Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 64


__ADS_3

"Kenapa kalian tertawa,.?? aku kan malu, lagian aku tidak lucuuuuuu.," gerutu Susi.


"Siapa yang bilang kamu tak lucu, kamu adalah gadis terlucu saat manyun sayang...." ucap Deni seraya menyentil dahi Susi.


"Auw, sakit ahhh..." gerutu Susi tak terima.


"Sudah-sudah, mendingan kamu fokus nyetir saja Den, biar cepet sampai di Jogja,..." pinta Angelica.


Ketiganya terdiam, dan Deni hanya fokus mengemudi mobilnya, sekitar perjalanan 3 jam, akhirnya ketiganya sampai di Sleman Yogyakarta, karena banyak pembangunan di temanggung, perjalanan yang biasanya hanya 2,5 jam saja, menjadi sedikit lebih lama karena kendala jalanan yang sedikit macet. Di tambah saat ini sedang libur panjang sekolah.


"Kita istirahat di sini ya,." ucap Deni seraya membelokan mobilnya ke depan sebuah Restoran.


"Kamu lapar ya,.??" tanya Angelica.


"Iya sedikit hehe, tadi sarapan sedikit saja soalnya takut kesiangan saja kalai kita melakukan perjalanan jauh,." jawab Deni tanpa malu, ketiganya sudah sangat dekat dan bebas saat bicara.


"Sayang...." panggil Deni ke Susi, yang ternyata sudah ketiduran dalam perjalanan.


"Dia tidurrr??" tanya Angelica memastikan.


"Iya, pantas saja dari tadi diam, biasanya paling cerewet," jawab Deni sebelum terkekeh, Angel pun ikut terkekeh.


Mendengar suara tertawa, Susi sontak membuka matanya perlahan.


"Apa kita sudah sampai,.?? kok berhenti sih,.??" tanya Susi seraya matanya masih setengah terbuka.


"Kita makan dulu sayang, ini sudah di depan Restoran,." jawab Deni.


"Emmmmmm, baiklah...." jawab Susi lemas.


Deni dan Angel keluar terlebih dahulu, Susi keluar perlahan dan terlihat masih lemas, mungkin karena masih mengantuk juga.


"Ayo sayang,!!" ajak Deni seraya mengulurkan tanganya dan menggenggam tangan Susi "kamu lemes banget, masih ngantuk,.?? kalau masih ngantuk mau tidur lagi juga boleh,." lanjut Deni.


"Ahhhh tidak-tidakkk, maaf,." ucap Susi tegas.


"Kamu ini kenapa sih,.??" tanya Deni seraya mengerutkan dahinya.


"Gapapa kok, hehe, mungkin tadi nyawaku belum genap saja, maklum lah, kan baru bangun,." cerocos Susi.


"Nah sepertinya sekarang sudah genap ya,." sahut Angel.


"Hehe iya Ngel, Ayo masuk,.!!" ucap Susi mengajak ketiganya masuk Restoran yang ternyata cukup ramai juga, soalnya banyak yang liburan.


"Kita duduk dimana ya,.??" gumam Deni yang di dengar Susi dan Angelica.


"Kamu tanya saja ke pelayan,.!!" saran Angelica. Sedangkan Susi hanya diam karena belum berpengalaman seperti Angelica.


"Baiklah,." jawab Deni dengan anggukan, sebelum langsung menuju ke kasir, untuk bertanya ke pelayan kasir. Angel dan Susi mengikuti dari belakang.


"Nona, maaf mau tanya... masih ada meja kosong untuk bertiga gak ya,.??" tanya Deni sopan.

__ADS_1


"Eh Tuan.... Sebentar..." ucap pelayan dengan ramah, sebelum membuka buku pesanan seluruh ruangan dan mencari apakah masih ada meja kosong atau tidak.


Setelah jeda singkat, pelayan mengerutkan dahinya sebelum menatap Deni dari atas kebawah.


"Ada apa,.??" tanya Angel dingin ke pelayan, Angel sudah merasa pelayan akan mempermainkan Deni karena berpakaian biasa saja.


"Emmmm maaf, sepertinya semua meja untuk reguler sudah terisi,." ucap pelayan yang masih tersenyum profesional.


"Baiklah, kalau begitu saya akan memesan meja untuk VIP saja,." ucap Deni percaya diri.


"Apa,.??" ucap pelayan dengan nada tak percaya.


"Saya akan memesan meja VIP,." ucap Deni sekali lagi.


Bukan menjawab, pelayan malah mengerutkan dahinya saat menatap Deni, Angel masih mencoba sabar, tapi menatap tajam pada pelayan tersebut tanpa di sadari pelayan tersebut.


"Apakah masih ada meja kosong di ruangan VIP,.??" tanya Deni sekali lagi.


"Me....memang ada yang kosong, tapi itu khusus para elit, dan tentunya biaya sewa di ruang VIP 10 kali lebih mahal daripada makananya, kareba disana ruanganya sangatnl nyaman juga anda akan di temani hiburan dari musisi yang kami sewa bergantian setiap harinya,." jelas pelayan pada Deni.


"Aku tidak peduli dengan semua itu, aku hanya ingin makan karena sudah sangat lapar, apakah saya bisa memesan meja disana,.??" tanya Deni sekali lagi, Deni tidak bohong ,dirinya memang sudah sangat kelaparan.


Pelayan kembali mengerutkan dahinya 'Kenapa anak ini sangat kebal, apakah anak berpakaian biasa ini mampu membayar harga VIP,.?? aku curiga, jangan-jangan anak kecil ini hanya datang untuk mempermainkanku, jika saya membiarkanya masuk kedalam meja VIP dan teenyata mereka tidak mampu membayarnya, bisa-bisa aku di pecat oleh atasanku, ah aku harus bagaimana,." batin Pelayan merasa bingung.


"Sister Molan, apakah masih ada meja kosong untuku,.??"


suara seseorang membuyarkan lamunan pelayan tadi.


"Apakah kamu tidak memandang kami sama sekali,.??" sekarang Angelica maju di depan Deni dan langsung menghentikan kekonyolan pelayan tadi.


"Ah maaf Nona, anda sebaiknya menunggu meja di bawah saja, atau mencari tempat lain untuk makan, lagian kalian tidak mungkin mampu membeli peket VIP di tempat kami,." ucap pelayan dengan sedikit arogan dan menatap ketiganya dengan tersenyum menghina, mungkin dirinya merasa jika Vergino akan membantunya jika anak-anak ini membuat masalah denganya, lagian jika ketiga anak ini membuat masalah, tentu pelayan akan bisa memberikan hukuman dengan mudah. Angelica yang mengerti arti dari tatapan dan nada bicara pelayan yang keterlaluan langsung menggedor meja di depan pelayan dengan kerasnya.


"Kamu hanya pelayan disini jadi jangan sombong, apakah kamu pikir kita tidak mampu membayar meja VIP di sini,.?? bukankah seharusnya, kamu tidak memandang pelanggan dari penampilan luarnya saja kan,.??" tanya Angel dengan dingin, terlihat jelas kekesalanya.


"Sabar Ngel, jangan membuat masalah,.!!" pinta Susi seraya memegang tangan Angelica dengan lembut, terlihat kekhawatiranya dengan jelas.


"Susi benar Ngel, kita jangan membuat masalah,!! lagian kita kan hanya kesini untuk makan, jadi tidak perlu membuat keributan,.!!" sahut Deni dengan lembut, Susi dan Deni paling mengerti dengan kekuatan Angelica, jadi keduanya sama-sama khawatir.


"Teman-temanmu benar Nona, jika kalian hanya ingin makan, carilah tempat lain yang lebih murah, dan tentu saja yang lebih mampu kalian bayar,." setelah menerima penghinaan dari Angelica, pelayan juga merasa kesal dan kembali menghina rombongan Angelica.


"Sebaiknya kalian jangan membuat keributan disini, jika tidak ingin menyesal,.!!" timbal Vergino membela pelayan dengan sombongnya.


"Apa.,?? kalian dengar kan, Den, Sus,.?? mereka pikir aku tidak mampu membeli paket VIP disini,.??" tanya Angel sebelum terkekeh.


"Sudah Ngel, ayo kita pergi saja,.!!" ucap Susi yang sudah merasa sedikit malu, karena mulai banyak orang memandang mereka.


"Ayo Ngel,.!!" ajak Deni dengan menggenggam tangan Angel untuk membawanya pergi dari tempat ini.


"Aku tidak akan pergi sebelum mebungkam mulut wanita ini,." ucap Angel dingin seraya tanganya mengacung ke pelayan.


"Hey, apakah kamu tidak dengar,!! kamu masih anak kecil kan,.?? jadi jangan membuat masalah yang akan mempermalukan keluargamu, tenyata temanmu lebih bijak daripadamu,.!!" sekarang Vergino sudah ada tepat dan berhadapan dengan Angel.

__ADS_1


"Ternyata kamu cantik juga nak, sayangnya berani membuat masalah disini, jadi akan kupastikan hari ini adalah terakhir kali kamu menikmati kecantikanmu, jika kamu berani membuat masalah disini,.!!" geram Vergino yang membuat bulu kuduk Deni berdiri juga. Tubuh Vergino tinggi dan besar, siapapun pasti akan takut bila berhadapan langsung denganya, di tambah Vergino dari keluarga papan atas juga.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum mempermalukan dirimu sendiri,.!!" ketus pelayan tadi.


"Baik, aku akan pergi... tapi kuharap jangan menyesali tindakan kalian padaku hari ini,." ucap Angel seraya menghela nafas panjang, Angel hanya mengingat nasehat ayahnya untuk tidak membuat masalah saat pergi keluar. Jika Angel tidak mengingat nasehat ayahnya, pasti Restoran ini sudah di hancurkanya.


"Ayo kita pergi dari sini, kita cari makan di tempat lain,.!!" ajak Angel pada Deni dan Susi.


Keduanya hanya mengangguk, tidak banyak bicara juga, dan hanya mengikuti Angelica keluar dari Restoran.


"Siapa sih anak-anak ini, berani sekali hampir membuat masalah di Restoran ini,." ucap pelayan dengan mengerutkan dahinya.


"Tenang saja Sister Molan, saya akan memberi mereka pelajaran di luar, karena bila terjadi kerusakan disini, mereka tidak akan mampu membayar ganti rugi.," jelas Vergino dengan senyum kecutnya.


"Ah... apakah perlu sampai seperti itu, Tuan,.??" tanya Molanda.


"Tentu saja, lagian gadis itu tadi sempat berani sekali menggertaku juga, aku pasti akan membuat mereka menyesal telah di lahirkan kedunia ini,.!!" tambah Vergino dengan dingin sebelum berlalu pergi mengejar rombongan Angelica.


Molanda tidak memperdulikanya, dia malah pergi dan membersihkan ruangan yang akan digunakan Vergino untuk makan, dan juga biasanya akan digunakan untuk pertemuan dengan teman-teman elitnya.


---


Diluar Restoran sedang rame dan banyak juga gadis cantik sedang berpose di mobil Ferrari milik Angelica.


"Sepertinya tidak hanya di daerah kita, disini pun banyak orang yang masih kampungan juga,." gumam Susi yang merasa heran dengan gadis-gadis cantik disini.


"Maklumlah, mereka tidak pernah melihat mobil seperti ini mungkin,.... berbeda dengan kita yang setiap hari naik mobil tersebut..." jelas Deni pada Susi "jadi apa yang akan kita lakukan Ngel,?? apakah menunggu mereka selesai berfoto, atau langsung saja kita masuk mobil dan pergi dari sini,.??" tambah Deni bertanya pada Angelica, seraya mengalihkan pandangan ke arah Angelica.


"Kita tunggu sebentar, biar mereka sedikit puas,." jawab Angel ramah, padahal hatinya masih kesal dengan kejadian di dalam Restoran tadi.


"Baiklah,..... eh sepertinya hanya mobilmu yang paling keren juga disini Ngel, pantas saja, hanya mobilmu yang menjadi sorotan gadia-gadis ini,." ucap Susi menjelaskan.


"Ternyata kamu benar juga sayang,." sahut Deni sebelum terkekeh.


---


"Dimana anak-anak itu,.??" gumam Vergino seraya matanya menatap keseluruh area yang luas.


"Aku akan memberi kalian pelajaran,.!!"


"Siapa Ver,.??" tanya seseorang pada Vergino yang langsung membuat Vergino mengalihkan padanganya ke sumber suara.


"Eh Doni, sudah sampai sejak kapan,.??" sapa Vergino antusias. Ternyata yang menyapanya adalah teman yang berencana makan denganya di Restoran tersebut.


"Sudah dari tadi aku disini, aku juga membawa dua wanita cantik pesananmu, jadi tenang saja...... hari ini kita akan berpesta dengan puas...." jawab Doni percaya diri.


"Kamu sedang mencari siapa memangnya,.?? tadi aku perhatikan sepertinya kamu sedang mencari seseorang,.??" tanya Doni menambahkan.


"Itu tidak penting, yang terpenting dimana sekarang kedua wanita pesananku itu,.??" tanya Vergino seraya mengelus kedua telapak tanganya.


"Ah.... mereka saat ini sedang berfoto dengan mobil Ferrari di tempat parkir,." jelas Doni "Tapi siapa ya yang membawa Ferrari ke Restoran ini, apakah mungkin sedang ada orang yang lebih berkelas dari kita, makan di Restoran ini,.??" tambah Doni bertanya pada Vergino.

__ADS_1


__ADS_2