Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 6


__ADS_3

Bahkan dari luar sampai terdengar, ini membuat Laras yang sudah berada di luar menjadi lebih tidak nyaman.


Dia berlari keluar naik motor dan meninggalkan rumah keluarga Jonson.


"Aku bersumpah akan merebut Raka dari Angelica, walaupun aku tak sekaya dia" sambil menyeka air matanya, Laras berteriak keras di jalan.


Kembali ke dalam manor keluarga Jonson.


"Baiklah-baiklah" jawab Angel langsung membuat kerumunan diam. "Jadi Raka, apakah bersedia aku suapi??" Tanya Angel langsung.


"O-oh iya aku bersedia" jawab Raka sedikit canggung. Dia memang sangat bersedia, bukan hanya suapan dia menginginkan berciuman dengan Angel. Tapi tidak di hadapan semua orang ini, ini membuat dia malu.


Tapi Raka tetap menerima kui dari Angelica dan langsung menelanya. Semua tamu bertepuk tangan dengan semangat. Raka sendiri sudah berfikir dalam hati


'Aku pasti akan menyatakan cinta padamu saat aku sudah 17 tahun, mungkin di acara ulang tahunku, semoga kamu belum punya pasangan sampai saat itu tiba'.


Bima senidiri hanya bisa tersenyum menatap adiknya yang sedang kasmaran. Dia sangat menyayangi adiknya, jadi sudah pasti dia bisa membaca pemikiran adiknya, dan dia pasti akan memberikan segalanya untuk adiknya.


Acarapun berlanjut sampai jam 2 dan di masih di lanjutkan nyanyian dari artis jawa timur.


"Sekarang mari kita sambut sahabat kita Deni dan Susi untuk naik ke atas panggung!!" Yang bicara adalah Angel.


"Apa iki kok kita yang di suruh naik" Susi bicara ke Deni.


"Sudah... kita ikutin saja dan naik ke atas panggung" Deni bicara sambil memegang tangan Susi dan membawanya ke panggung. Susi yang bingung hanya bisa mengikuti Deni.


Di atas panggung sudah di siapkan bunga mawar merah dan di ambil Deni. Seperti yang sudah di rencanakan, sampai di atas panggung semua orang turun dan menyisakan dua sejoli yang sedang di mabuk asmara.


Padahal dulu Deni tidak berniat mendekati Susi, tapi setelah melihat kecantikanya sungguh tak bisa untuk tidak mengungkapkan perasaanya.


Tiba di atas, Susi menatap Deni dan ada sedikit rasa malu dan gugup karena sekarang semua mata memandang mereka.


Deni pun langsung jongkok dan mengeluarkan kalung berlian yang dia beli bersama dengan Raka.


"Susi..... maafkan aku yang telah melanggar janjiku dulu, bahwa aku tidak akan pernah mengejarmu, tapi aku tidak bisa melakukanya. Hatiku benar-benar luluh setiap kali dekat denganmu, apalagi kita semakin dekat dan sering melakukan hari-hari kita bersama. Sekarang aku tidak mau lagi bertele-tele dan langsung saja APAKAH KAMU MAU MENERIMA CINTAKU DAN MENJADI PACARKU??"


Saat Deni mengucapkan ini, banyak pandangan yang baper, apalagi mereka belum pernah melihat adegan seromantis ini.


Sekarang lampu sudah di padamkan, dan hanya ada satu sorot lampu yang menyoroti Deni dan Susi.


"Ini sungguh romanti" teriakan beberapa teman mereka yang sudah baper pun terdengar.


Tapi Susi hanya diam, dia bingung mau jawab apa.


Dia tidak mungkin bilang tidak, karena hatinya juga buat Deni. Tapi dia juga malu kalau seisi sekolah tahu dia punya pacar.


"Ayo terima susi" teriak teman sekelas mereka.


"Terima, terima, terima, terima........." suara terus menyuarakan agar Susi menerima cinta Deni. Ini membuatnya semakin malu dan dia hanya bisa menundukan kepala sambil menatap Deni.


"Kalau kamu malu untuk bicara, berikan saja tanda nya, jika kamu menerima kalung dan bunga ini, berarti kamu menerima cintaku, tapi kalau tidak yah....." ucapan Deni dan tingkahnya membuat Susi tak enak hati. Ini pertama kali dia menjalin hubungan, jadi dia masih bingung dengan apa yang akan di lakukanya setelah menjadi pasangan.


"Ayo terima saja" sekarang Raka dan Angel yang berbicara, tanpa sadar mereka sudah bergandengan tangan juga.


"Baiklah, tapi setelah ini aku mau bicara sama kamu berdua saja, karena malu bicara di depan banyak orang" Susi bicara dan menerima mawar dan kalung dari Deni.


"horeeee....."


"Yeeeee....."


"Jangan lupa makan-makan ya".


Banyak teriakan dari teman-teman mereka.


Deni pun berdiri dan bisa merasakan harumnya tubuh Susi. Dia semakin gemetar karena bahagia.


Wanita di depanya sekarang benar-benar menjadi kekasihnya. Mimpi apa dia semalam, padahal Deni sudah siap seandainya Susi menolaknya.


"Cium cium cium cium" suara serempak dari seluruh teman sekolah, terutama wanita.

__ADS_1


"Bagaimana ini Sus? " tanya Deni.


"Cium kening saja ya " jawab Susi senyum.


Akhirnya Deni mencium kening Susi, acarapun di lanjutkan sampai pagi. Karena acaranya di adakan pas hari sabtu malam, jadi sampai minggu pagi. Di suguhi pesta akbar yang meriah semuanya senyum bahagia.


Setelah acara selesai semuanya pulang, hanya menyisakan Raka bergandengan dengan Angelica, sedangkan Deni bergandengan dengan Susi. Selain dari keluarga Jonson dan Bima.


"Ah tuan Randika, senang bertemu dengan anda. Maaf tadi kami disibukan dengan proyek, jadi lupa menyapa anda" ujar suara seorang wanita, di belakangnya ada rombongan yang juga mengenal bima.


"Senang bertemu dengan anda tuan Randika" semua bicara serempak dan membungkuk hormat.


"Oh Mizuka apa kabar, maaf ya gara-gara proyek perusahaan kalian jadi tidak bisa mengikuti acara ulang tahunya nona muda keluarga Jonson" ujar Bima. Saat ini terjadi Raka tidak ada di lokasi, karena sedang berduaan dengan Angelica. Deni sendiri mengantar Susi pulang, karena sudah semalaman mereka pergi.


Oranh tua Susi menyambut mereka dengan hangat karena melihat yang di kendarai Deni.


Kembali ke Bima dan lainya .


"Oh tidak apa tuan, ini semua juga demi pengembangan proyek Abadi Jaya milik anda" jawab Mizuka.


"Oh iya tolong rahasiakan dulu dari adik saya, karena semua kejutanya akan ada pada hari ulang tahun ke 17 nya" tambah Bima.


"Iya pasti tuan" jawab Mizuka.


Mereka mengobrol sedikit, sebelum Bima pamit untuk pulang. Tapi kali ini Bima pulang sendiri bersama pengawalnya. Raka di tinggal di manor keluarga Jonson.


"Raka... kamu terlihat sangat tampan..." puji Angel sambil senyum memandang Raka.


"Kamu juga sangat cantik, aku kira tadi melihat bidadari" Raka merasa sangat percaya diri setelah melihat perlakuan keluarga Jonson yang sangat menghormati dia.


"Haha ternyata kamu pandai juga ya gombalin cewek" sekarang Angelica tau seperti apa Raka sebenarnya kalau sudah menyangkut wanita.


"Loh kok aku, kan kamu yang mulai. Eh Deni sama Susi romantis ya semalam" sekarang raka tambah berani dan memikirkan sesuatau 'pas hari ulang tahunku, aku akan mengejutkanmu lebih dari Deni' dia berfikir dalam hati.


"Iya" jawab Angel senyum.


"Kenapa kamu tidak istirahat di rumahku dulu, terlihat sekali kamu kecapekan" saran Angelica.


"Tuan Randika sebentar" saat Raka hendak pergi, seorang pelayan mendekat.


"Tadi tuan Bima Randika sudah pergi dulu bersama pengawalnya" lanjut pelayan sambil membungkuk.


"Tuh kan, mending kamu istirahat sini saja" sahut Angelica.


Sebenarnya dia pengen terus bersama Raka, karena itu dia mendekat terus pada Raka.


"hehe iya, baiklah aku istirahat di sini saja kalau diperbolehkan" jawab Raka.


"Pasti boleh lah" sekarang ayah Angelica yang bicara.


"Hehe maaf paman bila saya merepotkan anda" sahut Raka.


"tidak ada yang kerepotan" jawab Patrik Jonson.


Sambil menoleh ke anaknya dia melanjutkan "antar tuan Randika ke kamar yang paling mewah di rumah kita" lanjut Patrik dengan sopanya.


"Baik ayah, ayo kita naik" ajak Angel sambil menggandeng tangan Raka, Raka pun hanya mengikuti saja. Sebenarnya Raka pengen banget bisa tidur sama Angelica. Wanita ini terlalu indah, tapi dia menghilangkan pikiran seperti itu. Karena mereka masih dibawah umur, jadi dia harus menahan pikiran kotor seperti itu.


Bau harum tubuh Angelica sunguh membuat lelaki manapun tergoda, di tambah kecantikanya ini membuat nilai tampah pada Angelica.


Tak terasa meraka sampai di kamar Raka, bahkan sebelum mereka berpisah, Angel mincium bibir Raka.


Raka terdiam dan tubuhnya bergetar, apakah ini rasanya berciuman dengan wanita.


Angel hanya tersenyum sebelum melambai "sampai jumoa nanti ya, baiknya mandi dulu sebelum istirahat" saran Angel, setelah itu dia langsung pergi.


Raka hanya bisa senyum-senyum sendiri, setelah itu dia masuk kamar, dia di kejutkan dengan kamar mewah seperti dalam hotel.


Dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berendam air panas sebentar untuk menetralkan lelahnya. Setelah itu dia langsung tidur karena merasa lelah, bahkan dia tidak memakai sehelai pakaianpun, karena karena handuknya di tinggal di kamar mandi.

__ADS_1


Karena kelelahan, Raka bangun sore pukul 16.00 dia terbangun dengan terkejut. Bukan karena kesorean tapi karena dia tidur bukan di kamarnya. Apalagi sekarang dia telanjang bulat.


Saat dia bergikir sebentar akhirnya ingatanya kembali. Dia bangun dan kaget dengan pakaian yang sudah di siapkan di kursi dalam kamar.


Dia brfikir sebentar 'kenapa sudah ada pakaian disini, siapa yang masuk kekamarku saat aku tidur, sungguh memalukan karena aku tadi telanjang bulat' Raka mencemo'oh dirinya sendiri.


Akhirnya dia bangun dan langsung pergi ke kamar mandi untuk berendam sebentar terus keluar dan memakai pakaian yang sudah di siapkan tadi.


Dia berdandan bak orang kaya, karena pakaianya sangat mewah. Saat dia keluar kamar, dia di sambut oleh dua pelayan cantik keluarga Jonson.


"Oh tuan sudah bangun" sambut pelayan.


"Oh iya, dimana Angelica?? " tanya Raka.


"Nona muda saat ini sedang berada di ruang tamu tuan" jawab pelayan.


"Kalau begitu antar aku menemuinya!" perintah Raka.


Merekapun turun kebawah dan menemui Angelica, sampai di bawah pelayan lansung meminta diri untuk menjalankan tugas lainya.


Angel sedang asik menonton tv, dan Raka berjalan pelan dari belakangnya.


"Waaaaaa" teriak Raka mengagetkan Angel.


"Haaaaaaaaaa........"gantian Angel yang berteriak kaget.


"Ah kamu sudah bangun , ngagetin aja" lanjut Angel yang masih syok.


Raka tidak menjawab dan hanya diam menatap tubuh molek Angel.


Jadi ternyata seperti ini dia saat di rumahnya, yang dia kenakan hanya daster warna putih tembus pandang, dan di dalamnya yang tertutup hanya bagian dada sama anu nya saja.


Dia juga tidak merasa malu saat Raka mendekatinya, ini membuat Raka semakin liar dan hampir lepas kendali. Di ruangan ini hanya ada mereka berdua, mungkin para pelayan tidak berani mendekat saat nona mudanya berpakaian seperti ini.


Raka menundukan kepala karena takut menjadi lepas, dia juga punya nafsu.


"Tolong pakai pakaian yang menutup seluruh tubuhmu ya, aku tidak bisa melihatnya terlalu lama, karena takut kelepasan" Raka bicara sambil menghela nafas panjang.


"Hahahahahaha" Angel hanya tertawa terbahak-bahak.


"Ternyata mas Raka yang selama ini pendiam bisa langsung berterus terang seperti ini" lanjut Angel masih tertawa.


"Aku juga lelaki yang punya nafsu, maaf ya tolong" Raka masih menundukan kepalanya.


"Haha oke oke, sebentar ya" jawab Angel dia langsung masuk kamarnya yang di bawah dan mengganti pakaianya.


Angel keluar dari kamar sekarang sudah berpakaian sopan.


"Nah seperti ini biar aku gak kebablasan hehehe" ucap Raka.


"Haha iya maaf , sebenarnya aku tadi sengaja pakai begituan ingin ngetes kamu saja, sebenarnya kamu lelaki normal apa tidak, gitu " ujar Angel sambil tertawa.


"Lah aku normal donk" jawab Raka kecut.


"Yahkan kamu biasanya paling cuek sama wanita, ku kira kamu suka sama laki hahaha" balas Angel sambil tertawa.


"Kamu kan hanya berteman dengan Deni, kukira kalian pacaran hahaha" tambah Angel tertawa lepas.


"Ya gak lah, mana mungkin aku pacaran dengan sesama jenis, aku masih waras keles" balas Raka.


Mereka bercanda terus dan tak terasa malam pun tiba.


"Tuan dan nona muda, makan malam sudah di siapkan, ayah dan ibu nona sudah menunggu di dalam" ujar pelayan.


"Oh baiklah" jawab Angel ke pelayan, setelah itu memandang Raka dan berucap "ayo ayah dan ibu sudah menunggu!" Ajak Angel.


"Baiklah" jawab Raka.


Mereka bedua berjalan bergandengan tangan seperti pasangan kekasih. Padahal mereka hanya sahabat, sampai di ruang makan mereka di sambut tuan dan nyonya Jonson dengan senyuman dan anggukan.

__ADS_1


"Silahkan duduk tuan dan nona muda" ujar pelayan ke mereka.


Mereka duduk dan makan, makanan yang di sajikan oleh pelayan seperti makanan restoran mewah dari prancis.


__ADS_2