Setelah sampai di tempat parkir sekolah, Raka langsung berpamitan dengan Angel, setelah ******* bibir kekasihnya kemudian di ikuti cipika cipiki dan terakhir mncium dengan lembut kening kekasihnya itu, Raka langsung masuk kemobilnya karena ini sudah terlalu sore, dia juga belum mengirim pesan kepada Mizuka karena hpnya tertinggal di mobilnya. Yang mengejutkan adalah Mizuka mengiriminya banyak pesan, bahkan banyak panggilan tak terjawab, jadi Raka langsung mengirim pesan kepada Mizuka
[Maaf belum sempat baca semua pesanmu, tadi ada urusan sekarang aku langsung pulang]
[Baik ku tunghu di rumah, emuah...]
Raka tidak membaca ataupun membalas pesan balasan dari Mizuka.
Setelah melambai tangan pada Angel, Raka langsung melajukan mobilnya dengan cepat, Angel pun juga demikian, tapi sebelum sampai dirumah, Angel sudah mengirim pesan kepada ayahnya.
[Ayah belikan aku sepeda motor matic saja ya, aku bosan dengan mobil, tapi jangan yang terlalu mewah, belikan aku beat saja]
Ayahnya kaget dengan keinginan putrinya, biasanya putrinya sangat senang saat membelanjakan uang yang tak terhitung, tapi dia sekarang menjadi rendah hati seperti ini. Setelah menjalin hubungan dengan Raka, Angelica menjadi sangat berubah dan semakin dewasa untuk tidak hanya bersenang-senang saja.
__ADS_1
[Baiklah, besok pagi kamu bisa mulai bersekolah mengendarai sepeda motor yang kamu minta, ayah akan membelikan warna merah muda, karena kamu seorang wanita muda juga hehe, apapun untuk putri kecil ayah]
[Terimakasih ayah emuahhh.....]
Angel sangat menyayangi ayahnya, ayahnya juga sangat menyayanginya.
Walaupun Angel sudah dewasa, dia di perlakukan tetap seperti putri kecilnya yang sangat di sayangi.
***
Di rumah keluarga Randika, Mizuka terus menatap keluar, dia tidak sabar melanjutkan peperangan semalam yang masih ingin di ulanginya terus dan hanya dengan Raka.
Saat Raka mengiriminya pesan, dia sangat gembira dan langsung membersihkan diri dan berdandan dengan cantik dan anggun. Mizuka bahkan telah membeli dan memakai baju tidur merah muda yang sedikit menerawang kedalam tubuhnya dan terlihat samar bentuk tubuhnya. Hal seperti ini pasti akan memabukan mata seorang lelaki yang melihatnya. Semua pengawal sendiri tidak berani menatap dan hanya menundukan kepalanya, karena takut terhipnotis.
[Kamu sudah makan]
Sekilas pesan dari Raka.
[Belum, masih menunggu kamu]
Jawab Mizuka.
[Kalau begitu kamu ingin makan apa, biar aku belikan untukmu]
[Aku ngikut kamu saja enaknya makan apa]
[Baiklah, aku akan memesan Lobster Abalon Australi di Restoran yang baru saja di buka, kamu pasti suka]
[Apapun yang kamu berikan pasti aku suka]
Melihat jawaban Mizuka yang semakin ngelantur, mebuat Raka tidak melanjutkan pembicaraan mereka melalui pesan singkatnya. Raka hanya menganggap Mizuka sebagai kakak sepupunya, karena mereka berasal dari keluarga yang sama. Sekarang Bima tidak ada, jadi Raka hanya akan perhatian kepada Mizuka.
Raka sangat menghormati Mizuka dan akan selalu melindunginya dari apapun. Raka juga siap bila harus kehilanganya, dia sangat menyayangi keluarganya.
Setelah memesan makananya Raka bersiap untuk pulang sebelum di kejutkan dengan seseorang yang sedang duduk di halte bus orang ini sangat familiar, mungkin sedang menunggu angkot atau bus.
"Selamat sore bu." Sapa Raka dan sontak mengagetkan wanita tadi.
"Ah kamu, Raka ya.??" Jawab Jesica, ya wanita tadi adalah Jesica.
"Iya bu, masa sudah lupa sama murid sendiri." Tanya Raka menggoda.
"Iya kan pertama kenalan, maklumi ya?? Kan tadi saya kenalan dengan seisi sekolah juga," jawabnya senyum.
"Hehehe iya bu maaf."
"Sedang menunggu bus ya bu.??" lanjut Raka.
"Iya ini, jam segini sudah susah ya nyari bus, apalagi angkot." Jawab Jesica.
"Iya bu, memangnya ibu pulang kemana,??" tanya Raka polos.
"Sebenarnya rumahku dekat sekolah, hanya tadi saya pergi belanja kebutuhan dulu," jawab Jesica.
"Oh dekat sekolah ya....." ucap Raka.
"Iya, kamu sendiri kenapa belum pulang.?? Apa tadi disiksa pacamu lagi??" Jesica menjawab sambil terkekeh.
"Ah ibu malu, jangan keras-keras hehehe, Angelica memang suka bercanda kok bu, tapi dia baik," jawab Raka tersenyum.
"Bagaimana kalau ibu saya yang antar pulang , sebenarnya arah rumah kita sama." Jawab Raka menawarkan, dia sedikit malu, gimana kalau bu Jesica menolak.
"Apakah seperti itu??." Tanya Jesika.
"Iya bu, aku ambil mobil sebentar ya bu." Jawab Raka yang kemudian berlalu pergi meninggalkan gurunya tanpa mendapat persetujuanya.
"Dasar anak muda," gumam bu Jesica sambil tersenyum.
Tak lama kemudian Raka kembali dengan Brio nya, Jesica pun tidak malu dan langsung masuk kedalam mobil murid nya.
"Raka, kalau di luar jangan panggil ibu ya, saya kan masih muda, malu di dengar orang, jadi panggil kakak saja,." Ujar Jesika sambil menatap Raka.
"Loh kok malu sih, tapi aneh ya masa aku panggil guru dengan sebutan kakak." Jawab Raka terkekeh.
"Ya gakpapa kalau di luar saja." Jawab Jesica kembali tersenyum dan menampakan gigi gingsulnya dan kedua lesung pipinya, membuatnya sangat manis saat tersenyum.
"Baiklah-baiklah , aku ngikutin anda saja..," jawab Raka 'aneh juga' batinya.
__ADS_1
Raka masuk gang dan mengantar gurunya ke rumah, Jesica menawarkan masuk dulu tapi Raka menolak dengan halus, Raka bilang kalau kakaknya sudah menunggunya.
Jesica pun hanya tersenyum dan meng iyakan Raka yang langsung berlalu.