
....................................
Sebelumnya...
Setelah malam pertama itu Mila termenung, Mila baru menyadari jika luka tusukan di perut Bagas belum lah pulih, seolah mata Mila terbuka dengan apa yang menimpa suaminya karena ulahnya. Namun semua yang Mila lakukan hanyalah sebuah kekhilafan yang Mila tak sengaja lakukan walau pasang mata masih saja menganggap Mila tak lebih dari seorang pembunuh.
Hidup dalam dera fitnah membuat Mila sulit menjadi apa yang Mila inginkan.
Hingga saat itu Bagas masih ingin dekapan Mila yang tengah tertidur setelah banyak melakukan aktivitas sebagai pengantin baru.
Mila merasakan lelah karena memang dengan jiwa raga melayani seorang pria dengan hasrat yang begitu menggebu.
Hingga tangan kekar itu terasa enggan melepas kan tangannya dari wanita yang menjadi istrinya itu.
Mila pun menatap lekat sekali lagi, namun dengan cepat Bagas menarik Mila dan memasukan lidahnya ke dalam bibir Mila sangat dalam. Hingga Mila serasa sulit bernapas.
"Hentikan mas"
"Kenapa?"
"Aku ingin tidur" kata Mila saat itu.
"Tidur lah besok kita pulang" kata Bagas.
__ADS_1
Pulang...
Sebuah kata yang Mila tak duga kalau pun pulang akan pulang kemana.
"Kita pulang kemana mas?" Tanya Mila.
"Ke rumah papa dan mama"
Seketika Mila pun kaget apakah dirinya siap atau tidak untuk pulang kesana, pasalnya Mila belum siap jika harus satu rumah dengan mertuanya yang selama ini membencinya.
"Bagaimana kalau mama mu tak terima aku" kata Mila.
"Tenanglah ada diriku" kata Bagas.
"Aku takut mas" kata Mila.
"Tapi mas"
"Tengah lah sayang. Semua akan baik-baik saja" kata Bagas meyakinkan Mila agar Mila mau untuk pulang ke rumah orang tuanya.
Bagas sengaja meminta Mila agar Mila mau tinggal bersama orang tuanya. Karena ini permintaan dari sang mama yang tak mau jika Bagas pergi.
"Maafkan mas ya Mila" kata Bagas tiba-tiba
__ADS_1
"Soal apa?"
"Yang semalem menyebut kamu pembunuh" kata Bagas.
Mila pun tersenyum getir.
"meski " kata Bagas saat itu.
"Meski apa?" Tanya Mila.
"Meski dalam hal ini aku masih yakin kamu pembunuhnya" kata Bagas.
"Mas ...." Kata Mila yang memeluk Bagas. Ada perasaan sedih dan tidak terima saat itu. Apalagi menyebut Mila seorang pembunuh.
"Sudah kita jangan bahas ini lagi ya"
"Kenapa?"
"Aku tak mau cinta mu berubah pada ku, aku takut kamu merubah perasaan mu pada ku. Meski aku bukanlah yang membunuh Karin tapi tahunya kamu, aku lah pembunuhnya. Aku tak siap kehilangan mu mas, aku tak siap. Aku tak mau kehilangan mu, kehilangan Reza sudah membuat ku terluka aku tak mau jika kita berpisah" kata Mila saat itu penuh dengan rasa cintanya yang teramat dalam dari tulus hati.
Mila adalah wanita yang jika sudah cinta akan memberikan terbaik dengan setulus hatinya dan menjaga yaitu kesetiaannya.
Mila yang sudah mengalami pahit nya cinta, tidak mau jika itu terulang lagi. cukup Reza saja yang menjadi orang pertama dan terakhir yang menyakiti dirinya dan rumah tangganya.
__ADS_1
Meski setiap rumah tangga pasti ada yang di sebut ujian tapi apa lah arti pengorbanan jika sang suami yang dicintai ternyata menceraikan.
Mila pun begitu tak mau jika Bagas sama seperti Reza.