
Mila pun tak sengaja tertidur di dekat tanaman kebetulan suasana disana lebih tampak adem dan menyapu mata Mila secara perlahan dan membuat Mila memejamkan mata dan terlelap seketika.
Mila yang sudah menunggu Reza itu pun nyatanya karena terlalu lama membuat Mila tertidur.
Mila pun tersadar saat dirinya dibangunkan oleh seseorang dan dia adalah sekurity.
"Bangun mba, bangun" ucap nya dan ternyata itu adalah seorang sekuriti. Mila tak menyangka jika itu adalah seorang sekuriti yang datang, Mila pikir itu adalah suaminya.
"Pak bapak" kata Mila kaget. "Maaf saya ketiduran" kata Mila.
"Ya mba jangan tidur disini ya, disini kantor bukan hotel lebih baik mba tidur ditempat yang aman dan nyaman. Disini kotor mba banyak abu jalanan" Kata security perusahaan itu menjelaskan.
"Ya pak tapi saya ingin bertemu suami saya. Tapi sebelumnya saya solat dulu deh pak nanti saya balik lagi. Mata saya jadi ngantuk terkena angin" terang Mila.
Mila pun akhirnya memutuskan untuk beranjak dari sana menuju ke musola yang ada didekat kantor. Mila pun solat Dzuhur mengingat saat itu waktu menunjukkan sudah jam 1.00 siang.
Selesai solat Mila pun memutuskan kembali ketempat tadi, dimana tempat Reza bekerja. Ya Mila hanya bisa menunggu di depan kantornya saja. Tak bisa masuk sembarangan.
Mila pun kembali menunggu hingga pukul 03.00 sore saat itu. Mila tak peduli selama apapun ia menunggu yang penting ia dapat menemui Reza yang suami.
Hingga seseorang datang dengan baju kemeja dan terlihat gagah itu adalah suami dari Mila yang bernama Reza Husein. Mila pun seolah kembali terpikat dan lansung menaruh senyum dibibir saat seorang yang paling ditunggu hadir menghampirinya.
"A Reza" ucap Mila menaruh senyum yang teramat dalam untuk sang pujaan hati.
"A Reza akhirnya menemui ku A" kata Mila yang sudah menunggu dari jam 10.00 pagi itu.
"Ngapain kamu datang kesini, bukannya sudah aku sampaikan jangan cari aku!!!" kata Reza dengan ucapan yang begitu ketus tak Mila duga.
"Iya A, Mila datang cuma mau kasih masakan yang sudah Mila buat untuk Aa" ucap Mila lembut.
"Aku sudah makan!!!"
"Tapi A aku udah datang, nunggu AA daritadi"
"Mila kamu itu tuli ya? Aku sudah makan" kata Reza.
"Baiklah begini saja, makanan ini bisa Aa simpan dulu aja buat sore hari aa bisa makan"
__ADS_1
"Mila!!! Aku gak suka masakan kamu dan aku sudah katakan jangan pernah cari aku. Masih kamu cari aku. Sadar gak sih kamu, sadar Mila! Kedatangan kamu ke kantor aku cuma buat aku pusing, kamu tahu aku disini kerja dan aku sudah bilang jangan cari aku, aku sudah tak sudi lagi!" kata Reza lantang.
Mata Mila pun berkaca-kaca mendengar ucapan dari pria yang itu merupakan suaminya sendiri. Mila tak menyangka kasih dan sayang serta cinta yang Mila hadirkan dengan membawa makanan untuk Reza seolah tampak percuma.
"A.. bisa gak aa hargai sedikit saja pemberian Mila"
"Tak ada yang minta buat kamu datang, hah!!! Buat apa penghargaan apa yang kamu mau. Baru sekali saja kamu masak sudah minta penghargaan, lebih baik kamu pulang. Tau gak kamu Mila gara-gara kamu tidur, dengan cara kamu tidur kamu sudah mempermalukan aku"
" A tolong jelaskan dimananya malunya AA sebagai lelaki. Apa aku datang dengan menjelekan nama AA disini. Gak a, gak sama sekali"
"Lebih baik kamu pulang Mila aku gak mau ribut sama kamu dikantor. Paham kamu!!" Kata Reza meninggalkan Mila begitu saja.
Tanpa terasa air mata Mila pun membasahi pipi saat apa yang menjadi ekspetasi Mila tak sesuai.
Mila yang hadir dengan sejuta cinta namun harus menerima sejuta luka yang ada. Kehadiran Mila yang tiba-tiba untuk Reza Mila anggap itu adalah kejutan untuk Reza.
Tapi nyatanya, malah menjadi hal yang menyayat hati Mila sampai ke lubuk hati Mila paling malam.
Ya....
Selama ini Mila tak pernah berkaca pada dirinya sendiri, harusnya Mila sadar siapa Mila sebenernya. Mila terlalu rendah untuk Reza, Mila harusnya sadar Mila sudah tak ada pantasnya untuk Reza. Jangankan untuk menyentuh melihat saja Reza seolah enggan dan sudah tak sudi lagi.
Mila pun tampak kecewa dan berlari dari tempat itu, merasa sedih dengan apa yang dituturkan oleh Reza.
Mila pun terlihat setengah berlari membawa rantang nasi dan lauk pauk yang tak jadi Reza makan.
Semua yang Mila kira akan manis nyatanya sangat pahit.
Hingga sore itu Mila tampak pulang dengan membawa kembali rantang yang berisikan lauk pauk ditangannya.
Mila berhenti disebuah halte sambil menunggu kendaraan umum yang datang, Mila yang memiliki sisa uang 50 ribu rupiah itu tak berani pulang naik taksi karena takut tidak cukup.
Hingga saat ini Mila belum menerima uang dari Reza begitu juga Mila tak berani meminta uang pada Reza. Uang yang Mila miliki pada saat itu memang sudah habis untuk bayar kuliah, hingga yang tersisa tinggal sedikit saja. Mila harus berhemat karena bagaimana pun Mila sadar diri sebagai istri tak bisa manja dan menguasai uang suami. Mengingat bagaimana pernikahan Mila yang tak baik dan tak ada harga dimata Reza.
Hingga saat itu hari tampak turun hujan, Mila pun tak pernah menyangka jika hujan turun pada sore itu.
Mila hanya berharap setelah hujan turun akan segera ada pelangi yang menghiasi seperti dirinya yang tertimpa ujian badai dalam rumah tangganya yang begitu pahit.
__ADS_1
Hujan turun pun seperti sebuah keadaan Mila saat ini yang sedih. Mewakili hati Mila yang sangat sedih itu.
Mila yang menunggu angkutan umum itu pun terasa lama hingga Mila melihat sebuah mobil berwarna putih dan itu adalah mobil yang Reza punya. Mila pun senang saat melihat mobil Reza saat itu. Mila hafal betul dengan plat nomer Reza, Mila pun sangat bahagia karena melihat mobil Reza yang ada didepannya kini apakah Reza akan mengantar dirinya pulang. Dengan cepat Mila pun melambaikan tangannya seolah itu adalah isyarat dari dirinya yang butuh tumpangan.
Namun sayang seribu sayang saat itu mobil yang Mila yakini adalah mobil Reza melaju begitu cepat dan begitu saja tanpa peduli sama sekali Mila yang sudah melambaikan tangan itu.
Mobil Reza pun pergi begitu saja...
Pilu hati melihat Reza yang pergi tanpa peduli padanya.
Hati Mila teriris begitu dalam dirinya kembali sedih dengan kenyataan pahit yang ada.
Ya Allah apakah a Reza tidak melihat ku, ya tuhan mengapa begitu menyakitkan mencintai dalam keadaan seperti ini. Sangat menyakitkan hatiku. Ya Tuhan jika memang cinta ku tak pernah dianggap sama sekali tolong cabut rasa cinta ku ini padanya aku ikhlas jika aku tak lagi memiliki rasa cinta daripada aku sakit dengan keadaan cinta seperti ini batin Mila yang terlihat sedih itu.
Mila pun tertunduk dan duduk saat itu bahkan makanan yang Mila bawa itu Mila peluk erat dengan perasaan sakit hatinya.
Mila pun pulang dengan sebuah pil pahit yang ia bawa. Sampai pada akhirnya terlihat angkutan umum yang datang, Mila pun langsung naik.
Selama perjalanan Mila pun hanya memandang langit dari jendela angkutan umum yang Mila tumpangi.
Sedih, sakit dan perih seolah tercampur aduk di batin Mila. Mila hanya mencoba ikhlas walau dirinya rasanya ingin sekali membanting rantang yang ada ditangan untuk meluapkan emosinya.
Mila rasanya tak sanggup menahan rasa kecewa didalam hatinya.
Ya bukan pernikahan impian, ini bukan pernikahan impian Mila. Disaat semua terasa sakit, disaat semua semakin hancur ini bukanlah impian Mila.
Mila pun menyapu air matanya yang tanpa terasa terjatuh.
Sesampainya dirumah Mila pun langsung menaruh masakan yang ia bawa di rantang dan menaruh nya lagi di dapur.
Mila pun lansung membanting diri ke kasur dan menutup wajah nya dengan bantal menahan kepiluan yang terasa dalam.
Mila pun berteriak sekencangnya dengan ia tutupi bantal. Hatinya terasa kacau saat itu. Ya hanya itu yang Mila bisa lakukan disaat semua terasa menyakitkan.
"Aaarrraaggghhhhh"
Mengingat semua yang terjadi. Mengingat Reza yang tak Sudi lagi padanya. Dan mengingat bagaimana hidup Mila hancur karena malam pertama yang tak pernah ia inginkan dan hidup Mila yang ternyata tak seindah pelangi setelah hujan.
__ADS_1
"Hiks hiks hiks" tangisan Mila pun Mila redam dengan bantal. Tak ada tempat bersandar selain dirinya dan perasaan hancurnya.