Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Pengantin baru


__ADS_3

Mila pun mencoba tetap bahagia di hari pernikahannya, menjalani dengan senyumnya. Bagas selalu bilang bahwa semuanya akan baik-baik saja, Bagas berkali-kali pun mencium tangan Mila saat itu.


Dan saat itu sebenernya banyak yang mempertanyakan soal status Mila, terlebih lagi Mila yang hanyalah seorang janda, Bagas yang masih bujangan. Seolah menjadi sebuah pembicaraan saat itu.


Mila pun tak enak hati bila bicara statusnya.


Orang tak pernah tahu sejarah cerita yang ada.


Mila janda dan Bagas seorang bujangan. Seperti tolak ukur menjadi omongan para tamu karena pernikahan Mila yang seolah Mila tak pantas menjadi pendamping.


Namun..


Berbanding terbalik dengan Bagas yang saat itu malah justru Bagas sangat bahagia memperistri wanita cantik, muda dan enerjik seperti Mila.


Soal janda, Bagas tak peduli. Bagaimana tidak peduli, meski Mila janda, tapi pria yang pertama kali meniduri Mila adalah Bagas.


Yang sudah merenggut kegadisan Mila adalah pria yang kini Mila nikahi.


Mila pun tersenyum antara bahagia dan sedih seolah menjadi satu.


Hati wanita itu sedalam lautan yang terkadang sulit untuk di selami, namun begitu banyak misteri.


Di dalam senyum Mila terus berusaha tegar dan baik-baik saja.


Hingga tangan Bagas membelai perut wanita yang sedang mengandung anaknya.


"Bayi ini sedang apa ya?" Tanya Bagas tersenyum memegang perut istrinya.


"Mas kamu pegang perut aku di depan orang banyak kita di pandang loh mas. Orang jadi tahu kalau pernikahan kita karena hamil di luar nikah" kata Mila saat itu tersenyum getir dan memperhatikan orang satu persatu.


"Emang kenapa? Kan emang bener hamil duluan" kata Bagas tersenyum.


"Iya juga sih tapi jaga image kali ya mas. Apalagi aku.. aaah .. nanti di kiranya aku wanita gak bener mas. Di sangka kamu malah jadi pebinor"kata Mila.


"Pebinor itu apa?" Tanya Bagas.


"Perebut bini orang"


Lalu Bagas pun melepaskan tangan dari perut Mila dan langsung mencium kening Mila saat itu.


Kata kata Mila itu entah seolah menyindir atau tidak Mila tak tahu, namun Bagas malah jadi terlihat semakin tak mau kehilangan Mila. Bagas mencium tangan Mila sangat dalam.


"Aku tak ingin kamu di ambil siapapun" kata Bagas penuh penekanan.


Mila pun tersenyum saat itu.


Mila pun bahagia dapat menikah dengan pria yang ia sayang dan cinta, walau masih ada perasaan yang mengganjal.


Terlihat Mila yang saat itu masih duduk di pelaminan. Dan masih merenungi semua yang terjadi.


Menikah dengan pria yang antara cinta dan benci menjadi satu itu rasanya campur aduk. Tapi sepertinya Mila lebih harus ingat bahwa Bagas adalah suaminya yang sudah sah menurut agama dan hukum. Ia akan mencintai dengan tulus lahir batin. Untaian kata itu yang tampak tersirat dalam hati saat melihat Bagas.

__ADS_1


Hingga akhirnya saat itu Mila pun bingung soal dirinya yang hamil duluan boleh atau tidak untuk di tiduri suaminya sendiri.


"Mas" kata Mila.


"Kenapa?"


"Aku kan hamil duluan nih, aku bingung ya, sebenernya orang hamil duluan boleh dinikahi gak sih terus juga boleh di tiduri gak yah. Takut salah mas" kata Mila.


"Lah kemarin kamu sama reza, pernah melakukannya kan" kata Bagas.


"Iya yang itu aku sadar salah mas. Dosa...!! Gak seharusnya aku mau. Karena waktu itu terpaksa aja mikirnya biar bisa rujuk walau ujung-ujungnya ya gak jadi juga" kata Mila saat itu.


"Aku akan coba cari tahu ya" kata Bagas saat itu.


Bagas pun setelah itu ia mencari di internet tentang semua pertanyaan yang ada. Bagas tampak tersenyum karena ia seolah dapat pencerahan.


"Boleh... selama itu anak aku" kata Bagas.


"Tahu dari mana?"


"Nih kamu baca" ucap Bagas memberikan handphonenya.


Mila pun membaca.


dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 1991 Tanggal 10 Juni 1991, yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 154 Tahun 1991 telah disebutkan hal-hal berikut :



Perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih duhulu kelahiran anaknya.


Dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir.



"Iya sih ada ya mas" kata Mila membaca.


"Ada juga sih pendapat ulama lain yang ngelarang. Tapi diambil yang ini aja" kata Bagas tersenyum. "lagian kamu kenapa sih tanya-tanya mau coba kabur ya"


"Ya gak gitu juga mas, aku kan cuma pengen tahu aja biar gak salah. Maklumlah.. sudah terlalu banyak kesalahan" kata Mila saat itu.


"Iya sayang, i love you" kata Bagas mencium tangan Mila.


"I love you too mas"kata Mila


Akhirnya saat acara selesai Mila memang tak melihat lagi sang ibu mertua yang pergi tak sampai acara selesai.


"Mama mu kemana mas?" Tanya Mila.


"Udah pulang" jawab Bagas singkat


"Pasti dia gak setuju ya mas, sama hubungan kita makanya buru-buru pulang" kata Mila terlihat kecewa.

__ADS_1


"Hem sayang, udahlah mama mah gak usah kamu pikirin mending kamu pikirin hubungan kita ini, aku punya hadiah untuk pernikahan kita" kata Bagas membelai wajah Mila, untuk tetap tenang dan jangan memikirkan itu.


"Hadiah apa sih mas" ucap Bagas.


"Ya liat entar lah" kata Bagas.


Saat acara selesai, Mila pun sudah terlihat lelah dan mengantuk saat itu. Tapi tidak untuk Bagas yang saat itu malah terlihat sangat bersemangat dan bertenaga.


Apakah karena pria itu tidak merasakan hamil jadi merasakan lelah sedikit pun, batin Mila saat itu.


Mila tak berharap banyak pada malam pertamanya saat itu.


Mengingat masa lalunya yang kelam, jadi terasa enggan untuk berharap pada sebuah malam pertama yang mungkin saja tak berjalan mulus seperti malam sebelumnya walau sebenernya ini adalah malam kedua untuk Mila dan Bagas.


"Kamu lelah ya" kata Bagas saat itu melihat wajah Mila yang tak sefresh saat pertama kali di pajang pelaminan.


"Ya mas aku lelah bahkan kalau boleh tidur aku mau langsung tidur saja" kata Mila yang meraksan lelah dan mengantuk.


"Please Mila hadiah spesial untuk mu belum kamu lihat dan rasakan, jangan tidur dulu" pinta Bagas menatap wajah Mila.


"Spesial untuk mu, atau spesial untuk ku mas? Aku tidak yakin" Tanya Mila yang tak merasa yakin dengan apa yang dikatakan Bagas.


"Ya anggap saja ini spesial untuk mu, lebih tepatnya untukku dan untuk kita" kata Bagas tersenyum sumringah melihat Mila yang menurutnya sangat mempesona.


"Ya ampun, kenapa jadi begini menikahi pria dewasa sulit ku mengerti" kata Mila.


"Emang kamu pikir kamu ini apa? Mila jadilah wanita yang dewasa juga seperti ku, yang seperti usia mu, enerjik dan fresh. Jangan bersikap seperti usia 70 tahun ke atas yang sudah tak ada lagi gairah hidup dan hasrat pada seorang pria" kata Bagas tersenyum meledek.


"Emang mas Bagas pikir aku ini apa, nenek-nenek" kata Mila menayipitkan matanya seolah tak terima dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.


"Ya bisa begitu, badanya aja muda.. tapi gairah hidup seperti sudah jompo kamu mil" kata Bagas tersenyum meledek.


"Emang kalau mengantuk kenapa mas, sifat manusia lagi mas" kata Mila sekali penuh kata manja.


Lalu tiba-tiba Bagas langsung mengangkat Mila, dan menggendongnya. Tubuh Bagas yang bidang dan gagah itu mampu mengangkat Mila.


Bagas dengan kuat mengangkat wanita yang spek model, wajah bidadari itu dengan kuat.


Meski banyak yang yang mengira Mila itu terlihat dewasa dari luar, namun Mila terkadang masih terlihat manja dan sifat anak-anak yang membuat gemas.


Badan Bagas yang lebih tinggi dari Mila dan tegap mampu mengimbangi Mila. Otot Bagas pun terlihat berisi begitu di pegang, entah ditangan atau di dadanya.


"Tidurlah dalam pelukan ku Mila" kata Bagas saat itu.


"Eh.. eh.. eh.. nanti jatuh, aku berat loh" kata Mila.


"Jatuh dalam cinta" kata Bagas tersenyum.


"Mas... Ih.. kamu ih.. gombal" kata Mila manis manja sambil tersenyum.


Dan ucapan itu malah membuat Bagas semakin bergairah melihat Mila.

__ADS_1


Kepala Mila pun disandarkan di pundak Bagas yang bidang, karena Mila memang merasa mengantuk.


__ADS_2