
Setelah mendengar jawaban menggoda dari Mela, membuat Bos semakin bernafsu untuk menikmati tubuh indah gadis remaja ini. Bos tadi maju dan bersiap memegang tangan Mela, tapi sayang sekali yang di rasakan bukan kelembutan tangan Mela melainkan pukulan telak ke daginya secara langsung.
Mela memukul dengan sangat cepat, bahkan Bos tadi tidak punya kesempatan sedikitpun untuk menghindar.
Merasakan sakit yang sangat, Bos tadi memegangi kepalanya sebelum terjatuh ke tanah dan pingsan.
Semua orang yang melihat ini mulutnya menganga lebar, bahkan bisa di masukan 2 telur ayam ke mulutnya.
Bos adalah orang terkuat di antara mereka, dan wanita ini mengalahkanya semudah membunuh semut.
"Jadi masih ingin aku menemani kalian,.??" Tanya Mela tersenyum cerah dan sedikit menggoda lagi, "Bagaimana kalian akan menemaniku, bila kalian hanya lelaki yang lemah, aku butuh lelaki yang lebih kuat dariku, dan akan memberikan seluruh tubuhku untuknya,." Goda Melany saat mengedipkan satu matanya, "siapa saja boleh maju dan boleh menikmati tubuhku bila bisa mengalahkan aku,." Tambah Melani seraya mendekati mereka. Sejujurnya Melany juga tidak menyangka dia akan menjadi sekuat ini saat berhadapan dengan orang biasa, padahal saat bersama Raka, dia sama sekali bukan apa-apa.
"Tidak Nona,.! Maaf kan kami Nona??" Ucap semua orang serempak sebelum jatuh ke tanah dan memohon dengan menyatukan telapak tanganya. Mereka semua tahu bahwa mereka akan mengalami luka seperti Bos mereka bila berani mendekati gadis ini.
"Ah, kalian ini Pria sejati atau banci sih, belum apa-apa kok sudah menyerah,." Ucap Mela dengan lantang saat menghina semua pria ini dengan senyum sinisnya.
Semua pria hanya diam mendengar hinaan dan cemoohan Mela, mereka tidak ingin bernasip sama dengan Bos mereka.
"Jangan siksa kami Nona, kami akan melakukan apapun untuk anda,.!!" Pinta salah satu dari pria tadi saat melihat Melany mendekat.
"Sebagai seorang pria kalian cukup menyedihkan juga ya,." Ejek Melany.
"Maaf Nona,." ucap Pria tadi merasa malu dan takut juga.
"Baiklah, kalian sudah bilang akan melakukan apapun untuku kan,.??" tanya Melany memastikan, agar tidak ada kekeliruan.
"Iya Nona,." jawab Pria tadi dengan sedikit lega.
"Apakah kalian bersedia melayaniku dan menjadi budaku,.??" Ucap Melany main-main.
Semua orang berfikir dalam-dalam, menjadi budak sama saja dengan kematian. Tapi lebih baik daripada di siksa. Melihat kepala Bos mereka yang pecah hanya dengan sakali pukul, membuat semua orang menelan ludahnya.
"Bagaimana,.??" Tanya Melany dengan suara yang meninggi, membuat semua orang begidik.
"Aku beri hitungan sampai tiga,."
"Satu....
Belum ada jawaban.
"Dua....
Masih belum ada jawaban, ini membuat Melany sedikit ingin tertawa dan juga puas bisa membuat lelaki preman seperti mereka bertekuk lutut. Jika bukan karena Raka yang menyiksanya, Melany tidak akan bisa sekuat ini. Ini juga yang membuatnya merasa tidak bisa melupakan Raka, apalagi kata-kata kasarnya pada Raka terus terngiang di pikiranya.
"Tig....
"Kami mau Nona, asal beri makan kami sewajarnya..." ucap satu dari mereka, dan di ikuti yang lainya.
"Hahahahaha wkwkwkwkwk,." Melany tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban mereka. Semua orang ini terlalu takut dan hanya menundukan kepalanya. Tidak ada yang tahu kecuali Melany, bahwa semua orang ini hanya di kerjainya.
Sopir sendiri masih di dalam mobil menelan ludah dengan sangat susahnya dan juga kagum dengan kecepatan dan kekuatan pukulan Melany. Siapa yang akan mengira gadis remaja yang saat ini masih kelas 11 di SMA, memiliki kekuatan bertarung seperti itu.
Setelah selesai dengan tawa gilanya, Melany memegangi perutnya yang sakit karena tawanya.
"Ah baiklah....
"Baiklah, aku ingin kalian mengikutiku ke hutan, dan biarkan Bosmu menjadi urusan anak buahku nanti.," ucap Melany pelan seraya masih terkikik kecil.
__ADS_1
"Baik Nona,." Ucap semua orang serempak.
"Tapi aku tidak ingin ada penghianatan, atau kalian tahu sendiri akibatnya,.!!" Ucap Melany tegas mengingatkan mereka.
"Tidak akan Nona,." Jawab pria tadi.
"Baik, siapa namamu,.??" Tanya Melany pada pria tadi.
"Panggil saja saya Alex Nona,." Jawab pria tadi.
"Baiklah Alex, kamu akan memimpin semua orang ini mulai sekarang, dan ingat lagi, aku tidak ingin ada penghianatan, tenang saja kalian bukan budaku, aku akan membayar kalian nanti,." Ucap Melany tegas lagi saat mengingatkan mereka.
Alex dan semua orang hanya mengelus dada mereka saat mengeluarkan nafas dari mulutnya karena lega.
Akhirnya Melany meminta pada sopir untuk mengurusi Bos tadi. Dan sopir di larang melaporkan apapun yang terjadi hari ini di lihatnya, atau dia akan mendapatkan ganjaran atas pengianatanya. Saat melihat tatapan atasanya itu, sopir hanya menelan ludah, karena atasanya yang sekarang lebih menakutkan daripada seorang preman biasa.
Setelah semuanya beres, Melany dan Alex beserta 9 orang bawahanya langsung masuk ke hutan.
Kurang dari 10 jam perjalanan, semuanya sampai di rumah pohon Raka.
Melany melakukan hal seperti biasa saat naik keatas pohon, karena lompatanya masih hanya sebatas 3 meter tingginya, jadi belum mampu untuk sekali lompat sampai di rumah pohon, semua bawahan mengikutinya dari belakang. Yang membuat Melany bangga adalah anak buahnya melakukan kerja sama saat naik ke atas pohon besar itu.
Sampai di atas, Melany di kejutkan dengan keberadaan sebuah puntung rokok. Jelas Raka tidak merokok, karena di dalam hutan tidak ada yang jualan rokok.
"Siapa yang datang kesini, apakah ada yang berani mengusik Raka... tapi seharusnya tidak ada yang tahu persembunyian Raka,." Gumam Melany pelan, di belakangnya ada 10 anak buahnya termasuk Alex.
"Ada apa Nona,.??" Tanya Alex langsung karena melihat kekhawatiran atasanya.
"Tidak apa, kalian pasti capek kan setelah memanjat pohon ini, kalian boleh istirahat di sini,! aku akan mencari seseorang sebentar,." jawab Melany sebelum kembali turun, dia tidak ingin menceritakan hal ini kepada bawahan yang baru saja dia kenal.
'Sebenarnya dimana kamu Raka? Sepertinya sudah lebih dari 3 minggu rumah itu tidak di bersihkan,' batin Melany seraya berjalan menyusuri hutan menuju tempat biasanya yang di datangi Raka.
"Baiklah, saatnya makan sebelum bekerja kembali,." Ucap seseorang sebelum membagikan berbagai makanan yang di temukan di hutan, dari daging, ikan, buah dan sebagainya.
"Kita semua beruntung karena Tuan menerima kita menjadi bawahanya, jadi kita harus balas budi kebaikanya.," tambah orang tadi yang di dengar oleh Melany.
'Apakah Tuan yang mereka maksut adalah Raka, atau Tuan mereka yang membunuh Raka,' batin Melany bingung dan sedikit kesal. Melani menghentakan kakinya ke tanah, dia lupa bahwa saat ini sedang mengintai.
"Siapa disana,.??" Ucap seorang dari kelompok itu lantang dan semua orang menatapnya.
"Deg,." Jantung Melany hampir copot karena ketahuan, 'walaupun aku sedikit kuat melawan orang biasa, tapi jika mereka adalah orang pedalaman daerah sini, aku tahu pasti bukan lawanya,' batin Melany merasa sedikit gemetar.
"Eh kau, periksa di balik pohon itu,.!!" Perintah datang dari orang yang membagikan makanan.
'Haduh bagaimana ini, kalau lari pasti ketahuan, tapi kalau di sini juga pasti ketahuan dan bisa-bisa di jadikan makan malam merka,' batin Melany saat semaki bingung dan hampir pipis di celana lagi tapi kali ini bisa dia tahan.
Orang yang di suruh tadi semakin mendekat ke arah Melany. Melany yang panikpun langsung melompat dan berusaha melarikan diri.
"Apakah di kejar Tuan,.??" Ucap bawahan tadi kepada orang yang membagikan makanan.
"Sepertinya dia wanita yang cukup terampil karena tubuhnya sangat ringan, tapi tidak usah di kejar,. kita dirikan saja padepokan persembunyian kita ini bersama Tuan kita.," ucap Pemimpin kelompok itu.
"Ada apa, sepertinya tadi ada orang asing ke sini,." Ucap Raka ke bawahanya.
"Anda memang paling beda Tuan, tadi ada seseorang mengintip tapi tidak berbuat masalah, jadi kami melepaskanya,"
"Oh apakah begitu??" tanya Raka ramah.
__ADS_1
"Benar sekali Tuan, kami akan melanjutkan pembangunan Rumah padepokan anda tuan,." Ucap pemimpin kelompok kepada Tuanya, dan setelah makan semuanya langsung bekerja untuk melanjutkan pekerjaanya.
***
Kembali ke 3 minggu yang lalu, Raka berfikir sendiri di rumah pohon, jika dia akan menjadi pemimpin keluarga di masa depan, Raka seharunya mulai belajar menjadi pemimpin dari sekarang. Setelah berfikir matang-matang, akhirnya Raka bersedia menerima mereka sebagai bawahanya, bukan budaknya. Tapi Raka juga tidak ingin memaksa mereka, jika mereka keberatan, Raka akan mencari orang lain yang rela dengan sepenuh hati, agar tidak ada yang berhianat.
Saat Raka berfikir keras, tiba-tiba terdengar bunyi rumput yang seperti di lewati banyak orang mendekati Rumah Pohon. Raka langsung melompat kebawah dan menemukan bahwa semua orang ini adalah orang yang sama yang menawarkan kesetiaanya.
"Apa yang kalian inginkan,.??" Tanya Raka langsung setelah bertemu kelompok itu yang sekarang menjadi lebih banyak.
"Maaf Tuan, panggil saya Liben , saya mewakili semua orang ini bahwa kami menyatakan bersedia melayani anda,." Jawab Liben menjelaskan.
"Kami bersedia melayani anda, Tuan," jawab semua orang serempak.
"Tapi kenapa rasanya kalian sekarang ini bertambah banyak, bahkan ada anak-anak dan perempuan,.??" Tanya Raka penasaran.
"Benar sekali Tuan, saat kita bertemu sebelumnya adalah saat kami menjalani pelatihan, jadi wajar bila pelatihan hanya untuk orang dewasa dan pria yang siap bertarung, anak-anak dan wanita bersembunyi di dalam gua di daerah yang agak jauh dari sini, Tuan," jawab Liben kembali menjelaskan.
"Oh jadi begitu, tapi saya tidak punya apa-apa, apakah kalian yakin akan menjadi pengikutku,.??" tanya Raka sebelum memandang ke semua orang.
"Kami melakukanya dengan suka rela Tuan,." Jawab semuanya serempak.
Raka pun membalas mereka dengan senyuman.
"Kami juga sudah memutuskan untuk tidak peduli lagi dengan yang di lakukan Negara ini Tuan, kami tidak ingin mati sia-sia,." Tambah Liben menjelaskan.
"Tapi rumahku di atas sana tidak akan mampu menampung kalian semuanya, bahkan menampung yang sebelumnya saja sudah mustahil,." Ucap Raka jujur.
"Bagaimana kalau kita bangun perkampungan saja di sekitar sini Tuan??" Ucap Liben menyarankan.
"Jika itu saranmu, dimana kita akan membangun perkampungan itu,.?? Jujur, aku tidak ingin terlalu terlihat oleh dunia luar," Tanya Raka seraya berbalik menatap Liben. Liben berfikir sebentar.
"Ya, kita bangun saja di tempat Anda biasa berendam Tuan, sepertinya tempat itu cukup stategis untuk membangun sebuah perkampungan, dari atas tak akan terlihat jika ada pesawat datang, karena banyaknya pohon rindang dan besar, kita bangun perkampungan bawah pohon saja Tuan,.!!" Jelas Liben, sepertinya sedikit mengerti bahwa Tuanya saat ini tidak ingin terlihat oleh dunia luar.
Raka berfikir sebentar sebelum mengangguk setuju, 'sepertinya walaupun mereka orang pedalaman, otak mereka cukup cerdas juga, pantas mereka merasa di jajah oleh Negaranya sendiri yang hanya memandang Pulau Jawa saja, padahal di sini lah tanah terkaya yang menampung berbagai emas dan minyak bumi,' batin Raka seraya menatap semua orang.
"Baiklah, kita berangkat ke lokasi itu saja sekarang sebelum malam,.!!" Ucap Raka tegas, semua orang mengikutinya dan sekitar 3 jam jalan kaki akhirnya semua sampai di lokasi, semua orang langsung bekerja membuat tenda yang telah mereka bawa dari persembunyian sebelumnya.
---
"Sepertinya kalian memang sudah bersiap untuk berperang ya, terlihat dari semua senjata yang kalian bawa,??" Tanya Raka seraya mengamati segala macam senjata, mulai dari senjata tradisional sampai senjata modern.
"Benar Tuan, tapi kami selalu kalah jumlah dan kalah dalam setiap pertempuran, sebenarnya lebih dari 2000 orang sudah tewas dalam pertempuran terakhir kami tuan, ternyata senjata milik Negara lebih canggih daripada yang kita kira, makanya kita semua mulai berfikir dengan ucapan anda sebelumnya bahwa kita hanya akan mati bila melawan Negara ini,." Jawab Liben menjelaskan.
"Jadi ternyata kalian sudah memikirkan segalanya, bagus lah,. saya pribadi akan memastikan suatu saat tanah kalian akan makmur asalkan kalian tidak menghianatiku,." ucap Raka menenangkan.
"Terimakasih Tuan,." Jawab Liben dengan anggukan.
"Oh iya, aku ingin kamu memilih 9 orang terkuatmu untuk menjadi bawahanmu secara langsung dan menerima perintah dariku secara langsung,.!! aku membutuhkan orang lain untuk menjalankan berbagai tugas nanti, tapi kamu sendiri harus bersamaku untuk membangun berbagai tempat tinggal dan mengawasi seluruh pembangunanya, jadi aku butuh orang lain selain kamu, pasti kamu mengerti maksutku kan,.??" Raka menjelaskan.
"Saya mengerti Tuan,. saya akan segera memilih 9 orang terkuat di antara yang lainya,.!!" Jawab Liben dengan anggukan sebelum kelura dari tenda.
Kurang dari 10 menit, Liben kembali dengan membawa 9 orang terpilih.
"Mereka semua adalah yang terkuat di antara yang lainya Tuan,." Jelas Liben.
"Baiklah, aku ingin kalian semua, termasuk kamu Liben, ikut denganku ke puncak gunung ini, malam ini juga,!!" Perintah Raka tegas.
__ADS_1
"Baillah Tuan, kami ikut anda,." Jawab semua serempak.