Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Pertemuan diantara dua kubu


__ADS_3

Mila pun tampak cemberut memandang kepergian Reza tanpa Reza menajawab i love you too.. dulu Reza yang selalu mengatakan i love you kini seolah berbeda, Reza sudah tak pernah mengatakan hal itu.


Mila pun juga masih merasa shock saat ciuman panas itu dilayangkan kenapa Reza bisa bisanya mencium Mila tanpa ragu dan malu. Bahkan dirinya seolah lupa bagaimana ia pernah mengatakan hal yang menyayat hati, yaitu sebuah ketidaksudian pada diri Mila.


Dan kini berbanding terbalik malah Mila yang merasa jika Reza tanpa ragu mencumbu Mila sangat dalam dan penuh semangat.


Mila hanya berharap itu adalah awalan dari kembalinya sebuah hubungan yang nyaris karam ini. Dan mampu berdiri kembali dan tak tersapu oleh rasa yang salah.


Hingga Mila masih termenung dijalan tak bergeming sambil memegang uang seratus ribu ditangan dan kotak rantang ditangan. Hingga seseorang terlihat mengangetkan Mila yang termenung dijalan.


"Woyyy" ucap Stela dengan nada mengejutkan, sambil menepuk bahu Mila sedikit kuat


Mila pun langsung kaget dengan sikap Stela yang datang tanpa salam.


"Kenapa?"


"Ngelamun aja sih, kesambet aja" kata Stela.


Stela adalah teman satu perjuangan Mila dalam urusan tarik menarik suara.


"Ya begitulah"


"Kemarin ayam disamping rumah gue ngelamun, besoknya mati" kata Stela.


"Heheh untungnya aku bukan ayam Stel"


"Siapa bilang, bukannya lu itu ayam kampus ya"


"Ayam kampus, ayam kampung iya. Ya lebih bagus lagi ayam cemani" kata Mila tertawa.


"Heleh.. muna banget jadi perempuan, kalau emang bukan ayam kampus terus itu leher kenapa merah begitu. Di ****** lu, Dih sama siapa coba? Om om apa mas mas" Tanya Stela seolah meledek. Dan lansung menarik Mila jangan mengbrol dijalan dan masuk ke dalam mobil miliknya.


Lalu Mila pun masuk ke dalam mobil yang sebenernya itu bukanlah mobil Stela, melainkan mobil milik kakaknya yang Stela pinjam.


Lalu Mila pun bercermin dan melihat dirinya.


"Waah bisa berbekas gini ya" ungkap Mila heran.


"Ganas ya mainnya!!!" Kata Stela lagi-lagi meledek Mila.


"Heeeeuumm.. abis kalau dicupang memang dileher mau dimana lagi. Masa di kaki. Terus juga aku udah nikah lagi?"


"Gak percaya!!!" Ungkap Stela. "Gak percaya sebelum Lo kasih video malam pertama Lo sama suami"


"Dasar kaleng kerupuk, mana ada bukti nikah video malam pertama.. bukti itu berupa foto nikahan atau buku nikah itu lebih meyakinkan" ungkap Mila.


"Heum.. manusia bisa aja lah bohong. editan, kalau video kan bukti nyata"


"jiaah dasar!! Bentar aku pikirin dulu, video konsepnya bagaimana ya .. hahahah kalau kamu yang nikah mungkin aku percaya kali ya Stel''


"Tunggu tanggal mainnya aja, dua hari dua malam gak keluar kamar"


"Ngapain?"


"Main lato-lato"


"Wah.. ini sih yang ganas kamu Stela" kata Mila.


"Iya, kayanya sih ya, hahahah" ungkap Stela malah tertawa.


"Calonnya emang udah ada" tanya Mila.


"Calon mah banyak"


"Banyak?"


"Banyak yang kabur maksudnya" kata Stela.

__ADS_1


"Ampun dah ini sih, gak lah gak usah merendah. Akang gendang boleh juga tuh kemarin tanyain kamu terus" kata Mila.


"Gak lah, tar goyang mulu dikamar" kata Stela tertawa.


"Bagus dong, diiringi musik pasti lebih bergairah"


"Gak lah Lo gila ya hahahaha" kata Stela tertawa.


"Enak aja"


Lalu...


Mila pun tampak memperhatikan jalan dan merasa jika Stela bukan membawa Mila menuju rumah malah membawa Mila ke tempat orang hajatan.


"Mau ngapain kita kesini" ucap Mila bingung yang malah membawa Mila ke tempat lain. "Nikahan siapa ini?"


"Pakai nanya, gue mau culik lu buat ngisi acara. Cari duit lu, belagu banget jarang manggung sekarang" kata Stela.


"Ya tapi gak gini juga Stel caranya" kata Mila.


"Udah ikutin aja alurnya" kata Stela.


Lalu Mila pun langsung mengganti baju ekspres dengan permintaan Stela untuk mengisi acara sepupu nikahan. Mila pun jelas tanpa persiapan, dan memakai gaun yang Stela punya yang penting lancar jaya.


Mila pun juga memakai aksesoris yang Stela milik saat mengisi acara.


Stela mengatakan jika yang punya acara suka sekali dengan suara Mila yang aduhai. Mila sih memang merasa suaranya cukup merdu dan bagus. Tapi Mila juga merasa banyak yang lebih bagus darinya. Jadi gak bisa dibilang bagus juga, dan tak bisa di bilang jelek juga. Namun jika dibanding Maria Carey dan lady Gaga... Oh jelas lebih bagus mereka.


Mila pun tampak menyanyikan lagu tembang kenangan saja yang mungkin banyak disukai oleh para tamu undangan.


Hingga yang punya acara menyuruh Mila untuk menyanyikan sebuah lagu koplo yang gendangnya agak membuat pinggang turun naik dan nyaris encok.


Sampai sebuah teriakan terdengar...


"Kita sambit Mila Safira yang akan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul Runtah" ucapan MC saat itu.


"Mantap!!!" Kata Mila yang akhirnya berdiri "Semua tangan diatas ya, kaki dibawah. Tarik..."


Sedikit liriknya.


Lagu Doel Sumbang


Panonna alus, irung alus, biwir alus


Ditempo ti hareup ti gigir mani mulus


Ngan hanjakal pisan kalakuan siga sétan


Gunta-ganti jalu teu sirikna unggal minggu.


Mila pun tampak menyanyi sesuai lirik, hingga yang punya acara yaitu paman dari Stela tampak memberikan beberapa pecahan 50.000 an ditangan dan ia berikan sebagai saweran.


Mila pun hanya menikmati lagu yang ada hingga dirinya tak menyadari jika disana ada Bagas yang datang melihat Mila diatas panggung. Mila pun sejenak terdiam saat mata Mila di buat kaget dengan kehadiran Bagas yang Mila anggap orang lain.


Mila berusaha tenang untuk tidak turun dari panggung dengan menyelesaikan satu lagu saja..


Dan Mila sadari juga...


Ada seorang pria selain Bagas yaitu Raka...


Mata Mila kembali membulat saat dirinya melihat Raka didepan matanya sedang menatap Mila tajam apalagi saat Mila menanggap saweran satu persatu dari penonton yang ada.


Hingga Mila tampak merutuki dalam hati melihat sang kakak ipar didepan mata.


Ampun kenapa ada mas Raka juga disitu.. batin Mila menatap keduanya perlahan tapi pasti.


Sampai pada akhirnya lagu selesai Mila pun turun dari panggung dan beranjak untuk pulang saja daripada harus menanggung semuanya dengan rasa rasa yang tak nyaman.

__ADS_1


Namun..


Tampaknya keberuntungan tak memihak. Mila malah bertemu dengan Bagas saat Mila turun dari panggung, Bagas menatap dengan tatapan tajam menatap Mila seolah ingin mencengkram.


Tampak Bagas menghalangi jalan Mila.


Mila pun tak membiarkan dirinya dihalangi jalannya oleh pria yang ia benci dihadapannya saat ini.


"Urusan kita sudah selesai jangan halangi jalan saya" kata Mila tegas.


"Urusan kita belum selesai, nyawa yang sudah pergi tidak akan kembali" kata Bagas.


"Semua saya rasa sudah impas, kesucian wanita sudah terenggut dan itu takan pernah bisa kembali" kata Mila yang tampak panas dengan ucapan Bagas yang masih menaruh dendam pada Mila.


"Kesucian yang hilang hanya hukuman kecil dari saya pada wanita yang sudah merenggut nyawa dari adik saya tercinta!!!"


"Semua hal itu berharga bukan hanya nyawa, tapi kehormatan wanita itu pun juga segalanya!!!" Kata Mila menatap Bagas dengan tatapan penuh kebencian.


"Apa yang kamu sebut berharga pada diri kamu hah, jauh dari kata sebenernya. Dan sadar kah dirimu betapa murahannya kamu di mata ku. Disaat tanda ciuman bibir terlihat jelas di dada dan leher mu bertebaran dimana mana. Masih kamu sebut punya harga diri!! Masih!! sungguh ucapan mu tidak sesuai kenyataan nya Mila" ucap Bagas menatap Mila.


Mila pun meraskan perih yang ada disaat Bagas mengatakan seolah Mila tak punya harga diri dimatanya. Dengan air mata yang tertahan di pelupuk mata Mila hanya menahan agar dirinya tak menangis didepan Bagas.


"Asal kamu tahu Bagas, asal kamu tahu!! Hidup ku hancur karena ulah mu, berikut dengan rumah tanggaku yang hancur juga karena ulah dari mu!!!" Kata Mila marah.


"Dan kamu harus sadari apa yang kamu dapatkan itu memang layak untuk dirimu!!! Dan memang itu yang harus kamu dapatkan untuk seorang wanita yang murahan seperti mu!!! Itu memang layak untuk dirimu yang sangat murahan Mila!!! Mu-ra-han!!?" Kata Bagas melotot tajam kepada Mila.


Mila yang sudah muak dan kesal dengan sikap Bagas itu pun lantas menampar Bagas.


Plaaakkkk...


Sebuah tamparan itu pun mengenai pipi Bagas cukup keras hingga mata para undangan mengarah pada Mila dan Bagas yang terlihat bertengkar.


"Beraninya kamu!!!" Ucap Bagas tak terima.


Bagas yang tak terima dengan tamparan itu, lantas membalas dengan tamparan lagi.


Plaaakkk..


Hingga sebuah tamparan dari seorang pria membuat wajah Mila terlempar kesamping.


Mila pun memejamkan mata menahan rasa sakit yang teramat dalam sambil memegang pipi yang terkena tamparan. Tamparan keras itu sangat terasa hingga ke dalam hati.


Batin Mila pun seketika sedih saat itu.


Sontak air mata Mila pun terjatuh.


Dan secara tiba-tiba...


Buugghhhhh.. sebuah hantaman mengenai pipi Bagas.


Dengan cepat seorang datang dan langsung menarik Bagas dan itu adalah mas Raka.


Raka pun menarik kerah baju Bagas dengan kuat


"Jangan pernah kamu menyakiti seorang wanita, apalagi itu Mila. Kalau kamu masih mau hidup!!" Ucap Raka menarik kerah baju Bagas.


"Siapa Lo!??"


Raka pun melepaskan Bagas dengan mendorongnya.


"Gak perlu tahu siapa saya???" Jelas Raka.


Setelah itu Raka pun menatap Mila yang sedang menjatuhkan air matanya.


Hingga saat itu Raka memberikan sebuah blazer yang ia pakai dan ia pakaikan kepada Mila.


"Ayo Mila" kata Raka yang membawa Mila untuk keluar dari suasana yang tegang itu.

__ADS_1


Mata para undangan pun menatap Mila dan Raka yang pergi.


Sementara Bagas berhasil di sorakin ramai-ramai karena dengan berani menampar wanita apalagi itu di muka umum.


__ADS_2