
Saat itu Mila pun tampak berlari dan pergi dari pria yang bernama Reza.
Bahkan Reza yang biasa dia panggil aa itu mendadak berubah nama menjadi Reza saja.
Sebenernya kata Aa itu permintaan dari Reza sendiri saat pertama kali berpacaran dengan Mila, Mila awal kenal hanya memanggil dengan sebutan sebuah nama saja. Panggilan AA yang sering Mila utarakan itu adalah permintaan Reza, Reza pernah bilang bahwa itu panggilan sayang untuk nya. Dan hingga saat ini.
Mila yang tampak emosi itu pun tampak kasar bicara tanpa menyebut kata itu Mila sejenak terdiam dan merasa bersalah tak seharusnya Mila berbicara seperti itu.
Saat itu Mila yang tengah berlari pun berhenti disebuah halte bus, untuk pulang. Tapi Mila teringat bahwa dirinya tak punya uang untuk pulang. Mila pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Tiba-tiba...
Tin..
Tin..
Tin..
Suara klakson membuyarkan tatapan Mila seseorang datang dan dia adalah seorang yang Mila tak kenali.
"Mila" katanya.
Mila pun terdiam sejenak, dari mana ia tahu namanya. Sedangkan Mila saja baru mengenalnya.
Pria itu pun keluar dari mobil hitamnya.
"Oh ya kamu istrinya Reza kan" jelas orang itu. "Kenalkan nama saya Fandi" katanya lagi.
"Kamu kenal saya" tanya Mila keheranan.
"Iya saya kenal dengan mu, aku tahu pas kamu ke kantor Reza saat beberapa hari lalu. Bukannya kamu tadi diacara resepsi itu ya, kenapa sekarang disini" ucap Fandi saat itu.
"Iya" jawab Mila singkat.
"Kenapa disini acara belum selesai kan"
"Iya saya mau pulang tapi saya gak punya uang. Bisa saya pinjam. Maaf mungkin saya lancang baru kenal tapi sudah mau pinjam uang, beneran ini cuma buat ongkos aja kok aku pinjam dua ratus ribu" ungkap Mila.
"Ehm emangnya kamu gak datang bersama Reza"
Mila pun menggelengkan kepala.
"Oh aku baru sadar kamu cemburu. Ya dia namanya Andrea" kata Fandi yang melihat Reza bersama wanita.
"Andrea, jadi namanya Andrea" kata Mila.
"Pulangnya kemana? Jakarta kan" tanya Fandi. "Bagaimana pulang bareng sama aku"
"Gak,aku gak bisa. lagi pula nanti apa kata orang gak baik aku pulang bersama orang lain, apalagi kamu pria aku gak mau"
"Mila, nanti bareng juga kok sama temen aku perempuan namanya monik. Jadi kamu gak usah khawatir" Ungkap
"Monik?"
"Iya Monik, resepsionis kantor"
"Cuma aku ijin dulu sama akang Agus ya di pintu gerbang depan. Aku gak enak langsung pergi"
"Akang Agus siapa?"
"Yang ngajak saya nyanyi"
"Oke"
Lalu Mila pun bertemu kang Agus didepan pintu gerbang. Cuma sebelum pulang, Mila menelpon kang Agus untuk menemui didepan.
"Mila beneran kamu mau pulang" tanya kang Agus.
"Iya kang, gak apa-apa ya. Acara memang belum selesai tapi aku udah gak enak buat lama-lama disini" kata Mila. "Ada yang gantiin aku nyanyi kan disitu"
"Kenapa mendadak pergi"
Mila pun membisikan kepada kang Agus bahwa disana ada suaminya.
"Yaudahlah terserah kamu, tapi makasih ya"
"Sama-sama kang"
"Kamu pulang sama dia" tanya Kang Agus yang melihat seorang pria.
"Iya" jawab Mila.
Lalu Mila pun pergi bersama pria yang bernama Fandi. Lalu tak lama Fandi pun langsung membawa mobil.
Mila pun duduk dibelakang.
Mila yang tak pernah kenala khirnya berkenalan dengan Fandi temannya Reza.
Setelah itu .
Fandi menjemput Monik disebuah bengkel mobil.
__ADS_1
"Mila, kita kesini dulu ya" kata Fandi.
Lalu datang lah Monik membuka pintu mobil.
"Ah gila ini sih" kata Monik. Yang langsung naik mobil.
"Kenapa?"tanya Fandi.
"Gila bener masa mobil gua mogok"
"Yaudah njir naik mobil gua aja, rempong dah lu" kata Fandi.
"Iya gue kesel aja jadi nginep dibengkel kan"
"Oke besok jemput" kata Fandi yang langsung membawa mobil dan melaju.
Tiba-tiba tidak ada angin dan hujan Monik malah bergosip.
"Tapi tadi lu lihat gak sih, kalau Reza itu datang ke nikahan sama Andrea..dia kan dulu pernah digosipin pacaran tapi dia bukannya udah punya istri ya" kata Monik yang tak sadar bila ada istri nya Reza dibelakang.
"Ssst...." Kata Fandi.
"Apa sih lu orang cerita, biasanya juga lu tukang gosip"
"Ada orang di belakang" ungkap Fandi.
Lalu Monik pun menoleh.
"Hah? Lu istrinya Reza kan" ungkap Monik kaget.
"Iya" jawab Mila.
"Sory gua gak tahu gue kesel banget abisnya, mobil gua mogok. Ahhhhh jadi gak sadar ada orang di belakang dan gosipin Reza" kata Monik.
" Ya gak apa-apa" jawab Mila.
"Aku mau pulang bareng kalian gak apa-apa kan" kata Mila.
"Ya jelas gak apa-apa" kata Monik.
"Tapi gue masih gak percaya deh sama Reza, dia otaknya taro dimana, istrinya ditinggal sendirian" kata Monik.
"Ya gak apa-apa kok"
Pas saat igin masuk tol.
Seketika itu Mila pun membuka kaca mobilnya dan tanpa sengaja ia melihat Reza yang saat itu disampingnya.
"Itu mobil Reza kan" kata Monik.
Seketika itu pun Mila membuka kaca mobil sedikit dan melihat Reza bersama seorang wanita seketika mata Mila tampak menunduk dan enggan untuk menatapnya. Jangankan untuk duduk bersama melihat saja Mila enggan.
Saat itu Reza tak tahu jika Mila pulang dengan Fandi.
Mila pun menggelengkan kepalanya.
"Gak usah, aku bareng kalian aja. Kalau sekiranya aku merepotkan kalian, aku akan turun. Aku akan naik yang lain aja" kata Mila dengan wajah sedihnya.
"Eits jangan Mila, aku paham saat ini mungkin kamu sakit hati jadi mending kamu naik sama kita aja. Lebih aman daripada pulang sendiri" kata Fandi.
Mila pun terdiam kembali, melihat wanita lain disamping Reza sedang kan Mila diabaikan itu seperti sebuah kesakitan yang teramat dalam. Mila tak bisa berbuat banyak, hingga Mila mengecek handphonenya tampak sepi. Reza tak mencarinya.
Apakah aku tak seberarti ini hingga dirinya tak mencari ku batin Mila yang memejamkan matanya.
Mila masih teringat sekali saat weza membawa wanita lain saat itu.
Selama perjalanan Mila hanya tampak terdiam...
Hingga beberapa saat sebuah pesan masuk dan itu merupakan sebuah uang yang ditransfer oleh Kang Agus dan memberikan bukti transfer uang, senilai 400.000.
Saat itu Mila hanya dibayar setengah karena Mila tak sampai selesai acara, tapi Mila bersyukur dengan uang sebesar ini paling tidak dirinya bisa membeli sebuah kado untuk Reza.
Untuk bayaran Mila dibayar biasanya tergantung nego dari kang Agus kepada yang punya acara. Dan setelah deal Mila baru dapat info dan mendapat bayaran stelah selesai.
Mila tak jadi masalah soal bayaran, itu sebabnya terkadang kang Reza senang apalagi jika Mila dapat saweran yang banyak. Kalau lagi hoki Mila bisa tiga kali lipat dari bayaran Mila yang di dapatkan.
Saat itu.
Mila pun sejenak terdiam sambil menatap jalan. Sebenernya banyak pertanyaan yang mengelilingi pikiran Mila tentang Andrea dan Reza. Sedekat apa mereka dan bagaimana? Tapi bila mengingat antara keduanya perasaan Mila sangatlah sakit. Mila hanya terdiam, wajah Andrea yang tampak manis dan cantik itu membuat Mila merasa minder. Mungkinkah wanita yang seperti itu yang Reza inginkan. Beda dengan Mila yang punya kekurangan.
Hingga beberapa saat kemudian sampailah di Jakarta.
Belum sampai di rumah Mila sudah minta turun.
"Kamu turunkan aku disini aja ya" pinta Mila yang melihat mall didepan matanya.
"Loh kan masih jauh sampai ke rumah suami kamu" ucap Fandi
"Gak apa-apa, aku mau mampir ke sebuah mall dulu" kata Mila.
"Nanti kamu pulangnya"
__ADS_1
"Lanjut ojek"
Lalu Mila pun turun.
Hingga sebuah jass diberikan kepada Mila, dengan penuh perhatian pria yang bernama Fandi itu memberikan sebuah jas hitam ke tubuh Mila.
"Malam ini dingin kamu bisa masuk angin jika memakai baju ini seharian" ucap Fandi yang melihat Mila yang masih mengenakan pakaian pesta tanpa lengan.
"Terimakasih, tapi ini punya mu"
"Pakai saja" terang Fandi.
Lalu Fandi pun tampak pergi, Mila yang masih tampak elegan dan seksi itu pun masuk ke dalam sebuah Mall.
Saat itu tepat pukul 19.30 Mila di sebuah untuk membeli sebuah kado untuk Reza.
Meski Mila merasa kecewa dengan Reza tapi dari awal Mila sudah niat memberikan hadiah pada Reza, Mila harus membelikan sesuai niatnya.
Mila pun memandang ke arah semua, Mila tampak bingung ingin membelikan apa kepada Reza mengingat Reza sudah memiliki semua hal.
Hingga dirinya tanpa sengaja melihat seorang pria yang sangat mirip di foto yang pernah lihat.
"Itu mirip sekali seperti siapa ya? Oia kakanya Reza namanya mas Raka" kata Mila yang terdiam sambil memandang Raka.
Pria itu pun sadar jika Mila memandangnya sejak tadi hingga pria itu mlihat Mila lebih dekat.
"Hallo mba" katanya.
Lamunan Mila pun sejenak sadar seorang pria yang ia lihat difoto sangatlah mirip dengan pria yang didepan matanya kini.
"Mba kenapa melihat saya terus apa ada yang salah dengan saya" kata Raka.
"Oh yang salah adalah mata saya, maaf ya. Membuat anda risih" kata Mila merasa tak enak.
"Ya tidak apa-apa"
"Boleh kita kenalan" kata Mila yang menyodorkan tangannya kepada pria dihadapannya itu. Untuk mematikan jika itu adalah Raka.
"Saya Raka"kata pria itu.
"Saya Mila" terang Mila.
Dan benar saja jika itu Raka, tapi Mila tidak bilang jika Mila adalah adik iparnya. Karena Mila merasa biar umi Saidah aja yang mengenalkan diri Mila siapa.
"Oh oke senang berkenalan dengan anda" kata Mila.
"Mau membeli jam" tanya Reza yang melihat Mila memandang seketika Mila yang melihat jam dietalase.
"Iya"
"Boleh saya bantuin pilih" Kata Reza.
"Ya memang itu harapan saya" kata Mila Tersenyum. "Tapi jangan yang mahal ya karena uang saya cuma empat ratus ribu, tapi jangan empat ratus ribu juga. Nanti saya gak bisa pulang hehhe"
"350.000" kata Raka.
"Boleh" ungkap Mila.
"Untuk siapa kamu membeli"
"Untuk pasangan saya"
Seketika Raka yang kini terdiam pasalnya dirinya begitu terharu melihat perjuangan seorang wanita di depan matanya untuk memeberikan sebuah hadiah sang kekasih.
"Pasti kamu sangat mencintainya" kata Raka.
"Iya, aku sangat mencintai dirinya" Kata Mila.
"Dia pun pasti begitu kan mencintai mu, sehingga dirimu memberikan yang sangat spesial utuknya" kata Raka.
"Ya, begitulah" kata Mila.
Seketika saat Reza sedang memilih wajah Reza tampak bertemu dengan wanita di samping nya. Dan terbesit sebuah kata
cantik
Ya sebuah kata cantik didalam hati Raka tanpa sadar.
Andai saja istri ku sebaik dirinya andai istriku bisa seperti dirinya batin Raka.
Lalu Raka pun memberikan pilihan sebuah jam tangan yang tampak keren.
"Ini bagus,.keren juga. Walau gak sampai satu juta sih" kata Raka.
Wah,biasanya pilihan kakak untuk adiknya memang bagus. Karena biasanya memang punya selera yang sama. Tidak salah aku meminta tolong pada mas Raka batin Mila.
"Terimakasih, saya akan membayarnya" kata Mila. "Mba saya beli ini ya"
Hingga seorang kasir memeberikan jam tangan itu saat Mila selesai membayar.
Setelah membayar Mila pun tampak pergi, namun saat Mila pergi mata Raka seolah tak mau lepas sama sekali dari wanita yang meminta tolong memilihkan jam tangan itu.
__ADS_1
Melihat Mila yang cantik dan mempesona, sangat adem dihati dan begitu menyenangkan hati membuat Raka terus saja memandang Mila walau dirinya sudah jauh. Hingga saat itu Raka merasa ingin sekali bertemu kembali dengan wanita itu. Tapi sayang Reza tak memiliki nomor handphonenya.
Dalam pikiran Reza teringat terus wajah wanita yang baru saja ia kenal dan temui itu.