
Hingga saat itu, Mila masih tersenyum bahagia mendengar kata cinta yang diutarakan oleh sang calon suaminya.
Seperti mimpi mendengar kata cinta dari pria yang pernah meminta dirinya menggugurkan kandungannya.
Mila pun tersenyum bahagia ada rasa haru yang begitu terasa di dalam dada.
Mila tak menjawab i love you too.. tapi dari senyum Mila yang tampak merekah bahkan dibarengi air mata bahagia, seolah Bagas tahu jika Mila pun merasakan hal yang sama. Jadi Mila tak perlu menjawab itu semua.
Hingga Bagas tampak malu setelah mengatakan itu, karena meksipun dari dalam hati sebenernya ia tak sengaja mengatakan itu semua.
Mila pun menyapu air matanya yang tampak terjatuh.
Namun setelahnya..
Hingga keduanya hanya tampak tersenyum malu bersama, menikmati kecanggungan yang ada.
Meski keduanya sudah beberapa kali bertemu, tapi keduanya seolah baru pertama kali bertemu serta saling malu saat saling menatap satu sama lain.
Di dalam diri Bagas..
Bagas pun tak pernah menyangka jika dirinya bisa mengatakan cinta.
Memang hati tak bisa bohong, yang ada saat ini sedang tengah Bagas rasakan.
Hingga setelah itu, Bagas tanpa sengaja memikirkan sang adik yaitu Karin yang telah tiada
Namun bila mengingat nama Karin sang adik, ada sesuatu yang membuat diri Bagas yang seolah jahat pada adiknya, yaitu mencintai wanita yang sebenarnya seharusnya ia benci. Karena telah membunuh sang adik tercinta.
Dan Bagas sejenak terdiam saat dirinya tiba-tiba saja, memikirkan bagaimana bisa ia menyimpan dua hal di dalam hatinya saat ini sementara keadaan itu bertolak belakang dari kenyataan yang ada.
Yaitu antara cinta dan benci.
Bagas pun menghela napasnya lagi..
Pembunuh sekaligus juga wanita yang mengandung anak dari Bagas.
Sungguh memilukan...
Dan lebih nyatanya lagi, saat ini Bagas mencintai wanita yang seharusnya ia benci dalam hidupnya.
Hingga mata Bagas terpejam saat itu. Merasakan seolah ada yang salah.
Hingga Mila mulai bertanya kembali.
"Kamu kenapa?" Tanya Bagas.
Bagas pun menarik napas nya.
"Tidak adaapa-apa"jawab Bagas singkat dan lalu mengajak Mila pulang.
Bagas berharap dalam dirinya bisa menghapus rasa benci yang ada pada diri Mila walau semuanya terasa sulit..
Sulit bagi Bagas menghapus garis hitam yang ada tentang diri Mila yang selama ini dianggap oleh keluarga sebagai pembunuh.
Tangan Bagas tiba-tiba saja terkepal menahan rasa benci pada Mila saat itu. Namun Bagas berusaha menahan demi tidak merusak keadaan yang sedang manis.
Hingga mata Bagas menatap Mila saat itu.
__ADS_1
Mila andaikan saja kamu bukan pembunuh adikku, andaikan saja itu bukan kamu Mila batin Bagas mengepal tangannya.
Bagas hanya bisa berharap dirinya bisa menghapus kesalahan Mila, meski sebenernya sulit.
Hingga tanpa disadari Mila pun merapihkan dasi yang Bagas pakai saat itu. tanpa memberikan aba-aba sedikit pun badan Mila mendekat ke arah Bagas..
Hingga Bagas melihat wajah Mila semakin dekat membuat Bagas semakin sadar jika Mila. Cantik...
"Sebentar aku rapihkan dasi mu ya" kata Mila saat itu lebih dekat kepada Bagas.
Sontak saja Bagas menatap Mila.
Dasar wanita ini. bisa-bisanya ia sedekat ini jantung ku semakin copot melihat wanita ini.. bisakah dia datang dalam mimpi ku saja jangan saat ini, ingin sekali mencium bibirnya. Aaarrgghh dasar wanita edan mengapa bibirnya begitu menggoda, tahan Bagas tahan batin mu.. kata Bagas dalam hati. Sambil merasakan ada yang berdiri dibawah celananya namun ia membuang wajahnya untuk menahan hasrat pada wanita yang begitu mempesona dan menggoda.
Ku harap Mila tak menyadari kalau punya ku berdiri saat menatapnya dengan dekat seperti ini batin Bagas.
Hingga saat itu beruntung Mila melepaskan Bagas setelah selesai membetulkan dasi di lehernya.
Ah baguslah kata Bagas mengehela napas saat Mila menghindar.
"Dasi mu miring, sorry ya" kata Bagas.
"Haduh.." kata Bagas menghela napasnya.
"Sudah gak miring lagi sekarang jadi kamu bisa tampil percaya diri di depan semua orang" kata Mila.
"Padahal aku bossnya jadi kenapa harus pedulikan penampilan"
"Ya, gak apa-apa. Lagi pula PT angin ribut akan senang punya boss yang tampan dan keren" kata Mila.
"Perusahaan yang aku punya bukan PT angin ribut" kata Bagas protes.
" aku kembali ya ke kantor" kata Bagas terlihat tak baik-baik saja karena Anunya tegang.
"Tentu kamu boleh kembali terimakasih banyak untuk semuanya" kata Mila.
"Sama sama"kata Bagas.
"besok jangan lupa ya" kata Mila.
"Kenapa?"
"Hari sabtu"
"Udah tahu" jawab Bagas singkat.
"Heheehe"
Lalu Mila pun turun dari mobil dengan perasaan senang membawa makanan yang Mila pegang saat itu.
Mila pun kembali dengan perasaan berbunga-bunga tak pernah ia berbunga seperti itu.
.
.
.
__ADS_1
.
Sementara itu di kediaman keluarga Husein..
Saat malam harinya waktu itu sudah menunjukan pukul jam sepuluh malam, Reza tiba-tiba saja termenung di keheningan malam.
Menatap kasur yang ia selalu Mila tiduri, kini tampak sepi tanpa siapapun. Kini sepi tanpa senyum lagi. Kedatangan Andrea tak membuat kamar yang Reza tempati mengisi kekosongan yang ada.
Reza membelai lembut kasur itu...
Ada perasaan getir yang tengah ia rasakan.
Hingga Reza teringat saat Mila menangis sendiri di kamar ini, tanpa Reza pedulikan Mila sama sekali.
Padahal kehadiran Reza adalah suatu hal yang paling Mila harapkan, namun Reza mengabaikan semuanya demi egonya yang menganggap Mila telah gagal mempertahankan kehormatannya.
Hingga Andrea yang saat ini Reza nikahi pun sebenarnya sudah tak gadis lagi, namun Reza bisa menerima semua demi bisa mengganti Mila yang saat ini ia anggap tak bisa memberikan kebahagiaan, karena tengah mengandung anak dari pria lain.
Pilu...
Hingga ada rasa penyesalan yang kini Reza rasakan.
Kenapa dirinya tak bisa menerima saat dulu..
Kenapa dirinya harus menceraikan wanita yang ternyata membuat Reza merasakan kehilangan wanita yang seharusnya ada dalam genggaman...
Kenapa Reza harus pergi disaat Mila membutuhkan dirinya.
Hingga air mata penyesalan Reza tumpah saat ia tak pernah mau lihat foto pengantin saat bersama Mila.
Reza menyadari saat ini bahwa mengganti Mila dalam hidup Reza tak membuat Reza menyelesaikan masalah yang ada.
Hingga Reza menarik sebuah laci dan disitu ada sebuah kado yang Mila berikan namun tak pernah sampai, karena Reza mengabaikan ulang tahun untuk merayakan bersama sang istri.
Dan ia pun membuka ternyata itu adalah jam tangan.
Surat yang Mila tulis adalah surat yang sangat mendalam bagi Reza, karena ada berapa titik tinta yang yang luntur terkena air. Reza yakin jika Mila menulis surat itu sambil menangis.
Di dalam surat itu menuliskan...
Teruntuk suami Mila, yang paling Mila cinta...
Selamat ulang tahun panjang umur sehat selalu.
Dalam surat ini Mila ingin mengatakan betapa Mila mencintai a Reza, Meski a Reza membenci Mila seluruh hidup Aa.
maafkan Mila AA, demi Allah Mila tak ingin hal buruk ini menimpa diri Mila.
Dalam hidup ini Mila tak pernah menginginkan Mila ditiduri oleh pria manapun a, di dalam hidup ini Mila hanya ingin AA satu-satunya pria yang mengisi kehidupan Mila a...
Namun Mila sedih disaat hal paling indah harus berakhir tragis hingga tak ada cinta sedikit pun di rumah tangga kita A.. Mila sedih tak ada cinta lagi dari AA, bahkan, Mila seolah tak kenal a Reza yang Mila kenal dulu.
Dan itu aa lihat ada hadiah dari mas Raka untuk kita, sebuah tiket bulan madu perjalanan ke Lombok yang bisa kita datangi kapan pun aa mau..
aku berharap aa mau..
A... sebenci apapun saat ini aa pada Mila, mohon maafkan Mila a. Dan Mila yakin suatu saat aa akan sayangi Mila apa adanya.
__ADS_1
Reza pun tertunduk menangisi saat membaca surat yang Mila berikan.
Reza merasa dirinya kemana saja selama ini mengabaikan cinta yang sangat tulus dari Mila. Hingga saat ini Reza benar merasakan arti kehilangan Mila dalam hidupnya, Reza pun memeluk erat surat pemberian Mila saat itu.