Ternoda Di Malam Pertama

Ternoda Di Malam Pertama
Tenanglah


__ADS_3

Mila yang pucat dan terlihat lesu itu terdiam sejenak dengan ucapan sang mama mertua yang akan mengajaknya kesebuah mall untuk berbelanja, apakah akan seperti itu?


Mila pun tak menyangka jika mama mertua akan mengajak berbelanja, sebenarnya Mila lebih suka di rumah saja. Tapi ucapan mama mertua yang akan mengajak berbelanja seperti sebuah sinyal untuk Mila agar menerima kebaikan.


"Ma, mama benar ingin mengajak Mila berbelanja" tanya Mila menatap sang ibu mertua.


"Iya, lalu apalagi kenapa? Gak pernah di ajak berbelanja, hah? Kasian deh kamu masa belanja saja tidak pernah" kata Alina yang merendahkan Mila.


"Tapi Mila sedang sakit ma, sepertinya Mila mau beristirahat saja deh ma" kata ucap Mila yang sebenarnya ragu untuk ikut.


"Kamu ini ya, bukannya bersyukur di ajak jalan-jalan, nawar aja bisanya?" Kata Alina.


"Tapi tumben ma ajak Mila biasanya kan mama-" kata Mila yang tak melanjutkan kata-katanya.


"Apa?saya kenapa? Biasanya saya jahat begitu, hidup kamu ribet banget. Saya baik salah, saya jahat salah... Masih mending saya ajak belanja. Yaudah ikut aja, nawar aja bisanya?" Kata Alina.


"Iya ma, mau" kata Mila pasrah. "Ma Mila ganti baju ya"


"Udah belanja itu bukan baju, tapi duit. Percuma aja kamu pakai baju dari emas juga kalau gak bawa duit" kata Alina ketus.


"Tapi ma baju ini gak bagus dan gak layak buat mama bawa aku ke mall nanti mama malu. Masa daster ma sudah gitu ini basah tadi kena air saat Mila beres-beres" kata Mila.


"Berisik buruan!!" kata Alina.


Mila pun terdiam menundukkan kepala merasa sungkan pada ibu mertuanya saat ini. Apalagi dengan baju yang tak layak itu. Tapi Mila tak enak menolaknya.


Saat di mobil Mila pun tak banyak bicara, karena jangankan untuk bicara melihat saja sebenarnya Mila sudah takut duluan melihat sang nyonya besar tanpa senyum sedikit pun saat itu.


Mila duduk di kursi paling belakang dengan tatapan melihat jalan. Sementara saat itu supir yang membawa mobil.


Mila pun di ajak ke sebuah mall yang berada di kota Tanggerang saat itu. Mall itu sangat jauh dari rumah yang di tempati.


"Ma ini jauh sekali" kata Mila menatap jalan.


"Gak apa-apa, emang kalau mall harus yang deket aja, yang jauh gak boleh . Mall disini juga bagus-bagus dah gitu lagi ada promo yang mama mau, kenapa kamu gak suka mama ajak kesini mau nya kemana? Ribet banget sih hidup kamu" kata Alina.


"Gak ma cuma nanya gak maksud apa-apa" kata Mila.

__ADS_1


Lalu setelah beberapa saat mereka pun sampai.


Mila pun berusaha untuk tetap tenang, meski saat itu banyak menatap Mila karena memakai daster yang ia pakai. Seperti orang yang salah kostum.


Di mall Mila pun mengikuti Alina dari belakang. Sambil mengikuti Alina berjalan dan entah mau kemana.


Mila pun hanya menatap saja baju dan barang yang berada dietalase tanpa membeli karena Mila memang tak memiliki uang yang cukup saat ini untuk berbelanja.


Mila pun terdiam tak banyak bicara, ya saat itu Mila memang merasa tak lebih dari seorang asisten rumah tangga yang di ajak oleh majikannya untuk berbelanja.


Hingga beberapa saat kemudian...


"Duduk dulu disini" kata Alina.


"Mama mau kemana?" Tanya Mila.


"Ke salon, kayanya bakalan lama. Duduk dulu di sini" kata Alina yang menyuruh Mila untuk duduk dulu di bangku di dalam mall.


"Baiklah"


Lalu Mila pun keluar untuk mencari mobil yang ada diparkiran. Tapi ternyata tidak ada..


Seketika Mila pun terdiam dan menyadari jika dirinya sudah di tinggalkan oleh Alina saat itu.


Mata Mila terpejam dengan tangan yang terkepal, mengapa Alina begitu tega meninggalkan Mila sendirian di tempat itu.


Hingga Mila pun memutuskan untuk pulang dengan cara naik taksi, saat waktu sudah menujukan pukul 10.00 malam.


Mila pun mengehela napas beratnya, memejamkan mata menerima perlakuan tak mengenakan sang ibu mertua.


Mila pun memilih untuk berjalan sampai menemukan taksi dan bisa pulang, meski dalam hal ini Mila ragu siapa yang akan membayar taksinya.


Tapi Mila modal nekat saja, dengan wajah pucat dan daster rumahan yang Mila pakai Mila seperti orang yang tak punya arah dan tujuan.


Bahkan sebelumnya Mila memang sedang tak enak badan.


Dada Mila berdebar dan langkah kaki terasa gemetar bukan takut melainkan kondisi Mila yang tak baik-baik saja.

__ADS_1


Mila berharap akan datang seseorang untuk datang menolongnya, mungkin saja Bagas.


Mas Bagas segeralah pulang... Batin Mila meronta butuhkan pundak sang suami yang saat ini jauh dari dirinya meski masih dua hari lagi dirinya akan pulang, tapi Mila sudah merasa tersiksa seperti ini.


Mila masih berjalan berharap dirinya bisa pulang dengan taksi yang lewat, dan bahkan saat ini Mila tak ada handphone, Mila tak tahu harus bagaimana cara menghubungi seseorang saat ini.


Hingga sebuah lampu mobil menyala begitu terang menyorot wajah Mila yang pucat pasi dan seseorang turun tanpa Mila duga dia adalah Reza.


Reza menghampiri Mila yang terlihat seperti orang yang hampir mati saat itu berada di pinggir jalan sedang berjalan terseok-seok.


"Mila" ucap Reza terkejut melihat sang mantan istri.


Mila pun tak menjawab, menatap dengan wajah yang tak baik-baik saja.


"Mila kenapa kamu disini" tanya Reza melihat Mila yang memang terlihat gontai.


Tak ada jawaban dari Mila terlihat memejamkan mata dan memegang keningnya dan tiba-tiba.


Bugghh..


Mila pingsan...


Beruntung Reza dapat menangkap Mila saat itu, mata Reza membulat saat Mila tak sadarkan diri.


Dengan cepat Reza pun menggendong Mila dan membawanya ke mobil miliknya.


Reza pun memakaikan sabuk pengaman ke badan Mila yang saat itu matanya sedang tertutup karena tak sadarkan diri.


"Mila.. Mila tenanglah aku akan menolong mu" ucap Reza yang tanpa sengaja memandang Mila dari dekat dan menatap wajah Mila lebih dalam.


"Aku akan menolong mu, ya ampun Mila kenapa kamu bisa begini. Tenanglah Mila tenanglah aku akan menolong mu" kata Reza saat itu tanpa terasa memegang wajah Mila lembut dan menyadari jika badan Mila saat itu demam.


Mila kamu demam, kamu sakit.. mata Reza terpejam saat tahu Mila sakit...


Seketika saat itu Reza pun menyalahkan Bagas


sialan kau Bagas tak becus kau menjaga istri mu. aku akan buktikan kalau aku bisa lebih baik menjaga Mila. kuatkan dirimu Mila aku akan menolong mu, dan menjaga mu .. batin Reza memegang tangan Mila dan tanpa sadar mencium tangan Mila.

__ADS_1


__ADS_2