
Hingga saat itu dikediaman keluarga Husein..
Terlihat umi Saidah yang membuat makan siang, di tengah kesibukan yang dilakukan terlihat keluarga yang sedang berkumpul yaitu Istri dari Raka yaitu Sandra, Angga juga ada. Disana juga terlihat Abi Husein yang sedang mengobrol bersama keluarga.
Saat sedang menyiapkan makanan seketika Umi Saidah mengingat Mila yang sudah lama sekali ia tak temui. Apa kabar dirinya saat ini, apakah Mila baik-baik saja.
Kehadiran Mila seperti sesuatu hal yang ia rindukan apalagi mengingat Mila yang sangat suka membantu Bi Sarmi membuat makan untuk keluarga, meski umi tahu kalau Mila tak pandai untuk memasak namun ia selalu berusaha memberikan yang terbaik dan mau belajar.
Segala kenangan yang ada walau hanya sebentar saja, sebenarnya tak membuat Umi saidah melupakan Mila begitu saja. Meski saat dulu umi sadar kehadiran Mila pernah tak diinginkan umi saidah. Tapi karena ketulusan hati Mila dalam mencintai Reza membuat hati umi Saidah luluh tanpa ia sadari itu.
"Loh umi kenapa sedih" tanya Bi Sarmi.
"Umi jadi kangen sama Mila, bagaimana pun dapur ini selalu ramai dengan anak satu itu. Bagaimana ya kabarnya?"ucap Saidah yang tiba-tiba mengingat Mila.
"Iya saya juga gak tahu, mudah-mudahan ia selalu sehat ya"
"Amin"
Lalu Bi Sarmi dan umi Saidah menyiapkan makan di meja untuk di nikmati makan bersama.
"Ayo Sandra di makan" ucap Umi pada Sandra.
"Iya umi makasih" jawab Sandra senyum
Dulu umi selalu menganggap jika Sandra adalah menantu Sempurna dan baik hati, tapi tanpa umi sadari jika umi juga sangat sayang pada seorang menantu yang kini sudah di cerai oleh putranya sendiri yaitu Mila.
"Umi kenapa sedih" tanya Raka.
"Ingat non Mila" sahut Bi Sarmi.
"Sesosok Mila itu memang mudah untuk dikenal dan dirindukan" ucap Raka.
Sontak wajah Sandra berubah menjadi kesal saat sang suami mengatakan nama Mila saat itu. Ada perasaan cemburu yang tak bisa ia ungkapkan namun ia tahan.
__ADS_1
Hingga tanpa di duga, tiba-tiba bel pintu terdengar.
Tit..
Tit..
Tit..
Lalu Umi pun membukakan pintu saat itu, betapa terkejutnya umi saat Reza yang datang dengan menggandeng seorang perempuan saat itu.
"Reza" ucap umi kaget.
"Assalamualaikum umi" ucap Reza memberikan salam.
"Walaikumsalam, dia siapa?" Tanya umi.
"Nanti Reza jelaskan di dalam" ucap Reza.
"Ini siapa?" Tanya umi.
"Dia, dia adalah istri dari Reza yang baru" kata Reza mengenalkan Andrea.
Deg..
"Apa katamu" ucap Umi.
"Iya dia adalah istri Reza, Reza diam-diam menikahi Andrea karena Reza merasa hubungan Mila dan Reza tak bisa dipertahankan lagi"jelas Reza.
"Maksudnya?" Tanya umi.
"Karena bagaimana pun Mila sudah mengandung anak pria lain, tak bisa aku terima umi" jelas Reza.
Raka pun terlihat tak mengerti dengan semua yang ia dengar.
__ADS_1
"Masdunya apa ini?" Tanya Raka yang tak tahu cerita dari awal.
Lalu umi pun menceritakan dari awal tentang Mila yang telah di nodai oleh seroang pria saat malam pertamanya.
Dan bagaimana Mila juga hampir stres dengan semuanya, namun ia mencoba tegar dan merajut kisah cinta yang ada demi rumah tangga.
Dan keputusan Reza yang tetap bulat untuk cerai saat Mila hamil.
Hati Raka bergetar hebat tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Seolah hancur ikut merasakan apa yang Mila rasa.
Kasihan sekali Mila, jadi selama ini ia membatin hanya saja ia menutupi semua ini. Sungguh tega dirimu Reza, hanya karena dirinya tak suci lagi kamu menceraikan dirinya. batin Raka kesal melihat Reza yang membawa wanita lain.
"Umi kesal pada mu Reza, seharusnya kamu jangan seperti ini, apa Mila tahu kamu sudah menikah dengan Andrea" kata umi Saidah.
"Dia tahu, tapi bagiamana lagi umi!! Reza tak bisa menerima Mila yang tengah mengandung anak pria lain. Selamanya Reza tak bisa!" Kata Reza saat itu.
Lalu Raka pun berdiri dengan perasaan sedih yang ikut meraksan kesedihan Mila.
Dan dengan cepat menarik kerah baju Reza kasar.
"Sebagai lelaki kau tak seharusnya pergi dari istrimu yang tengah terpuruk sendiri, harusnya kamu mendampingi dan melindungi dirinya yang tengah terluka. Bukan menambah luka dirinya dengan wanita lain, kamu akan menyesal, karena kamu tak akan pernah menemukan cinta lagi" kata Raka menatap Reza dengan sorot mata tajam.
"Mas buat apa kamu marah" kata Sandra. "Biarkan itu menjadi keputusan Reza"
"Iya kakak tidak boleh mengatur hidup ku, aku berhak menentukan hidup ku sendiri" kata Reza yang tak suka pada Raka yang marah.
"Karena aku tahu cintanya tulus Reza!!! Dia tulus pada mu!!! Hanya saja kau tak lihat itu" kata Raka dengan sorot mata tajam.
Suasana makan siang itu menjadi tegang saat keadaan tak terduga hadir yaitu Reza yang membawa berita yang membuat orang tak percaya.
Hingga akhirnya Reza tampak pergi meninggalkan meja makan, karena ia sesungguhnya kecewa dengan adiknya sendiri yang tega meninggalkan Mila dan menyakiti hati Mila dengan cara menikah lagi.
Andaikan saja aku tahu ini dari awal, andai kan aku tahu dari awal Mila hamil. aku siap tanggung jawab dengan semua yang ada. Aku terima kamu Mila, dengan anak mu. Aku terima semua kekurangan mu, andai aku bisa mengatakan ini. Andai aku belum menikah sungguh aku bisa terima di banding Reza.. Batin Raka.
__ADS_1