
Setelah kepergian bapak Mila tampak tertunduk sepi sendiri di dalam rumah.
Baru saja sehari kepergian bapak Mila sudah merasakan rindu yang sangat dalam pada bapak yang kini telah tiada.
Jika pergi jauh dalam suatu jarak, semahal apapun tiket untuk sampai sana pasti Mila akan mengejarnya. Tapi jika kepergian bapak tak lagi di bumi seolah hal paling tersulit.
Mila merasa semua bisa di gapai tapi hal yang paling tersulit ada orang yang telah tiada dan sulit untuk Mila temui kembali.
Andai saja Mila dipertemukan bapak kembali Mila ingin bicara sekali lagi saja pada bapak, ingin ungkap rasa cinta dan banyak meminta maaf telah membuatnya kecewa. Tapi semua terasa sulit dan menyesakan dada. Banyak rasa sesal yang Mila rasakan karena tak bisa menjaga nama baik bapak selama ini dan membahagiakan dirinya.
Mila tak bisa berbuat banyak selain mendoakan dan berharap bisa bertemu dengan bapak walau hanya didalam mimpi.
Hingga cucu yang saat ini dalam kandungan Mila ia belum sempat melihatnya, namun cucu yang ia anggap menjadi kebahagiaan dirinya justru pil terpahit bahwa kenyataan yang ada bayi ini tak pernah di harapkan ada.
Perih....
Tapi Mila mencoba mencerna semua yang terjadi dan berharap ujian yang Mila jalani bisa Mila hadapi.
Hingga Mila tampak melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya. Itu adalah pemberian seorang pria bernama Bagas.
Seketika Mila pun merasa ingin mengelus perut yang tengah mengandung bayi dari pria itu.
Baru kali ini Mila mau mengelusnya, karena dulu Mila tak sanggup untuk mengelus bayi dalam perutnya.
Semakin Mila mengingat dirinya hamil semakin sakit juga Mila rasa.
Mila pun mengelus perut yang terasa masih datar itu.
Air mata haru seolah terasa dan kini jatuh dari mata indah Mila.
Mila pun memejamkan mata sambil mengelus perutnya.
"Nak, ini ibu mu yang memiliki banyak kekurangan. Ibu merasa terharu saat ini, ayah kamu memberikan cincin ini pada ibu. Sangat indah, ibu berharap ayah kamu bisa menerima kita. Bisa terima semua" ucap Mila mengelus perutnya.
Lalu Mila menatap lekat pada cincin yang terlihat indah dan Mila merasa cincin ini pasti mahal.
Mila pun melepaskan cincin yang Mila pakai bukan karena tak hargai pemberian dari Bagas melainkan untuk menyimpan cincin itu dengan baik. Mila merasa cincin yang Bagas berikan pasti mahal, Mila takut hilang atau diambil orang hingga Mila melepaskan agar tetap terjaga dengan baik.
Mila menaruh rapi di dalam laci, dan menguncinya.
Hingga Mila yang sedang duduk termenung mendapat sebuah pesan masuk untuk mengisi acara musik, di sebuah acara pameran motor.
Mila pun mengambil job itu karena Mila memang sudah kehabisan uang. Uangnya tak banyak hanya saja cukup untuk saat ini. Rangkaian acaranya banyak, tapi Mila hanya kebagian satu lagu dengan bayaran 300.000. meksipun sedikit tapi Mila mengerjakan dengan senang karena Mila memang suka menyanyi karena seru. Apalagi bila dapat menghibur orang lain itu seperti sebuah kepuasan tersendiri.
Hingga Mila berangkat pukul 20.00 malam dengan naik ojek untuk acara itu.
Mila tampil casual saat itu sadar semua mata pasti akan tertuju padanya, Mila tak ingin gagal menghibur para penonton yang hadir.
Mila pun berhasil menghibur para penonton walau saat itu Mila sebenernya sedang berduka.
Hingga selesai saat Mila akan pulang tiba-tiba Mila bertemu dengan seorang pria dan itu adalah Raka.
"Mas Raka" ucap Mila tak sengaja bertemu saat itu.
"Hallo Mila" ucap Raka saat itu.
"Loh mas di sini" tanya Mila saat itu.
"Iya, bagaimana kalau kita pulang bareng saja"
"Oh tidak usah, tidak perlu" ucap Mila.
"Kita satu arah loh" kata Raka.
__ADS_1
"Gak mas aku naik ojek aja"
Lalu Mila yang ingin naik ojek online mendadak handphone nya bateri nya low bat.
"Ya ampun aku gak ngeh ya hapenya kok mati"
Lalu terlihat Raka yang tersenyum melihat Mila.
"Nah pulang bareng aja bagaimana?" Kata Raka.
"Emmm yaudah anter aku sampai pangkalan ojek aja ya"
"Oke"
Sebenernya dalam hal ini memang Raka yang sengaja mengundang Mila sebagai pengisi acara agar dirinya mampu bertemu kembali dengan Mila. Walau saat itu Mila hanya dapat jatah satu lagu agar Mila tidak lama-lama manggung dan Raka bisa langsung mengbrol dengan lama.
Raka pun sengaja memperlambat laju kendaraan yang ia bawa, agar Mila dapat lama bersamanya.
Seyum Mila yang tampak menyejukkan hatinya saat itu mampu meluluhkan lantakan perasaannya yang sebenarnya sudah ia jaga dari dulu namun kini runtuh saat dirinya dapat bertemu Mila.
Lalu Raka membuat skenario seolah mobil yang ia bawa seolah mogok dan mau tidak mau Raka turun dari mobil dan mengecek apa yang terjadi.
"Wah mongok" kata Raka yang melihat mesin mobilnya.
Lalu Mila pun turun juga dari mobil itu dan melihat apa yang terjadi. Dan keluar dari mobil itu
"Mongok, mobil sebagus ini kok bisa mogok ya" kata Mila.
"Biasalah, yang semulus jalan tol itu tak selamanya mulus pasti ada cacatnya" kata Raka.
"Wah bagus juga filosofinya mas" kata Mila.
"Mila" kata Raka.
"Apa benar kamu bercerai"
"Dari mana mas tahu?" Tanya Mila kaget.
Lalu tiba-tiba Raka memegang tangan Mila.
Mila pun kaget saat dirinya dipegang tangannya oleh Raka.
"Mas tahu semua, bahkan saat Mila tengah hamil. Mas tahu Mila. Mila bahkan jika saja mas bisa mengatakan semuanya mas ingin mengatakannya" ucap Raka.
"Apa?"
"Rantang kamu ketinggalan dirumah mas" kata Raka.
"Eh aku kira apa?"
"Gak kali ini aku serius, aku serius Mila. Aku ingin tanggung jawab dengan bayi yang saat ini kamu kandung" ucap Raka.
Mila pun kaget dengan apa yang dikatakan Raka saat itu.
"Apa? Apa yang mas katakan" tanya Mila sekali lagi.
Lalu Raka terlihat menekuk lututnya dan menyatakan cinta pada Mila sambil mencium tangan Mila saat itu.
"Sebenernya dari awal aku bertemu dengan mu Mila, aku sudah menyukainya mu dari awal aku sudah ada rasa padamu"
Mila tak menyangka pria yang menjadi kakak iparnya dengan berani menyatakan cinta padanya.
"Mas jangan bercanda"
__ADS_1
"Aku jujur aku mencintaimu, aku akan bertanggung jawab untuk anak yang kamu kandung" kata Raka yang mencium tangan Mila.
"Tapi..."
Hingga seseorang datang dan Mila tak menyangka jika itu adalah Bagas yang mengikuti Mila dari belakang.
"Lepaskan tangan mu dari dirinya!!" Ucap Bagas yang menarik kuat Raka.
Lalu Bagas menarik Mila kuat untuk membawa Mila pulang.
"Bagas" kata Mila. "Kamu?"
"Ini kelakuan kamu diluar!!!" Kata Bagas marah.
"Aku bisa jelasin semua"
"Oh ini alasan kamu yang melarang aku buat ketemu sama kamu, di masa idah mu iya. Biar kamu bisa jalan sama pria lain, begitu" kata Bagas marah.
"Gak begitu konsepnya"
"Lepaskan dia.." kata Raka.
Lalu Bagas pun mendorong kuat Raka hingga terjatuh.
"Mas Raka" ucap Mila yang kaget saat Raka dijatuhkan oleh Bagas saat itu.
"Mila ini pria kurang ajar yang sudah menampar mu kan, lepaskan dia. Jangan kamu sakiti Mila" kata Raka marah, Raka ingat betul saat Mila ditampar di muka umum oleh Bagas.
"Mila jelaskan siapa aku sebenernya?" Kata Bagas dengan lantang.
"Dia adalah ayah dari bayi yang ku kandung mas"
Mata Raka semakin membulat tajam dengan ucapan Mila saat itu.
"Oh jadi pria ini yang memperkosa mu, beraninya kamu melakukan itu padanya" kata Raka yang menarik kerah baju Bagas. Raka terlihat emosi
Lalu Mila pun terlihat melerai yang ada, Mila refleks melindungi Bagas yang tampak ingin di pukul oleh Raka.
"Tenang dulu, semua bisa diselesaikan baik-baik" kata Mila yang tak ingin Bagas di pukul oleh Raka.
"Mas jangan pukul dia karena?"
"Karena apa?" Tanya Raka kesal dengan tatapan. "Jangan halangi aku untuk menghabisi pria brngsk ini" kata Raka yang seperti siap memukul Bagas.
"Mas aku mohon jangan, karena dia adalah calon suami aku. Dia bersedia bertanggung jawab dengan semuanya" ucap mila dengan sebuah pernyataan mengejutkan.
"Maksudnya apa Mila?" Tanya Raka.
"Iya, dia adalah calon suami ku mas. Dia akan bertanggung jawab, atas semua kesalahannya. Dan aku akan menikah dengannya"
"Jadi?"tanya Raka penuh rasa kecewa.
"Jadi aku tidak bisa, aku harus pulang"
"Kamu harus pulang dengan ku" kata Bagas tersenyum.
Lalu Mila pun mengangguk.
Lalu Bagas pun menarik Mila untuk pulang, karena menurut Bagas, Mila lebih berhak pulang dengannya daripada bersama Raka.
Hati Raka pun seolah kecewa dengan semua yang ia dengar ia tak menyangka jika Mila akan secepat ini mendapat pria untuk mengisi hatinya. Hati Raka pun hancur saat ia tahu Mila sudah mendapatkan penggantinya.
Meski Raka sudah beristri tapi Raka memang tidak bisa menahan rasa cinta yang ada. Berharap Mila bisa menerima da Raka siap memperistri Mila dan meninggalkan istrinya yaitu Sandra.
__ADS_1