Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Melahirkan (End)


__ADS_3

Akhirnya setelah itu....


Alina pun percaya akhirnya jika memang Mila bukanlah dalang dari semua yang ada. Hingga hukuman untuk Aryo siap menanti begitu juga dengan penjaga sekolah yang sudah menutup kasus itu lama.


Berat bagi Mila untuk mengungkap kasus yang ada, hingga seolah berlarut larut dan tak menemui titik terang. Namun semua sudah menjadi takdir, kini terjawab sudah seorang penejgaa sekolah yang membuka tabir itu semua yang awalnya masih menutupi ia pun terbuka karena merasa bersalah sudah ikut andil dalam peristiwa itu.


Alasan sakit hati Aryo mendorong Karin hingga terjatuh. Namun di balik itu semua sebenernya Karin memang sudah lelah dengan sikap Aryo yang sering kasar padanya


Kini kita lanjut pada kehidupan Mila dan Bagas.


.


.


.


.


5 bulan kemudian..


Terlihat di rumah besar milik Bagas..


Mila yang sedang memegang perut besarnya yang kini tengah mengandung dengan usia 9 bulan merasa sudah berat membawa perutnya.


Ya...


Mila kini sudah bahagia karena sudah di terima di keluarga besar suaminya, berikut juga dengan Alina sang ibu mertua sudah tak ada lagi keraguan pada menantu yang pernah di benci.


Alina pun meminta maaf dan menyesali semua yang pernah ia lakukan.


Mila juga memaafkan yang sudah Alina lakukan.


Sebagai menantu yang baik Mila tak mau menaruh dendam, benci atau apapun itu pada sang ibu mertua. Karena Mila sadar sebagai manusia kita hanya perlu memaafkan.


Kini Alina sudah menerima Mila sebagai keluarga dan tanpa kekurangan sesuatu apapun pada diri Mila.


Pagi itu Mila sedang memegang perutnya yang membesar duduk bersama Alina di ruang tengah sambil menonton tv. Mila pun mengelus perutnya dan merasakan gerakan dan tendangan dari jabang bayi yang sedang aktifnya bergerak di dalam sana.


"Aduh ma, dedenya gerak terus apa dia kesempitan" kata Mila memegang perutnya.


"Apa mungkin dia lapar, Kamu mau makan apa?" Tanya Alina memberikan perhatian pada sang menantu.


"Tadi mama sudah buat kan susu hamil loh buat kamu, jangan lupa di minum ya"


"Iya ma terimakasih"


"Kamu jangan angkat berat-berat dulu, istrihat yang cukup. Banyakin makan biar anak kamu sehat, kamu nya juga" kata Alina.


"Iya ma"


Semenjak Alina tahu Mila bukan lah pembunuh dari sang putrinya, kini Alina sangat protective pada menantu. Alina yang dulu sangat kejam kini berubah sangat perhatian pada istri dari putranya.


Bahkan dulu alina yang tak suka pada Mila mulai perlahan berikan kasih sayangnya layaknya anak sendiri.


Seketika Mila pun merasa sakit pada perutnya tapi Mila takut jika itu hanya kontraksi palsu.


Mila pun terdiam sejenak namun semakin terasa sakit perutnya.


"Huff.. perut Mila sakit ma" kata Mila mendesis kesakitan pada perutnya.


"Wah apakah sudah waktunya ya, waktunya lahir Mila" kata Alina.


"Aduh ma sepertinya, sudah dekat uuhhh maa uuhhh"


Lalu dengan cepat Alina pun menelpon Bagas untuk memberitahu pada Bagas soal istrinya yang seperti akan melahirkan.


"Bagas cepat pulang" kata Alina.


"Kenapa ma?"


"Istrimu"


"Kenapa ma Mila?"


"Sepertinya akan melahirkan dia sudah sakit perut"


"Oh baik ma, kalau gitu Bagas lansung menyusul Mila" ucap Bagas yang panik.


"Yaudah kalau begitu langsung mama bawa ke rumah sakit"


"Iya ma, Bagas langsung menyusul"


Lalu dengan cepat juga Alina membawa Mila ke rumah sakit, dengan memegang tangan Mila.


"Mama mau bawa Mila kemana?" Tanya Mila dibantu berdiri oleh Alina.


"Ke rumah sakit, emang mau kemana?"


"Jangan ma tunggu mas Bagas Mila mau ditemani mas Bagas saat ini" kata Mila.


"Mila kamu jangan egois kalau tiba-tiba kamu lahiran disini mama bisa apa, mama bingung"


"Oh iya ya ma, yaudah deh haduh mah sakit"


"Tuhkan bener kamu kesakitan.. mama bisa apa kalau kamu lahiran di sini" kata Alina.


"Iya ma, lama-lama sakitnya semakin terasa sakit banget" kata Mila yang memegang perutnya sambil merintih kesakitan.


"Ma, bilangin mas Bagas kalau menyusul Mila jangan negbut-ngebut bawa mobilnya" kata Mila lagi.


"Iya, kamu tenang aja. Nanti mama kasih tahu dia"


"Ma sakit, sakit banget ma" kata Mila meringis kesakitan.


"Iya udah tahan dulu jangan cengeng, kamu harus strong"


"Iya, ma Mila kuat ini cuma cerita aja" kata Mila yang sedang berjalan menuju mobil di bantu Alina.


"Tahan ya tahan"

__ADS_1


Mila pun di bantu Alina kerumah sakit, dengan sopir mobil itu melaju.


Mila pun memejamkan matanya merasakan sakit perut saat ingin melahirkan, sesekali Mila mengepal tangannya merasa sakit yang mila baru rasakan untuk pertama kali. Mila berusaha kuat memang ini perjuangan seorang ibu yang tak bisa di ukur oleh apapun.


Hingga sesampainya di rumah sakit Mila pun dibawa dokter untuk ke ruang bersalin. Saat di cek pembukaan ternyata belum lengkap Mila pun masih harus menunggu hingga lengkap.


"Aduh udah sakit begunu ternyata pembukaan belum sempurna" batin Mila.


Mila pun terduduk dan sesekali berjalan dengan rasa sakit yang ada, agar pembukaan segera bertambah karena kali ini rasa sakitnya semakin beriring dan menjalar kebagian pinggang Mila.


Mila pun memejamkan matanya menahan rasa sakit yang ada.


Ayo nak kita berjuang bersama batin Mila bicara pada sang Bayi dalam perut.


" aku pikir langsung bisa lahiran ternyata masih menunggu pembukaan lagi" kata Mila mengelus perutnya.


"Sabar ya, begitulah orang melahirkan" kata Alina.


Mila pun menatap sesekali ke arah pintu sambil berharap juga Bagas lekas datang.


Lalu tak lama Bagas pun datang menemui Mila yang saat itu sedang di ruang bersalin sambil mondar mandir merintih kesakitan memegang perutnya.


Bagas datang masih dengan setelah jasnya, begitu terlihat gagah dan tampan semua mata wanita pun mungkin terpana melihat suami Mila saat itu.


"Sayang" ucap Bagas menghampiri Mila.


"Mas.. Bagas..." kata Mila yang saat itu senang melihat suaminya datang.


Bagas pun memeluk sang istri.


"Sakit mas" rintih Mila


"Sabar ya sayang tahan dulu, kamu pasti bisa.. semua demi anak kita darah daging kita."


"Iya mas"


Lalu Bagas pun melepas jasnya sadar saat itu dia seperti ikut panas dingin melihat Mila yang kesakitan.


"Mau makan gak, siapa tahu kamu lapar sayang"


"Aduh mas mau lahiran begini gak kepikiran buat makan mas" kata Mila.


Bagas pun mendekap sang istri yang menarik napas perlahan.


Bagas pun mengelus perut sang isteri sambil mendoakan sang buah hati yang berada di dalam perut.


"Nak bantu mama ya" kata Bagas.


Lalu tak lama, di bagian ******** Mila pun mengeluarkan darah di yakini bahwa Mila memang sudah siap untuk melahirkan dengan pembukaan yang telah lengkap.


"Mas ini bagaimana ada darahnya" kata Mila.


"Yaudah aku panggil dokter"


Saat di cek benar pembukaan sudah lengkap.


"Wah mas aku mau lahiran deg deg an nih mas, bagaimana ya" kata Mila polos.


"Temenin aku ya mas"


"Iya pasti"


Bagas pun menemani Mila di ruang bersalin, Mila pun mengikuti arahan sang dokter untuk mengambil napas dan membuang napas dan mengejan.


"Tarik napas ya Bu"


"Uuhhh huuufff.. iiikkkk aahhh uuuhhhmmmmm"


Mila terlihat mengejan..


"Tarik napas lagi ya"


"Huuuufff uhhh iihhhh uhhhmmm"


"Sekali lagi"


"Aduh sakit huhuhu" di sela sela Mila malah terlihat menangis.


"Eh jangan nangis belum selesai" ledek assiten dokter Mila.


"Huhu maaf gak sengaja. Masa nangis aja gak boleh"


"Bukan gak boleh nanti tenaganya abis cuma buat nangis"


"Iyaaa, maaf" kata Mila.


"Sekali lagi ya"


"Iiiiiiihhh.. iiiihhhh uuuuuuuummmm"


Sampai tanpa sadar Mila menjambak rambut Bagas kuat, hingga rambut Bagas terlihat acak-acakan karena tangan Mila. Bagas pun tampak menahan rasa sakit yang ada.


"Ayoo sayang kamu bisa" kata Bagas.


"Iya sekali lagi ya" ucap dokter.


Dan....


"uuuhhhmmmmmm....."


Owek owek owek...


Suara tangisan bayi pun pecah memenuhi isi ruangan itu.


"Wah selamat anaknya laki-laki" ucap dokter.


Lalu dokter pun memberikan bayi itu di dada Mila untuk INISIASI, Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, di mana bayi dibiarkan mencari put-ting susu ibunya sendiri.


Bagas dan Mila pun tersenyum bahagia saat bayi mereka telah lahir.

__ADS_1


"Anak kita sayang sudah lahir"


"Iya mas, anak kita"


Bagas pun mencium kening Mila, dan begitu terharu dengan perjuangan sang istri untuk melahirkan buah hati mereka.


lalu Bagas pun mengadzankan di telinga sang buah hati yang baru saja dilahirkan itu.


.


.


.


.


Disaat hal paling bahagia untuk Mila dan Bagas..


Berbeda dengan Reza, Andrea ketahuan berselingkuh dengan mantan pacar dan mereka berdua pun memutuskan untuk bercerai.


Reza sadar apa yang saat ini ia alami mungkin adalah sebuah pelajaran hidup atau mungkin karma. Bahwa seseorang yang tak pernah ia anggap berati namun sangat lah berarti. Dan Reza pun mencoba untuk memperbaiki kehidupannya dan menata kembali semuanya.


Reza sadar saat itu ia menikahi Andrea hanya karena ingin menyakiti Mila dan tidak lebih..


karena Reza saat itu memang tak terima Mila yang sudah tak gadis lagi karena pria lain, lalu memeberi hukuman pada Mila dengan menceraikan Mila dan memilih wanita lain.


Sadar akan kesalahannya dulu Reza hanya ingin meminta maaf pada Mila dan mendoakan agar Mila agar selalu bahagia.


Dan setelah itu..


Reza pun tahu dari umi saidah bahwa Mila telah melahirkan. Reza pun datang dengan membawa buah buahan untuk Mila yang baru saja melahirkan. Soal kado Reza mendadak beli stroler Bayi untuk anak Mila dan Bagas.


Sesampainya di rumah sakit.


Benar saja Reza melihat pemandangan di mana Mila sedang di dekap oleh Bagas. Dan dengan anak mereka yang dalam gendongan Mila.


Terlihat mereka yang saling bercengkrama satu sama lain, dan sebenernya itu membuat Reza iri. Tapi kali ini Reza harus bisa ikhlas dengan semua.


"Wah wajahnya mirip siapa ya?" Tanya Mila pada Bagas.


"Mirip aku, tapi mirip kamu juga" kata Bagas.


"Selamat ya" kata Reza yang datang.


"Terimakasih, kamu sudah mau datang" kata Mila.


"Ngapain, gak lagi nyari perhatian kan" kata Bagas ketus.


"Mas gak boleh gitu sama tamu dong mas" kata Mila.


"Tenang aku datang hanya ingin memberikan ini untuk anak kalian, semoga menjadi anak yang Soleh"


"Terimakasih" jawab Bagas yang kali ini berusaha untuk tidak marah pada Reza.


"Mila" kata Reza yang tiba-tiba memanggil nama sang mantan istri.


"Ya Aa...?" Jawab Mila.


Seketika mendengar kata AA yang Mila ucapakan perasaan Reza begitu berdesir begitu berdebar dan begitu terasa dalam.


Namun ia mencoba menahan rasa yang ada, sadar diri akan Reza yang bukanlah siapa-siapa.


"Saya permisi, saya ucapkan sekali lagi selamat untuk kalian berdua dan untuk Bagas jaga Mila baik-baik. Dia wanita paling baik yang pernah saya kenal" kata Reza.


"Oke terimakasih"


Lalu Reza pun pergi meninggalkan Mila dan Bagas.


Mila pun sebenernya sedih melihat tatapan dari Reza yang mungkin saat ini sedang tak baik-baik saja.


Tapi Mila tahu semua yang dirasa salah dan semua yang dirasa benar sebagai manusia kita hanya bisa terima.


Dan Mila pun bahagia karena sudah menemukan kebahagiaannya hidup bersama pria yang kelak bisa bertanggung jawab dan menjaga amanah dari sang maha kuasa.


Mila pun juga mendoakan untuk kebahagiaan Reza agar menemukan kebahagiaan yang baru..


Bagi Mila dalam hidup itu kita hanya perlu bersabar, bersyukur, dan berdoa.. karena semua yang kita terima bila dijalani dengan ikhlas dan tulus semua akan kembali pada diri sendiri.


Hingga saat itu Bagas pun memeluk Mila erat.


"Nanti kalau jahitan bawah kamu udah kering kita bulan madu ya" kata Bagas.


"Ah mas bulan madu kemana, apa gak basi tuh kita kan bukan pengantin baru lagi" kata Mila.


"Rahasia yang penting kita bisa bersama terus"


"Ajak anak kita ya"


"Iya sayang"


Mila pun tersenyum dalam dekapan Bagas yang begitu erat dan hangat..


Mila merasa bahagia....


dan....


-----TAMAT-------


Hay Hay terimakasih yang sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir..


Mohon maaf jika banyak kesalahan dalam penulisan karena memang manusia tak ada yang sempurna. Yang sempurna hanyalah sang maha pencipta bumi alam semesta.


Allah SWT


Intinya...


Terimakasih banyak buat para pembaca setiaku, aku gak bisa kasih apapun selain ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya apalagi jujur semangat dan komen kalian itu membuat aku jadi senang dan semangat juga


Dannnn..

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa ya guys sebentar lagi ramdhon ..


Salam sayang dan cinta dari ku... 😘🥰 Muuuaaacch


__ADS_2