Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 77


__ADS_3

"Tu-tuan, siapa sebenarnya kalian?" tanya pemimpin polisi gagab. Dia sudah bisa menebak bahwa semua orang ini sangat ahli dalam beladiri, karena dapat menjatuhkan semua preman dengan sangat mudahnya. Bahkan sebelum preman sempat manunjukan perlawanan, semuanya langsung terjatuh ke tanah. Jadi pemimpin polisi tidak akan berani main-main dengan orang-orang seperti mereka.


"Diam dan ikut saja, ingat! jangan melawan," sahut anak buah Liben dengan dingin.


Pemimpin polisi dan semua orang hanya diam dan mengikuti Liben ke tempat persembunyian Raka. Dalam perjalanan ke dalam hutan mereka bertemu berbagai binatang buas, dan anak buah Liben tentu saja bisa mengatasinya dengan sangat mudah.


"Mereka sangat kuat, bahkan lebih kuat dari pasukan militer Negara ini," gumam pemimpin polisi yang takjub dengan kekuatan, kecepatan, dan ketepatan saat anak buah Liben menyerang beberapa binatang buas yang mengincar mereka.


"Anda benar sekali ndan," jawab salah satu polisi dengan takjub juga.


"Jika kita bisa bekerja sama dengan orang-orang seperti mereka, pasti akan sangat menguntungkan!" usul polisi lainya.


"Itu benar, dan kita harus bisa bekerja sama dengan mereka," sahut pemimpin polisi.


---


Setelah perjalanan yang agak panjang, akhirnya semua orang sampai kedalam hutan persembunyian Raka dan semua rakyatnya.


"Tuan Muda, mereka sudah ada diluar," ucap Liben pada Raka yang saat ini sedang berada di ruanganya.


"Baiklah, aku akan menemui mereka. Terimakasih karena kerjamu sangat cepat," jawab Raka puas dengan hasil keeja Liben dan anak buahnya.


"Ini semua berkat pelatihan yang anda berikan kepada kami Tuan," ungkap Liben dengan bangga.


Keduanya kemudian berlalu dari ruang pribadi untuk menemui semua orang.


"Salam Tuan Muda," Sapa semua rakyat dan pengawal Raka serempak setelah mereka melihat Tuanya.

__ADS_1


"Baik," jawab Raka dengan senyuman dan anggukan.


"Ka-kau lagi?" tanya Bos preman seraya matanya terbuka lebar setelah melihat Raka mendekat.


"Ya, kita pernah bertemu sebelumnya," jawab Raka dengan anggukan.


'Siapa yang menyangka bahwa bocah kecil ini adalah pemimpin dari kelompok orang-orang kuat disini, untung saat itu aku tidak menyinggungnya secara langsung saat di rumah makan, kalau saja aku menyinggungnya, pasti aku sudah di cabik-cabik oleh semua bawahanya,' batin Bos preman merasa lega juga takut, karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa semua orang-orang kuat ini membungkuh hormat pada pemuda ini. Semua bawahanya berfikiran hampir sama denganya.


"Ma-maafkan kami Tuan Muda, kami sangat bersalah dan menyesali tindakan kami," ucap Bos preman seraya menundukan kepalanya


"Iya, aku memaafkan kalian semua para preman," jawab Raka ramah sebelum menatap tajam pada pemimpin polisi "Kalian sungguh memalukan, seharusnya menjadi pengayom masyarakat, tapi perbuatan kalian malah menjatuhkan masyarakat dengan memanfaakan para preman ini, aku akan melaporkan perbuatan kalian keatasan kalian," ucap Raka dingin.


"Apa?? tunggu dulu Tuan, kami hanya... anda tidak bisa melaporkan kami begitu saja tanpa bukti Tuan," jawab pemimpin polisi sedikit gagab dan juga khawatir, tapi dirinya mencoba untuk tetap tenang.


"Siapa bilang aku tidak punya bukti? jangan meremehkanku!" geram Raka dingin.


"Apakah seperti itu?" tanya Raka pura-pura terkejut.


"Ya tentu saja Tuan Muda," jawab peminpin polisi dengan sedikit lega, karena Raka akhirnya dapat mempercayainya.


"Jadi kalian ingin aku melepaskan kalian,?" tanya Raka dengan ramah.


"Be-benar sekali Tuan Muda, dan kami akan membalas budi baik anda, tentu saja," jawab pemimpin polisi dengan sedikit senang, karena dikiranya Raka akan melepaskan mereka. 'Yang terpenting adalah aku dan anak buahku bisa terlepas dari sini terlebih dahulu, masalah nanti kedepanya untuk balas dendam kepada semua preman dan anak kecil ini, bisa dipikirkan nantinya juga,' batin pemimpin polisi, seraya mencoba untuk berdiri, karena dari tadi dirinya dan semua bawahan tidak di ijinkan untuk berdiri sama sekali. Namun sayang sekali, saat dia hendak berdiri dia menerima tepukan yang sangat kuat di punggungnya dan membuatnya terjatuh kembali ke tanah. Bakhan wajahnya langsung mengenai tanah dan hidungnya saat ini langsung berdarah.


"Siapa yang mengijinkanmu bersdiri!" ucap bawahan Raka seraya melotot tajam pada pemimpin polisi.


"Ahhhhh, sakit sekali," ucap pemimpin polisi seraya memegangi hidungnya yang sakit sebelum melanjutkan "Kauuuu bukankah Tuan Muda akan melepaskanku, kenapa kau masih menggunakan kekerasan padaku!" geram pemimpin polisi seraya menatap tajam pada bawahan Raka yang menepuk punggungnya.

__ADS_1


"Jangan terlalu percaya diri! siapa bilang aku akan melepaskan kalian,?" sahut Raka sedingin salju, yang membuat pemimpin polisi menjadi begidik karena nada


dinginya.


"Tadi bukankah anda...." ucapan pemimpin polisi menggantung karena tak melanjutkanya, dirinya mulai takut bila sampai menyinggung Tuan Muda Raka.


"Apa yang akan kita lakukan pada mereka Tuan?" tanya Liben pada Raka.


"Ya, aku akan melaporkan kejadian oknum-oknum polisi yang telah berani memanfaatkan jabatanya untuk memanfaatkan semua preman ini, langsung ke kapolri. Dan saya meminta semua preman untuk mengakui kesalahan dan keterlibatan kalian telah tunduk pada oknum-oknum polisi yang tidak bertanggung jawab sebagai mana mestinya ini! tenang saja, kalian tidak akan di penjara sama sekali, aku sendiri yang akan menjamin kalian," pengumuman dari Raka tegas.


"Ahhhhh apa?? jangan mencoba menggertak kami Tuan, walaupun anda terampil, anda tidak akan bisa melaporkan kami ke kapolri secara langsung, maaf bukan bermaksud menghina, hanya saja anda tidak mempunyai akses ke kapolri secara langsung, karena anda hanya terampil disini, dan tidak lebih dari itu, untuk bertemu langsung kapolri anda membutuhkan uang ataupun kekayaan agar di percaya saat ingin bertemu denganya secara langsung," jawab salah satu polisi yang dari tadi terdiam diri. Dirinya juga merasa sedikit lega bila Raka hanya akan menggertaknya, 'Apakah anak ini ingin bertemu dengan Kapolri langsung? apakah dia mulai gila? hahaha,' batin polisi tadi menertawakan kebodohan Raka.


"Kami siap menjadi saksi dan percaya dengan anda, Tuan Muda," berbeda dengan para polisi, semua preman malah mempercayai Raka 100%.


"Kalian para preman juga jangan bodoh dan mempercayainya, apakah kalian juga mencoba menggertak kami!" geram salah satu polisi pada preman yang angkat bicara.


"Apakah kamu pikir aku tidak punya cukup uang dan akses menuju ke Jakarta langsung untuk bertemu Kapolri?" sahut Raka bertanya pada polisi yang merendahkanya.


"Ya... memang begitu kenyataanya," jawab polisi tadi dengan seringai senyum kemenangan.


"Oh baiklah, kalau begitu aku akan membuktikanya sedikit pada kalian!" ucap Raka, sebelum memberikan kode pada Zack untuk membawa Helicopternya yang telah di tinggalkan Mizuka, turun ke arah mereka. Karena saat ini semua Helicopter yang di tinggalkan berada di atas gunung dan di awasi oleh beberapa anggota yang terampil dalam beladiri.


Zack yang mengertipun langsung mengeluarkan sebuah instrumen kecil, lebih mirip sebuah remot control. Setelah mengeluarkan remot control, Zack langsung memencet tombol merah pada remot control. Dalam waktu dekat langsung terdengar dengungan suara yang sangat familiar di telinga semua orang. Polisi yang tadi sempat meremehkan Raka soal keuanganpun langsung mendongak ke atas. Dia dikejutkan oleh Helicopter besar yang saat ini turun perlahan ke arah mereka, angin besar semakin terasa saat menerbangkan berbagai daun kering yang terjatuh dari pohon. Bahkan mulut semua orang bisa merasakan dahsyatnya angin saat Helicopter mulai mendekat. Namun Raka meminta pada Zack agar tak menurunkan Helicopter ke tanag secara langsung. Mungkin takut akan menerbangkan berbagai benda dan akan membuat sampah daun terbang kesegala arah juga.


Setelah Helicopter kembali ke atas gunung, Raka menatap tajam pada polisi yang meremehkanya.


"Apakah kamu pikir aku hanya menggertak?" tanya Raka seraya tersenyum jahat.

__ADS_1


"Ahhhh...." hanya itu yang keluar dari mulut polisi tadi, dia tidak menyangka bahwa seorang penghuni hutan seperti Raka memiliki akses langdung dengan Helicopter yang begitu besar dan mewah. Dia tahu bahwa sekarang dirinya berada dalam masalah besar karena berani merendahkan Raka.


__ADS_2