Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Masih ciuman dari Reza.


__ADS_3

Mila pun terasa panas dingin saat Mila merasakan ciuman


yang Reza berikan, dunia seolah berhenti berputar. Mila yang tak pernah berciuman dengan Reza sekalipun itu, merasakan betul bagaimana bibir Reza melahap abis bibir hingga ke dalam.


Lidah-lidah Reza menari ke atas rongga mulut Mila saat itu. Memainkan peran yang membuat Mila meraksan gerakan yang sangat liar di dalam mulut.


Mila yang tak pernah kenal Reza sebelumnya dengan ciuman hangat terasa, seolah kaku dan bingung dengan perlakuan Reza saat ini.


Seketika Mila merasa ingin melepaskan diri dari Reza yang menciumnya dengan lahap, tapi tangan Reza seolah menahan dan kembali terus mencumbu Mila dengan panasnya. Hingga tangan Reza seolah terus memegangi tubuh Mila agar tak bisa kemana-kemana.


Napas Mila pun terengah engah saat Reza memainkan bibirnya dengan begitu lihainya dan terus begitu tanpa jeda.


Hingga Mila meminta lepaskan ciuman itu.


"A Reza hentikan!?" kata Mila menatap Reza dengan napas terengah-engah." Huuufff"


"Kenapa Mila?" Tanya Reza.


"Apa yang a Reza lakukan" ucap Mila seolah kesal dengan sikap Reza.


"Mila, maksud dari pertanyaan kamu apa! bukannya ini yang selama ini kamu harapkan. Aku menyentuh mu, kita saling memberikan dan menyatupadankan semua yang ada di hati, apa itu salah!" Kata Reza penuh penekanan.


"Ini terlalu berlebihan a Reza, aku gak pernah kenal a Reza dengan ciuman yang seperti ini" kata Mila.


"Kalau begitu kamu harus terbiasa!!" jawab Reza tegas.


"Tapi A"


Reza pun kembali mencium bibir Mila dengan tatapan tajamnya mencengkram tubuh Mila kuat, hingga tangannya mulai tampak meraba bagian dada Mila.


Reza seolah ingin memasukan tangannya ke dalam baju Mila saat itu dan ingin merasakan dada Mila saat itu.


Tapi Mila pun segera menahan tangan Reza yang sangat liar.


Sadar gagal..


Hingga pada akhirnya Reza turun menciumi leher Mila dengan sangat kuat hingga meninggalkan bekas yang sangat kemerahan di leher.


Mila pun menarik tubuh Mila saat itu dengan cepat. Saat Reza melakukan ciuman leher membuat Mila kegelian dan sakit.


"Aa sakit AA" ucap Mila menolak.


"Ikuti saja" pinta Reza yang sangat bergairah.

__ADS_1


Mila pun karena memiliki rasa cinta pada Reza dan masih ingin memperbaiki hubungannya itu mengikuti permainan Reza yang menurut Mila agak liar untuk sekelas ciuman mesra.


Saat itu Mila merasa jika Reza yang Mila kenal tak seperti ini, penuh cinta dan tak liar seperti ini.


Tapi Mila seolah tak bisa menolak atas rasa cinta yang sangat dalam.


Hingga beberapa saat Reza sejenak menghentikan ciumannya.


"A.. aa kenapa berubah. Mila tak pernah merasakan aa seperti ini sebelumnya" kata Mila menatap Reza yang kini dihapdannya dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah Mila.


"Mila, jika rasa yang aku keluarkan pada mu dapat meningkatkan rasa cinta aku pada mu. Kenapa kamu harus menolaknya, kamu harus terima semua ini Mila. Kamu harus terima. Karena ini yang mungkin saja membuat aku mencintai mu" kata Reza memandang Mila sangat dekat dengan tatapan gairah.


"Iya, tapi Aa sendiri kan yang pernah mengatakan bahwa aa sudah tak sudi lagi pada Mila, tapi..."


"Tapi apa? sudah lah jangan banyak bicara. Sekarang bukalah baju mu, aku ingin melihat semua yang ada pada dirimu"


"A hentikan, hentikan.. aku sayang sama A Reza tapi tidak sekarang untuk melakukan ini" tolak Mila yang panik saat Reza meminta hal lebih.


"Lalu kapan?"


"Entahlah a"


"Baiklah, aku juga tak akan melakukan ini disini. Tapi aku ingin melakukan yang lain"


Mila pun memejamkan mata merasakan ciuman Reza saat itu, Reza terus saja mencumbu Mila dengan ciuman bibir dan leher.


Bahkan yang Mila tak habis pikir Reza melakukan itu sambil berdesah..


"Aahhhh uugghh"


Mila tak pernah habis pikir, Mila tak pernah sekalipun melihat Reza dalam keadaan seperti itu, Mila yang sudah digugat itu pun jelas saja merasa aneh melihat perlakuan Reza saat itu.


Jujur sebagai wanita normal Mila merasa sangat terangsang tapi Mila terus untuk tidak terbawa karena merasa aneh dengan sifat Reza.


Sampai hal yang tak terduga pun Reza lakukan. Hingga Reza pun terlihat memegang bagian intimnya sambil mencium Mila. Ada gerakan yang biasa pria lakukan. Reza terus melakukan gerakan maju mundur dengan tangan nya dengan benda yang ia miliki sambil mencium Mila.


Mila pun mengerutkan kening. Setelah itu Reza pun baru melepaskan ciuman Mila setelah benda miliknya yang sudah keluar air kental itu.


Mila tak sempat lihat bagaimana Reza melakukan karena tangan Reza masuk ke dalam celananya.


Mila pun terdiam mematung sejenak, ciuman yang Mila anggap cinta namun banyak hal tak terduga yang membuat Mila menarik napas hingga beberapa kali.


Mila pun sejenak terdiam dan syok saat itu.

__ADS_1


Reza pun merangkul Mila saat Mila mematung.


"Terimakasih buat ciuman hari ini, ku harap kita bisa lakukan ini lagi" ucap Reza.


Mila tertunduk dan mengangguk walau sebenernya ia merasa aneh dan berat untuk melakukan itu. Dulu Mila memang ingin dicumbu tapi ada rasa yang aneh dengan Reza hari ini.


"A? Apa aa cinta pada Mila?"tanya Mila.


Reza pun hanya tersenyum tak menjawab.


"Aku antar kamu pulang" kata Reza.


"A.... Aa belum jawab kalau aa cinta atau engga sama Mila"


"Ya ya cinta, cinta tenang saja aku cinta. Apa ada yang salah dengan kata itu, ah sudah jangan bahas cinta lagi. Pusing" jawab Reza.


"Kalau gitu, A coba makan masakan Mila a, enak gak?"


"Oh jangan aku kenyang buat kamu aja, atau gak buat yang lain" kata Reza yang bicara tapi tak menatap Mila.


"Coba aja sedikit, gak mau a?" pinta Mila.


"Gak Mila untuk mu saja. Ah sudah sampai" kata Reza.


"Ini belum sampe a?"


"Ya sedikit lagi kan sampai, sudah ya Mila kamu sambung ojek aja, AA ada keperluan. Ini uangnya sambung ojek ya" kata Reza memeberikan uang seratus ribu rupiah kepada Mila.


"Aa gak mau bawa Mila ke rumah Abi dan umi lagi" kata Mila.


"Sudah ya Mila, kapan-kapan kita lanjutkan obrolan kita lagi. Aa sibuk dan bawa aja rantang ini.. Byee" ucap Reza yang membukakan pintu mobil untuk Mila agar Mila turun dari mobil Reza.


Mila pun menatap Reza yang membukakan pintu pada Mila tapi tak sedikit pun Reza menatap Mila.


"A i love you" ucap Mila.


Sampai satu kata itu tak terjawab oleh Reza karena Reza lansung pergi begitu saja.


Entah mengapa ada perasaan sakit yang Mila rasakan saat Reza mampu mencumbu Mila namun Mila masih merasa perasannya seolah menggantung dengan sikap Reza yang berbeda.


Reza bukan sosok yang seperti ini, kini tampak lain.


Mila pun menarik napas beratnya berharap itu hanya perasaan Mila saja.

__ADS_1


__ADS_2