
"Raka?" teriak semua orang serempak, sebelum berlari menyongsong Raka dan memeluknya, tentu saja ini tanpa Angel. Karena jelas Angel masih sangat bingung, dirinya berfikir 'Sepertinya aku mengenal orang ini, tapi aku lupa mengenalnya dimana,,' batin Angel.
Hanya Angel dan Haley yang tetap berdiri di depan konter tanpa bicara apapun.
"Kalian saling kenal?" tanya Raka yang penasaran.
"Iya tentu saja kita saling mengenal, kalau tidak bagaimana bisa kami berada disini," jawab Deni.
"Tapi bukan itu yang membuatku bingung, jadi selama ini kamu berada di Pulau Irian Jaya?" tambah Deni yang kaget.
"Iya, tapi aku tinggal di dalam hutan," jawab Raka.
"Iya Den, dia pria hutan yang sering aku ceritakan, dan ternyata dia Tuan Muda Randika," sahut Mela.
"Hahahaha Pria hutan, seperti Tarzan dong," timpal Susi masuk ke pembicaraan.
"Bagaimana kabar kalian semua? apakah sehat?" tanya Raka.
"Tentu saja kami sehat wal afiat," jawab Susi seraya menunjukan otot tanganya yang rata, membuat semua orang terkekeh.
"Eh Raka, apa yang kamu lakukan disini? bukankan biasanya malas keliar hutan! dulu kuajak keluar hutan saja gak mau," tanya Mela yang penasaran.
"Hehehe maaf Mel, dulu kan memang aku sedang menjalani hukuman, tapi sekarang hukumanku sudah selesai," jawab Raka.
"Hukuman?" ulang Mela yang semakin penasaran.
__ADS_1
"Ya hukuman dari kakeku tentu saja, karena aku dulu bertengkar dengan kekasihku, dari pada hanya kekasihku yang di hukum, aku juga meminta hukuman yang hampir sama agar adil, karena semua bukan hanya salahnya," jelas Raka seraya menatap Angelica. Angelica hanya bisa menundukan kepalanya, padahal dia belum pernah menundukan kepala pada seorang pria 'Bagaimana aku bisa begitu gerogi saat pria ini menatapku, apakah kita saling kenal? atau aku tak tahu lah, tapi lebih baik begini daripada membuatnya menatap mataku,' batin Angel merasa bingung.
Mela sediri merasa bingung, bukan masalah pandangan Raka pada Angelica. Hanya saja bingung karena bisa-bisanya kakek Raka menghukum cucuknya karena cucunya bertengkar dengan pacarnya.
"Bagaimana bisa kakekmu menghukumu Raka, kan kamu dan pacarmu yang bertengkar?" tanya Mela yang semakin bingung.
"Ceritanya panjang, yang terpenting itu adalah teemasuk aturan keluarga," jawab Raka seraya mendekat ke arah Angel.
'Apa?? kenapa Raka malah mengabaikan aku dan mendekati Angel, tidak seperti biasanya dia bertindak seperti ini, jangan-jangan Angel kekasih Raka? tapi setahuku Angel tidak dalam masa hukuman saat aku tiba disana,' batin Mela merasa bingung dan bersiap mendekati Raka lagi. Namun langsung di hentikan Deni dan Susi saat keduanya memegangi tangan Mela, agar tidak mengganggu Raka dan Angel.
Mela menatap pasangan Susi dan Deni dengan bingung, juga penasaran bahwa mungkin yang di pikirkanya adalah benar.
"Maafkan aku sayang, karena meninggalkanmu terlalu lama," ucap Raka pelan, sebelum memeluk Angel dengan erat. Angelica yang biasanya risih dengan lelaki manapun, bahkan akan menghajarnya jika ada yang mendekagi juga di buat linglung, karena saat ini dirinya menerima dengan senang hati pelukan Raka. Bahkan Angel juga membalas pelukanya dengan mesra, seperti pasangan seorang kekasih yang telah lama berpisah.
Haley menatap dengan terbelalak, karena setahu dia, Mela sangat menyukai Raka atau yang biasa Mela sebut Pria Hutan , dan tentu saja ini membuat pukulan keras untuk Mela dan Haley. Sekarang Mela menjadi syok dengan pemandangan yang dilihat di depanya.
'Aku merasa sangat kesal dan, ahhh aku tidak tahu lagi harus bagaimana,' batin Melany frustasi.
Haley menatap sahabatnya dengan perasaan khawatir dan bingung. Adegan di depanya sunggung sangat membuat hati seseorang seperti tertusuk 1000 jarum dalam sekali tusuk.
"Aku... aku mau kembali dulu," ucap Mela sebelum melepaskan genggaman tangan Deni dan Susi pada pergelangan tanganya. Setelah lepas, Mela langsung berlari dengan cepat, dan tanpa sadar, dirinya mulai meneteskan air mata. Susi dan Deni yang peka, juga menjadi tak enak hati dengan Melany, tapi mau bagaimana lagi, karena memang Raka kekasih Angelica. Haley yang melihat ini langsung berlari menyusulnya.
"Mela! tunggu aku!" teriak Haley seraya mengejar sahabatnya. Mendengar terikan Haley, Raka tersadar kemudian melepaskan pelukan dengan Angel.
"Ada apa dengan gadis itu?" gumam Raka yang di dengar Angel.
__ADS_1
"Mungkin dia cemburu denganmu yang tiba-tiba datang dab memeluku, lagian kamu ini siapa sih? tiba-tiba datang langsung memeluku! dasar lelaki mesum," ketus Angel, walaupun dirinya bicara seperti itu, tapi hatinya berkata yang lain.
"Apa?? aku mesum??" tanya Raka yang seolah tak percaya dengan perkataan Angel.
"Iyalah, tiba-tiba langsung memeluk cewek yang tak di kenal, pasti kamu sering kan melakukan seperti ini pada cewek-cewek di luar sana?" selidik Angel.
"Mana mungkin bisa seperti itu, aku saja hidup di hutan," elak Raka tak mau mengakui kesalahanya, padahal dia ingat pernah memeluk Mizuka, juga tentu saja Mela. Raka kembali menyalahkan dirinya sendiri karena masih tergoda wanita lain, padahal.dieinya jelas sudah memiliki Angelica yagg sangat cantik.
"Dasar lelaki, semuanya brengsek!" ucap Angelica seraya mendorong Raka. Yang membuat Angel kaget adalah Raka tak bergerak sedikitpun bahwa setelah Angel menggunakan sebagian kekuatanya.
"Sayang, kok ngomongnya begitu?" tanya Raka yang bingung, karena Angel yang saat ini berbeda dengan Angel di masa lalu.
"Aku bukan sayang kamu, kamu telah berani menyakiti Mela, temanku. Aku tidak akan memaafkanmu, jadi sebaiknya kamu pergi sekarang dari hadapanku! sebelum aku mengamuk," ancam Angel seraya mengepalkan tanganya dengan erat.
"Tunggu Ngel!" teriak Susi dan Deni secara bersamaan. Jelas keduanya takut lah jika sampai Angel kembali mengamuk pada Raka, bisa-bisa seluruh keluarga Angel akan di asingkan untuk menjalani hukumanya.
"Deni, tolong suruh orang ini pergi dari hadapanku, aku akan mengejar Mela untuk menjelaskan semuanya, aku tidak mau ada temanku yang tersakiti," titak Angel tegas, seraya jari tanganya mengacung ke arah Raka.
"Tunggu? apa ini? sebenarnya apa yang terjadi? aku ini kekasihmu Ngel, kenapa kamu mengusirku?" tanya Raka semakin bingung.
"Jangan pernah menyebutku sebagai kekasihmu, karena aku bukanlah kekasihmu, dan lagi aku tidak akan pernah sudi menjadi kekasih seorang pria brengsek sepertimu!" jelas Angel marah, sebelum berlalu pergi. Raka berniat mengejarnya, tapi niatnya di hentikan Deni dan Susi. Raka mengerutkan dahinya seraya menatap kedua temanya tersebut. Raka manjadi sangat bingung karena dirinya tidak mengerti sama sekali dengan Angelica yang sekarang.
Raka menatap Deni dan Susi begitu dalam.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Angelica? aku sama sekali tidak mengenalnya," tanya Raka pada kedua sahabatnya.
__ADS_1
Walaupun sedikit Ragu untuk menceritakan yang mereka ketahui, akhirnya Deni dan Susi menceritakan semuanya yang mereka ketahui. Raka yang mendengar cerita Deni dan Susi menjadi sangat syok. Tidak di sangka bahwa Angel akan mengalami penderitaan yang begitu dalamnya.