Terlihat Miskin Padahal Sultan

Terlihat Miskin Padahal Sultan
Bab 86


__ADS_3

Raka kembali ke ruanganya, di sana sudah ada makanan dari nasi putih, nila goreng dan sambal cabe hijau di letakan di atas meja beserta dengan lalapan juga minuman kopi susu bahkan juga sudah di sediakan air untuk cuci tangan juga ada tisu.


"Mizuka memang wanita yang sangat pengertian, bahkan tanpa memintapun, dia sudah menyiapkan semuanya dengan lengkap untuku," gumam Raka pelan.


Raka pun kembali duduk di kursi sebelumnya, dirinya berencana menunggu Mizuka dan akan makan bersama untuk menghormati Mizuka.


"Ah, Tuan Muda sejak kapan anda kembali?" tanya Mizuka langsung saat dia melihat Raka sudah ada di ruanganya.


"Aku baru saja kembali, ayo duduk dan kita makan bersama," ajak Raka bersemangat seraya melambai tangan pada Mizuka.


"Ah, tapi Tuan Muda,"


"Ini perintah dan kamu harus patuh!" potong Raka sebelum Mizuka menyelesaikan ucapanya.


"Ba-baik Tuan," jawab Mizuka patuh, kemudian Mizukapun mendekat dan bersiap duduk berhadapan dengan Raka, tapi Raka melarangnya, dan malah meminta Mizuka duduk di sebelahnya. Mizuka hanya bisa mengangguk patuh, karena tidak berani membantah perintah Raka. Juga sebenarnya Mizuka sangat senang dengan permintaan Raka untuk duduk di sebelahnya.


"Ayo makan! apa perlu ku suapi?" tanya Raka menggoda Mizuka.


"Ti-tidak usah Tuan, saya bisa makan sendiri," tolak Mizuka dengan gagab.


"Baiklah, ayo makan!" pinta Raka seraya memberikan piring untuk Mizuka, bahkan Raka juga sedikit melayani Mizuka dengan mengambilkan nasi kepiring Mizuka.


"Ah, tidak perlu seperti ini Tuan, seharusnya saya yang melayani anda, bukan malah sebaliknya," ucap Mizuka mencoba menolak perhatian Raka padanya. Namun Raka tetap melakukanya walaupun Mizuka menolak.


"Sekarang ayo makan!" pinta Raka dengan senyuman seraya menatap Mizuka lekat-lekat, 'Sungguh gadis yang cantik, baik, lembut, perhatian, dewasa, gadis dengan paket lengkap. Mohon maafkan aku Mizuka, aku tidak bisa memilih salah satu antara kamu dan Angelica, tapi yang jelas aku akan memperlakukanmu dengan istimewa,' batin Raka membuat janji.

__ADS_1


Melihat tatapan Raka, Mizuka hanya bisa menundukan kepala karena wajahnya memerah. Mizuka sangat senang dengan perhatian Raka yang seperti ini. Tapi dengan mengingat kejadian masa lalu, dirinya menjadi sedikit malu dan tidak mau bertindak gegabah lagi. Atau dirinya akan tambah mempermalukan dirinya sendiri.


"Baik, Tuan saya akan makan," jawab Mizuka dengan lembut. Ini juga berhasil membuat dada Raka menjadi bergetar hebat dan jantungnya berdetak cepat.


Rakapun berhenti menatap Mizuka dan perlahan menyuap makanan kedalam mulutnya. Mizuka juga melakukan hal yang sama. Sebenarnya Mizuka tidak terlalu lapar, hanya saja dirinya tidak bisa menolak permintaan Raka. Apapun yang Raka inginkan, Mizuka akan melakukanya dengan senang hati. Walaupun mungkin jika Raka sampai memintanya melayani di ranjang, Mizuka tetap akan melakukanya. Ini bukti kesetiaan dan rasa sayangnya pada Raka. Walaupun dirinya terlihat bodoh saat jatuh cinta, tapi Mizuka sama sekali tidak memperdulikanya.


"Akkkkkk!" pinta Raka saat tanganya menyodorkan makanan langsung ke arah mulut Mizuka.


Mizuka sontak kaget dan menatap Raka lekat-lekat, melihat senyum cerah di wajah Raka, Mizuka perlahan membuka mulutnya dan memakan makanan di tangan Raka dengan senang.


"Hemmmm," jawab Mizuka di sela-sela kunyahanya.


"Sedang makanpun kamu terlihat cantik," lirih Raka yangdi dengar Mizuka.


"Kita lanjutkan makan dulu Tuan, gombalnya nanti saja," kekeh Mizuka serelah menelan makanan yang di suapi Raka.


Mereka berdua menikmati makanan dengan lahabnya, bahkan Mizuka juga tidak segan atupun canggung saat membalas suapan Raka. Raka pun juga demikian, keduanya menikmati makanana dengan gembira dan lahab. Tak terasa makananpun di lahab habis oleh keduanya. Mizuka pun bersiap membawa piring dan bekas tempat makanan lainya keluar dari ruangan untuk di cuci. Namun di hentikan langsung oleh Raka, dan Raka hanya meminta pelayan saja yang membawa semua bekas tempat makan tadi keluar. Raka hanya ingin bersama dengan Mizuka untuk saat ini, dan hanya berdua.


Setelah pelayan keluar, Raka mengunci pintu ruanganya agar tak ada yang mengganggu. Selesai mengunci pintu, Raka kembali mendekat ke arah Mizuka dan duduk di sebelahnya sebelum menidurkan kepalanya langsung ke paha Mizuka tanpa aba-aba. Mizuka merasa sangat senang, dirinya tersenyum saat menatap ketampanan Raka yang saat ini terpangku di kedua pahanya.


"Kamu sangan cantik," ucap Raka seraya mengelus rahang Mizuka yang membuat pipi wanita cantik ini langsung memerah.


"Ter-terimakasih Tuan Muda," jawab Mizuka seraya menggigit bibir bawahnya, saat Mizuka hendak mengalihkan pandangan ke arah Raka. Raka kembali menarik dagu Mizuka agar kembali menatapnya. Raka bahkan bisa merasakan detak jantung Mizuka yang menggebu dengan cepat. Dan ini membuatnya merasa senang.


"Bisa tidak jangan memanggilku dengan sebutan Tuan Muda! paling tidak saat kita bedua seperti ini," pinta Raka yang masih mengelus pipi Mizuka yang putih dan halus.

__ADS_1


"Terus suruh panggil siapa?" tanya Mizuka yang sudah mulai tidak ada rasa canggung saat bicara dengan Raka.


"Panggil siapa saja boleh, panggil nama juga boleh," ucap Raka dengan senyuman.


"Baik," jawab Mizuka dengan anggukan.


"Hemmmm, aku boleh mencium kamu?" tanya Raka meminta ijin, padahal dirinya bisa melakukan apapun yang dia mau. Tapi semakin dewasa, Raka semakin mengerti untuk tidak berbuat seenaknya jidat dan dirinya meminta ijin pada Mizuka jika dirinya ingin melakukan apapun pada Mizuka.


"Hehe apapun yang akan anda lakukan pada saya, saya pasti mengijinkanya Tuan, eh maaf Raka," jawab Mizuka dengan suara lembutnya.


"Jangan menganggapku sebagai atasanmu saat kita berdua, aku hanya akan mencium kamu, jika kamu mengijinkanya dengan sukarela, bukan karena terpaksa," jelas Raka dengan ramah. Raka masih mengelus pipi Mizuka sampai juga di bibir manis Mizuka.


"Saya mengijinkanya dengan sukarela, bahkan saya akan memberikan segalanya untuk anda, meskipun anda bukanlah Tuan Muda dari keluarga Randika, karena saya...." ucapan Mizuka berhenti saat tiba-tiba bibirnya menerima kecupan lembut dari Raka.


"Kamu tidak perlu melanjutkanya, aku sudah mengerti semuanya," ucap Raka setelah melepaskan kecupanya dari bibir Mizuka.


"Emmm, maaf," lirih Mizuka yang merasa tak enak, karena sudah jatuh cinta pada atasanya.


"Tidak perlu meminta maaf padaku, aku seharusnya yang meminta maaf, karena aku tidak mampu memberikan hatiku sepenuhnya padamu, karena sebagian hatiku sudah ada Angelica sebelum aku punya perasaan padamu," keluh Raka merasa tak enak hati, "Maafkan aku," lirih Raka seraya bangkin dan kembali duduk bersebelahan dengan Mizuka.


"Aku akan memperlakukanmu menjadi wanita istimewa di hidupku, walaupun aku tidak mampu memilih salah satu di antara kalian, mungkin aku egois karena menginginkan keduanya, tapi aku juga tidak bisa memilih salah satu di antara kalian, yang bisa menyakiti hati dan perasaan kalian, kuharap kamu bisa mengerti aku," ucap Raka panjang lebar seraya tanganya memeluk pinggang Mizuka dan menariknya yang kemudian menyenderkan kepala Mizuka ke bahunya.


Tanpa terasa bulir bening keluar dari mata Mizuka setelah mendengar berbagai ucapan Raka. Ini bukan tangis sedih karena Raka tidak bisa memilih antara Angelica dan dirinya. Tapi lebih tepatnya karena Raka sudah mengatakan bahwa Mizuka berada dalam hatinya.


"Saya mengerti, dan terimakasih telah membawa saya kedalam hati anda, saya akan melakukan apapun untuk anda, juga saya akan merahasiakan tentang hubungan kita dari publik, agar anda tidak bertengkar dengan Angelica nantinya, saya tidak apa seandainya hanya menjadi kekasih gelap ataupun simpanan anda, yang terpenting adalah anda menganggap saya ada di hati anda," ucap Mizuka dengan lembut sebelum melanjutkan, "saya menghargai anda lebih dari siapapun, dan hati saya sepenuhnya untuk anda," tambah Mizuka yang saat ini memeluk Raka dengan erat.

__ADS_1


"Terimakasih," ucap Raka seraya membalas pelukan Mizuka.


__ADS_2