Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Buat mas Bagas saja


__ADS_3

Raka pun membawa Mila dari tempat weeding itu, untuk menenangkan Mila yang terlihat sedih dengan air mata yang jatuh ke pipi.


Raka terlihat kesal dengan perlakuan dari pria kepada seorang wanita yang berani kasar pada wanita terlebih lagi menampar Mila saat itu.


Dengan tatapan sangat dekat Raka menatap Mila, terlihat bulir bulir air mata yang jatuh dan segera Raka menghapus air mata itu.


" saya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kamu" kata Raka dengan ucapan yang membuat Mila merasa haru.


Mata Raka menatap lekat wajah mulus Mila didepan wajahnya kini.


Ada debaran di hati Raka tapi Raka berusaha untuk tetap tenang.


Sementara itu Mila menatap Raka dengan tatapan berandai andainya, andaikan saja di hadapan Raka saat ini adalah Reza suaminya


Mas Raka sangat baik, tulus dan ikhlas tidak seperti adiknya a Reza yang cuek, andai saja kamu seperti kakak mu A. Baik hati, seperti mas Raka. Memang.. mas Raka cocok untuk menjadi anak pertama di keluarga karena dirinya sangat baik dan melindungi batin mila menatap Raka.


"Terimakasih mas Raka, mas Raka sudah baik sama Mila" kata Mila yang pada saat itu sejenak tertunduk saat Raka menatap Mila sekali lagi.


"Ya sama-sama Mila. Kamu mau pulang kan, ayo aku antar ke rumah umi"


"Ah gak usah mas Raka aku bisa pulang sendiri, lagi juga bukan ke rumah umi" kata Mila saat itu.


"Terus?"


Mila pun sejenak terdiam dan tak menjawab.


Hingga suara seorang wanita tampak memanggil dari kejauhan lalu menghampiri Mila..


"Mila" panggil Stela


Mila pun ke arah Stela saat.


mengingat rantang Mila bawa ketinggalan di mobil milik Stela.

__ADS_1


"Nih rantang ajaib lo ketinggalan" ucap Stela memberikan rantang Mila.


"Kamu bawa rantang segala Mila?" Tanya mas Raka


"Rantang aku mas Raka" kata Mila.


"Oh bawa dari rumah"


"Iya" kata Mila..


"Iya, Mila sih gitu orangnya kemana-mana bawa rantang serasa mau piknik padahal kan Resto banyak"


"Apa sih kamu stel"sahut Mila


"Btw ini suami Lo Mila?" tanya Stela.


"Bukan, bukan ini kakak ipar" jawab Mila tak enak hati.


"Wah kenapa gak sama yang ini, ini tampan loh Mila"


"Heheheh ya siapa tahu.. btw gak bisa lama, Yaudah aku balik ya"


"Oke maaf ya acaranya jadi ada sedikit keributan" kata Mila ketika itu.


"Gak apa-apa orang yang kurang ajar sama perempuan itu emang harus dikasih pelajaran" jelas Stela tersenyum.


"Iya" jawab Mila.


"Yaudah bye" kata Stela pergi.


Lalu Stela pun pergi melanjutkan acara yang memang belum selesai.


Kini hanya ada Mila dan Raka saja berdua di simpang jalan.

__ADS_1


Seketika Raka pun tersenyum menatap Mila dihadapannya saat ini, dirinya tak menyangka akan dipertemukan kembali dengan wanita yang ia suka. Tapi Raka sadar jika rasa suka itu hanyalah sebuah rasa yang tak seharusnya, karena bagaimana pun Mila adalah istri dari adiknya sendiri.


"Jadi kamu ke acara undangan bawa rantang buat bawa pulang makanan ya" tanya Raka kali ini meledek Mila sambil tersenyum.


"Gak gitu konsepnya mas, ini kebetulan emang udah bawa Sebelum datang ke acara" jelas Mila.


"Lalu untuk siapa bawa rantang?" Tanya Raka yang sudah tahu jika Mila membawa makanan untuk orang lain.


Seketika itu Mila pun hanya tertunduk dan terdiam pasalnya ada perasan kecewa, yaitu kecewa pada Reza yang Mila sudah lelah memasak namun tidak Reza makan.


"Kenapa terdiam?" Tanya Raka saat itu yang melihat Mila diam.


"Ah tidak, tidak apa-apa.. ini untuk mas Raka saja ambilah. Aku permisi" kata Mila memberikan rantang ditangannya untuk Raka. Lalu Mila beranjak pergi dan memberhentikan mobil angkot yang lewat didepannya.


"Mila... Tidak usah" Kata Raka yang menolak.


"Ya mas gak apa-apa"


Lalu Mila pun langsung naik angkot dan pergi meninggalkan Raka saat itu.


Mila tak enak hati jika pulang dengan Raka saat itu.


Raka yang sudah baik dan tak perlu berkorban banyak untuk Mila saat ini.


Mila pun menatap Raka dari kejauhan dan melihat wajah tenang dan lembut dari Raka.


Sosok pria yang sepertinya takan pernah kasar pada wanita batin Mila.


Namun Mila kembali tersadar dengan dirinya saat ini. Seketika Mila kembali teringat dengan wajah Bagas yang berada dibayangannya.


Ada perasaan membatin yang tengah Mila rasakan saat ini apalagi tentang kehamilan Mila yang Bagas tak tahu.


Batin Mila pun perih dan teriris bila ingat semua yang terjadi.

__ADS_1


Mila yang tengah hamil anaknya Bagas namun malah dapat perlakuan tak baik dari Bagas. Sebuah hinaan...


Apa yang Mila alami pun, Mila hanya sejenak mengehla napas panjang berkali-kali. Mencoba untuk sabar walau di hati sebenernya sulit untuk menghadapi semua hal ini.


__ADS_2