Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Bertemu Reza


__ADS_3

Mila pun terbangun dari tidurnya, hari ini adalah hari dimana ia akan pulang.


Yaitu ke rumah Bagas..


Bagas menatap Mila lekat, sementara Mila masih menatap perut Bagas yang pernah ia tusuk saat dulu. Saat Mila membela diri saat di nodai Bagas saat masih menjadi istri Reza.


Luka di perut Bagas seolah menjadi saksi bisu dengan kenyataan yang ada.


"Mas luka itu..." Kata Mila menatap perut Bagas yang pernah terluka karena dirinya.


"Tidak apa-apa sayang ini baik-baik saja"


Flashback on..


Setelah Mila menyudahi permainannya. Ada sebuah kata dari Bagas yang Bagas lontarkan membuat Mila tak menyangka.


"Mila"


"Ya mas"


"Aku sayang pada mu, walau..?"


"Walau apa mas?


"Wlaupun kamu seorang pembunuh"


Deg..


Mila tak mengira ucapan itu masih saja Bagas lontarkan.


"Mas aku bukan pembunuh, kenapa mas mengatakan itu" kata Mila lirih


"Siapa yang menjamin kalau kamu bukan pembunuhnya, Mila" kata Bagas.


"Sumpah demi apapun, aku bukan pembunuh" kata Mila dengan rasa sedih.


"Mila aku cinta sama kamu tak peduli jika kamu pembunuhnya"


"Tapi aku bukan pembunuh mas" ucap Mila dengan air mata.


"Lalu saat kamu menusuk ku, saat kamu menusukku Mila. apa namanya kalau bukan pembunuh. Lihat Mila bahkan bekas tusukan tangan mu dengan pisau diperut ku masih berbekas Mila" ucap Bagas memegang tangan Mila dan menyuruh Mila memegang perutnya yang pernah Mila tusuk saat itu. Mampu membuat Mila teriris perih.


Flashback off.


Mila pun menghela napas saat mengingat kata-kata itu, kata kata yang membuat Mila mengingat kesalahan dirinya yang pernah menusuk Bagas hingga koma dan ternyata luka itu belum sepenuhnya mengering.


"Luka di tubuh mu yang pernah aku tusuk walau menyisakan luka tetap akan sembuh kan mas" kata Mila


Bagas pun tersenyum.


Mila pun tertunduk saat itu.


"Tidak apa-apa, kamu santai saja ya. Yang paling penting sekarang kamu yang sehat-sehat ya sayang" kata Bagas.


"Bagaimana kalau sebelum pulang kita jalan-jalan dulu ke pantai" kata Bagas.


"Boleh tuh mas" kata Mila.


Lalu Mila pun mengepak barangnya setelah ia menginap di hotel. Dan lalu berkeliling dengan mobil yang Bagas bawa.

__ADS_1


Saat itu memang hotel di dekat pantai. Jadi Mila dan Bagas berhenti di pantai dengan menikmati suasana yang ada.


Hembusan angin pantai begitu terasa menyejukkan keduanya. Mila dan Bagas tersenyum saat saling menatap.


"Nih pakai kacamata" kata Bagas memberikan kacamata hitam yang ia pakai.


"Gak usah mas, memangnya aku tukang pijit"


"Ya meskipun tidak anggap saja begitu"


"Heheh mas... " Mila pun memakainya hanya diatas kepala saja dengan baju pantai yang ia pakai semakin membuat Mila terlihat elegan.


Lalu Bagas pun menggendong Mila di belakangnya, sambil berjalan di pinggir pantai.


Hingga Mila pun merasa jika Bagas romantis. Mila tak menyangka jika dirinya bisa juga menikmati momen indah di bulan madunya saat ini.


Lalu setelah itu mereka pun duduk dipinggir pantai


Sambil menatap Mila Bagas pun mengambil foto Mila yang tengah asyik melihat pantai dan menjadikan foto istrinya sebagai walpaper di hp nya.


Tiba-tiba Mila pun menyadari jika sang suami diam-diam mengambil fotonya.


"Foto siapa?" kata Mila.


"Manusia setengah bidadari"


"Halah gombal paling cuma buat nakut-nakutin tikus kan" kata Mila tersenyum.


"Masa iya wanita secantik kamu buat nakuti tikus yang ada malah banyak tikus yang deketin kamu, kamu cantik begini Mila" kata Bagas tersenyum.


"Hemmmpp... Yang penting jangan buaya aja yang deketin aku mas"


"Iya tapi mantan buaya" kata Bagas.


"Heemm enak aja"


Lalu Mila pun membelai pipi Bagas dan melihat wajah Bagas dari dekat.


"Jangan cuma dibelai dong" kata Bagas menatap Mila lekat.


"Lalu apa?"


"Cium" kata Bagas meminta Mila untuk mencium pipinya.


"Baiklah" kata Mila tersenyum


Cup...


"Kalau aja ini bukan di tempat umum sudah aku cium bibir kamu Mila" kata Bagas tersenyum.


"Ya tunggu lah di kamar. takut ada yang melihat tidak enak saja" kata Mila.


Hingga Mila yang sedang berkeliling pantai itu pun menyadari jika di sana ada juga sang mantan suami yaitu Reza.


Reza juga bersama sang istri mengajak liburan, entah takdir atau hanya kebetulan Mila dapat bertemu kembali dengan sang mantan suami.


Saat Mila menyadari jika ada Reza juga, Mila pun yang tadinya duduk langsung menarik tangan sang suami untuk berdiri dan pulang. Mila enggan saja bertemu dengan pria yang kini menjadi masa lalunya. Mila bukan dendam hanya saja enggan.


Namun..akhirnya Reza tampak menghampiri Mila yang sedang bersama Bagas dipinggir pantai saat itu.

__ADS_1


"Hai..." Sapa Reza.


Mila pun melirik ke arah sang suami saat itu. Untuk memberi kode agar segera pulang. Namun lirikan mata Mila, tak membuat Bagas menyadari hal itu.


"Wow rupanya ada pengantin baru di sini" kata Reza saat itu tersenyum memandang Mila.


Mila pun tampak membuang wajah tak mau melihat Reza saat itu.


"Oh iya bahkan aku lupa jika kalian ini pengantin baru" kata Reza yang saat itu masih memandang Mila.


"Ya" jawab Bagas singkat.


"Kenapa kalian tidak mengundang ku saat pernikahan kemarin, oh aku lupa... Kalau mantan istriku ini belum bisa move on dari ku sehingga masih terasa enggan untuk bertemu" kata Reza percaya diri.


"Apa yang kau katakan!!!" Ucap Bagas seolah kesal dengan ucapan Reza.


"Ya aku tahu saat ini hanya aku yang ada dihati Mila" kata Reza lagi.


Mila pun sangat kesal sebenernya dengan ucapan Reza namun saat itu ada istrinya, jadi Mila malas sekali beradu mulut dengan pria yang pernah menjadi suaminya itu.


"Sudah, aku rasa sudah cukup sayang kita bermain di pantainya, saat nya kita kembali kita buru-buru kan" kata Mila untuk tidak terjadi keributan antara Bagas dan Reza.


"Hey kenapa buru-buru, kita nikmati pantai ini bersama" kata Reza.


Bagas pun terlihat kesal dengan ucapan Reza.


"Tidak, Terimakasih. Kita harus pulang" kata Bagas saat itu.


Bagas pun menggandeng tangan Mila dengan erat, saat itu Bagas kesal dengan ucapan Reza yang mengatakan hal yang mengatakan jika Mila masih mencintai dirinya. Padahal dalam hal ini Mila tak pernah mengatakan jika dirinya merindukan Reza.


Namun Reza seperti sebuah Boomerang mengatakan itu dengan rasa percaya diri yang menggebu. Tanpa peduli ada istrinya sendiri.


"Aku tidak habis pikir, jika Reza mengatakan itu" kata Mila.


"Kamu tidak merindukannya kan" tanya Bagas.


"Ya enggak lah mas. Buat apa rindu" kata Mila.


"Yakin?"


"Mas, udah ya dia cuma masalalu yang gak perlu kita bahas dan cuma kamu pria yang aku cinta. Suami tampan dan enerjik ya cuma kamu" kata Mila.


"Enerjik itu kata-kata ku, untuk kamu. Kenapa kamu memakainya"


"Kamu cukup enerjik sayang diatas ranjang" kata Mila tersenyum.


"masa sih" kata Bagas.


"iya"


"Baiklah kita lakukan lagi" kata Bagas tersenyum malu.


"Iya"


Bagas pun mencium pipi Mila dan menggandeng erat.


Mereka pun akhirnya pulang.


sementara itu berbeda dengan Reza yang terlihat kesal melihat sang istri yang sedang asyik berbulan madu dengan suaminya saat itu.

__ADS_1


__ADS_2